FROM MANADO TO PARE-PARE

Tepat di tahun baru 2014, saya meninggalkan manado menuju Makassar. Belum langsung ke Pare-pare karena mau melapor dulu ke kantor cabang induk di Makassar. Jadi masih sempat merayakan tahun baru yang ke tiga dan terakhir kali bersama-sama dengan teman-teman di Manado, masih sempat diberi kado perpisahan, dan masih sempat mengikuti acara peresmian BPJS Ketenagakerjaan sekaligus acara menyambut tahun baru tepat pukul 00.00 di Rumah Jabatan Gubernur sulut mendampingi Kakacab.

Pare-pare merupakan tempat mutasi yang ketiga. Dari yang biasa hiruk pikuk di kota Provinsi seperti Makassar, Palu dan Manado, udah membayangkan sepinya kota Pare-pare. Dari yang kantor berlantai 3 menjadi kantor dengan rumah tipe 45.  Di Pare-pare, saat ini personilnya cuman 3 orang, cuman ada saya, 1 staf dan 1 security. Tapi dibawa senang saja. Mari kita nikmati saja dan jadikan sebagai bagian dari perjuangan dalam perjalanan hidup.

Advertisements

BAYAR ONGKOS ANGKUTAN UMUM PARE-PARE MAKASSAR 3,5 JUTA

Kok mahal banget? karena dihitungnya dengan harga laptop dan hard disk externalku yang hilang di angkutan tersebut. Maksud hati pengen naik angkutan yang langsung gak perlu ngetem atau jemput-jemput penumpang, saya menunggu mobil angkutan umum di depan terminal pare-pare. Sayangnya saya kurang awas, ini pertama kalinya naik mobil angkutan umum, gak merhatiin plat mobilnya, gak bertanya mobil itu startnya dari mana. Bisa jadi mobil dari palopo, enrekang, pinrang dan kabupaten lainnya. Secara geografis, Pare-pare itu letaknya di tengah, jadi mobil dari kabupaten sekitarnya banyak melewati kota ini. Aih jadi parno naik mobil angkutan umum deh.

Harga laptop dan harddisk external 750GB sih gak seberapa, tapi filenya yang berharga. Foto-foto hasil travelling, data-data kantor pindahan dari Manado, bahan-bahan kuliah, dan film. Beruntung masih ada sebagian file masih tersimpan di pc kantor manado. Saya sisa minta tolong sama teman disana agar ditaruh di dropboxku.

Kemudian nyaris kemanapun saya pergi, laptop itu saya bawa. Rasanya ada yang kurang kalo gak bawa laptop 10 inch itu. Kalo travelling pun kadang-kadang saya bawa terutama kalo lagi jalan bersama keluarga, terakhir saya bawa ke Korea.

Keteledoran lainnya, 2 hari sebelum meninggalkan Manado terpaksa ganti kunci pintu untuk kedua kalinya karena kuncinya ketinggalan di Makassar. Mau dikirim, lagi musim natalan jadi bakal lama nyampenya. trus pas malam tahun baru di rumah jabatan gub sulut, kunci ruangan kantor ketinggalan dan gak bisa ditemukan lagi. Beruntung ada kunci serepnya. Haiya…..