YUK UMRAH BACKPACKER

 

20160114_014629Barusan baca headline berita koran lokal di Makassar, sekitar 70 calon jamaah umrah terlantar di Kualalumpur gegara maskapai yang mau dipakai untuk memberangkatkan mereka sudah tidak beroperasi sejak 3 bulan lalu. Lho?  Sebelumnya sempat baca berita 800 calon jamaah umrah gagal berangkat gara-garanya travelnya bangkrut. Dana uang muka yang di kumpulkan rupanya diinvestasikan ke bisnis batubara dan industri batu bara mengalami krisis. Gak kebayang, niat indah melihat Baitullah buyar seketika. Umrah seperti ini biasanya menawarkan paket hemat umrah 14-18juta, cukup DP 5 juta dan dijanjikan berangkat satu tahun kemudian. Sistem seperti ini cukup riskan karena rentang waktu yang lama dan sepenuhnya menggantungkan harapan berangkat pada travel tersebut. Lebih baik, jika punya dana, lakukanlah segera meski harga sedikit mahal namun langsung berangkat.

Alternatif lain, ada cara hemat untuk berumrah yang sekarang semakin hits yang dikenal umrah backpacker. Baca postingan sebelumnya: Umrah Backpacker Hemat dan Mudah.

Continue reading

LONG WEEKEND EDISI IMLEK

Long weekend kali ini seputaran Makassar saja. Cari buku, makan-makan, cari air terjun, makan-makan lagi, trus berakhir berenang dan nginap di hotel.

Tidak ada perencanaan khusus buat long weekend, sekedarnya saja. Mau jalan-jalan berempat yang pake terbang-terbang, terasa seperti pemborosan dan mau kemana? Malas banget pergi ke daerah yang udah pernah didatangi dan memikirkan padatnya orang di tempat-tempat wisatanya bikin tambah malas. Dan secara barusan juga pulang berumrah berempat. Kepikiran juga buat jalan bareng teman saja, tapi ngecek tiket tujuan luar yang deket-deket aja udah gak ada murahnya. Domestik sama saja, nyari info tentang Labuan Bajo, dihitung-hitung juga masih mahal dan perginya harus beramai-ramai biar sharing costnya ringan. Yah, rejekinya anak-anak, menghabiskan waktu bersama mereka saja di Makassar.  Continue reading

AIR TERJUN PARANGLOE

“There is a waterfall in every dream. Cool and crystal clear, it falls gently on the sleeper, cleansing the mind and soothing the soul.”

20160207_124410

Kali ini saya bertekad harus berhasil sampai ke air terjun yang satu ini. Pernah satu kali mencari air terjun ini, tapi gak ketemu dan kami memutuskan untuk pulang saja, takut kesasar lebih jauh. Kami ikut petunjuk yang ada di internet saja (google maps), meski berbeda dengan jalur yang dulu. Kayaknya sih petunjuk yang kami ikuti adalah jalur yang sudah lama di tinggalkan (lewat Belapunrana). Yang sudah benar adalah jalur yang dulu, dimana penandanya adalah Kantor Dinas Kehutanan Parangloe KM41, cuman kesasar pada saat jalan kakinya. Hihihi, malu bertanya jalan terus. Lalu sampailah kami ke jalan rusak yang hanya bisa dilewati oleh mobil/motor offroad. Tapi feeling saya sudah benar karena di dekat situ ada tempat parkir motor/mobil. Sama Bapak yang punya area parkir tersebut, diinformasikan air terjun sekitar 0,5km jalan kaki. Alhamdulillah, untung bener jalannya. Malu juga ama suami kalo kesasar, apalagi dianya saat itu setengah hati untuk jalan. Kalo untuk urusan jalan kaki, dia gak doyan dan dia jadi sedikit menyebalkan. Kalo anak-anak sih anteng-anteng saja di ajak jalan.  Continue reading