Lolai yang mempesona, Negeri diatas Awan

20160720_064309

Toraja tidak lagi hanya terkenal dengan wisata budaya ritual kematian. Ternyata banyak potensi pariwisata yang masih belum tersentuh dengan baik. Salah satunya Lolai, yang lagi ngehits sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi di Toraja akhir-akhir ini.

Baca juga:

7 Tempat yang wajib dikunjungi di Toraja

Apa yang kau cari di Batutumonga

Menanti matahari terbit di Lolai merupakan suatu sensasi yang luar biasa, saat menyaksikan hamparan awan secara perlahan naik dari daratan rendah hingga ke Lolai. Di saat-saat tertentu terutama jika cuaca bagus, bahkan kita seolah menginjak awan, karena hamparan awan bisa sejajar dengan tempat berdiri di Tongkonan Lempe. Sehingga banyak yang menyebut Lolai sebagai negeri diatas awan. Continue reading

Advertisements

Merajut Kegembiraan di Lombok (Outing Kantor)

13001138_392542000870231_135650555123674897_n

di desa Sukarara

Dapat uang tunai sebagai hadiah juara Internal Governance Award di kantor, kami merencanakan untuk memanfaatkan uangnya untuk jalan-jalan satu kantor. Banyak yang merequest untuk ke Bangkok, saya bilang silakan cari dukungan jika tercapai quorum 80% dari jumlah karyawan, maka jadi ke sana dengan catatan bahwa harus siap kontribusi pribadi yang cukup besar secara hadiahnya itu jika dibagi gak seberapa besar. Gagal ke Bangkok karena yang setuju hanya 70%. Akhirnya kami sepakat untuk jalan-jalan domestik saja biar banyak yang bisa pergi dan kontribusi pribadi gak terlalu banyak. Pilihannya adalah Malang atau Lombok, dan hasil voting memilih ke Lombok. Beberapa karyawan memastikan diri untuk tetap tidak ikut dengan berbagai alasan. Bagus juga sih ada volunteer yang tinggal di kantor dan membuat kontribusi pribadi semakin kecil. Jika semua pergi, mau tidak mau ke Lombok hanya nginap semalam, berangkat Sabtu pulang Minggu secara kantor gak boleh kosong dan tidak memberi pelayanan ke peserta. Mana seru kalo semalam, gak sebanding lagi dengan perjuangan kami dari Palopo untuk bisa pergi liburan bersama.

13012845_10206856629916780_2169531749895569640_n

di pantai Kuta

Continue reading

Ketika Salah Bawa Travel Cooker

20160907_120656

great wall of China

Salah satu barang yang wajib dibawa ketika bepergian ke luar negeri adalah travel cooker buat masak nasi, masak air untuk bikin kopi/teh, bikin indomie, rebus telur, dan lain sebagainya. Biasanya sarapan diproduksi sendiri, jadi begitu keluar pagi gak abis waktu buat nyari sarapan. Dan gak keluar duit buat sarapan. Selain itu, entah mengapa gak makan nasi di negara yang gak pentingin nasi sebagai makanan sehari-hari rasanya nelangsa banget.

Saya sudah beberapa kali bermasalah dengan travel cooker. Terakhir di Tiongkok, saya salah bawa travel cooker. Yang saya bawa travel cooker yang rusak di Madinah. Salah saya sih, 3 travel cooker ditaruh berdekatan dan gak ditest dulu sebelum berangkat. Yang rusak pertama setelah 5 tahunan dipakai sudah saya buang kompornya tapi pancinya masih disimpan, yang rusak kedua kompornya masih saya simpan dengan harapan jika ada waktu akan diperbaiki, yang ketiga yang masih baik terakhir di pakai ke Eropa. Kalo pergi berempat (sekeluarga) saya biasanya bawa kompornya 1, pancinya 2. Continue reading

Negara mungil bernama San Marino

img_0105

Breathtaking views of San Marino

Saat menyusun itinerary ke Eropa, saya baru tahu bahwa selain Vatican masih ada negara lain dalam Italia. San Marino, merupakan negara republik konstitusional tertua di dunia terbentuk pada tahun 301. Luasnya hanya 10% dari luas wilayah Jakarta.  Saat ada yang posting tentang keindahan kota ini di salah satu milis, saya tertarik untuk kesini. Entry point ke San Marino adalah dari Bologna. Kebetulan emang kita dari Athens  terbang ke Bologna trus rencananya lanjut naik kereta ke Venice, tempat pemberhentian terakhir kami sebelum terbang kembali ke Jakarta. Jadilah kami berencana untuk melipir ke San Marino, tapi liat sikon. Jika itinerary berjalan lancar, dan gak ada hambatan seperti ketinggalan pesawat atau peristiwa darurat lainnya barulah kami akan memutuskan jadi tidaknya ke San Marino. Alhamdulillah, semuanya berjalan sesuai keinginan. Saya baru beli tiket kereta dari Bologna ke Rimini saat di Athena. Sebenarnya agak galau juga, karena kalo berhitung waktu, kami akan punya waktu di San Marino sangat pendek sekali. Perjalanan ke San Marino cukup panjang, Bologna naik kereta dulu ke Rimini, trus naik bis ke San Marino. Tapi keinginan untuk kesini kuat banget, sayang untuk dilewatkan. Sekaligus ini jadi challenge. Belum lagi saya gak mendapatkan informasi yang pasti dimana mau nitip barang. Yah mari ambil risiko. Continue reading

Mulai dari Nol Yah (Titik Nol Kilometer Indonesia)

20160808_105908

West Zero Kilometre of Indonesia (Sabang)

Dulu saya pernah posting tentang Rencana Jangka Panjang Traveling, semacam bucket list tempat yang pengen dikunjungi dalam 5 tahun. Salah satunya adalah ke titik 0 kilometer Sabang dan Merauke. Udah lewat 5 tahun itu, dan saya belum kesampaian kesana. Untuk tujuan domestik, memang gak terlalu ngotot dan punya perencanaan fix. Sedapatnya saja, sesuai kesempatan yang ada. Kebeneran ada urusan ke Medan yang saya manfaatkan sekaligus ke Banda Aceh. Aih bahagianya, meski ke Banda Aceh harus jalan sendirian. Gak bener-bener sendirian sih, karena ada teman kantor Banda Aceh yang menemani.

20160807_175120

ngopi bareng pak Husaini dan pak Fadli

Sore itu, tiba di Banda Aceh langsung diajak ngopi-ngopi khas Aceh di warung kopi Solong. Warung kopi ini merupakan tempat paling favorit meski tempatnya sederhana. I’m in very good mood especially if come to new place. Kopinya enak, sesuai selera saya gak suka kopi terlalu pahit. Disini juga tersedia kopi bubuk untuk oleh-oleh. Malamnya, saya mencoba mie spesial kepiting di Mie Aceh Razali. Mumpung cuma ditemani supir kantor, kalo ditemani sama yang lain mending pesan makanan yang gak terlalu rempong dimakan. Jaim dikit, hehehe. Wow, kepitingnya ternyata besar, cukup berjuang untuk menyelesaikannya dan jadinya belepotan. Enakk sih, cuman kurang garam dikit. Continue reading

Alhamdulillah Udah nyampe di Medan

Begitu menerima undangan pernikahan anak bos yang diadakan di Medan, langsung terlintas bahwa momen ini merupakan kesempatan buat pergi ke Sabang. Feeling saya, kalo minta cuti  untuk lanjut ke Aceh, besar kemungkinan di-acc sama bos. Minta cuti 2 hari, bos saya nyuruh ambilnya 4 hari dengan hitungan mulai hari Sabtu sampai Selasa. Tahun ini jenis cuti saya adalah cuti besar, jadi hitungannya adalah hari kalender. Tapi ini diluar kebiasaan sih, menghitung Sabtu Minggu sebelum masuk waktu cuti. Biasanya Sabtu Minggu dihitung apabila bercuti sampai hari Jumat. Saya minta kebijakan hitungnya mulai hari Minggu saja, biar hari Rabu saya gak buru-buru masuk kerja. Rencana awal dengan cuti 2 hari, Rabu pagi baru tiba di Palopo langsung masuk kerja. Continue reading

Georgia’s Studios Santorini

Tiba di Santorini airport, saya bergegas keluar menuju ke tempat ngambil taxi dan yang lain mengikuti. Saya bahkan gak memberi mereka kesempatan untuk ke toilet, kuatir gak dapat taxi secara ini tengah malam dan menghindari rebutan taxi dengan yang lain. Kami langsung dapat taxi ke Fira, saya gak nawar lagi begitu supir taxinya nyebut 20Euro. Harga normalnya sih 15Euro. Hotel Georgia’s Studio yang kami booking cukup familiar sama mereka. Kami langsung diantar tanpa kesulitan, meski cuman sampai di depan gangnya. Jalan depan hotel bisa dilalui mobil tapi kelihatannya harus muter, tempat kami turun hanya untuk pejalan kaki.

Tadinya sempat galau, apa nginap sehari atau dua hari di Santorini. Setelah memutuskan hanya sehari di Santorini, maka saya bisa fokus mencari penginapan di sini untuk istirahat selama 12 jam dengan kriteria: Continue reading