Baby Ghazi First Trip: India (1)

28337380_10212177166206862_6842220025394082860_o

Me and Taj Mahal

 

Cuti melahirkan baru separuh jalan, perasaan galau pengen traveling terus aja berkecamuk. Efek sudah lama gak traveling. Pengen traveling sendiri tapi gak tega ninggalin baby yang lagi Asi ekslusif. Baby Ghazi baru sebulan umurnya.

Kegalauan pertama, aman gak sih traveling dengan baby umur segitu. Umur segitu masih sangat rentan dengan virus. Kalo mengacu ke peraturan penerbangan berbagai airlines, rata-rata membolehkan bayi umur 9 hari untuk terbang.

Kegalauan kedua, rempong gak sih bawa baby jalan-jalan. Kakak-kakaknya baru mulai traveling di usia 2,5tahun. Saat mereka udah mulai pintar ngomong, udah lepas diapers, dan susu bisa jenis apa saja. Alhamdulillah Terkendali dan gak rempong bahkan jaman dulu saya keukeh gak pake stroller. Kalo nyari referensi di blog/milis dalam negeri, traveling umur segitu sangat tidak disarankan. Banyak paham lokal alias pamali. Nyari referensi dari artikel kesehatan, traveling boleh saja asal hati-hati. Nyari referensi blog/milis luar, fine-fine aja traveling. Justru umur segitu, baby lebih banyak tidur, gak perlu nyiapin makan, rewelnya paling pada saat pengen nyusu atau saat diaper harus diganti.

28337841_10212177080124710_5357067218400201572_o

Baby Ghazi di pesawat

Kegalauan ketiga, soal destinasi. Saya pengen ke maldives, tapi momentnya gak pas untuk mantai. Curah hujan cukup tinggi. Jadinya saya fokus nyari tiket ke negara yang tidak perlu urus visa manual dalam artian gak perlu ribet nyiapin berkas dan datang ke kedutaan. Pilihan mengerucut ke Turki dan India. Pilihan saya condong ke India, selain masuk budget buat pergi berlima, saya ingin ke Taj Mahal. Saya tuh  punya target pergi ke 7 keajaiban dunia versi jaman old. Sisa Taj Mahal dan Piramida Mesir yang belum.

Namun ini menimbulkan kegalauan berikutnya. Ke India? Negara yang katanya indah tapi jorok dan tidak aman. Kalo cuma sendiri, ya saya gak masalah pergi sana. Ini bawa baby. Public transport india sudah bagus, tapi stasiun katanya crowded banget dan jangan coba-coba menggunakan public toilet utamanya di dalam kereta. Pilihan lainnya, bisa menggunakan mobil rental untuk trip golden triangle. Jaipur-delhi-agra. Setelah dicek, biaya rentalnya masih masuk akal. Ok, fix rental mobil.

Saya gak langsung issued tiket, masih harus menghadap kepala sekolahnya Aya untuk minta ijin. Aya sudah kelas 3 smp, jangan sampai kena masalah kalo ninggalin sekolah 6hari. Alhamdulillah dikasih ijin.

Saya beli tiketnya 2 minggu sebelum berangkat, Jakarta-Jaipur pp. Paspornya baby Ghazi juga udah ready. Biar belum punya rencana fix buat traveling, sudah saya urus paspornya. Sekalian urus akte kelahiran dan penambahan di kartu keluarga. Mumpung saya masih cuti. Segala proses pengurusan lancar. Waktu urus paspor, saya dan baby ghazi jadi prioritas untuk verifikasi berkas. Berkasnya belum lengkap karena di kartu keluarga belum tercantum nama baby ghazi. Si petugas imigrasi mengarahkan ke dukcapil buat urus penambahan di kartu keluarga. Ke dukcapil, jadi prioritas lagi. Bahkan saya yang sekalian mau ganti ktp juga dibantu percepatan. Gak sampai semenit ktp saya sudah jadi, padahal antrinya minta ampun. Alhamdulillah, layanan instansi pemerintah udah semakin bagus dan ramah. Balik lagi ke kantor imigrasi, baby Ghazi digendong ama petugas imigrasi cewek. Langsung dibantu untuk proses foto. Gak sampe 5 menit, udah selesai prosesnya. Sisa diambil 3 hari kemudian. Paspornya jadi pas tepat baby Ghazi umur sebulan.

Visa india bisa apply online. Cuman harus pastikan apply visa di website yang benar https://indianvisaonline.gov.in/visa/index.html . Jangan sampai kena tipu. Banyak website abal-abal yang ternyata pihak ketiga alias calo dan mengenakan biaya pembuatan visa lumayan. Saya banyak terbantu dari blognya si omnduut. Prosesnya mudah saja. Cukup mengisi form online, upload foto dan paspor, dan bayar 51.25usd/orang. Baby Ghazi juga harus bayar. Hiks. Update: Sejak Juni 2018, visa India sudah gratis tapi tetap apply online.

Untuk penyedia jasa mobil rental, saya dapat referensi dari trip advisor. Saya pilih 3 kontak travel berdasarkan review dan peringkat. Semuanya merespons dengan cepat. Setelah nego harga, saya memilih Mr Tara. Paket rental termasuk pick up/drop off airport, jaipur tour, agra tour, delhi tour, biaya menginap dan makan supir, toll, parkir, air mineral dan snack.

Untuk pilihan tempat menginap, saya milih hotel melati saja untuk di Jaipur dan New Delhi, sedang di Agra milih hotel Radisson Blu Agra Taj East Gate, Agra. Kan cuma semalam dan lagi ada promo booking hotel di tra****ka harganya jadi 1,1jt/malam. Pilih kamar yang ada sofanya, jadi pas buat berlima tanpa perlu extra bed. Tapi saya sudah pasrah aja kalo misalnya pada saat check in, diminta untuk tambah extrabed.

Untuk review hotel n rental mobilnya di tulisan berikutnya ya.

Advertisements

Pilihan Akomodasi di LA, SF, dan Las Vegas

Untuk pilihan akomodasi di trip ini, yang booking adalah travelmate saya. Biasanya sih saya yang milih-milih, cuman berhubung saya waktu itu sibuk banget dan waktu keberangkatan makin dekat, jadinya saya sudah gak sempat mengobservasi pilihan tempat menginap. Pertimbangan untuk memilih penginapan kali ini adalah budget dan lokasi.

Berikut reviewnya:

  1. American Hotel, Los Angeles

Hotel ini dipilih karena dekat tempat kita naik bus Flixbus untuk ke San Francisco. Berada di Art District/LA Downtown. Kata driver Uber yang ngantar kita dari bandara ke hotel ini, jika mau nyari barang-barang nyeni tempatnya di sekitar hotel ini.  Dapat kamar dengan 1 tempat tidur queen dan 1 bunk bed, bisa untuk berempat. Kamar mandi berada di luar kamar. Kebersihan kamar dan kamar mandi bisa diacungi jempol. Di kamar, tersedia 4 air mineral sebagai compliment. Kami cuma semalam disini. Keesokan harinya pagi-pagi check out tapi masih nitip koper (gratis), jam 10 malam kami balik ambil koper dan jalan kaki menuju halte Flixbus yang letaknya di seberang Union Station. Lumayan juga jalan kaki sekitar 20menit. Harga per malam/orang 60.42USD Continue reading