Bajawa: Edisi Jelajah Flores (2)

IMG_8332

Kampung Bena

IMG_8243

Kampung Luba

Kegiatan kantor  di Labuan Bajo selesai hari Jumat. Namun saya minta tiket pulang dibookingkan sampai Minggu. Kemudian saya beli tiket sendiri Ende-Labuan Bajo seharga 500ribu. Niatnya sih Jumat pagi saya melakukan perjalanan ke Waerebo dan nginap disana. Waerebo adalah perkampungan adat unik yang ada di Flores. Untuk kesana panjang prosesnya kalo naik transport umum. Dari Labuan Bajo naik bus trus nyambung ojek trus nyambung jalan kaki kurang lebih 2.5jam. Selesai dari Waerebo saya mau naik bis ke Moni, desa di kaki Gunung Kelimutu. Menikmati sunrise di Kelimutu abis itu ke Ende untuk naik pesawat ke Labuan Bajo. Sayang rencana sebagian tidak terealisasi. Jumat pagi masih ada acara rekreasi bersama dengan para pejabat tinggi. Gak bisa kabur hehehe. Wajib Main paddling di sekitar private beach Ayana Resort.

Saya pun mengubah rencana. Plan B, saya cek masih ada pesawat Labuan Bajo-Bajawa jam 12siang naik Wings Air harga 350ribu. Saya mau ke Kampung Bena yang ada disana, trus lanjut naik bis ke Moni. Plan C, saya masih nginap di Labuan Bajo. Saya akan beli tiket Labuan Bajo-Ende hari Sabtu pagi dan trus ke Moni. Yang terealisasi adalah Plan B. Jam 11.30 rombongan paddling sebagian ada yang harus persiapan ke bandara untuk terbang jam 14.00. Momen itu Saya manfaatkan untuk ikut pamit dan berharap bisa beli tiket goshow ke Bajawa. Jam 11.45 nyampe bandara, alhamdulillah pesawat belum datang dan masih dibolehkan beli tiket seharga 465ribu dan langsung check in. 

Tiba di bandara Bajawa, saya duduk nyantai di ruang kedatangan. 2petugas datang menghampiri ibu yang duduk di sebelah saya untuk minta mengisi survey online. Saya menawarkan diri untuk mengisi survey terse but. Biar saya juga sambil nanyain sama petugas beberapa informasi. Berapa harga ojek ke ke kota, berapa harga naik mobil ke kota dan lain sebagainya. Dia bilang ojek 50 ribu, dan mobil 60ribu. Setelah itu Saya kelar menghampiri supir mobil, harganya memang dipatok 60ribu/orang. Ada keluarga bule juga yang sudah naik ke mobil, tapi turun lagi. Sopir bilang tidak cocok harga. Padahal si bule itu ditawari 200ribu untuk empat orang. Kami pun berangkat. Si Sopir nawarin mobilnya untuk berkeliling kota Bajawa. 400ribu saja untuk ke 3 tempat, katanya. Saya tawar 300ribu dia gak mau. Lagian saya juga malas naik mobil apalagi sendiri. Naik motor lebih bebas dan penyakitnya driver mobil kadang-kadang banyak alasannya kalo kita minta singgah atau ada tujuan tertentu. Sesampainya di homestay, saya menghubungi nomor ojek yang saya dapat infonya di internet. Pak Laurensius namanya. Saya mengiyakan penawarannya 150ribu untuk berkeliling kota Bajawa, walau di internet infonya 100ribu. Kami janjian jam 15.00 untuk jalan. 

Sunset di Wolotobo

Saya booking Queen Homestay Bajawa di Tr****oka saat mau terbang ke Bajawa. Ada Kamar single yang ditawarkan seharga 100ribu. Saya ambil kamar yang itu sajt, toh cuma numpang nginap. Saat tiba di homestay, penjaganya nanya kita booking harga berapa? Saya bilang 100ribu. Segera dia mengajak saya ke belakang dan menunjukkan kamarnya. Kamarnya sempit, hanya ada 1 tempat tidur single dan meja kecil. Kamar mandi diluar kamar dan harus turun tangga. You get what you pay, lol. Enaknya tersedia air minum dan teh/gula/kopi sepanjang hari. Bisa nyiram popmie kalo gak dapat tempat makan. Kamar mandinya meski kurang bersih di area wastafelnya, tapi disediakan tissu dan ada air panas. Air panas itu suatu kemewahan karena airnya dingin banget.

Pak Laurensius mengajak ke Kampung Luba, kampung adat selain Kampung Bena di Bajawa. Dia menemani dan memberikan info terkait kampung tersebut serta dengan senang hati membantu menfotokan. Dan foto-fotonya juara, dia pintar ngambil foto tanpa perlu diarahin. Dia juga yang menginfokan berapa donasi yang harus disiapkan. Di Kampung Luba saat registrasi ngasih 10ribu. Di Kampung Bena 20ribu. Di Manulalu 10ribu, di Wolotobo 4ribu.

Kampung Luba:  Salah satu perkampungan adat di Bajawa.

Kampung Bena: Perkampungan adat yang menjadi icon di Bajawa

IMG_8367

Kampung Bena

Manulalu: Area selfie buatan dengan memanfaatkan latar belakang Gunung Inerie.

Wolotobo: Ini tempat persinggahan terakhir dan kita datang persis mau sunset. Matahari tenggelam dengan anggunnya di sekitar pemandangan gunung Inerie.

Pak Laurensius juga sebagai guide untuk naik gunung Inerie, katanya kurang lebih 4jam naik ke puncak dan besok ada bule Jerman yang mau naik gunung itu bersama dia. Lain kali pak, kalo ada kesempatannya.

Saya masih meminta untuk dicarikan mobil ke Moni besok pagi. Kami lalu ke terminal, ada 1 bus 3/4 tujuan Larantuka yang melewati Moni. Saya bakal dijemput jam 07pagi. Selesai urusan bus, sy mengajak Pak Laurensius makan malam sebelum kami berpisah.

IMG_8472IMG_8487IMG_8513

Manulalu

Advertisements