A day in Copenhagen

Flixbus yang membawa kita ke Copenhagen berhenti sebentar sekitar jam 4 pagi di Hamburg menurunkan dan menaikkan penumpang. Saya terjaga dan juga ikut turun bus ke area bagasi, menunggu penumpang yang turun di Hamburg mengambil kopernya kemudian mencari hp diantara tumpukan barang yang tersisa. Berharap hpku hanya keselip diantara koper-koper penumpang. Hasilnya nihil. Hpnya juga sudah off karena habis batere kalo di cek di Find my device google. Tapi yang pasti hp itu ikut dalam bus, tapi entah diambil sama siapa. Ya sudahlah, sudah takdirnya hp itu harus hilang, yang penting hati dan secara fisik tidak kurang suatu apapun.

Bus masih berhenti beberapa kali, Diperbatasan Denmark, beberapa polisi naik ke bus memeriksa identitas dan mengecek dengan aplikasi dari hp mereka. Paspor dan visa kami dicek. Aman. Continue reading

Advertisement

A day in Singapore

WhatsApp Image 2022-11-16 at 09.36.18Penerbangan kita Jakarta-Singapore di reschedule. Yang tadinya jam 18 menjadi jam 11 pagi. Itu berarti hari itu saya harus terhitung cuti dan berarti pula ada kesempatan jalan-jalan di Singapore selama kurang lebih 10jam. Saya sempat perhatikan tiket yang saya beli di tiket.com ada keterangan tidak termasuk makanan. Tanda tanya nih, apakah karena tiket Singapore Airlines yang  kami beli masuk kategori low fare atau gimana. Tapi saat check in online, masih bisa request Moslem meals. Hehehe aman. Saya request Moslem meals hanya untuk penerbangan Sin-Ams dan Ams-Sin, untuk Cgk-Sin pp biar bisa milih opsi makanannya. Ternyata kalo request special meals seperti vegetarian, dietary meal ataupun religious meals, pada saat penyajian di pesawat kita akan dapat makanan duluan.

Sampai di Singapore, saya baru nyadar kalo belum isi Sg Arrival Card. Untungnya masih bisa diisi saat tiba disana. Isi form online, upload sertifikat vaksin yang ada di peduli lindungi lalu submit. Dan setelah itu baru bisa proses imigrasi Singapore. Kami ke penitipan barang untuk nitip barangnya Inoy. Biaya penitipan 10SGD. Continue reading

Mengurus Visa Schengen

Waktu liburan sudah dekat, saatnya mengurus visa.

Jadi di bulan April kemarin  udah eksekusi tiket Jakarta-Amsterdam pp untuk keberangkatan di bulan November 2022. Waktu itu Singapore Airlines lagi promo besar-besaran ke hampir semua rute. Udah gitu ditambah dengan diskon aplikasi tempat beli tiket  dan diskon promo kartu kredit, dari harga 7,6juta yang dibayar 6juta saja. Lumayan kan. Mungkin karena bulan itu adalah bulan awal dimana hampir semua maskapai internasional mulai beroperasi secara penuh, banyak promo bertebaran. Tapi semakin kesini harga tiket semakin mahal. Udah gak terjangkau untuk beli mepet dengan waktu keberangkatan. Sebagai contoh saja untuk tanggal yang sama dengan maskapai yang sama ngecek di bulan Juli sudah 38jutaan, ngecek sekarang sudah 45jutaan. Kalo maskapai lain sih masih ada di harga sekitar 17jutaan. So, kalo ada tiket murah jangan nunggu lama untuk eksekusinya. Budget saya untuk tiket Eropa/UK/Turki pp adalah sekitar 6juta, untuk tiket US adalah sekitar 7juta, untuk tiket Japan/Korea sekitar 4juta. Kalo ada tiket yang masuk budget, biasanya langsung dieksekusi. Kalo saya sih ya, itu juga termasuk cara untuk mengatur cash flow, seluruh biaya untuk liburan jadinya tidak dikeluarkan secara bersamaan. Pengeluaran biaya tiket dulu, kemudian pengeluaran biaya transport antar negara dan penginapan yang dapat dipesan dari Indonesia dan berikutnya pengeluaran biaya selama disana.

Kapan mulai waktu pengurusan visa? Dari web vfs, aplikasi visa paling cepat 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan dan paling lambat 15 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Schengen. Lebih cepat lebih baik karena dapat slot untuk temu janji itu tidak mudah. Saya ngecek di awal Agustus, slot paling dekat adalah di akhir bulan September. Continue reading

A day in Amsterdam

IMG-20221113-WA0052

Perjalanan dari Singapore ke Amsterdam memakan waktu sekitar 13jam. Pemeriksaan passport control tidak terlalu ramai. Saya sempat ditanyain mau kemana. Saya jawab mau ke copenhagen. Kapan? Saya jawab besok padahal sih ntar malam akan berangkat ke Copenhagen. Petugasnya langsung menkernyitkan dahi dan minta untuk melihat tiketnya. Aduh salah saya menjawab. Harusnya saya menjawab bahwa akan keliling di Amsterdam dan daerah sekitar saja. Ya iyalah visanya keluar dari kedutaan Belanda, masa iya cuman jadi tempat numpang lewat saja. Dalam hati saya panik, kuatir bakal di random check. Saya langsung buka email saya dan nyari-nyari kok tiketnya gak ada. Karena lama, akhirnya petugasnya langsung stempel paspor saya. alhamdulillah. Belakangan baru ingat email tiket itu bukan di email utama saya tapi di email lain. Biasanya semuanya pake email utama saya tapi khusus tiket bus ini karena ngejar diskon pengguna baru saya pake alamat email yang lain. Continue reading