OUR EUROTRIP REVIEW MAY 2012

Trip kami berakhir sudah. 16hari di eropa, semakin memperkaya pengalaman travelling kami. Kami berhasil menchallenge diri kami pergi ke sana dengan cara backpacking untuk pertama kali ke Eropa.

Total 7 negara dan 11 kota yang kami kunjungi. Amsterdam (Netherland), Prague (Czech), Budapest (Hungary), Warsaw (Poland), Rome, Venice, Florence, Pisa, Milan (Italy), Lucerne (Switzerland), Paris (France). ini sedikit review kami. Continue reading

GAK SEMPAT KE PIAZZA MICHELANGELO (FLORENCE) DAN FOTO EXPRESS DI PISA TOWER

Jun 3, ’12 9:52 AM
untuk semuanya

Setelah check in di Ostello Archi Rossi Firenze/Florence, dengan tidak membuang buang waktu kami langsung jalan menuju tempat wisatanya. Kami hanya punya waktu sore hingga malam saja, besok pagi-pagi kami harus checkout, melanjutkan perjalanan ke Lucerne dengan mampir di Pisa dan Milan.

Resepsionis di hostel memberikan kami peta. Tapinya rupanya peta itu sulit dimengerti, jalur jalannya kurang pas membuat kami seringkali salah arah. Kami memutuskan jalan kaki saja berkeliling.

pagefirenze

Beberapa tempat yang kami kunjungi antara lain:
Gereja Cattedrale di Santa Maria del Fiore atau lebih dikenal Del Duomo. Gereja dengan kubah raksasa dan detil fasade yang mengagumkan merupakan landmark kota Firenze. Bangunan utama katedral bergaya arsitektur Romanesque dirancang oleh Arnolfo di Cambio, dibangun mulai 1296 dan selesai pada tahun 1436.
Loggia della Signoria atau (1376-1383) adalah balai peresmian bupati dan kepala biarawan pada masa lalu. Pada saat ini dijadikan museum patung dan ukiran yang jadi favorit para wisatawan, antara lain Perseo con la testa di Medusa (Perseus dan Kepala Medusa) (1554) karya Cellini, Ratto delle sabine (Pemerkosaan Wanita Sabine) karya Giambologna, Judith dan Holofernes karya Donatello, imitasi pualam David karya Michelangelo, dan Mazocco (heraldie lion) karya Donatello.

pagepatung

Piazza della Signoria, adalah alun-alun luas yang didominasi bangunan Palazzo Vecchio (Istana Vecchio) yang mirip benteng. Kini menjadi balai kota Firenze, pada awalnya didirikan pada abad ke-13 oleh Arnolfo di Cambio. Interior istana dirancang oleh Giorgio Vasari dan asistennya pada tahun 1500. Salah satu ruangan paling indah dalam Pallazo Vecchio adalah Studiolo di Francesco I, yang digunakan Francesco I de’ Medici (1541-1587) sebagai ruang kerja. Dikerjakan oleh Vasari, kamar ini dipenuhi lukisan-lukisan indah dan interior yang mewah.
Uffizi atau Galleria degli Uffizi, adalah sebuah museum-galeri yang terletak di antara Pallazo Vecchio dan Loggia della Signora. Dibangun pada tahun 1560, bangunan ini mengkoleksi karya-karya Renaissance terlengkap di dunia yang disusun secara kronologis untuk memudahkan pengunjung mempelajari perkembangan lukisan-lukisan klasik secara lengkap, mulai dari lukisan Bizantium sampai karya Giotto, seperti Primavera, Nascita di Venere (Kelahiran Venus), Annunciazione atau Annunciazione di Cestello (Pemberitahuan) karya Boticelli, Adorazione dei Magi (Pemujaan Orang Majus) karya Leonardo da Vinci, Tondo Doni (Keluarga Suci) karya Michelangelo, Ritratto di Leone X con i cardinali Giulio de’ Medici e Luigi de’ Rossi (Lukisan Potret Leo X dengan Dua Kardinal) dan Madonna del cardellino (Madonna Burung Goldfinch) karya Raphael.
Ponte Vecchio, satu-satunya jembatan yang melintasi Sungai Arno yang selamat dari pengeboman pada Perang Dunia II. Di pagar yang mengelilingi sebuah patung yang terletak ditengah jembatan ini, penuh dengan gembok-gembok cinta yang bertuliskan nama pasangan yang percaya sugesti kelanggengan cinta. hehe..ada-ada aja..

pagepontevecchio

Palazzo Pitti (Istana Pitti), salah satu museum yang mengkoleksi karya-karya Renaissance terbanyak di Firenze. Berlokasi di selatan Sungai Arno tak jauh dari jembatan Ponte Vecchio. Bangunan asli berasal dari tahun 1458 ini merupakan hasil rancangan Brunelleschi dan pernah menjadi kediaman Lucca Pitti, salah satu banker terbesar Firenze. Palazzo Pitti dijadikan istana kerajaan saat Firenze jadi ibukota Italia pada abad ke-19. Di sini terdapat koleksi lukisan Titian, Andrea del Sarto, Raphael dan Fra Filippo Lippi. Di belakang piazza terdapat gerbang menuju Taman Boboli, rancangan abad ke-16. Di sebelah barat taman ada Basilica di Santo Spirito, gereja yang juga dirancang oleh Brunelleschi. Gereja ini dikenal akan lukisan-lukisan altar indah yang dikerjakan dari abad ke-14 sampai 17. Di dalam gereja terdapat Cappella Brancacci yang menyimpan banyak lukisan-lukisan religius.

Ada satu tempat yang kami lewatkan karena ketidak tahuan kami dan justru yang paling penting yaitu Piazza Michelangelo. Huhuhu. Tadinya saya pikir sudah bertemu dengan patung David di Loggia della Signoria, ternyata itu cuman imitasinya. Sebell banget.

Padahal dari Piazza Michelangelo kita bisa melihat view kota Florence secara jelas. Memang banyak yang menyayangkan kami cuman tinggal semalam di Florence termasuk room mate kami yang orang Korea dan teman duduk kami, wanita businessman di kereta Milan-Lucerne. Florence itu kota yang cantik yang gak hanya bisa dinikmati hanya semalam.

Ke Piazza Michelangelo bisa naik bis, dan saya sempat melewati halte bis yang ada depan Stasiun Firenze Santa MAria Nouvella. Banyak orang menunggu, mungkin pada akan pergi Piazza itu.

Room mate kami mengingatkan agar segera pergi ke stasiun karena pagi ini ada mogok kerja masinis kereta. Jam 07 kami sudah siap, bungkus sarapan lalu bergegas ke stasiun. Dan benar, kereta yang akan kami naiki dibatalkan. Kami lalu bertanya ke informasi, bagaimana kami akan ke Pisa. Kata wanita itu, naik saja sembarang kereta yang mampir di Pisa, kereta berikutnya sekitar 45 menit lagi. Yahh, makin sedikit waktu kami di Pisa.

Jika kami naik kereta itu, kami akan tiba jam 09.15 di Pisa. Kami sudah terlanjur booking online Pisa ke Milan jam 11.00. Itu berarti kami hanya punya waktu 1 jam di Pisa.

Biar bagaimanapun kami tetap harus ke Pisa Tower.

Tiba di Pisa, kami buru-buru keluar stasiun Pisa Centrale, bertanya pada seorang pemuda yang sedang bersama dua rekan ceweknya, bis mana yang bisa nyampe ke Pisa Tower. Pemuda itu menunjukkan bis yang harus kami naiki dan untungnya bisa beli tiket di driver.

Kami merasa gak maksimal foto di Pisa. Padahal banyak foto dengan gaya asik di Pisa Tower, tapi butuh waktu untuk mengatur gaya yang pas. Kami betul-betul hanya numpang foto doang.

pagepisa tower

Ternyata tiket bus yang kami beli saat pergi bisa juga dipake pulang kembali ke stasiun kereta Pisa Centrale. Jadi cuman 1,5 Euro ke Pisa Tower.

OSTELLO ARCHI ROSSI, FLORENCE

OSTELLO ARCHI ROSSI, FLORENCE Jun 3, ’12 9:52 AM
untuk semuanya

pageostello archi

keterangan searah jarum jam: tampak depan hostel, pizza yang kami pesan, resto di hostel, lobby hostel

Tanpa pikir panjang, hostel ini langsung saya booking. Banyak yang merekomendasikan hostel ini oleh teman milis, hasil review hostelworld maupun para blogger. Lokasinya dekat dengan stasiun Firenze santa maria nouvella, hanya 5 menit jalan kaki. Mudah ditemukan, hostelnya asik. Di dalam hostel banyak patung seni khas italia. Bisa bayar pakai kartu kredit. Jual air mineral dan juice paling murah, 0,8 euro dan 2 euro untuk botol 1,5liter. Jual makanan siap saji beku sisa dihangatkan di microwave, menyediakan pizza dan salad untuk dinner rata rata seharga3euro. Free wifi, free PC ada yang di luar kamar dan ada juga di dalam kamar. Kami mengambil yang sekamar ber sembilan, harganya 25 euro plus pajak 1euro. Sarung bantal, seprei dan seprei selimut sudah tersedia diatas tempat tidur tinggal kita pasang. Kamar mandi berada di dalam kamar.

Restauran menyediakan pizza dan salad berbagai macam untuk dinner, buka mulai jam 18.00-20.30. Kami tertarik mencoba Pizza jenis Vegetarian Pizza karena cukup murah, 1 pan pizza ukuran sedang ditawarkan hanya 2,5 Euro. Rasanya kurang enak, pizzanya terlalu keras, karena ini Vegetarian Pizza isinya cuman jamur, paprika, tomat jadinya ya kurang nikmat. Tapi lumayanlah untuk pengganjal perut.

Sarapan termasuk fasilitas hotel ini. Di dinding restauran sudah terpasang daftar menu sarapan. Tinggal milih jenis makanan dan minuman. Trus ditambah dengan biskuit berbagai macam, buah dan macam-macam cake.

3 JAM DI VENICE

Jun 3, ’12 9:51 AM
untuk semuanya

Bis paling pagi ke airport adanya jam 04.40. Pesawat kami jam 07.00. Jadi itu jam yang tepat untuk pergi ke bandara. Jam 03.00 kami bangun, mandi, membereskan barang check out, lalu menuju rome termini. Beruntung kami masih dapat bis itu, rupanya yang akan ke airport pagi itu banyak banget. Ada 2 bis yang diberangkatkan pagi itu, dan enaknya yang membeli tiket return atau sehari sebelumnya yang didahulukan untuk berangkat. Kami menggunakan Easyjet ke venice. Take offnya persis sesuai jadwalnya.

IMG_5415

Tiba di bandara venice kami sedikit bingung, tidak ada peta gratis dan petunjuk untuk ke stasiun kereta S.Lucia. Yang terlihat di area pengambilan bagasi hanya mesin tiket dengan 2pilihan utama, venezia dan mestre railway station. Kami harus menitip barang bawaan kami di penitipan di stasiun kereta, jadi kami memilih tujuan yang jelas saja yaitu ke mestre railway station. Harga tiket 5euro per orang. Informasi yang saya tau, semua kereta dari santa lucia station melewati stasiun mestre ini. Di dekat pintu kedatangan ternyata ada loket penjualan tiket, tau begitu beli tiketnya mending disini sekaligus dapat informasi yang lebih jelas. Karena tidak ada peta gratis di bandara, kami membeli peta seharga 3euro.

Tiba di station mestre jam 10 pagi, kami lalu mencari tau untuk mendapatkan tiket ke florence/firenze. Kami memilih membeli tiket di mesin harganya 43euro seorang. Lebih mahal dari tiket pesawat easyjet rome venice, padahal lama perjalanan kereta cuma 2jam. Sengaja saya tidak membeli online, karena pengen tau proses pembelian tiket di stasiun kereta. Harga online sama saja dengan beli di stasiun, so lain kali sebaiknya beli online, menghemat waktu. Kalau sudah punya tiket kan, sisa mencari platform kereta tersebut berada. Saya sempat bingung kurang lebih sejam, berusaha mengenali proses yang ada di stasiun yang tidak berbahasa inggris. Kereta ke firenze cukup banyak, sisa memilih waktu kepergian yang dianggap tepat.

pagevenice

Setelah menitipkan barang di stasiun dengan biaya penitipan 5euro per barang. Kami membeli tiket di mesin untuk ke statiun kereta santa lucia seharga 1.2euro per orang. Dari situ kami berencana naik vaporetto/waterbus mengelilingi venezia. Rupanya hari minggu itu ada event yang nama vocalonga. Sehingga ada perubahan jadwal vaporetto. Penjual tiket tidak menyarankan kami untuk membeli tiket terusan 12jam karena kami hanya sekitar tiga jam disana. Mereka menyarankan membeli tiket one way, itu pun lewat jalur luar seharga 7euro ke st mark square. Disitulah satu satunya pusat turis. Ditempat ini juga kita bisa menyewa gondola berkeliling venezia. Harganya yang cukup mahal 80 euro per gondola max 6 Orang, membuat kami gak berminat mencobanya apalagi Air kanalnya cukup keruh. Kami tidak naik vaporetto kembali ke stasiun, kami mencoba jalan menelusuri Venezia meski kata lonely planet “Everybody can get lost in Venice”. Kami masih punya cukup waktu untuk jalan menuju stasiun karena kami ingin mendapatkan suasana kota itu. Jalan di venezia keliatannya sama saja, kecil hanya selebar 1 meter maximal, kiri kanan banyak toko barang branded, cafe, toko souvenir. Sambil jalan saya mencoba es krim italia yang maknyus. Petanya lumayan membantu, nama jalan yang jelas ditambah petunjuk arah menuju piazzale roma. Piazzale roma adalah statiun bus yang berada di samping statiun kereta s lucia.

pagevenice2

Kami mengikuti arah tersebut dan berjalan kurang lebih sejam. Jalannya pelan saja, karena jalan kecil itu penuh sesak dengan orang.

Kami tiba distasiun kereta Santa Lucia, sempat bingung lagi disini karena tidak ada mesin tiket khusus untuk membeli tiket jarak pendek ke Stasiun Mestre. Rupanya tiket tersebut harus dibeli di loket setelah bertanya sana-sini.
Kesimpulan: tiba di bandara beli tiket bus yang tujuannya ke Venezia/Piazzale Roma, jangan yang tujuannya Mestre Railway. Venice gak cocok untuk turis kere seperti kami.

PAPAYA FEMALE HOSTEL, ROME

Hostel ini sedikit tersembunyi, tidak ada plang nama hostel yang langsung terlihat di jalan. Hanya ada informasi di tempat yang beralamatkan jl castelfidardo no 31 bahwa check in diatas jam 5 dilayani di hotel il papavero jl castelfidardo no 50 tepat diseberang jalan. Hotel itu pun gak kelihatan jelas plangnya. Saya bingung bagaimana masuk secara pintunya terkunci. Iseng mencet bel yang bertuliskan nama hotel ini, dan pintunya pun terbuka. Ternyata di dalam area itu banyak hotel kecil atapun apartemen pribadi. Kami lalu check in. Hotel ini khusus untuk perempuan dengan harga sekamar berempat 25euro per malam/orang, dan masih ditambah dengan tax lokal 2euro permalam. Setelah menyelesaikan administrasi, kami pun lalu diantar ke papaya female hostel. Area dimana papaya female hostel berada juga terdapat apartemen pribadi dan hotel hotel kecil.

Tidaklah terlalu sulit menemukan hostel ini, jaraknya sekitar 400m dari stasiun termini cukup mengikuti petunjuk jalan yang ada di voucher hostel dan 1 kali bertanya. Papaya terletak di lantai 2, terdapat lift kayu jadul untuk ukuran 2 orang. Kalo gak bawa barang, saya memilih gak naik lift itu, ngeri. Akses untuk masuk ke hostel ini sangat terbatas sekali, masing masing yang nginap diberikan segepok kunci, satu kunci untuk pintu masuk dari jalan yang paling luar, satu kunci untuk pintu masuk papaya, satu kunci untuk pintu masuk kamar, satu kunci untuk loker. Tiap kamar mempunyai meja dan kamar mandi khusus, jadi hanya sharing kamar mandi untuk berempat. Meski tidak disediakan sarapan, ada dapur dimana kita bisa memasak dan menggunakan microwave, pemanggang roti, ketel air panas, menyimpan barang di kulkas bersama, menggunakan piring, sendok dan gelas. Bahan makanan cukup dibeli di supermarket yang letaknya sekitar 150m dari hostel. Saya sempat membeli snack, jus 1,5 liter, apel, telur, bahan makanan untuk membuat spaghetti jamur mayonaise. Bahannya antara lain spaghetti, jamur, mayonaise, keju mozarella, pasta tomat, bumbu penyedap rasa sayuran, margarin nabati. Saya masaknya di travelcooker karena saya tidak melihat adanya stove di dapur. Tempat tidurnya model bunk bed, kasurnya empuk, bantalnya empuk, dan disediakan selimut. Free wifi all rooms, dan ada 2 PC yang tersedia untuk dipakai.

papayafemalehostel

BANYAK TURIS DI ITALIA

Hawa turis sudah berasa banget di Airport Fiumicino Leonardo Da Vinci. Rame banget yang menunggu bus menuju Rome City Centre/Termini Station. Mungkin juga karena harganya yang murah. Lagi promo hanya 8Euro pp, disbanding naik kereta 14E sekali jalan. Banyak calon penumpang sudah kesel karena terlalu lama menunggu. Seorang wanita protes dan bertekad naik bis, kesel melihat ada penumpang lain yang datang belakangan diperbolehkan naik. Protesnya berhasil. Giliran pria Jepang berteriak-teriak juga terlalu lama menunggu. Petugas yang mengatur dengan santainya bilang “Jangan teriaki kami, jika tidak suka, saya tinggal mengembalikan duit pembeli karcismu”. Si pria Jepang tetap berteriak, “Kenapa tidak boleh?” Sampai akhirnya setelah debat kusir dia memilih pergi meninggalkan tempat itu, tidak berminat lagi untuk menunggu. Si Petugas itu bilang, bus akan datang 7 menit lagi. Yang lain berkomentar, it’s another seven Italian minutes. Petugasnya cumin nyengir. Tapi benar busnya datang gak lama. Tiba di Termini Station, kami menuju hostel kami yang jaraknya sekitar 400meter dari station. Agak kebingungan tanpa peta karena di airport gak ada peta gratis. Hanya ada petunjuk arah di voucher hostel tersebut. Begitu sampai di Jl Castelfidardo no 31, bingung lagi karena gak ada plang nama hostel ini. Hanya ada informasi bahwa untuk check in di Papaya Female Hostel dapat check in di Hotel Papavero yang beralamat Jl Castelfidardo No 50. Itu artinya ada diseberang jalan. Gak ada plang hotel, bingung lagi bagaimana cara masuk kedalam pintu besar itu. Mencet bel yang berlabelkan Hotel Papavero, dan pintunya terbuka. Gitu toh. Hotelnya di lantai 2. Check in membayar 98E termasuk local tax sebesar 8Euro untuk 2malam dan 2 orang, Balik lagi ke seberang jalan, kali ini diantar sama resepsionisnya. Di balik pintu Jl Castelfidardo No 31 itu ada beberapa hostel/hotel maupun flat pribadi. Papaya Female Hostel di lantai 2. Untuk menuju keatas bisa naik tangga, bisa pula naik lift jadul kapasitas 2 orang. Jadul karena terdapat 2 pintu lift, satunya dari besi dan satunya lagi pintu kayu, Setelah masuk, pintu itu harus ditutup semua, barulah lift bisa berjalan. Resepsionis memberikan kunci sebanyak 4 buah untuk masing-masing dari kami. Satu kunci buat pintu besar paling luar, satu kunci untuk pintu masuk hostel, 1 untuk pintu masuk kamar dan satunya lagi untuk loker. Terpaksa beli peta rome dan Vatican dengan harga 4Euro, karena di bandara tidak nampak yang gratisan. Kami memutuskan hari ini keliling-keliling dengan berjalan kaki saja karena udah sore. Nanggung beli tiket day pass karena hanya berlaku sampai jam 12 tengah malam. Besok saja kami membeli tiket terusan karena kami mau ke Vatican dan daerah-daerah yang agak jauh. Kami mulai dengan mengunjungi Colloseo dengan berjalan kaki kurang lebih 1,2km. Dalam perjalanan ketemu Mc D. Mampir makan Fish fillet dan es krim pistachio yang yummy. Mampir pula di toko kamera membeli memory card buat camera untuk kedua kalinya. Kalo dihitung-hitung sampai hari ke 10 kami sudah menghasilkan 1000 foto sekitar 8 GB. Kami sempat memindahkan isi memory card sewaktu nginap di flatnya mbak Shifa di Budapest dan cukup banyak yang kami hapus karena memory full melulu. Banyak sekali pedagang souvenir di Colloseo, rata-rata keturunan India dan sedikit memaksa. Tapi kami cuek saja. Colloseo agak lengang, mungkin karena sudah jam 06 sore. eropa11 Kolosseum adalah sebuah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator, dibangun oleh Vespasian. Tempat pertunjukan yang besar berbentuk elips yang disebut amfiteater atau dengan nama aslinya Flavian Amphitheatre, yang termasuk salah satu dari Enam Puluh Sembilan Keajaiban Dunia Pertengahan. Kolosseum dirancang untuk menampung 50.000 orang penonton. Rekonstruksi Koloseum dimulai dari perintah Raja Vespasian tahun 72 M dan terselesaikan oleh anaknya Titus pada tahun 80 M. Di Koloseum pada saat itu adalah tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang spektakuler, yaitu sebuah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Selama ratusan tahun itu, diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di pertunjukkan Koloseum. Koloseum berukuran cukup besar. Dengan tinggi 48 m, panjang 188 m, lebar 156 m dan luas seluruh bangunan sekitar 2.5 ha membuat Koloseum terlihat begitu besar dan luas. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 m x 54 m, dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Koloseum gunanya untuk mencegah para pemain untuk kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton untuk berada lebih dekat dengan pertunjukan. Koloseum masih digunakan sampai tahun 217, meskipun telah rusak kebakaran karena disambar petir. Koloseum telah diperbaiki pada tahun 238 dan permainan gladiator berlanjut sampai umat kristen secara berangsur-angsur menghentikan permainan tersebut karena terlalu banyak memakan korban jiwa. Bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai macam jenis binatang sampai pada tahun ke 524. Dua gempa bumi pada tahun 442 dan 508 menyebabkan kerusakan yang parah pada bangunan tersebut. Di Abad pertengahan, Koloseum rusak sangat parah akibat gempa bumi lagi yakni pada tahun 847 dan 1349 dan dijadikan sebagai benteng dan sebuah gereja juga didirikan disana. (sumber: Wikipedia) Dari sini kami terus berjalan mengikuti arus turis. Pokoknya dimana-mana turis dengan peta ditangan. Sampailah kami di The Monumento Nazionale a Vittorio Emanuele II (National Monument to Victor Emmanuel II) atau Altare della Patria (Altar of the Fatherland) atau “Il Vittoriano” adalah monument marmer putih yang dibangun untuk menghormati Victor Emmanuel, raja pertama di Uni Italia yang selesai pembangunannya tahun 1935. Sayang sudah tutup, jadi gak boleh masuk dan naik ke monument ini. IMG_5132 Ternyata Trevi Fountain itu terletak di area yang sempit, berada di daerah padat dengan bangunan. Kirain luas seperti fountain yang terletak di piazza lainnya. Berbeda dengan apa yang ada di benak saya. Dan kalo gak salah ingat, di film When In Rome digambarkan Trevi Fountain ini berada di area yang luas. Harus nonton lagi nih film. Mungkin juga karena ramai sekali turis yang mengunjungi sehingga area ini kelihatan sempit. Nampak beberapa orang yang mencoba ritual lempar koin ke fountain tersebut dengan harapan dapat jodoh. Kami mencoba es krim Italia dan pizza vegetarian di café yang ada di sekitar Trevi Fountain ini. Es krimnya enak banget. Di dekat Trevi Fountain ini, banyak sekali penjual souvenir. Kami menyempatkan diri membeli beberapa souvenir, rasanya harganya wajar jika membandingkan harga souvenir yang ditawarkan di pedagang keliling di Colloseo. Jalan-jalan yang tampak sama membuat kami beberapa kali kesasar sewaktu pulang ke hostel. Untung ada peta yang jadi patokan kami. Keesokan harinya, ke stasiun Rome Termini, beli tiket day pass buat berdua. Mesinnya yang cuman beberapa membuat antrian untuk beli tiket cukup panjang. Harus menyiapkan euro pecahan <10 Euro. Pecahan 20 E keatas gak mau diterima. Kami ke Vatican, St Peter Basilica. Keindahan St Peter Basilica ini jadi tertutup dengan keramaian turis yang ada di sana. Setelah itu menuju Castel Sant’ Angelo (Castle of Holy Angel). Biasa disebut juga The Mauseoleum of Hadrian yaitu kuburan raja Romawi Hadrian dan keluarganya. Bangunan itu juga pernah digunakan oleh uskup sebagai benteng dan sekarang menjadi museum. Kami mengunjungi tempat wisata lainnya sebagaimana ditunjukkan dalam peta, sebagian dengan berjalan kaki, sebagian lagi naik bis dan trem.