Keliling Eropa dengan Sewa Mobil

53736312_10214778551679873_6058249824266878976_o

Baru saja selesai berkeliling dengan sewa mobil. Saya memilih sewa mobil dengan pertimbangan:

  • Mencoba tantangan baru. Bagi saya sendiri, ini Eurotrip yang ketiga kalinya tapi bagi keluarga saya (2adults, 3children 13y,12y,1y) ini yang pertama kalinya.
  • Bawa bayi1 tahun. Demi kenyamanan bayi, gak terlalu terpapar udara dingin sepanjang perjalanan. 
  • Lebih banyak negara yang dijangkau.
  • Lebih dekat dengan tempat wisata, karena parkirnya disekitar tempat wisata.
  • Gak perlu cari penginapan dekat stasiun dan gak perlu geret-geret koper ke stasiun/bandara.
  • Ada tempat untuk menghangatkan badan. Ada tempat simpan barang. Gak semua barang bawaan diturunkan saat mau check in hotel. Begitupun saat jalan-jalan ke tempat wisata, gak banyak barang yang perlu dibawa.

53762081_10214778542519644_5105876603456454656_n

Dari sisi harga, sewa mobil bisa ekonomis bisa juga tidak. Tergantung rutenya. Kalau trip saya ini gak ekonomis karena rute panjang dimana tiap hari pindah negara. Paris-Amsterdam-Berlin-Prague (hanya mampir)-Bratislava-Vienna (hanya mampir)-Zagreb-Ljubljana (hanya mampir)-Halstatt-Luxembourg-Paris. Selama 8 hari dengan perjalanan sepanjang 3750km, kami menghabiskan bbm sekitar 378.9euro, parkir 100.50Euro dan biaya tol 149Euro. Sewa mobilnya sendiri 106Euro selama 8hari, sewa car seat (wajib untuk bayi) 30Euro. Bookingnya di Autoholidaysdotcom. Tadinya udah booking langsung di Europcar dapat mobil Citroen C5 atau sejenisnya dengan harga sedikit lebih mahal. Sempat baca blog yang mereferensikan autoholiday itu, dan ngecek emang lebih murah maka jadilah saya booking Europcar via Autoholiday. Referensi lain juga bisa ngecek web Arguscarhire.

Begitu tiba di Bandara Charles de Gaulle Paris, langsung ke counter ambil kunci mobil. Saya ngasih sim A dan paspor semuanya atas nama pak suami yang akan menjadi driver. Sim Internasional hanya akan saya kasih kalo diminta. Ternyata gak diminta. Petugasnya mencoba menawarkan mobil yang lebih besar begitu melihat kami berlima dengan barang bawaan 1 koper 24inch, 2 koper 20inch, 2 ransel dan 1 stroller. Petugasnya ngasih liat mobil yang kita pesan dan mobil lain yang lebih lega. Mobil yang kami booking memang type economy car Peugeot 308 muat untuk kapasitas 5orang tapi informasi bagasi cuma bisa muat 2 koper. Saya tetap keukeh dengan mobil yang saya booking, soalnya kalo ganti mobil nambah 30euro/hari. Trus sama dia diturunkan jadi 15 euro/hari dan saya tetap menolak dengan alasan maaf budget kami ketat. Setelah mengatur bagasi mobil, 3 koper dan 1 stroller muat di belakang. 1ransel di kursi depan dan 1 ransel di kursi belakang. Balikin mobil juga di bandara Charles de Gaule. 

Kita gak add on GPS (bayar lagi soalnya) saat booking sewa mobil. Untuk pemandu jalan awalnya kita pake google map. Selama di sana, saya sewa paket internet Telk***l 7 hari 600ribu plus tambahan internet 1 hari 90 ribu. Eh ternyata mobil kita ada GPSnya, jadilah kita pake itu. 

Saat merencanakan trip ini dengan sewa mobil, tadinya saya sedikit cemas. Di google map saat kita coba searching jarak antara satu kota ke kota lain ada informasi bahwa perjalanan akan melewati jalan pribadi/jalan desa. Tapi ternyata semua negara terhubung dengan jalan tol. Kalo mau mampir di suatu kota barulah kita keluar dari jalan tol. Maksimum kecepatan di jalan tol rata-rata 130km, hanya di negara Jerman hampir gak ada penunjuk kecepatan maksimum. Sistem pembayaran tolnya juga macam-macam:

  • Ambil tiket tol trus bayar pada akhir perjalanan tol di negara itu.
  • Langsung bayar di mesin tiket. Masukkan kartu kredit, tanpa minta pin, pintu tol langsung terbuka
  • Sistem vignette atau stiker tol. Negara Ceko, Slovenia dan Austria memberlakukan ini. Begitu kita masuk di negara ini, kita harus beli stiker tol. Belinya di kantor vignette yang ada didekat perbatasan negara tersebut atau di rest area di dalam negara tersebut. Stiker harus ditempel di kaca mobil. Jangan mengabaikan hal ini, karena ada pemeriksaan stiker. Bisa kena denda sampai 400Euro kalo gak ada stiker. Vignette Austria saya tempel. Tapi vignette Slovenia sengaja gak saya tempel, sempat dicegat. Pas diperlihatkan, si petugas langsung yang memasang stiker. Ada 2kali kena pemeriksaan vignette. Harga vignette beda-beda tergantung negaranya berkisar 7-14Euro.
  • Di Austria, selain harus beli vignette, harus bayar lagi ketika mau masuk terowongan yang panjang banget. Seingat saya ada 2x bayar.

Untuk BBM, SPBU banyak tersedia di rest area sepanjang jalan tol. Perusahaan penyedia BBM sangat beragam dan dengan berbagai istilah untuk jenis BBM. Saya gak milih-milih tempat, begitu waktunya mengisi BBM ya mampir. Saya hanya ambil 1 patokan, selang yang ada tulisan 95 itulah yang saya pake mengisi (kalo di kita ini jenis Pertamax plus). Cara bayar pun sangat beragam:

  • Isi, trus bayar di kasir didalam toko di rest area dengan menyebutkan nomor pompa. (Cara bayar ini yang paling sering)
  • Isi sesuai dengan kebutuhan, trus bayar sendiri dengan pakai kartu kredit (wajib pakai pin).
  • Melapor dulu ke kasir, sebut nomor pompa, bayar deposit sesuai kebutuhan, isi trus kembali ke kasir untuk mengambil kembalian.

Mengenai perparkiran, bersyukurlah kita di Indonesia kalo nginap di hotel gratis parkir. Kalo disana kebanyakan bayar. Parkir di Novotel Paris bayar 29Euro/malam. parkir inap di hotel  /hostel berkisar 10-29Euro. 

Jika dibandingkan dengan beli eurailpass 3 negara (Prancis, Austria, Germany), pass 5 hari untuk 2 dewasa dan 2anak-anak (infant gratis), harga tiket kereta kelas 2 adalah 994Euro. Ini cuma kereta antar negara saja belum termasuk transport dalam kota. Jadi biaya yang saya keluarkan untuk sewa mobil tetap lebih murah.

Tulisan ini sempat saya share di grup Backpacker di Facebook. Berbagai tanggapan dan pertanyaan disampaikan dengan jempol sekitar 520-an dan dishare oleh 150-an orang.

Pertanyaannya saya rangkum disini.

  1. Mobil dengan setir kiri apa gak kagok ya?

Ini pertanyaan yang sama dari saya sambil nyari informasi ini di internet. Banyak yang bilang awalnya pasti kikuk, tapi lama-lama terbiasa. Berbekal informasi itu makanya kita coba.  Saat suami mulai bawa mobil keluar dari area rental mobil di bandara, kita sempat mutar dan masuk lagi ke area rental mobil. Masih ragu-ragu untuk langsung jalan ke kota. Namun segera kita mulai jalan pelan mencari mobil yang bisa diikuti. Dan selanjutnya pak suami jadi lincah banget cenderung agak kajili-jili padahal biasanya kalo di Indonesia jalan dalam kota dia pelan banget sampai kadang saya tegur dia karena pelannya itu.

2. Nggak salah mba 3750 KM untuk 8 hari? Wow. Rata2 seharinya 467kilo sama kayak jarak Bandung bolak balik dalam sehari alias 10 jam nyetir dlm sehari.

Disana mah sepi. Rata-rata di tiap negara Kecepatan maksimal di jalan tol  130km, di Jerman malah gak kelihatan rambu untuk maksimal kecepatan. Mungkin biar mobil keluaran Jerman seperti Audi, BMW, Volkswagen dan Mercedez Benz bisa lebih maksimal eksis di jalan raya. Dengan kecepatan 130km, jarak 400km paling ditempuh dalam waktu 3 jam.

3. Untuk parkiran setiap negara mudah nggak? Jadi maksudnya begitu kita sampai ketujuan mau turun cari parkirnya bisakah langsung dipinggir jalan ataukah ada tanda khusus?

Biasanya kalo udah dekat tujuan baru nyari tanda khusus parkir. Saya lebih banyak parkir di underground. Di pinggir jalan bisa parkir gratis kalo weekend atau diatas jam 8 malam cmiiw. Di Prague sempat bingung karena parkir harus reserved, dan saya malas nyari tau gimana sistem reserved parking ini. Setelah keliling nyari, ada tempat kosong di depan kfc dan tdk ada tanda parkir reserved langsung parkir. Aman sih sampai berangkat. Tiket parkir wajib dikantongin, karena ada barcode yang berfungsi sebagai akses masuk lift parkiran/pintu parkiran. Mesin bayar tiket parkir juga biasanya di sekitar akses masuk tersebut.

4. Asuransinya sudah termasuk biaya sewa?

Pake asuransi basic paketan harga sewa mobil (sambil banyak-banyak berdoa diberikan keselamatan dan kelancaran perjalanan hehehe). Untuk menghindari risiko minimal saja seperti pencurian dan kerusakan. Benefitnya bisa beda-beda tiap provider. Untuk mobil dari Europcar yang saya pakai, benefit asuransi baru jalan setelah damage costnya diatas 1000Euro. Jadi jika ada damage cost dibawah 1000Euro menjadi tanggungan kita. Kalo mau lebih luas benefitnya sampai gak perlu bayar apa-apa jika ada damage cost, bisa nambah ke asuransi medium ataupun premium.

5. Bayar deposit berapa mbak? Aku check depositnya cukup mahal.

Beda type mobil beda deposit.  Kartu Kredit saya sempat diblock sebanyak 400euro untuk jaminan. Mobil yg saya pesan economy car yang paling murah, manual. Yang penting bisa buat berlima.

6. Dapat SIM International susah gak?

Gampang. Suami saya aja urusnya pagi sebelum terbang. Ambil pesawat pagi dr Makassar, trus ke korlantas, 20menit sdh jadi. dan balik ke bandara lagi untuk terbang ke Paris

7.  Sewanya 106 Euro selama 8 hari? Murah buanget.

Yang mahal bbm, tol dan parkir tapi menurutku tetap lebih murah dr train. Opsi naik bus saya skip karena ada baby, opsi nge-uber juga diskip karena baby kena charge 10usd/ride atas penggunaan car seat.

8. Mau nanya kalau kita mau sewa mobil di Paris, pulangin di Amsterdam. Bisa kah? Perlu kan ninggalin passpor ya di rental.

Bisa, tapi harga sewa jadi lebih mahal. Paspor gak perlu ditinggal, jaminannya cc dengan limit cukup.

9. Mbak, serius nanya itu babynya rewel gak selama di pesawat? Secara long flight gitu

Gak sih, bayi rewel kan ada sebabnya. lapar, haus, ngantuk atau karena dicuekin. saat mau take off atau landing diupayain gimana caranya supaya minum susu. rewel tetap ada tapi terkendali. Saya sudah bawa babyku terbang ke india sejak dia umur 1.5bulan mbak. Kalau rewel banget / nangis berkepanjangan yg sampai mengganggu penumpang lain sih belum pernah. Kalo cara saya, biasanya ajak main, susu kalo gak lapar banget gak saya kasih, nanti pas take off baru dikasih dan biasanya tidur. secara berkala saya kasih minyak telon/minyak tawon ke badannya. pokoknya fokus ama si baby sebelum ada gelagat rewel sudah diantisipasi.

10. 1 negara 1 hari? Luar biasa, kebayang capeknya.

Saya anggap ini tantangan. Idealnya sih min 2-3 malam di satu tempat. biar ada waktu buat belanja-belanja. Yang saya skip adalah waktu buat shopping/kuliner. Ke Paris udah ketiga kali ini, makanya nyusun itinerary biar saya juga bisa ke negara baru yg belum saya kunjungi seperti Jerman, Austria, Slovakia, Croatia. Kalo capek sih gak. Kami sih keluarga yang emang sering banget bepergian jauh kalau di Indonesia. Justru ini lebih banyak istirahatnya di mobil. Gak perlu wara-wiri di stasiun kereta yang justru bikin pegal kaki.

 

 

Eurotrip 2019

Pilih ke Paris atau Turki? Saya melempar pilihan ke Pak Suami, Aya n Dede. Mereka mbulet milih Paris. Saya sendiri pengennya ke Turki. Saya belum pernah ke Turki, tiketnya lebih murah, visanya pun cuma apply online dan murah. Tapi demi menyenangkan mereka semua, jadilah saya mengissued tiket buat 5 orang ke Paris buat bulan Februari 2019. Maskapai Royal Jordanian lagi promo tiket 6.6juta KL-Paris pp. Saya beli tiketnya sekitar 6bulan sebelum berangkat. 

Sementara tiket Jakarta-KL saya beli dengan menukarkan Garuda Miles, kebetulan lagi ada promo akhir tahun diskon 70% tukar Garuda Miles. Yang biasanya tiket Jakarta-KL bisa ditukar dengan 21000Miles+tax, karena promo itu saya hanya menukarkan 3750Miles+tax untuk 1 tiket Jakarta-KL. Miles saya cuma cukup untuk beli 8 tiket. 2 tiket lagi bayar penuh. Jadi untuk 10 tiket termasuk infant Jakarta-KL pulang pergi saya hanya bayar total 3.5juta.  

Ini Euro trip yang ketigakalinya buat saya, sementara mereka baru pertama kali. Eurotrip pertama dan kedua menggunakan transport umum (bus/train/flight) untuk antar negaranya. Saya harus mempertimbangkan kenyamanan baby Ghazy yang baru berumur 15 bulan. Eropa di bulan Februari masih dingin banget. Pernah ke UK di bulan Maret dinginnya masih tidak tertahankan padahal baju sudah dobel dobel. Mau naik bus antar negara seperti Flixbus harus bawa carseat. Naik Uber harus request car seat dan kena charge 10Euro/1xjalan. Kalo naik kereta atau pesawat antar negara di sana, harus naik transport umum ke stasiun kereta atau bandara. Belum lagi transport di dalam Kota dengan metro/trem. Baby Ghazy akan banyak terpapar udara dingin saat menuju stasiun, dari stasiun ke tempat-tempat sightseeing ataupun dari stasiun ke hotel. Jadi untuk kali ini rasanya nyewa mobil pilihan yang paling pas.

Untuk rute negara tujuan, saya pengen ke Hallstatt, Austria. Selain itu targetnya juga ke beberapa negara yang belum saya kunjungi seperti Jerman, Slovakia, Slovenia, Croatia dan Luxembourg. Rugi dong kalo harus mengulang negara yang sama. Setelah ngecek google map, rutenya memungkinkan tapi harus tiap hari pindah negara. Jadilah saya memilih rute Paris-Brussel-Amsterdam-Berlin-Prague, Bratislava-Wina-Zagreb-Lljubljana-Halsstatt-Luxembourg-Paris. Nyewa mobil dari Bandara Charles de Gaulle, baliknya juga di bandara tersebut. 

Car Seat (Roadtrip di Eropa)

Berhubung ke Eropa bawa baby dan sewa mobil selama disana, maka baby selama di mobil wajib menggunakan car seat. Di negara maju hukumnya wajib. Bayi baru lahir belum boleh pulang dari Rumah Sakit kalo tidak punya car seat. Ada negara yang mewajibkan penggunaan car seat sampai anak tingginya 135 cm. Ada juga negara mewajibkan penggunaan car seat sampai umur tertentu, seperti Florida negara bagian AS sampai batas usia 5 tahun tapi negara bagian Virginia wajib sampai anak usia 8 tahun. Tiap negara beda regulasi. Negara seperti Kanada, pembelian car seat wajib ada sticker approvalnya, pembelian carseat di luar Kanada untuk dipakai dinegara tersebut termasuk illegal, dendanya bisa lebih mahal dari ngebut.

Sebelumnya saya tidak pernah sama sekali menggunakan carseat jika bepergian  bawa balita menggunakan mobil. Tahun lalu ke India dan sewa mobil (plus driver) selama disana, gak perlu pakai car seat. Penggunaan car seat di Indonesia masih pro-kontra mungkin karena regulasi lalu lintas kita juga belum mewajibkan penggunaan car seat atau pemahaman soal pentingnya car seat sangat minim di Indonesia. Makanya menggunakan car seat itu masih tergantung pertimbangan masing-masing orang tua. Continue reading

Kepulangan yang tertunda

20170327_095700

antrian untuk pengalihan maskapai

Waktunya pulang ke tanah air. Ada keanehan saat web check in. Check in London-KL gak ada masalah, jadwal berangkat jam 09.25 dan tiba H+1 jam 06.45, tapi pesawat lanjutan ke Jakarta dirubah jadi sore yang bikin tidak connect dengan pesawat lanjutan dari Jakarta ke Makassar. Jadi kita mutusin untuk lebih pagi ke bandara untuk konfirmasi. Saat di tube, nyari info di twitter MH, sudah ada informasi pesawat kita LHR-CGK dibatalkan. Katanya sih ada penggantian mesin pesawat Airbus A380. Duh. Trus cek di website MH, infonya delay sampai jam 16.40. Duh mana yang benar. Tiba di bandara, kami sekalian merefund kartu Oyster. Lumayan kan dapat refund sisa deposit sekitar 9GBP. Tiba di counter MH, kita langsung diberikan selebaran dan diminta mengantri untuk pengalihan ke maskapai lain. Antrian udah panjang banget. Jam 12 siang, kita dikasih voucher makan 10GBP masing-masing orang. Sayang gak banyak tempat makan di terminal 4 bandara Heathrow. Vouchernya pun hanya cukup untuk beli roti tuna dan minum. Sampai jam 15.00 akhirnya diberitahu bahwa tiket ke Jakarta untuk hari itu sudah tidak available lagi. Padahal cek di web, Garuda masih available tapi harganya lumayan selangit. Mungkin susahnya karena  kita bersepuluh. Kita tetap berupaya menunggu dan berharap dicarikan tiket hari itu juga. Pagi tadi sempat mereka nyari penumpang tujuan Singapore untuk didahulukan. Seandainya ambil tiket itu saja dan sisa nyari tiket sendiri dari Singapore ke Jakarta mungkin udah duduk manis di pesawat. Sayang gak manfaatin kesempatan itu. Kita disaranin untuk menunggu di hotel yang mereka sediakan sambil menunggu kepastian. Kita mengalah ikut saran itu, namun ada 2 orang dari kami tetap menunggu di counter sampai mereka dapat tiket berangkat hari itu. Aries dan suaminya keberatan kalo harus tinggal 1 hari lagi. Mereka akhirnya dapat tiket Emirates transit Dubai jam 20.40 hari itu juga. Saya kirim email ke email-email yang ada diselebaran pemberitahuan pembatalan, menyarankan agar kita diusahakan tiket Garuda keberangkatan tanggal 28Maret. Sampai selesai makan malam di hotel, kami belum juga dapat kepastian. Masih ada petugas Liason Officer MH yang menunggu. Sama dia, kita minta dicarikan info tentang tiket kita. Dan dapat info bahwa untuk tiket Garuda atas nama saya sudah confirm. Yang lainnya belum, katanya sedang diissuedkan. Duh. Kita diminta untuk ngecek besok pagi. Continue reading

Jalan-jalan ke Warner Bros Studio Tour, lokasi pembuatan film Harry Potter

Perkenalan saya dengan Harry Potter termasuk telat. Bukan kudet, tapi dulu gak suka sama film tentang magic, dunia kegelapan, horor, film perang tempo dulu, komedi slapstic dan science fiction. Sukanya sama film yang menggambarkan kehidupan dunia nyata, apalagi film romantis cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Tapi makin kesini, selera film juga berubah yang tadinya tidak suka menjadi suka. Sisa 1 jenis film yang sampai sekarang gak suka yaitu film horor. Nanti di film ke-3 Harry Potter, baru saya mulai menikmati jenis film ini. Berawal dari pinjam buku Harry Potter berbahasa Inggris punya tetangga. Meski bahasa Ingggris saya pas-pasan, tapi bisalah saya menyelesaikannya. Udah pernah punya pengalaman baca buku Faceoff  berbahasa Inggris dan ternyata ngerti kok, padahal belum pernah nonton filmnya yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicholas Cage. Sejak selesai baca buku Harry Potter, saya jadi penasaran untuk nonton filmnya.

Mumpung jalan-jalan ke negaranya Harry Potter, kita sempatkan untuk ke tempat pembuatan film ini. Agak telat tau kalo harus beli online ticketnya. Pas ngecek di H-22, banyak tanggal yang sudah sold out termasuk tanggal yang kita inginkan. Saya ngecek terus nyaris setiap hari, sampai akhirnya bisa terbeli 10tiket seharga 37GBP/orang untuk masuk jam 15.30. Jadi jika ingin kesini sebaiknya beli sekitar 45hari sebelum hari H, biar enak milih jamnya. Continue reading

The Beatles Story, Liverpool

If there’s anything that you want,
If there’s anything I can do,
Just call on me and I’ll send it along
With love from me to you.

Lagu ini selalu jadi pembuka hari dan jadi mood booster saat masih kuliah dulu. Begitu bangun tidur, putar kaset Beatles yang lagu pertama di kaset itu adalah From Me To You. Dan itu awal mula saya menyukai band ini, meski gak maniac. Continue reading