SNORKLING @ BUNAKEN

Ini kali kedua snorkling at Bunaken selama kurang lebih 9 bulan di Manado. Beberapa kali ke Bunaken hanya menemani tamu keliling-keliling tapi gak snorkling. Padahal keindahan Bunaken adanya yah di taman lautnya. Pulaunya sih biasa-biasa aja dan pemandangan laut dimana saja sama.

Dulu tuh, sewaktu masih di Palu sering snorkling di Tanjung Karang. Akses ke sana mudah dan hemat ongkos. Lama perjalanan darat 30 menit ke Tanjung Karang, sewa tikar dan tenda 20rb buat taruh barang dan istirahat, abis itu siap-siap nyebur snorkling. Area snorkling terletak dekat pantai. Bisa dibilang minimal 1 bulan sekali kesana.

Bunaken hanya dijangkau dengan transportasi laut. Itupun harus charter 750rb-1jt per kapal kapasitas 15 orang. Transportasi umum ada, tapi infonya hanya sekali sehari ngegabung dengan penduduk lokal Bunaken yang datang belanja di Manado. Pelabuhan tempat menuju Bunaken persis di sebelah pasar terbesar di Manado yaitu Pasar Bersehati.

Faktor mahalnya snorkling di Bunakenlah yang membuat saya jadi susah punya kesempatan untuk snorkling disana. Mending duit sewanya buat tiket terbang ke Makassar bertemu keluargaku. Saya sih pengen mencoba sendiri transportasi umum, jadi biar tau pasti kondisinya. Tidak hanya sekedar kata orang. Cuman malas kalo sendirian. Solo backpacking isn’t my style.

Kesempatan untuk snorkling datang melalui couchsurfing. Mbak Fani, seorang couchsurfers dari Jakarta mencari tempat menginap. Dia datang ke manado untuk dinas sekaligus pengen snorkling di bunaken di akhir minggu. Dia gak secara langsung request ke saya melainkan request kesemua couchsurfers di manado. Setelah mencari tau sedikit tentang dia lewat om google. Dari mbah google sy tau kalau dia seorang dokter yang pernah ptt di wakatobi dan ikut milis jejak kaki.

Dia baru di couchsurfing dan belum punya referensi, makanya sy cari tau ke mbah google tentang dia. saya harus punya info tambahan sebelum menawarkan couch ke seseorang.

Hari minggu pagi sekitar jam 06.00, sy menjemput di hotel Peninsula tempatnya menginap lalu membawanya ke kosan untuk menaruh barang. Kami kemudian menuju ke hotel Celebes tempat janjian sama Pak Opo, pemilik kapal yang kita mau sewa. Motor kami parkir di depan hotel Celebes.

Setelah bertemu, kami menuju tempat perahunya. Harus melewati pasar dan di tepi kanal tempat perahu tertambat, tampak orang sedang membakar anjing. Tujuannya untuk merontokkan bulunya anjing. Oh god, bulunya beterbangan deh di sekitar kita.

bakar anjing di belakang pasar bersehati manado

bakar anjing di belakang pasar bersehati manado

Kapalnya jenis katamaran, perahu tradisional berukuran sedang yang punya sayap kiri kanan dengan kapasitas kurang lebih 8 orang. Berbeda kalo kita menyewa di pelabuhan bersehati, kapasitas kapal bisa muat sampai 20 orang. Harganya lebih murah, mbak fani deal di harga Rp 600,000.

Lama perjalanan sekitar 45 menit ke Bunaken. Kami berganti baju di rumahnya Pak Opo. Pak Opo  juga menyewakan peralatan snorkling mulai dari baju, kamera, fin dan masker. Tapi kami membawa alat snorkling sendiri.

with mbak fani

with mbak fani

Kami menuju titik snorkling yang pertama, di sisi bunaken arah ke pulau siladen. Kemudian titik snorkling yang kedua, di depan pulau siladen. Titik yang pertama lebih bagus dan cantik. Yang di depan pulau Siladen, terumbu karangnya sudah banyak yang rusak. Pak Opo juga ikut menemani kita snorkling.

Titik yang ketiga mencari kura-kura dan ikan napoleon. Ketemu sama kura-kura berukuran besar. Ikan napoleon keliatan samar-samar, karena masih agak jauh didalam laut. Titik yang terakhir, kami snorkling di area tebing laut. Tampak dibawah kami, sedang ada yang diving. Senang rasanya dititik ini karena ikannya lebih bervariasi dan mereka makan biskuit yang sengaja kita bawa.

Tanpa terasa sudah jam 14.00, saatnya naik membilas diri di rumah Pak Opo. Lalu balik ke Manado.

Setelah makan siang yang kesorean, kami melanjutkan perjalanan ke arah Tomohon. Fani kepengen ke danau Linow. Tentu saja tidak dengan naik motor, bisa gempor dijalan secara perjalanan kesana sekitar 1 setengah jam berkelok-kelok dan sy belum pernah jalan sendiri kesana. Minjam mobil kantor, sayangnya sampai disana Danau Linow sudah tutup. Waktu sudah menunjukkan 17.50. Danau Linow adalah danau berbau khas belerang yang warnanya bisa berubah-ubah. Mirip Kawah Ciwidey.

Mampir ke Merciful Building beli oleh-oleh, kemudian pulang. Fani balik ke Jakarta keesokan harinya.

 

 

 

Advertisements