APA YANG KAU CARI DI BATUTUMONGA?

IMG_7243

“Pa, yuk ke Toraja,”kata saya. “Cari apa disana?” tanya dia. Pengen nyari tempat yang namanya Batutumonga sama baby grave, kata saya lagi. Misua saya itu sebenarnya gak doyan nyari tempat-tempat yang menurutnya gak jelas, tapi ngikut aja..hehehe. Apalagi Toraja udah beberapa kali dikunjungi. Batutumonga itu terkenal karena viewnya yang spektakuler di daerah ketinggian Toraja, trus baby grave adalah kuburan bayi suku Toraja di pohon khusus. Dua tempat inilah yang belum sempat dikunjungi pada kesempatan yang lalu.

Ada yang menyebut Batutumonga sebagai kampung diatas awan yang berada di kaki gunung Sesean. Sebutan itu tidak salah. Pemandangan yang disajikan sepanjang jalan emang ciamik. Dimulai dari tongkonan berbagai ukuran (rumah adat toraja) yang banyak dilewati, kemudian semakin menanjak tampaklah terasering (rice terrace). Lalu kuburan batu, saya kagum keuletan para tukang batu Toraja memahat batu untuk ditempati sebagai liang kuburan. Begitu sampai di Mentirotiku guest house, kami lalu mutar balik. Gak paham juga dimana puncaknya Batutumonga itu, namun cukuplah untuk sekedar tau Batutumonga.

IMG_7228

tongkonan di dataran rendah

IMG_7233

view di ketinggian batutumonga

 

IMG_7238

kuburan batu

 

IMG_7240

rice terrace along the way to batutumonga

IMG_7246

Batutumonga, kampung diatas awan

 

IMG_7248 IMG_7251

IMG_7268

salah satu rumah panggung yang dilewati, lengkap dengan ukiran khas toraja. Banyaknya tanduk tedong (kerbau) menandakan si empunya rumah pernah melaksanakan upacara ada kematian khas Toraja (rambu solo’) dan banyaknya tanduk tedong penanda tingginya gengsi rambu solo’)

IMG_7265

our trip ends here.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan kami lanjutkan untuk ke kuburan bayi di pohon Tarra. Pengen ngeliat pohon tempat bayi yang belum tumbuh giginya di kubur. Gak mudah menemukan tempat ini, namun setelah bertanya beberapa kali, kami sampai ke lokasi tersebut. Sayang, salah sasaran. Maksud hati yang pengen dikunjungin Baby Grave Kambira, namun kami terlalu cepat berbelok lantaran ada penanda lokasi Baby Grave. Rupanya itu lokasi baru, baby grave Landan Kote namanya yang dibuat oleh penduduk disitu untuk menyaingi Baby Grave Kambira dan mendapatkan peluang pendapatan disitu. Sebel sih, tapi apa boleh buat. Soalnya pas udah bayar ongkos masuk sama penduduk baru tau kalau itu bukan tempat yang dituju.

IMG_7277

kotak-kotak yang dipahat di pohon tarra adalah tempat jasad bayi ditaruh

IMG_7276

Baby grave Landan Kote

 

 

Advertisements

BERMAIN DI PULAU DUTUNGAN

IMG_7067

Kalo diajak main air, Aya n Dede gak ada bosan-bosannya. Kali ini saya ajak ke Pulau Dutungan di Desa Palanro Mallusetasi Barru. Hanya sekitar 20 menit berkendara dari Pare-Pare. Pulau ini kecil saja dan tidak semua bagian dari pulau ini bisa dipakai mandi-mandi. Cocok untuk gathering keluar or kantoran, coz menyediakan cottage dan area untuk bermain bersama. Air tawar untuk mandi bisa memanfaatkan sumur yang ada dengan gratis. Asik kan. Biasanya problem mandi di pulau karena keterbatasan air tawar sehingga jadi gak gratis. Fasilitas lainnya ada mushalla dan ada resto kecil.

Untuk ke pulau ini cukup membayar biaya transport perahu 30ribu per orang pp.

IMG_7028

dermaga menuju pulau dutungan

 

 

 

 

IMG_7045

di perahu

IMG_7047

tiba di dutungan island, tampak banyak yang bersiap2 menyeberang pulang

IMG_7056

main air


IMG_7063

 

 

 

 

 

 

 

IMG_7068

cottage di pulau dutungan

IMG_7048

jalan setapak di pulau dutungan


MENCARI KETENANGAN DI RAMMANG-RAMMANG KARST

1486106_10201778473646502_4222171037400221084_o


Daerah ini menjadi trending topic bagi penyukajalanjalan di Makassar. Letaknya pun tak jauh dari kota Makassar, hanya sekitar 32km masuk dalam wilayah Kabupaten Maros. Menuju ketempat ini juga tak sulit, berkendaralah sampai hampir perbatasan Maros-Pangkep, belok kanan begitu ketemu pertigaan dimana Semen Bosowa Maros berlokasi, kemudian tak lama akan ketemu jembatan dimana disitulah titik point menuju Rammang-rammang Karst. Continue reading

FROM MANADO TO PARE-PARE

Tepat di tahun baru 2014, saya meninggalkan manado menuju Makassar. Belum langsung ke Pare-pare karena mau melapor dulu ke kantor cabang induk di Makassar. Jadi masih sempat merayakan tahun baru yang ke tiga dan terakhir kali bersama-sama dengan teman-teman di Manado, masih sempat diberi kado perpisahan, dan masih sempat mengikuti acara peresmian BPJS Ketenagakerjaan sekaligus acara menyambut tahun baru tepat pukul 00.00 di Rumah Jabatan Gubernur sulut mendampingi Kakacab.

Pare-pare merupakan tempat mutasi yang ketiga. Dari yang biasa hiruk pikuk di kota Provinsi seperti Makassar, Palu dan Manado, udah membayangkan sepinya kota Pare-pare. Dari yang kantor berlantai 3 menjadi kantor dengan rumah tipe 45.  Di Pare-pare, saat ini personilnya cuman 3 orang, cuman ada saya, 1 staf dan 1 security. Tapi dibawa senang saja. Mari kita nikmati saja dan jadikan sebagai bagian dari perjuangan dalam perjalanan hidup.