MITRAA INN HOSTEL SINGAPORE

DSC_1010

si staf hostel minta kita foto bersama

 

Outing ke Singapore yang lalu, kami milih nginap di Mitraa Inn karena hostel ini harganya terjangkau dan pertimbangan utamanya dekat dengan Mustafa Centre toko serba ada yang buka 24jam. Kami gak punya banyak waktu, jadinya waktu belanja kita laksanakan menjelang tengah malam sampai dini hari.

Berikut review saya.

  • Hostelnya kecil dan bersih.
  • Kamarnya sempit tapi juga bersih. Tempat tidurnya empuk. Kami pesan 1 kamar untuk 8 orang cewek, 3 kamar triple untuk cowok dan 1 kamar untuk couple. Kamar yang triple kamar mandinya diluar sementara yang lain ada kamar mandi didalam. Harga sekitar 280rb/perorang/permalam. Untuk ukuran Singapore harga ini termasuk murah. Di KL, nginap di hotel YY38 semalam hanya sekitar 375rb/kamar.
  • Dari Airport mau ke Mitraa Inn, naik MRT dari Terminal 2 Changi Airport ke Farrer Park Station keluarnya di Exit G (Serangoon road), beli aja tiket single di mesin sekitar 2,5$. Mitraa INN sekitar 300m dari situ (ke arah sebelah kiri). Penandanya kalo jalannya benar adalah melewati temple, shell petrol station dan ada halte bis di depan Mitraa Inn. Bisa naik taxi harga normalnya sekitar 20$, tapi saya bayar 35$ sementara teman yang lain sempat bayar 45$ karena supir taxinya gak ngerti tempatnya.
  • Dapat Sarapan sepuasnya berupa teh/kopi/krimer, telur rebus, pisang, roti plus selai 2macam. Ada microwave yang bisa dipakai panasin nasi goreng semalam.
  • Di sekitar 200 m arah ke Mustafa dari hostel ini, ada kedai makan yang kayaknya buka sampai lewat tengah malam. Kami makan disitu sebelum menuju Mustafa dan sampai kami balik kedai itu masih buka. Rasanya sih lumayan tapi tetep lidah kita berbeda dengan orang sana. Kalau mau aman, pesan nasi goreng saja. Antara kedai ini dengan Mustafa, di pengkolan ada City square Mall. Mall biasa saja tapi banyak makanan disini.
DSC_1028

the nearest MRT station from Mitraa Inn, it’s infront of City Square Mall & if you go toward you will find Mustafa across the street

Hostel ini bisa direkomendasikan sebagai tempat menginap jika datang ke Singapore berikutnya. Pilihan menginap lainnya yang sudah saya coba antara lain:

  • Hotel Supreme, daerah Orchard, harga 2009 sekitar 750rb dengan kurs masih 1SGD=7500IDR. Hotelnya standar n sedikit outdated. Gak tau kondisinya sekarang.
  • Hotel YWCA Fort Canning, dekat juga Orchard. Di depannya ada mall Plaza Singapore, terkoneksi dengan MRT Dhoby Gaut. Hotel ini lumayan ada kolam renangnya harga sekitar 1jutaan. Sarapannya enak, banyak pilihan. Terus terletak di samping taman Fort Canning, kalo berjalan melintasi taman itu akan sampai di sisi Clarke Quay.
  • Hostel Footprints, lihat disini reviewnya.
  • Hotel Tai Hoe, dekat banget dengan Mustafa Center sekitar 50m saja. Depannya ada mall City Square yang terkoneksi dengan MRT Farrer Park. Harga sekitar 110SGD. Kamar-kamar hotelnya baru saja direnovasi jadi asik. Kalau punya budget lebih, ini boleh jadi pilihan ketimbang hostel. Reviewnya disini
  • Hotel Amrise di Geylang, hotel termurah di Singapore. Penasaran sama daerah Geylang maka tertarik untuk mencoba nginap disitu. Kamarnya sempit double bed queen type, diisi ber5 (2 dewasa n 3 anak 7 tahunan). Ampunnnn. MRT terdekat Aljunied sekitar 600m jaraknya dari hotel.

Rata-rata nginapnya cuman semalam kecuali di hotel Supreme sampai 2 malam.  Malah pernah nginap di Johor Bahru, waktu pertama kali ke Singapore. Saya memang meniatkan agar setiap kali ke Singapore milih tempat nginap yang berbeda. Jadi biar dapat point of viewnya banyak dan lebih cepat hafal Singapore. Yang masih penasaran adalah next time  saya pengen nginap di Apartment di Lucky Plaza. Oh ya satu lagi, saya pengen berenang di Marina Bay Sands. Hehehe tarif hotelnya semalam 5juta. Namanya saja keinginan, entah kapan terwujud.

Milih Orchard atau Little India? Saya pasti lebih milih di Little India. Bukan shopping minded soalnye. Rugi ngehabisin waktu buat belanja di Singapore, mall di Indonesia kan gak kalah banyaknya. Mending ngehabisin waktu ngelihat sisi lain Singapore yang viewnya keren-keren. Trus waktu belanja di tengah malam di Mustafa, Little India. Yang suka saya borong di Mustafa adalah coklat yang beraneka ragam. Banyak juga di Indonesia, tapi harga lebih murah. Supermarketnya superlengkap, kalo mau masak-masak di Singapore enak belanja disini. Kadang-kadang beli parfum disini.

Mitraa Inn - Friendly Backpackers Hostel In Singapore

OUTING TO SINGAPORE

Baru seminggu bertugas di Palopo, saya ditodong buat bikin outing karyawan. Mereka ingin pecah telor ke luar negeri. Udah lama direncanakan tapi selalu gagal. Memang agak sulit untuk merencanakan outing dalam waktu terbatas. Jarak Palopo ke bandara terdekat saja sudah makan waktu sekitar 7 jam. Tutup kantor di hari kerja juga gak mungkin, bisa kena complain dari customer/peserta. Bulan Oktober-Desember tahun ini sudah tidak ada yang long weekend. Mau direncanakan tahun depan, selain kelamaan, harus memilih waktu yang bukan diawal bulan dan bukan akhir bulan. Selain itu  jadwal long weekend saya tahun depan sudah penuh (hehe gayanya.. padahal tiket yang fix baru ke 2 tempat). Tantangan berikutnya, bagaimana bisa outing dengan budget yang sangat terbatas. Perkiraan budget sekitar 4juta/orang  termasuk tiket pesawat untuk trip Singapore-Kualalumpur. Paling banter 20-25% dapat menggunakan anggaran personil kantor, sisanya kontribusi dari karyawan masing-masing. Tantangan berikutnya lagi, bagaimana bisa jalan-jalan rame-rame tanpa menggunakan travel. Selama ini, di cabang tempat saya bekerja terdahulu selalu menggunakan EO(jasa tour) untuk outing. Tipikal orang kantoran tuh biasanya gak pengen repot, ribet, ingin selalu nyaman dan banyak maunya. Jadinya harus ada orang lain yang jadi penengah dan mengakomodir sekian banyak keinginan pesertanya. Sudah beberapa tahun  ini saya ngatur trip  dan jalan rame-rame, tapi itu untuk teman-teman kantor yang setipe dalam artian light traveler, tough walker & not shopping minded.  Makanya agak kuatir juga ngatur trip dengan tipical pesertanya beraneka ragam.

Saya pun mencari perbandingan harga dengan travel baik yang ada di internet maupun EO langganan. EO langganan ngasih penawaran 2 opsi (diluar harga tiket) a. Rp 2,9juta (1 malam di hotel KL, 1 malam hotel di Sg) b. 2,5juta (1malam hotel di KL, 1malam hotel di Johor). Menurutku, ini tawaran yang menarik, namun tetap belum masuk budget kami.

Akhirnya, kami putuskan untuk jalan-jalan mandiri. Kami melakukan pembagian tugas demi kelancaran acara ini. Saya kebagian bikin itinerary, booking hotel/hostel, booking mobil dan jadi penunjuk jalan. Yang lain ada yang kebagian urusan pembelian tiket, keuangan, urusan check in di bandara, urusan bagasi, urusan dokumentasi, urusan pembelian oleh-oleh kantor dan sebagainya.  Semua proses dijelaskan dengan detail dan transparan termasuk persiapan fisik biar kaki gak kaget diajak jalan jauh.

Praktis kami hanya punya waktu sehari di KL dan ½ hari di Singapore. Minggu  sore udah di Jakarta, lalu terbang ke Makassar dan lanjut bermobil ke Palopo tiba Senin pagi. Jam 8 pagi siap ngantor lagi.

Selama di KL, kami sewa van mulai dari penjemputan di bandara, city tour 8 jam dan diantar kembali ke bandara seharga RM1200. Tadinya sewa itu untuk 2 van dengan kapasitas masing-masing 10orang (asal bagasi gak terlalu banyak). Namun menjelang keberangkatan dapat info bahwa salah satu van itu tidak available. Jadinya dikasih 1 minibus yang cukup untk 17 orang plus bagasi. Ketentuan di KL, mobil minibus wajib dipandu oleh tour guide. Kami tidak dikenakan tambahan biaya apapun karena hal tersebut merupakan konsekuensi dari bu Herna si pemilik mobil. Jadinya berasa pake travel di KL. Ibu Yuli, tour guide kami sangat gesit dan perhatian terhadap kami. Kadang-kadang meski udah dipatok waktu oleh ibu Yuli, tetap saja ada yang masih sibuk dengan urusan belanja dan foto sehingga lupa  waktu. Ibu Yuli dengan sabarnya mencari teman-teman yang masih berkeliaran. Mengenai itinerary, bisa flexible. Request tambahan kami adalah berfoto di KLCC persis di depan Petronas, sekalian ke gerai sepatu merk Vincci. Ibu Yuli nawari kue tradisional khas Malaysia yang gerainya ada di KLCC. Saya bilang duit ringgit saya sudah habis, ibu Yuli tetap mengajak saya ke gerai itu dan membelikanbeberapa kue. Sebenarnya kue-kue itu tidak berbeda  dengan kue tradisional di Indonesia. Tapi lumayan dapat gratisan. Saking perhatiannya dan pelayanan yang excellent, Ibu Yuli juga sampai sempat ngantarin kita ke area check in terminal. Mungkin takut kita nyasar sementara waktunya mepet. Padahal gak diantar juga gak apa-apa sih, kan ada saya hehehe. Dalam tahun ini saja saya sudah 3x ke KL (umrah via KL, ke Sidney via KL).

DSC_0778

DSC_0839SONY DSC

Komunikasi dengan ibu Herna (orang Indonesia lho) cukup melalui whatsapp +60 163221869. Website: http://sewamobilmalaysia.com/. Email: hwatis@gmail.com  . Tidak perlu DP, nanti bayar ditempat.Sebelumnya saya pernah sewa mobilnya bu Herna ini, hanya saja melalui pihak ketiga.  Waktu itu minta diantar jemput bandara-hotel pp, dan city tour 4 jam. Dan overall, pelayanannya sesuai harapan.

DSC_0765

Di Singapore, saya juga sewa van untuk penjemputan di bandara menuju hostel. Sayang saya kurang sreg dengan pelayanannya. Van itu kapasitasnya 14 orang, dan karena kami ber-17orang makanya saya sudah deal 13 orang naik van dan sisanya naik taxi. Pas dijemput, sopir vannya hanya mau bawa 12 orang saja, alasannya kebanyakan bagasi sehingga  2kursi direlakan untuk space bagasi dan di Singapore sangat strict dengan jumlah penumpang. 1 kursi 1 penumpang, gak boleh empet-empetan maksudnya. Padahal sebenarnya bisa diatur kok supaya bisa muat 13 orang tanpa melanggar aturan, tapi supir dan si orang tempat saya sewa van gak mau repot. Alhasil saya harus mengeluarkan duit lebih untuk  tambahan  1 taxilagi karena kami berlima harus displit ke dalam 2 taxi. Kami tidak naik MRT karena pengen cepat sampai hostel, drop barang, lalu jalan lagi. Sayang 1 taxi yang ditumpangi teman saya sempat kesasar dan gak bisa dihubungi lagi. Untungnya kedua teman saya itu memutuskan untuk turun di Mustafa lalu jalan kaki menuju hostel. Pada saat briefing untuk persiapan outing, saya sudah menyampaikan informasi secara detail hostel ini dekat dengan Mustafa.

Tadinya setelah check in di hostel kami mau jalan ke Marina Bay Sands, namun karena kejadian diatas gak jadi kesana. Cari makan dulu disekitar hostel lalu belanja di Mustafa. Jarak dari hostel ke Mustafa sekitar 500m. Sengaja kami ambil hostel sekitar Mustafa biar bisa belanja tengah malam sampai pagi, hehe. Kami pulang ke hostel kembali sekitar jam 1 malam. Teman-teman lain ada yang pulang jam 3 malam. Jam segitu di Singapore, masih aman-aman saja. Tips untuk beli souvenir khas Singapore jangan beli di Mustafa, belinya di seberang jalan ada toko dengan fixed price (3 pieces for S10). Lebih murah dibanding Mustafa. Di Mustafa saya suka beli coklat beraneka ragam dan parfum.

Untuk jalan-jalan di Singapore, kami naik MRT. Sasarannya cuman 3 tempat sesuai perkiraan waktu. Merlion Park, Gardens by the bay, dan Sentosa. Kami gak sempat ke Sentosa, udah sampai di MRT Vivo City sebenarnya tapi kami putuskan untuk balik arah menuju hostel. Waktunya gak cukup dan sudah janjian sama van yang akan mengantar sebagian teman kami ke Bandara. Saya dan 4 temanlainnya langsung ke bandara naik MRT. Naik MRT ke bandara sekarang murah hanya sekitar $2.5/perorang. Tiket Single MRT sudah berbeda mekanismenya, kalo dulu beli tiket single ada deposit 1$ dan kalo gak salah hanya dipakai 1x. Sekarang kartunya ada deposit $0.1 yang bisa diredeem otomatis kalo kartu tersebut sudah dipakai 3x.

SONY DSC

Saya juga sekalian mencoba ke Merlion Park yang turun dari station MRT RAfless City. Biasanya saya turun di station City Hall lalu jalan melewati taman. Ternyata emang bener jalan dari MRT RAfless City ke Merlion lebih dekat, gak kena panas, dan viewnya lebih keren. Kita berjalan menyisiri sungai.

Ada sedikit masalah mengenai nama di tiket. Semua tiket dibeli sebelum teman-teman pada punya paspor. Jadi pada saat paspornya ready ternyata terdapat banyak perubahan nama. Yang tadinya namanya 1 suku kata menjadi 2 atau 3 suku kata. Contoh Zainuddin jadi Zainuddin Pagga. Agak ribet juga proses perubahan nama di tiket. Untuk penerbangan AirAsia, Saya sampai gunakan semua media komunikasi ke Airasia, pengajuan e-form, live chat, via fanpage Facebook, via Twitter, via telpon. Semuanya menanggapi dengan baik, namun belum sampai di penyelesaian masalahnya. Pengajuan lewat e-form sebenarnya sudah cukup, namun entah mengapa automatic email response gak pernah sampai ke e-mail sehingga e-form yang diajukan dianggap tak tercatat. Lewat live chat, twitter, mereka menyarankan untuk buat e-form. Sampai coba berulang-ulang, tetap juga gak berhasil. Jadinya diurus di bandara menjelang keberangkatan, solusinya tiket tidak diubah. Untuk proses check in dari Indonesia bisa menggunakan KTP. Untuk penerbangan Lion Air dan Malindo, perubahan nama ditiket hanya bisa di kantor pusat Lion di Jakarta. Di luar Jakarta, nama di tiket tidak berubah tapi bisa diremarks (diberikan catatan bahwa ada proses koreksi nama). Pengajuan remarks bisa kantor lion setempat atau counter Lion di bandara. Alhamdulillah, tidak ada masalah terkait nama  pada saat check in di KL maupun di Singapore.

Overall, trip singkat kami berlangsung sukses. Teman-teman juga pada senang sudah berhasil melihat dunia luar hehe, dan semuanya berkontribusi untuk membuat acara ini fun &  fine.

LEGOLAND

Berangkat dari Amrise Hotel, Geylang, kami jalan menuju MRT Aljunied, naik MRT sampai station Jurong east untuk berganti kereta ke line Merah menuju Station Woodlands.  Di station Woodlands cukup ramai, ada pasar mini yang menjual buah-buahan segar yang tidak kami lewatkan sekalian istirahat makan siang di McD. Sebenarnya bawa bekal nasi sih, hanya anak-anak tidak berselera makan sambil melirik McD. Dari station Woodlands menuju Johor Baru menggunakan SBS170. Di Woodlands Checkpoint tempat proses imigrasi keluar dari Singapore, saya sama Aya sempat bermasalah dengan imigrasi. Cuman masalah sepele, hanya karena kartu imigrasi yang saya selipkan di paspor tertukar antara saya dengan aya. Saya sampai dibentak-bentak sama petugas yang nangani saya, dan dengan kasarnya saya disuruh mundur kembali untuk ke petugas imigrasi. Petugas yang berikutnya lebih sopan, namun karena kartu imigrasi itu sudah terlanjur terscan dan tidak match, untuk menyelesaikan masalah saya sama Aya diminta ke ruangan khusus  di lantai atas dengan dikawal petugas bersenjata. Ihh, berasa kayak penjahat deh. Sampai di ruangan tersebut, petugasnya juga anteng-anteng aja menangani kami. Setelah kartunya dikoreksi, kami pun turun langsung keluar imigrasi. Menyebalkan, tapi apa daya diikuti aja aturan mainnya. Continue reading

GARDENS BY THE BAY SINGAPORE

 

 

1391470_592812244119937_1409748808_n

 

 

Tiba di Changi Airport, kami naik taxi ke Amrise Hotel di Geylang. Gaya banget ya naik taxi, tapi itu juga sudah melalui pemikiran yang panjang…hehe.. Kami sempat ke station MRT cari info, ternyata gak ada perbedaan antara anak2 dengan dewasa untuk tiketnya. Jadinya naik taxi cuman sedikit lebih mahal dari pada beli tiket MRT berlima. Setelah check in dan nyimpan barang, segera kami menuju Sentosa Island, naik taxi. Tiket Universal Studio Singapore yang saya beli online di Asiatravel.com hanya ada 4, jadi saya gak ikut masuk ke USS secara saya udah pernah kesana bersama anak-anak. Saya hanya berkeliling Sentosa dari ujung satu ke ujung yang lain menikmati suasana, dan ada pertunjukan live music yang keren banget. Continue reading

TRAVELLING WITH KIDS : KL-SINGAPORE-JOHOR BAHRU-PENANG-KL #1

Banyak perubahan rencana yang terjadi seperti:

1. Tadinya hanya berempat, saya dan 3 anak-anak jadinya berlima. Papanya ikut karena saya belum ada kepastian berangkat. Ada audit dari kantor akuntan publik yang closingnya di jumat siang yang gak bisa ditinggal. Setidaknya ada papanya yang nemani mereka berangkat duluan.  Sebenarnya ada preclosing di pagi harinya dan hasil audit sudah disampaikan pada waktu itu, bosku ngijinin saya berangkat karena hasil auditnya tidak ada yang mengkhawatirkan. Namun gak kesampaian untuk ngejar pesawat jam 11.30 ke makassar. Hanya pesawat itu yang connect dengan penerbangan airasia Makassar ke KL. Saya lalu memilih terbang ke Jakarta lalu lanjut ke KL. Continue reading

REVIEW HOTEL YY38 KUALA LUMPUR N HOTEL TAI HOE SINGAPORE

Sudah cukup banyak hotel n hostel yang saya inapi. Di Kualalumpur, Hotel Grand Continental, Hotel Nova, Hotel Radius, Hostel Paradiso, Hostel SunShine dan yang terakhir ini Hotel YY38. Saya selalu mencoba hotel yang lain setiap kali ke KL. Biar lebih banyak referensi hotel. Kalo hostel, sy gak akan bergeser dari hostel Paradiso atau hostel Sunshine. Kedua hostel itu sangat strategis sih. Lihat reviewnya Paradiso BB disini dan Sunshine BB disini

Hotel YY38 letaknya 1 blok dari hotel Radius. Saya memilih hotel YY38, karena dekat dengan resto dan ada mini market yang terintegrasi dengan hotel ini. Hotel inipun sangat colorful. Setiap kamar memberikan nuansa warna yang berbeda. Harganya lebih murah dibanding hotel-hotel yang pernah saya inapi. Kamar double 375rb, kamar triple 460rb. Free Wifi di kamar, ada dispenser hot n cold disetiap lantai . Review berdasarkan agoda rata-rata baik. Sayang carrefour express yang nempel di hotel itu sudah tidak beroperasi pada saat kami nginap, namun tetap sih akan ada mini market tapi ruangannya sedang di renovasi. Ada 1 hotel lagi yang saya pertimbangkan sebelum memilih hotel yy38 yaitu hotel Apple di Alor Street. Harga kurang lebih sama, tapi berdasarkan review bagusan hotel YY38. Hotel Apple itu ternyata persis di dekat warung tempat kami makan di malam pertama di KL. Lingkungannya crowded, kalau malam hotel itu ditutupi warung-warung tenda makan. Kiri kanan hotel itu juga kurang nyaman.

Di Singapore, pernah nginap di Hotel Supreme, Hotel WYCA Canning Park, Footprints hostel. Belum ada yang ok sih menurutku dari sisi harga dan lokasi. Makanya mencari hotel lain. Tapi hotel di Singapore susah cari yang murah dan strategis. Iseng-iseng browsing ketemu sama Tai hoe hotel. Hotel ini populer di kalangan milis, tapi kalau mau dicari di penyedia jasa booking hotel/hostel seperti agoda, asiarooms dsb gak bakal ada. Reviewnya juga pro kontra. Letaknya yang strategis dan informasi bahwa hotel itu baru saja selesai renovasi, membuat saya tetap kesana meski bookingannya belum status ok. Untung saja ada kamar kosong, saya meminta 2 kamar triple saja namun gak boleh. Harus 3 kamar untuk 6 dewasa n 5 anak-anak. Harga kamar 110SGD untuk kamar double, 130SGD untuk kamar triple.Manajemennya masih tradisional. Tidak ada bellboy, resepsionis tidak begitu ramah, tidak ada wifi, hanya ada kran air panas di setiap lantai. Kamarnya lumayan nyaman. Kamar triple ada yang fully renovated, ukuran ruangannya besar dan tempat tidurnya juga lebar. Sebagian lagi hanya sebagian direnovasi seperti kamar yang saya dapat, yang direnovasi hanya bagian kamar mandi dan cat yang diperbaharui. Lokasi hotel persis menghadap City Square Mall. Keluar dari hotel dan berjalan ke arah sebelah kiri 50m akan ketemu Mustafa Centre. Tak jauh dari hotel ini ada Hotel Park Royal. City Square Mall juga merupakan entry/exit MRT Farrer Park (Jalur Ungu).  Jalur Ungu antara lain kalo mau ke Sentosa Island (Harbour Front station), Clarke Quay, dan China Town. Disini juga banyak gerai makanan tersedia. Kalo akan ke Singapore lagi, bolehlah hotel ini dipertimbangkan lagi.

Update: Tai Hoe Hotel bisa dibeli lewat agoda sekarang,, dulu cuma bisa dibook lewat websitenya.

UNIVERSAL STUDIO SINGAPORE 2012

Day 5 H ari ini kami khususkan hanya untuk bermain di Universal Studio Singapore. Tiketnya yang cukup mahal membuat kami sayang untuk tidak berlama-lama disini. MRT Farrer Park berada satu jalur dengan MRT Harbour Front , kami tidak perlu pindah-pindah kereta. Enaknya di Singapore, hampir semua mall terintegrasi dengan stasiun MRT, jadi gak bakal kepanasan seperti MRT Harbour Front yang terintegrasi dengan Mall Vivo City. Ngadem trus, ngadem di kereta, ngadem juga di mall. Saya masih punya 3 kartu Ez-Link yang saya beli 3 tahun lalu, sisa diisi ulang. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran bis, MRT dan juga untuk entry ke Sentosa Island. Yang lainnya, cukup sy belikan single pas saja. Setiap akan naik MRT baru beli tiketnya. Karena masih ada waktu, sy gak langsung masuk ke USS melainkan mengajak mereka berkeliling Sentosa Island. Sentosa Express berhenti di 3 titik. Titik pertama tempat menuju USS, titik kedua, dan titik ketiga tempat untuk menonton Song of the Sea dan pantai pasir putih. Meski sebentar, namun cukup untuk mengetahui sekilas Sentosa Island. Tiket USS beli online melalui Asiatravel. Gak ada perbedaan harga sih beli online ataupun beli di tempat, hanya kemudahan gak perlu antri lagi untuk beli tiket. Sampai di USS, sy mencari booth untuk penukaran voucher menjadi tiket asli. Ada 7 zona di USS: Hollywood Pada saat memasuki USS, zona inilah yang pertama kali kita lewati. Hawa hollywood sudah berasa banget. Ketemu sama tokoh Betty Boo yang cantik, langsung pada ngantri untuk berfoto bersama. Enaknya di USS ini, setiap tiba giliran berfoto sama tokoh-tokoh yang ada di USS, kita sisa menitipkan kamera sama petugas USS. Jadi gak perlu pusing nyari orang untuk fotoin, dan kita bisa berfoto lengkap dengan rombongan kita. Kemudian ada panggung pertunjukan untuk para pelayan Mel Drive in, Mel’s Dinettes yaitu 3 cewek cantik dan mulus yang bernyanyi asik banget. Kemudian lanjut foto dengan Marilyn Monroe. Anak-anak excited banget. New York. Disini ada pertunjukan dalam ruangan, Light Camera Action hosted by Steven Spielberg. Sayang sy gak sempat nonton. Sci-Fi Bertemu dan berfoto sama robot transformer disini. Ada yang patungnya aja yang warna biru, dan ada juga yang live, transformer warna kuning. Juga ada 3 wahana permainan: Transformer the Ride The Ultimate 3D Battle, Battlestar Galactica dan Accelerator. Transformernya super seru, sampai anak-anak nonton 2x. Karena bermain di USS pas weekday, jadinya semua wahana gak terlalu ngantrinya. Sambil menunggu mereka nonton yang kedua kalinya, sy sama bu Endang mencoba Battlestar Galactica. Melihat arenanya dan teriakan orang-orang yang sedang bermain bikin keder juga. Tapi kami bertekad untuk tetap main. Oh my God, bener-bener memicu adrenalin. Liukan mengelilingi arena turun naik, wow bikin jantung rasanya mau copot. Untung cuman sebentar hanya sekitar 5 menit. Accelerator, wahana yang biasa-biasa saja tapi lumayan fun apalagi bersama anak-anak. Kita duduk di sebuah cawan dan diajak berpusing-pusing. Ada juga makhluk luar angkasa yang siap berfoto dengan kita. Ancient Egypt Revenge of Mummy adalah semacam roller coaster di dalam ruangan. Karena gelap banget, kami tidak bisa memprediksi apa yang terjadi. Kurang lebih sama dengan Galactica Battlestar. Anak-anak gak boleh menaiki wahana ini. Jadinya mereka bermain di wahana Treasure Hunter, mengendarai jip padang pasir mencari harta karun. Disini juga dapat berfoto dengan tentara Anubis. Kami rehat sejenak dan memutuskan untuk makan di resto yang persis di depan Jurassic Park. Banyak resto di USS, ada yang halal ada juga yang gak. Kami memilih resto ini karena ada counter yang jual masakan Indonesia. Kami memilih paket nasi ayam goreng, tahu, tempe dan sayur santan. Maknyus dan porsinya nendang. Harganya lupa persisnya sekitar 10SGD. Semua pada minta pulang, pengen istirahat. Jiahh, nanggung masih ada 3 zona lagi yang belum diliat. Aya sebenarnya juga minta pulang, gak biasanya dia seperti itu. Tapi kelihatannya demamnya mulai naik lagi, mempengaruhi moodnya. Akhirnya kesepakatannya, kami menyusuri jalan keluar sambil mengunjungi zona yang belum diliat. Lost World Cuma bermain di Dino Soaring, terbang dengan burung di Jurassic Park. Waterworld, Amber Rock Climb, Canopy Flyer terpaksa saya lewatkan. Far-far Away Shrek 4-D Adventure, menjelajah di negeri dongeng Far-far Away, misinya adalah menyelamatkan putri Fiona yang diculik. Seru dan lucu. Nonton sambil kena percikan air, setiap kali Shrek bersin ataupun berada di air terjun. Keluar dari sini ketemu sama kincir mini yang ada di toko souvenir. Naik sebentar untuk menyenangkan anak-anak. Madagascar King Julien’s Beach Party-Go-Round, sebuah komidi putar yang berisikan tokoh-tokoh Madagascar. Anak-anak gak mau ketinggalan wahana ini. Kami terpaksa melewatkan Madagascar: A Crate Adventure, suatu wahana petualangan dengan berperahu. Overall, saya senang disini, lebih bagus dibanding Disneyland Hongkong. Disneyland Hongkong cocoknya buat anak-anak aja. Saya tidak melewatkan untuk membeli 1 buah baju kaos Universal Studio Singapore, dengan harapan saya akan melengkapi koleksi dengan kaos Universal Studio di negara lainnya. Hehe. It’s another dream. End of the trip

HANYA KE PATUNG SINGA N BUGIS MARKET

Day 4 Kami dijemput tepat waktu oleh van yang kami sewa untuk mengantar kami ke bandara. Jam 12.35 pesawat pun take off ke Singapore. Tiba di bandara Changi, kami mampir makan di Burger King sebelum lanjut ke hotel naik MRT. Saya sengaja memilih hotel yang berlokasi strategis yang sangat dekat dengan mall City Square, Mustafa dan Stasiun MRT. Jadi biar gak terlalu capek banget. Tapi tetap aja ada keluhan capek. Sampai-sampai K Dila udah ilfil gak mau kemana-mana lagi. Tapi semangat Bu Endang yang selalu membara, tetap ngotot ingin berfoto di Merlion Park. Aya agak demam, dia n dede mau ditinggal di hotel. Bagus juga sih, jadinya kami bisa naik taxi. Taxi di Singapore agak strict mengenai jumlah penumpang. Pernah kami disuruh turun dari taxi, hanya karena kami berlima. Padahal 2 diantaranya kan anak umr 5 n 4 tahun. Mahal naik taxi di Singapore, tapi ke Merlion Park bagusnya naik taxi sih, Stasiun MRT terdekat mesti jalan sekitar 700m. Kalau banyak waktu sy lebih suka menikmati naik MRT kemudian jalan menuju Merlion Park melewati taman yang sangat menyenangkan dan nyaman. Sebenarnya pengen naik ke bagian atas Esplanade atau gedung berbentuk durian, katanya sih viewnya asik. Tapi lain kali saja deh. Pengen juga ke mall Bay Sands, pengen nonton Song of the Sea, pokoknya pengen mengunjungi area-area yang belum pernah sy kunjungi sebelumnya. Jalan-jalan kali ini saya harus banyak memaklumi kondisi teman jalan yang lainnya. Setelah puas berfoto di patung singa itu, kami lanjut naik taxi ke Bugis Street, tempat beli oleh-oleh khas Singapore. Di Mustafa juga ada, tapi harganya lebih mahal dibanding disini. Balik ke hotel naik taxi lagi. Saya sempat ditegur ama resepsionis, katanya Aya n Dede sempat naik turun, kesana kemari di dalam hotel. Grr. Untung aja gak kenapa-napa. Saya istirahat sebentar, lalu lanjut lagi ke Mustafa. Mustafa buka 24 jam, jadi pergi jam berapa pun ok-ok saja. Saya nyari beras buat dimasak di kamar. Kebiasaan saya, kemana-mana bawa travel cooker terutama di negara yang susah cari makanan halal dan susah nasi. Jadi sisa beli lauk, dan biasanya sih kita udah nyiapin makanan praktis dari Indonesia seperti abon, mie dan sebagainya. Saya suka beli coklat di Mustafa dari pada beli coklat di KL. Harganya murah dan banyak pilihan.

JALAN BARENG MAK-MAK SERTA ANAK-ANAK KE KL N SINGAPORE

Februari lalu, saya jalan jalan ke singapore n kl nemenin teman teman mantan tetangga di palu. Rombongan kami 11orang, 6 dewasa 5anak anak, harusnya lebih dari itu. 5 orang mengundurkan diri karena berbagai alasan. Perjalanan ini udah direncanakan sejak april tahun lalu, tiket airasia mks-kl-sin-kl-mks terbeli dengan harga sekitar 850rb rupiah. Namun beberapa orang membeli tiket rute yang sama sekitar 3,3jt per orang, 1 bulan sebelum keberangkatan. Anak anakku termasuk yang membeli tiket semahal itu. Awalnya memang gak ada rencana untuk mengajak mereka jalan, toh mereka udah beberapa kali kesana, cuman sejak hidup terpisah dengan mereka, rasanya berdosa banget sy punya waktu luang tapi sy gak memanfaatkan waktu untuk bersama mereka. Jadi di bela-belain ngajak mereka supaya bisa berlibur bersama mereka meski kantong meringis. Karena ini grup emak emak beserta anak anak, perjalanan gak full backpacker ala sy. Biasanya sy, suami n anak anak nginap di hostel. Mereka susah mau diajak tidur di hostel, karena kamar mandi luar dan pasti ribut. Nginap dihostel harus banyak toleransi dengan penghuni lainnya. Untuk akomodasi di kuala lumpur, saya booking hotel yy38 via http://www.asiarooms.com untuk 3 kamar selama 3malam. Harganya 375rb per kamar per malam untuk 2orang tidak termasuk sarapan. Hotel yy38 terletak di area bukit bintang. Booking hotel online, mesti penuh pertimbangan. Kadang kadang foto yang ditampilkan tidak sesuai dengan aslinya dan harga tiap website penjualan voucher hotel bervariasi, jadi harus membandingkan antara agoda, airasiago, booking.com, atau asiarooms. Untuk hotel di kl, saya selalu memilih hotel di daerah bukit bintang, dekat mall, dekat monorail, gampang cari makan dan selalu rame. Untuk tambahan referensi, sy rajin menyimak review dari orang orang yang pernah tinggal di hotel itu. Tadinya mau nginap di genting tapi gak jadi. tanggal yang kami pilih rupanya tanggal super peak season. Harganya 2x lipat dibanding hari biasa. Untuk akomodasi di singapore, sy booking tai hoe hotel untuk 2 malam. Hotel ini sedikit unik, karena gak ada website penjual voucher hotel yang menawarkan hotel ini, tapi referensi milis dan blog personal banyak merekomendasikan. Jadi penasaran, apalagi dekat mall, dekat mustafa dan dekat mrt. Proses booking sedikit bermasalah, sy email emailan dengan hotel ini sampai sy menginfo detail kartu kredit untuk jaminan, tp setelah itu gak ada konfirmasi, ditambah dengan banyak file email yang hilang entah mengapa, mungkin karena virus. Gara gara itu, kartu kredit yg sy info itu sy blokir untuk menjaga kemungkinan kartu kreditku disalahgunakan. Untuk transportasi di kl, antar jemput bandara ke hotel pp dan tour 1/2 hari, sy nyewa van via http://www.jalanjajanhemat.com. Selebihnya jalan naik monorail atau lrt. Untuk transportasi di singapore, pake mrt n taxi. Voucher universal studio singapore, juga beli online. Tiket theme park genting juga bisa beli online tapi diputuskan beli ditempat disesuaikan dengan kondisi nanti. Kalo hujan, outdoor themeparknya ditutup, sayang kan kalo udah dibeli gak dipake. Day 1 Meeting point di bandara st hasanuddin. Tiba di lcct sekitar jam 9 malam, mobil van yang menjemput kita juga sdh standby untuk ngantar ke hotel. Setelah check in, kami keluar melihat suasana bukit bintang sekaligus mencari makan. Di alor street, banyak penjual makanan, namun gak semuanya halal. Kami memasuki warung yang pelayannya ada yang berjilbab. Rasa makanan sih biasa, jauh lebih enak masakan indonesia.

MAKSUD HATI MAU KE UNIVERSAL STUDIO SINGAPORE TAPI APA DAYA…NANGGUNG

Day-5, Kamis 20 Mei 2010

Pagi-pagi sarapan, enak. Langsung check out, tapi barang masih kami titipkan di ruang khusus penitipan yang disediakan di hotel itu. Kegiatan kami dimulai dengan pergi mencari tempat penjualan tiket bis Sg-KL. Nyarinya gempor juga, kirain dekat dengan MRT Lavender, ternyata jauh. K’Idrus n anak-anak menunggu di stasiun MRT, saya sama Amel yang pergi mencari tempat tersebut. Harga 210rb/dewasa n 150rb/anak-anak berangkat jam 10 malam.

Awal yang kurang enak, dari situ kembali ke MRT Lavender trus ke Bugis Street, belanja-belanja barang-barang 3- 4-10. Maksudnya barang-barang yang S$10/3 biji. Anak-anak n K’Idrus nunggu di Burger King sambil menunggu kami selesai belanja. Biasa, wanita.

Setelah selesai, kami mencari tempat ngambil taxi. Di Sg, kita gak bisa naik taxi di sembarang tempat, harus di halte khusus taxi dan harus antri lagi. Begitu tertib, tapi bagi yang tidak biasa seperti kami, ngomel2 karena untuk naik taxi aja harus jalan sampai di haltenya. Tapi enaknya gak ada lagi proses tawar-menawar seperti taxi Malaysia, semuanya pake argo. Kami ke Merlion Park, singgah foto-foto karena si Dede belum punya foto disini. Abis itu tunggu taxi lagi ke Vivocity, mall yang juga berfungsi entrance gate ke Sentosa Island. Singgah makan di Food Republic, food court yang ada di mall tersebut, setelah itu beli tiket masuk (admission fee) S$3. Alamak, ternyata bisa pake Ez-link (kartu langgananMRT), kesalahan di The peak, Hongkong terulang lagi. Sy pake Ez-link, tiket masuknya jadi nganggur deh. Ya udah.

Tujuan kami ke Sentosa Island, adalah untuk bermain di Univesal Studio, sayang datangnya kesorean, nanggung untuk masuk bermain, lagipula K’Idrus capek n jadi bete banget. Ya udah duduk-duduk aja, istirahat. Kalo anak-anak sih sepanjang kenyang dan tidak ngantuk, mereka senang-senang aja tuh. Gimana gak senang, selalu dibelikan es krim, permen atau makanan kalo lapar dan sepanjang hari bersama orangtuanya.

Padahal, banyak tempat menarik di Sentosa Island yang bisa dikunjungi tapi tentu saja harus berjalan ke sana kemari. Sentosa express, kereta penghubung hanya menghubungka 3 tempat besar di Sentosa, selebihnya harus jalan menuju wahana yang diinginkan.

Kami sempat ke Siloso beach, pengen tau apa aja yang ada disitu. Kami naik trem keliling area siloso beach. Sebenarnya sy sempat mengincar untuk menginap disini, di hotel Siloso Beach, hotel yang menurut review di http://www.agoda.com recommended, tapi harganya 1,4jt/malam. Gak jadi. Tapi trem melewati hotel tersebut, jadi udah tau, kalo besok-besok ada rejeki menginap disana.

Kami pulang, naik MRT sampai Dhoby Ghout. Sebagian besar mall yang ada di Sg terkoneksi dengan MRT, seperti Plaza Singapura ini. Disini kami makan, dan naik taxi singgah ambil barang lalu menuju stasiun bis. Pertimbangan naik bis diambil karena tiket pesawat ke KL agak mahal, airport tax Changi aja 225rb/orang. Jam 10 malam, bis berangkat menuju KL.

Di Border Sg-Malaysia, kami harus turun bis 2x untuk proses imigrasi Singapura dan Malaysia. Untuk proses imigrasi Malaysia, malah harus bawa semua barang bawaan. Waduh, gak kebayang repotnya kalo pas bawa koper seabreg udah gitu plus anak-anak lagi. Barang bawaanku meski cuman ransel, tetap aja bikin repot. Udah gitu tengah malam lagi, di saat ngantuk n anak-anak udah tidur. Tapi alhamdulillah, selama jalan dengan anak-anak, mereka cukup pengertian. Rewel sih masih, namanya juga anak-anak, tapi teratasi.

Perjalanan ke KL kurang lebih 5 jam. Jam 3.30 kami tiba di Bukit Jalil, terminal bis darurat selama stasiun Puduraya ditutup untuk renovasi. Bener-bener darurat, karena bukit Jalil itu sebenarnya merupakan taman yang dipaksakan jadi terminal. Tengah malam, turun dari bis, dikerubungi oleh supir taxi yang mencari penumpang, kami cuek aja berdiri (gak ada tempat duduk), berlagak seolah-olah akan ada yang jemput, liat-liat situasi dulu, baru nanya-nanya. Akhirnya kami deal dengan supir taxi untuk diantar ke KL Sentral RM25, sampai di KL Sentral yang emang buka 24 jam, meski kereta yang paling pagi tiba jam 05.30. Kalo bis yang ke LCCT ada setiap jam dan hampir 24 jam bisnya tersedia. MCd di Kl Sentral juga bukanya 24 jam. Sambil menunggu pagi, anak-anak saya mandiin. Kepagian??? Biarin aja, mumpung lagi sepi. Sy n Amel sekalian mandi juga, karena masih harus ke hostel untuk mengambil barang kami. K’Idrus menemani anak-anak.

Kami kepagian tiba di hostel, pakcik yang jaga pagi agak kesel melihat kami. Katanya kenapa gak bilang kalo ngambil mau pagi banget, disuruh balik 1 jam kemudian. Huhhh. Akhirnya nongkrong di KFC, baru balik kesitu lagi ambil barang. Naik taxi cuman RM10 ke KL Sentral, supir taxinya orang India yang agak genit. Ngasih kartu nama, minta dihubungi kalo jalan-jalan ke Kl lagi. Mr. Sam namanya, bercerita bahwa dia senang ke Indonesia, ke Jakarta dan Medan, katanya banyak happening area atau tempat bersenang-senang di Indonesia. Ya iyalah, aturan untuk WN Malaysia terlalu ketat, jadi kalo mau bersenang-senang dalam tanda kutip, harus keluar.

Liburan selesai, kami tiba kembali di Makassar jam 17.00. Amel bergegas menuju hotel Clarion, tempat dimana harus mengikuti Gathering Bidang Keuangan yang acaranya dimulai setelah makan malam.

Sabtu Malam, sy masih sempat ketemuan ama teman-teman kuliah. Ada Ryan dari Jakarta dan Hasni dari Soroako yang datang dalam rangka kawinan Agung, satu dari high quality jomblo Sipil 93 selain Irwan n Chali (kapan menyusul????).

Setelah itu baru berangkat menuju Palu, singgah di Pare-pare untuk nonton final Piala Champion, tiba di Palu jam 23.00.

Capek, pasti. Tapi everything has its own story. Catatan perjalanan ini berfungsi sebagai pengingat waktu, pengingat cerita/pengalaman dan pengingat biaya.