Main paddle ke Pulau Samalona

WhatsApp Image 2022-08-18 at 2.46.54 PM

Bos datang di Makassar dan minta di cariin tempat baru untuk bermain Stand up Paddle. Saya ngasih beberapa alternatif salah satunya di daerah Pangkep. Agak jauh dari Makassar dan karena tidak terlalu banyak waktu, jadinya nyari yang dekat dengan kota Makassar saja. Pilihan jatuh ke Pulau Samalona yang merupakan salah satu tempat wisata pantai berpasir putih di sekitar Makassar. Pulau tersebut cocok buat piknik sambil bermain aktivitas air seperti snorkling ataupun sambil camping.

Dulu gak kepikiran sama sekali bisa mendayung paddle board sampai pulau Samalona.  Biasanya kalo mau ke pulau Samalona menyewa perahu 500 ribu pulang pergi dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Lumayan kan jauhnya. Continue reading

Bursa Teleferik

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (7)
 
Di pesawat Jakarta-Istanbul kami bertemu dengan rombongan travel dari Indonesia, mereka bilang rencananya begitu tiba mereka akan langsung diajak main salju di tempat yang gak jauh dari Istanbul. Saya sendiri gak tau tempatnya apa, yah maklum riset mengenai tempat apa saja di Istanbul gak terlalu mendalam. Pokoknya cuman kasih jatah nginap Istanbul 3 malam namun belum bikin itinerary sama sekali. Yang dimaksud oleh mereka adalah Uludag Teleferik yang berada di dekat Bursa. 

Jadi kami juga menetapkan hati bahwa tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah tempat tersebut. Ferry paling pagi adanya di jam 8 pagi. Kami terbangun jam 4 pagi untuk mandi dan bersiap-siap. Kami mau shalat subuh di Blue Mosque yang ada di depan hotel terlebih dahulu lalu sarapan dan berangkat ke terminal ferry. Waktu subuh di Istanbul sekitar jam 6.10. Waktu sarapan di hotel di mulai jam 7. Agak-agak mepet waktu sebenarnya, tapi sayang juga kalo sarapan dilewatkan secara kami ingin tau juga seperti apa model sarapan di Turki. Kami sarapan sekitar 20menit trus berjalan menuju station trem terdekat.

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (4)

Sampai di terminal Eminonu BUDO sekitar jam 7.50, ferry belum loading penumpang tapi loket sudah close jual tiket jam 8pagi. Jadinya kami membeli tiket ferry berikutnya di jam 10 pagi. Tiket baliknya juga sekalian beli antisipasi takut kehabisan kalo pas pulang baru beli. Di Musim dingin, ferry terakhir dari Mudanya Bursa jam 5 sore. Di Musim panas, katanya ferry terakhir ada jam 11 malam. Spare waktu 2 jam kami gunakan untuk explore sekitar terminal. Kami berjalan menyusuri pinggir pelabuhan sampai ujung biar tau apa yang ada di sekitar situ trus balik arah dan jalan lagi sampai ke ujung. Kami banyak menjumpai pemancing ikan sedang asyik memancing di pinggir pelabuhan. Di ujung kami sampai ke Spice Bazaar (Misir Carsisi) , pasar rempah-rempah Istanbul. Disini banyak menjual aneka rempah-rempah khas Turki, kacang-kacangan, manisan turki, coklat dan lain sebagainya. Kami menghabiskan waktu dengan cuci mata dan nyicil oleh-oleh yang kecil-kecil disini. Sedapatnya saja, karena kami juga gak mau bawa banyak tentengan ke Uludag. 

Ferry dari Eminonu berangkat tepat waktu jam 10 dengan tujuan pelabuhan Mudanya, Bursa. Lama perjalanan 2 jam. Tiba di pelabuhan, kami mencari bus F3 yang menuju ke Bursa Teleferik. Busnya gampang ditemui persis di depan pintu keluar pelabuhan, karena memang menyesuaikan dengan jadwal kedatangan ferry. Untuk naik ini kita harus membeli kartu di loket atau mesin yang ada disekitar disitu untuk di tap sebelum naik ke bis. Saya cuma beli 1 kartu karena kartu itu bisa ditap berkali-kali sesuai jumlah orang. Isi sesuai dengan rencana pemakaian. Karena buru-buru takut ditinggal sama busnya, saya beli cuma untuk oneway saja, ntar pulangnya bisa isi lagi.

Sesampai di Teleferik, antrian panjang mengular. Kami sedikit resah, karena waktu bisa jadi mepet banget dengan jadwal ferry. Tapi sudah sampai sini, masa iya batal. Beruntung ada percepatan jalur antrian, ada beberapa petugas yang mendatangi antrian dengan membawa mesin edc, jadilah kami beli disitu dan segera ngantri naik cable car.

Continue reading

Tips seharian main di Universal Studio Singapore 2022

WhatsApp Image 2022-08-02 at 10.03.36 PM

Gak lengkap ke Singapore tanpa main ke Universal Studio Singapore (USS). Apalagi ada  si bocil umur 4 tahun yang pengen diajak menikmati excitement USS untuk pertama kalinya. Kakak-kakaknya  udah pernah 2x main di USS. Saya baru sekali kesana dan pernah satu kali saya hanya mengantarkan Pak suami dan anak sampai pintu gerbang USS. Mereka bermain di USS, saya sendiri menikmati dengan explore mengelilingi sentosa ujung pukul ujung sambil menunggu mereka selesai bermain. Lumayan kan hemat 1 orang. Secara harga tiketnya lumayan menggerus isi tabungan, sekarang harga tiket dewasa usia 13-99 tahun 81SGD dan anak umur 4- 13 tahun 61SGD. Kurs 1 SGD=11ribu rupiah. Itu baru tiket normal yah, kalo pengen tiket express harus nambah biaya lagi. Tiket express adalah tiket untuk memotong jalur antrian normal, antrian orang yang punya tambahan tiket express berbeda dengan jalur normal, jadi bisa lebih pendek antriannya dan bisa lebih cepat mainnya. Ada 2 kategori juga tiket express, tiket express regular dan unlimited. Yang regular boleh antri express hanya 1x per wahana, yang unlimited boleh antri express berulang-ulang kali di setiap wahana. Harganya bervariasi 60-120SGD sesuai dengan tanggal yang dipilih. Jadi total harga masuk USS kalo plus tiket express unlimited sekitar 200SGD/orang. Wow. Bagi penggemar theme park atau yang gak punya waktu dan mau puas main, harga ini mungkin sepadan.

Tips untuk membeli tiket adalah bandingin harga di beberapa situs penyedia pembelian tiket USS baik lokal maupun situs luar. Mana yang ngasih promo atau diskon. Total harga 3 tiket dewasa+1 anak-anak saya dapatkan di harga 3,1juta dapat diskon dari ti**t.com 300ribu jadi sisa bayar 2,7juta, lumayan kan. Gak usah plus pake tiket express, sayang duitnya dan biar saja anak-anak belajar bersabar untuk mengantri. Continue reading

Good to be back again (Singapore)

WhatsApp Image 2022-08-01 at 12.07.29 PM

Berulang-ulang kali saya mengecek persyaratan masuk Singapore, kuatir ada yang terlewat. Kuatir ada hal-hal yang bikin gagal masuk Singapore secara ini perjalanan pertama saya dan anak-anak keluar negeri di masa pandemi dan kuatir rugi banyak kalo gagal. Rasanya seperti baru pertama kali ke luar negeri, hehehe. Dan anak-anak sangat menunggu moment ini.  Setelah memastikan berulang-ulang, baru berani beli tiket online Universal Studio Singapore (USS) dan Singapore Flyer yang harus dibooking H-1. Terakhir kali ke luar negeri bersama anak-anak adalah ke Hanoi bulan Feb 2020 saat awal-awal wabah Covid merebak.

Waktu beli tiket bulan Mei, masih berlaku wajib PCR di Sg sebelum kembali ke Indonesia yang biayanya sekitar 90SGD atau sekitar 990rb. Beruntung tak lama kemudian aturan tersebut di hapus, dan bikin harga tiket  ke Sg jadi meroket jadi minimal 3,5juta pp/orang. Alhamdulillah saya masih dapat tiket 1,3juta pp/orang.

Syarat masuk Sg per Juli 2022: Continue reading

Mengurus paspor anak

Waktu berjalan, pandemi bikin paspor nganggur karena gak bisa kemana-mana tau-tau abis aja masa berlakunya. Di bulan Mei  kemarin saya dan Aya sudah melakukan pengurusan paspor secara manual. Waktu itu layanan paspor secara online sedang bermasalah dan kebetulan ada layanan imigrasi baru buka di Mal Pelayanan Publik di Soreang. Jadwalnya Senin dan Rabu dengan quota 15 orang perhari. Prosesnya cepat dan mudah. Datang, isi form, lampirkan dokumen pendukung seperti paspor lama asli, copy ktp, copy kk dan salah satu dari akte lahir/ijazah/buku nikah, foto dan bayar. 3 hari kerja udah jadi.

Saya baru nyadar kalo paspornya Ghazy perhitungan masa berlaku paspornya akan kurang dari 6 bulan saat kami pulang dari Singapore. Masa berlaku sampai tanggal 23 Januari 2022, sehingga perhitungan masa berlaku 6 bulan itu tepat di tanggal 23 Juli 2022. sementara kita udah beli tiket berangkat tanggal 21 Juli balik tanggal 24 Juli. Duh nanggung amat yah. Secara ketentuan paspor sudah harus urus baru sebelum masuk perhitungan masa berlaku 6 bulan. Pengen dicuekin tapi kok ya rasanya tidak aman. Daripada apes ye kan pada sat check in maupun pemeriksaan imigrasi, jadinya mending di urus saja. Continue reading

Let’s Go Under (Buniayu Cave)

WhatsApp Image 2022-07-25 at 5.27.35 PM

Setelah manjat di Gunung Parang, dapat ajakan lagi ke untuk menjelajah Gua Buniayu di Sukabumi.
To be honest, saya sebenarnya gak terlalu demen masuk ke dalam permukaan bumi. Gelap, lembab, basah. Tapi pengen juga tau rasanya menyusuri gua secara vertikal. Gua Buniayu termasuk jenis gua bisa disusur secara vertikal dan secara horisontal. Selama ini beberapa kali masuk gua horisontal yang emang sudah didesain untuk dikunjungi dengan mudah tanpa perlu harus berbasah-basah dan sudah terang dengan cahaya alami maupun buatan. Diluar negeri pernah explore Gua Manjang di Jeju, sekitar 1 km berjalan didalam gua kurang lebih sekitar 1jam. Masuk dan keluar dari pintu gua yang berbeda. Pernah juga ke Gua Thien Cung di Halong Bay Vietnam yang stalaktit dan stalakmitnya berbentuk unik ada yang menyerupai naga, burung phoenix dan lain sebagainya. Kalo di Indonesia, pernah ke gua Allo dan gua Berlian di Sombori, Morowali, Sulawesi Tengah. Goa Berlian, goa yang cukup luas didalamnya terdapat stalaktif yang kalo pencahayaannya pas akan keliatan berkilau seperti berlian. Continue reading

Nepal van Java

WhatsApp Image 2022-07-18 at 11.19.38 AM

Saya mendarat ke Surabaya lagi. Kali ini untuk menghadiri acara nikahan rekan sekantor. Udah janji sama Sofar untuk datang kesana. Waktu itu lagi tinggi-tingginya kasus Omicron yang bikin rekan kantor dan keluarganya banyak yang harus isoman. Padahal niatnya pengen ke Surabaya rame-rame. Saya baru  selesai isoman di Makassar kurang lebih 2 minggu waktu itu. Ya udahlah daripada gak ada dari kantor yang datang, biar saya mewakili asalkan ke Surabaya lewat jalan darat bawa driver. Saya ngajak anak-anak dan kakak saya. Saya baru 4 hari ketemu mereka masa saya tinggal lagi, biar mereka juga kebagian jalan-jalan. Kita berangkat hari Jumat, tiba tengah malam di Surabaya. Sabtu pagi acara nikahan, jam 10an Sofar dengan gagah dan senyum yang paling sumringah menggandeng istrinya ke panggung. Abis itu mengarah pulang ke Bandung. Masih spare waktu sehari yang bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Belum ada tujuan yang pasti. Pilihannya ke Solo, Dusun Semilir Semarang atau Nepal van Java Magelang. Pengen ke Nepal van Java tapi bingung lagi nginap dimana. Tidak banyak penginapan yang kontaknya ada di mbah google. Sekalinya ada, pas ditelpon katanya full. Saya nanya apakah ada penginapan lain yang direkomendasikan, katanya gak ada.  Ada lagi yang lain tapi lama responnya. Rupanya disana sinyal hp kurang bagus, jadi slow respon. Sekitar jam 5 sore ada yang balas wa saya, menginformasikan homestay ada available. Fix, kami menuju kesana. Pengen merasakan nuansa pedesaan yang sejuk dan segar saat bangun pagi besok. Sekitar jam 10 malam kami tiba di Nepal van Java.

5 Fakta Nepal Van Java Magelang dengan Pemandangan Epik dan Majestik -  Celebrities.Id

Continue reading

Roadtrip to Ijen & Bali (2)

WhatsApp Image 2022-07-17 at 9.56.48 PM

Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Ketapang. Sebelum ke Pelabuhan Ketapang, kami mampir ke RM Srengenge Wetan, rumah makan yang persis terletak di 0 km Banyuwangi. Biar tau makanan khas Banyuwangi seperti rujak soto, nasi tempong dan lain sebagainya. Nasi tempong asli Banyuwangi, tapi terkenalnya malah di Bali. Nasi tempongnya enak, tapi rujak soto kurang sesuai dengan selera saya. 

Abis itu, lanjut nyari tempat swab antigen. Waktu itu persyaratan nyebrang ferry wajib melampirkan surat keterangan hasil swab. Di dekat pelabuhan banyak tempat swab antigen. Dan harganya lebih murah dibanding di kota. Di kota rata-rata 99ribu, di dekat pelabuhan hanya 60ribu. Lumayan selisihnya jika dikali 5 orang. Cuma harus hati-hati juga memilih tempat tes karena saat itu lagi beredar kabar ditemukannya tes covid bodong di daerah pelabuhan. 

Boarding ke ferry berjalan lancar. Tiket booking di aplikasi ferizy.com. Total harga tiket untuk berlima plus mobil adalah 220ribu rupiah. Lama menyeberang Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk kurang lebih 45 jam. Saya memanfaatkan waktu untuk booking sisa hotel lainnya di Bali. Done, booking day 2 di hotel Pullman Bali Legian Beach seharga 580ribu termasuk sarapan, day 3 di Merusaka Nusa Dua (dulu namanya Inaya Putri Bali) seharga 673ribu termasuk sarapan, day 4 di Le Meridien Jimbaran seharga 478ribu. Jadi total harga sewa penginapan kami di Bali selama 4 malam sekitar 2,2juta. Bintang 5 loh, kalo ngecek harga sekarang di Merusaka Nusa Dua untuk kamar deluxe di hari biasa 2,8juta/malam. What a nice bargain. Continue reading

Roadtrip to Ijen & Bali

WhatsApp Image 2022-07-16 at 7.55.15 PM

Trip terjauh kedua setelah lintas Sumatera adalah ke Bali. Penasaran pengen menjajal tol Trans Jawa sampai Surabaya, penasaran sama Ijen, udah lama mau ke Ijen dan waktu itu Ijen baru buka kembali untuk pendakian setelah sekian lama ditutup akibat covid, pengen ke Bali saat Bali masih sepi dan ngecess liat harga hotel bintang 5 lagi murah-murahnya trus anak-anak langsung semangat begitu tau ada rencana ke Bali. Biasanya anak-anak nolak karena gak mau terganggu fokus sekolah/kuliah. Ini mereka siap online dari mana saja.

Seperti biasa ini trip dadakan. Meski sudah ada niat tapi mesti nyari momen yang pas untuk ngambil cuti dan pengajuan cuti diapprove. Harus mastiin juga gak ada kegiatan kantor yang penting dan mendesak dimana saya wajib terlibat seperti meeting dadakan, kunjungan/pendampingan bos-bos dan lain sebagainya. Momen pengajuan cuti waktu itu adalah pada saat ada jeda antara pergantian bos. Bos yang lama pensiun, nah disitulah saya mengajukan cuti ke pejabat pengganti sementara bos. Gak mungkin gak diacc. Hehehe.

Perjalanan menuju Bali dimulai hari Minggu. Saya ada trip yang udah direncanakan jauh hari sebelumnya bareng teman untuk explore Gua Buniayu Sukabumi dihari Sabtunya. Berangkat ke Sukabumi hari Jumat setelah pulang kantoran. Supaya gak terlalu capek, saya bawa driver. Jadi tinggal molor aja di jalan. Tiba lagi di Bandung hari Sabtu jam 10 malam. Lanjut packing untuk barang-barang dibawa ke Bali.

Kali ini temanya staycation di hotel *5. Jadi niatnya mau booking 4 hotel yang berbeda selama 4 malam dan menikmati fasilitas yang ada di hotel saja. Mumpung harga pandemic, saya cek banyak promo hotel *5 berkisar 450rb-900rb/malam. Kapan lagi ngajak keluarga nginap di hotel *5 di Bali, ye kan. Continue reading

Sumatra Overland (2)

IMG_3016Itinerary kami selama perjalanan:

Day 1 : Bandung-bandara Soekarno Hatta-Merak-Bakauheni-Lampung-Palembang

Day 2: Keliling kota Palembang terus, Perjalanan ke Jambi, cuma transit nginap

Day 3: Perjalanan ke Padang

Day 4: Perjalanan ke Bukit tinggi, balik nginap di Padang

Day 5: Perjalanan ke Palembang

Day 6:Perjalanan ke Lampung, nginap di rumah kakak

Day 7: Ke Pulau Tegal Mas, balik nginap di Lampung

Day 8: Perjalanan menuju Bandung

Total jarak sekitar 3200km pulang pergi. Ini salah satu perjalanan terwow yang pernah saya lakukan. Apalagi nyetir sendiri. Adek saya juga bisa nyetir tapi lebih suka disetiri.  Amel malah udah sebenarnya udah punya pengalaman nyewa mobil dan nyetir sendiri saat di New Zealand dan Iceland.

Di Palembang, pagi-pagi sudah keluar untuk nyari sarapan Pempek Beringin. Saya penyuka pempek, jadi rasanya bahagia berada di pusat Pempek. Nyicip pempek abang-abang harga seribuan yang ada di sebelah Pempek Beringin menurut saya itu udah enak. Kami masih akan nginap di Palembang lagi saat otw dari Padang. Jadi masih ada kesempatan untuk kulineran. Continue reading