Sharing trip Siem Reap

20170423_070623

Sunrise at Angkor Wat

Sebulan setelah trip UK, saya ke Siem Reap memanfaatkan libur long weekend. Tiketnya lumayan murah KL-Siem Reap hanya 750ribu tapi belinya persis 1 tahun yang lalu. Jauh sebelum pemerintah mengeluarkan edaran libur nasional dan cuti bersama, saya udah hunting tiket di tanggal yang memungkinkan saya bisa liburan atau ambil cuti. Rencananya hanya bertiga, tetapi semakin mendekati hari H bertambah lagi 4orang. Jadinya reuni SD kecil-kecilan karena semuanya berasal dari SD Mangkura angkatan yang sama, plus ada 1 teman yang bawa ibunya.  Meeting point di KLIA2, ada yang start dari Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Penerbangan KL-Siem Reap jam 06.30 pagi. Kita udah tiba malam sebelumnya. Sebagian besar dari kami hanya nongkrong di KLIA2 sampai tiba waktu terbang. Ada yang di kursi di depan pintu kedatangan, kalo saya memilih begadang ngerjain tugas kantor (internet lancar jaya). Habis trip ini saya harus ikut program upgrading kantor di Bogor dan ada tugas yang harus diupload sebelum masuk program itu. Saya kira tugasnya kayak tahun lalu cuman diminta baca materi pre-reading, eh ternyata tugasnya banyak. Bikin summary 4 artikel berbahasa Inggris plus bikin paper. Baca emailnya baru pada sudah di KLIA2 sih, padahal udah 2 hari ada di email, hehehe. Untung bawa laptop. Saat otak tak bisa lagi diajak berfikir, saya ke mushalla meluruskan badan di area keberangkatan. Gak bisa lama-lama di mushalla karena gak tahan dinginnya. Ketemu sama teman-teman menjelang check in saja. Continue reading

Advertisements

Ketinggalan Paspor

Image result for gambar paspor indonesia

Pernah ketinggalan paspor saat akan berangkat ke luar negeri? Duh, saya mengalami sudah 2kali. Pertama, di Osaka baru sadar kalo ketinggalan di 7 jam sebelum terbang ke Tokyo. Dan ternyata ketinggalannya di Kyoto 60km dari Osaka, sementara saat nyadar ketinggalan paspor udah tengah malam. Cerita lengkapnya disini.

Kedua, di Makassar baru nyadarnya 4jam sebelum terbang ke KL. Ketinggalannya di Palopo, 400km dari Makassar. Padahal tiba di Makassar hari Kamis sore masih anteng sampai Jumat pagi. Baru ketahuan ketinggalan saat ngatur bawaan di ransel. Di Palopo memang gak sempat atur barang, buru-buru ke Makassar tanpa cek and ricek lagi. Continue reading

Kepulangan yang tertunda

20170327_095700

antrian untuk pengalihan maskapai

Waktunya pulang ke tanah air. Ada keanehan saat web check in. Check in London-KL gak ada masalah, jadwal berangkat jam 09.25 dan tiba H+1 jam 06.45, tapi pesawat lanjutan ke Jakarta dirubah jadi sore yang bikin tidak connect dengan pesawat lanjutan dari Jakarta ke Makassar. Jadi kita mutusin untuk lebih pagi ke bandara untuk konfirmasi. Saat di tube, nyari info di twitter MH, sudah ada informasi pesawat kita LHR-CGK dibatalkan. Katanya sih ada penggantian mesin pesawat Airbus A380. Duh. Trus cek di website MH, infonya delay sampai jam 16.40. Duh mana yang benar. Tiba di bandara, kami sekalian merefund kartu Oyster. Lumayan kan dapat refund sisa deposit sekitar 9GBP. Tiba di counter MH, kita langsung diberikan selebaran dan diminta mengantri untuk pengalihan ke maskapai lain. Antrian udah panjang banget. Jam 12 siang, kita dikasih voucher makan 10GBP masing-masing orang. Sayang gak banyak tempat makan di terminal 4 bandara Heathrow. Vouchernya pun hanya cukup untuk beli roti tuna dan minum. Sampai jam 15.00 akhirnya diberitahu bahwa tiket ke Jakarta untuk hari itu sudah tidak available lagi. Padahal cek di web, Garuda masih available tapi harganya lumayan selangit. Mungkin susahnya karena  kita bersepuluh. Kita tetap berupaya menunggu dan berharap dicarikan tiket hari itu juga. Pagi tadi sempat mereka nyari penumpang tujuan Singapore untuk didahulukan. Seandainya ambil tiket itu saja dan sisa nyari tiket sendiri dari Singapore ke Jakarta mungkin udah duduk manis di pesawat. Sayang gak manfaatin kesempatan itu. Kita disaranin untuk menunggu di hotel yang mereka sediakan sambil menunggu kepastian. Kita mengalah ikut saran itu, namun ada 2 orang dari kami tetap menunggu di counter sampai mereka dapat tiket berangkat hari itu. Aries dan suaminya keberatan kalo harus tinggal 1 hari lagi. Mereka akhirnya dapat tiket Emirates transit Dubai jam 20.40 hari itu juga. Saya kirim email ke email-email yang ada diselebaran pemberitahuan pembatalan, menyarankan agar kita diusahakan tiket Garuda keberangkatan tanggal 28Maret. Sampai selesai makan malam di hotel, kami belum juga dapat kepastian. Masih ada petugas Liason Officer MH yang menunggu. Sama dia, kita minta dicarikan info tentang tiket kita. Dan dapat info bahwa untuk tiket Garuda atas nama saya sudah confirm. Yang lainnya belum, katanya sedang diissuedkan. Duh. Kita diminta untuk ngecek besok pagi. Continue reading

Jalan-jalan ke Warner Bros Studio Tour, lokasi pembuatan film Harry Potter

Perkenalan saya dengan Harry Potter termasuk telat. Bukan kudet, tapi dulu gak suka sama film tentang magic, dunia kegelapan, horor, film perang tempo dulu, komedi slapstic dan science fiction. Sukanya sama film yang menggambarkan kehidupan dunia nyata, apalagi film romantis cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Tapi makin kesini, selera film juga berubah yang tadinya tidak suka menjadi suka. Sisa 1 jenis film yang sampai sekarang gak suka yaitu film horor. Nanti di film ke-3 Harry Potter, baru saya mulai menikmati jenis film ini. Berawal dari pinjam buku Harry Potter berbahasa Inggris punya tetangga. Meski bahasa Ingggris saya pas-pasan, tapi bisalah saya menyelesaikannya. Udah pernah punya pengalaman baca buku Faceoff  berbahasa Inggris dan ternyata ngerti kok, padahal belum pernah nonton filmnya yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicholas Cage. Sejak selesai baca buku Harry Potter, saya jadi penasaran untuk nonton filmnya.

Mumpung jalan-jalan ke negaranya Harry Potter, kita sempatkan untuk ke tempat pembuatan film ini. Agak telat tau kalo harus beli online ticketnya. Pas ngecek di H-22, banyak tanggal yang sudah sold out termasuk tanggal yang kita inginkan. Saya ngecek terus nyaris setiap hari, sampai akhirnya bisa terbeli 10tiket seharga 37GBP/orang untuk masuk jam 15.30. Jadi jika ingin kesini sebaiknya beli sekitar 45hari sebelum hari H, biar enak milih jamnya. Continue reading

The Beatles Story, Liverpool

If there’s anything that you want,
If there’s anything I can do,
Just call on me and I’ll send it along
With love from me to you.

Lagu ini selalu jadi pembuka hari dan jadi mood booster saat masih kuliah dulu. Begitu bangun tidur, putar kaset Beatles yang lagu pertama di kaset itu adalah From Me To You. Dan itu awal mula saya menyukai band ini, meski gak maniac. Continue reading

Old Trafford Stadium Tour Manchester

20170323_192407

Red at the Reds

20170323_192914

The United Trinity

Rasanya juga gak lengkap ke UK tanpa berkunjung ke stadion bola. Saya jadwalin ke Etihad Stadium markasnya Manchester City,  ke Anfield markasnya Liverpool dan Old Trafford markasnya Manchester United. Saat ini 3 klub ini secara berurutan menduduki peringkat 3,4 dan 6 klasemen liga Inggris. Peringkat 1,2,5 secara berurutan Chelsea, Tottenham, dan Arsenal yang semuanya berkedudukan di kota London. Trus direncanakan cuma 1 stadion yang kita akan ikut stadium tour yaitu Old Trafford. Saat planning, ada yang ngasih ide kenapa gak sekalian merasakan sensasi nonton bola Liga Inggris. Setelah dicek cuma ada satu pertandingan yang akan main selama kami di UK yaitu antara Manchester City dengan Liverpool di Manchester tanggal 19 Maret, sehari setelah kita tiba. Sayang tiketnya sold out, mungkin karena klub favorit yang main, lagian kita ngeceknya juga agak terlambat. Ngecek jadwal berikutnya, klubnya kurang dikenal, tiketnya yang paling murahnya masih bisa terbeli online. Sempat juga kepikiran untuk merasakan euphoria supporter yang gak punya tiket nonton tapi ada disekitar stadion. Cuman waktu itu sudah beli tiket pesawat London Edinburgh tanggal 21. Pengaturan itinerarynya jadi rada ribet. Sempat kepikiran begitu tiba di London, kita langsung bermobil dari bandara ke Manchester. Nyewa mobil sampai 3 hari, kemudian balikin mobil di Stansted Airport, naik pesawat ke Edinburgh. Opsi ini gak kita ambil. Pertama, harus nyewa 3 mobil kecil. Bisa sewa 2 mobil untuk 7 dan 5 orang tapi jatuhnya gak ekonomis dan harus memikirkan space buat koper besar kita. Kedua, banyak yang tidak merekomendasikan untuk tidak nyetir dalam kondisi baru saja terbang jauh. Ini referensi dari trip advisor atas pertanyaan serupa. Tapi ternyata saya melakukannya juga saat pulang dari UK, London-Jakarta, lanjut Jakarta-Makassar, non stop dijemput di bandara langsung nyetir tanpa diganti sampai Palopo dari jam 10 malam tiba jam 5 pagi. Dan langsung masuk kantor. Saya sendiri gak nyangka bisa begitu, ini pertama kalinya nyetir tengah malam tanpa ngantuk dan tanpa berhenti. Ketiga, belum lagi menghadapi risiko nyasar, trus juga tidak direkomendasikan berkeliling kota Manchester pakai mobil sewaan. Tempat parkirnya jauh-jauh dan biaya parkir mahal juga. Ada lagi opsi menggunakan kereta atau naik bus ke Manchester. Setelah melalui berbagai pertimbangan, ini juga tidak kita pilih. Akhirnya semua sepakat ke itinerary awal, yang paling efisien, ekonomis dan effortnya nyantai saja, 3 hari santai-santai menikmati kota London, lanjut terbang cantik di sore hari ke Edinburgh dan menikmati 2 hari disana, lanjut naik kereta ke Manchester dan balik London sampai tiba waktunya pulang. Tidak mudah membuat itinerary, karena segala aspek harus dipikirkan. Tapi buat saya, ini adalah bagian dari traveling yang paling saya suka.

Jam 5 pagi kita geret-geret koper ke stasiun kereta Waverley Edinburgh. Jam 6 kereta berangkat menuju Manchester. Pemandangan  sepanjang perjalanan keren, sana sini masih tampak banyak salju masih menyelimuti. Sekitar jam 10 nyampai di Manchester. Jalan kaki 5 menit dari stasiun kereta ke aparthotel tempat kami menginap untuk titip barang, abis itu balik lagi ke stasiun buat naik tram ke Old Trafford.

IMG-20170323-WA0171

diluar kereta banyak titik salju

Continue reading