Semua akan (P)Indah pada waktunya

Udah 3 bulan ini saya tinggal dan kerja di Bandung. Masuk ke lingkungan yang baru, kultur yang baru, teman yang baru, bahasa yang berbeda tentu saja membuat deg degan. Pertanyaan yang terlintas, bisa gak ya secara cepat bisa di terima di sini? 20 tahun saya menghabiskan hidup di Sulawesi. Sekolah sampai S2 di Makassar, penempatan kerja pertama di Makassar, lalu pindah Palu, pindah ke Manado, pindah ke Pare-pare, pindah ke Palopo, dan kembali ke Makassar lagi. Senang bisa balik ke pitstop lagi yaitu di Makassar, senang bisa tinggal di rumah sendiri lagi, senang bisa kumpul keluarga utuh setelah 11 tahun pisah-pisah, senang menghadiri berbagai acara keluarga/arisan.

Namun saya sadar, suatu saat harus pindah juga. Tidak selamanya kita akan berada dalam suatu tempat atau posisi. Cepat atau lambat pasti akan berputar juga. Namanya juga kuli kantor yang diawal sudah menandatangani surat pernyataan bersedia ditempatkan di mana saja. Saya juga typical orang yang bisa jenuh di suatu tempat kalo kelamaan. Selain saya yang butuh penyegaran, tim di kantor saya pun butuh juga penyegaran.  Dengan begitu semangat kerja bisa terbarukan kembali. Menurut saya siklus pindah yang ideal adalah sekitar 3 tahun sekali.

Continue reading

Belanja Online

Udah ditulis lama tapi lupa diposting hihihi.

Salah satu belanjaan online tapi untuk baju koko couple ayah n anak.

Selama masa pandemi ini yang bikin harus dirumah aja dan gak boleh kemana-mana, saya jadi keranjingan belanja online. Mungkin karena banyak waktu kali ya buat ngutak ngatik, milih-milih yang mau di beli. Soalnya terkadang saya butuh waktu cukup banyak untuk mutusin. Bandingin harga barang yang sama di beberapa toko, liat review terutama yang ada fotonya, liat diskusinya, liat semua barang yang dijual di toko itu mana tau ada barang lain yang menarik. Mungkin juga keranjingannya karena provider toko online tempat saya beli ini ongkirnya murah cuma 8ribu untuk berat barang sampai dengan 1kg pengiriman dari Jakarta ke Makassar. Untuk dapat ongkir segitu, minimal pembelian 50ribu.

Continue reading

Toilet Training

Salah satu target Work From Home (WFH) saya adalah Ghazy sukses toilet training (TT). Kriteria sukses TT adalah udah lepas diaper sama sekali. Emang gak berhubungan dengan kerjaan sih, hehe. Tapi penting karena emang udah harus toilet training. Sekarang Ghazy udah 2 tahun 3 bulan. Katanya sih waktu yang tepat untuk mulai edukasi toilet training dimulai umur 18 bulan. Cuman saya menunda terus untuk mulai. Repotnya itu yang bikin malas memikirkan harus membersihkan pipis/pup yang berceceran dimana-mana. Ghazy begitu lahir langsung full diaper, gak sanggup saya pake popok kain. Soalnya gak ada yang khusus ngurusin Ghazy. Gak ada baby sitter ataupun ART.

Continue reading

Bikin SIM Internasional

IMG_0941Salah satu persiapan nyetir di luar negeri adalah bikin SIM Internasional. Meski di beberapa negara, tanpa SIM Internasional pun bisa  seperti di Australia, Negara ASEAN seperti Malaysia, Singapore, Thailand  dan  lain sebagainya. Tahun 2014 di Perth, kami nyewa mobil cukup nunjukin SIM Indonesia saja. Hanya saja tiap negara beda-beda jangka waktu yang diperbolehkan bagi SIM dari luarnegeri, ada yang hanya maksimal sebulan tapi ada juga yang sampai 12 bulan. Lebih dari itu harus apply SIM negara setempat. Jadi sebaiknya pastikan syarat dan ketentuannya jika ada rencana nyetir di negara tertentu.

Untuk lebih amannya, baiknya bikin SIM Internasional sih. Di awal tahun lalu, karena mau keliling beberapa negara Eropa, saya bikin SIM itu. Saya bikinnya beberapa bulan sebelum terbang ke Paris. Sementara pak suami bikin SIM Internasional pas jeda transit di Jakarta alias beberapa jam sebelum terbang ke Paris. Sebenarnya pak Suami yang akan nyetir selama di Eropa, tapi kesempatan untuk bikinnya pas sekalian ke Jakarta untuk proses terbang ke Paris. Kalo ada hal tak terduga yang menghambat, ada saya yang udah siap jadi driver selama di Eropa. Alhamdulillah prosesnya mudah dan cepat. Berangkat dari Makassar jam 06pagi tiba di bandara Soekarno Hatta jam 07pagi waktu sana. Anak-anak saya tinggal di bandara bersama koper-koper. Bersama Pak Suami dan Ghazy menuju Korlantas Polri di MT Haryono.

Dokumen yang harus disiapkan adalah: Continue reading

Aral ketika mau Traveling

Ada saja kendala saat mau traveling. Seperti saat mau ke Taiwan hari Rabu sore, tiba tiba dapat kabar Direktur mau datang ke Makassar hari itu dan akan melakukan kegiatan sampai Minggu. Saya langsung bilang sama Amel adik saya sekaligus travelmate kali ini, kayaknya saya gak jadi ke Taiwan. Amel langsung kebingungan, soalnya dia gak pernah travel sendiri. Bukan karena gak pinter jalan sendiri, tapi dia canggung sendirian. Disatu sisi berat juga ninggalin kerjaan kalo kondisinya kayak gini, di sisi yang lain kayaknya saya butuh piknik. Jadi hari rabu itu saya tetap nyiapin ransel buat keperluan traveling dan ditaruh di kantor. Kali kali aja ada miracle yang bikin saya berangkat. Jam 1siang jemput bu bos dibandara dan langsung menuju Pangkep. Rencananya akan mampir dulu ke Maros untuk makan siang. Diperjalanan setelah ngobrol-ngobrol soal progress pekerjaan, terjadilah percakapan ini.

Continue reading

Menjadi Host Airbnb

host (2)

Host Teladan

Saya udah lama jadi member airbnb. Airbnb adalah semacam situs booking akomodasi tapi yang ditawarkan lebih beragam seperti rumah pribadi/apartment/hostel/rumah kebun dan sebagainya. Setiap kali traveling, saya juga tetap melihat-lihat akomodasi yang ada di airbnb. Sekalian bandingin harga dengan penyedia situs online lainnya. Sudah pernah booking juga apartment di London tapi beberapa saat kemudian hostnya minta reservasi dibatalkan dengan alasannya salah memberi harga. Memang sih murah, apartmentnya mewah dan di pusat kota. Makanya tanpa berfikir panjang langsung saya booking. Akibat pembatalan tersebut, saya mengalami kerugian selisih kurs sekitar 200ribu. Refundnya 100%, tapi kurs dollar pada saat pengembalian lebih rendah dibanding pada saat saya booking. Saya sempat komplain ke airbnb namun tidak ada tanggapan. Continue reading

Out of COT (MBM 2019)

Tadinya mau kasih judul ‘Finish tapi bukan Finisher’. Namun setelah ngecek Race Result MBM (Maybank Bali Marathon) ternyata Finish tapi gak dapat COT (Cut Off Time) itu statusnya adalah DNF (Do Not Finish). Hiks sedih. Cut Off Time untuk Half Marathon 3jam 30menit, sementara saya finishnya 3jam 45menit. Beda 15menit saja.

Ini kali pertama saya mengikuti event run dan sekali daftar buat ikut Half Marathon. Road to MBM 2019 baca disini. Saya dibilangin COT nya 4 jam untuk Half Marathon. Pas ngambil race pack baru tau ternyata COTnya 3jam 30 menit. Duh padahal rutenya tanjakan. Ya udahlah the show must go on. Continue reading

Menyusuri Pantai Losari dengan Stand Up Paddle Board

705c3b81-16b4-4a73-ad42-3f28429a6e5c

Bos besar datang ke Makassar. Disela-sela kegiatan yang sangat padat, beliau request untuk menjajal Stand Up Paddle Board di Makassar. Beliau memang penggiat olahraga yang bisa dibilang olahraga yang masih baru di Indonesia. Olahraga ini juga digemari oleh Susi Pujiastuti Menteri Kelautan. Belakangan semakin banyak selebritis dunia seperti Mark Zuckerberg, Rihanna dan lain sebagainya. Namun di Makassar belum banyak yang tau, di toko perlengkapan olahraga air  juga waktu itu belum punya bayangan mengenai olahraga ini. Stand Up Paddle (SUP) adalah olahraga mendayung sambil berdiri diatas papan surfing. Aktivitas ini melatih kekuatan, cardio, keseimbangan, dan fleksibilitas di seluruh bagian tubuh.

Kami memutuskan untuk main di Pantai Losari di sore hari. Temanya urban paddling. Pastinya keren dengan latar belakang kota Makassar.

Di awal latihan, saya jatuh bangun saat mencoba SUP. Dan gak enaknya itu, jatuhnya ke air butek. Hehehe. Tidak mudah menjaga keseimbangan diatas Paddle Board. Kemudian diajarin langsung sama  Pak Agus, bos besar. Mungkin karena diajarin langsung sama suhunya, jadi malu kalo gak bisa. Saya diajak paddling start dari Pantai Pasir Putih dekat masjid 99 kubah ke arah dekat Hotel MGH. Alhamdulillah lancar-lancar saja, diajarin beberapa teknik mendayung, berdiri dan menjaga keseimbangan. Tapi begitu sampai rumah, badan rasanya mau remuk gak karuan dan susah tidur. Saya meringis karena otot lengan dan punggung  terasa panas. Padahal besok paginya, pak Agus mau ngajak paddling ke arah Pulau Lae-lae. Saya udah mau menyerah untuk tidak ikut paddling pagi itu, tapi sayang juga kalau kesempatan belajar paddling saya lewatkan lagi. Sebelum berangkat ke pantai, saya minum mefinal biar mengurangi nyeri yang masih terasa dan alhamdulilah jadi sedikit setrong lagi. Continue reading

Car Seat (Roadtrip di Eropa)

Berhubung ke Eropa bawa baby dan sewa mobil selama disana, maka baby selama di mobil wajib menggunakan car seat. Di negara maju hukumnya wajib. Bayi baru lahir belum boleh pulang dari Rumah Sakit kalo tidak punya car seat. Ada negara yang mewajibkan penggunaan car seat sampai anak tingginya 135 cm. Ada juga negara mewajibkan penggunaan car seat sampai umur tertentu, seperti Florida negara bagian AS sampai batas usia 5 tahun tapi negara bagian Virginia wajib sampai anak usia 8 tahun. Tiap negara beda regulasi. Negara seperti Kanada, pembelian car seat wajib ada sticker approvalnya, pembelian carseat di luar Kanada untuk dipakai dinegara tersebut termasuk illegal, dendanya bisa lebih mahal dari ngebut.

Sebelumnya saya tidak pernah sama sekali menggunakan carseat jika bepergian  bawa balita menggunakan mobil. Tahun lalu ke India dan sewa mobil (plus driver) selama disana, gak perlu pakai car seat. Penggunaan car seat di Indonesia masih pro-kontra mungkin karena regulasi lalu lintas kita juga belum mewajibkan penggunaan car seat atau pemahaman soal pentingnya car seat sangat minim di Indonesia. Makanya menggunakan car seat itu masih tergantung pertimbangan masing-masing orang tua. Continue reading

Libur galau

Pasti pada seneng banget dapat libur lebaran yang sangat panjang itu kan? Sayangnya saya senang campur sedih. Gak kemana-mana soalnya. Padahal saya juga dikasih cuti 4 hari plus 1 hari tambahan libur pilkada, masuk kantor baru di tanggal 28 Juni. Saya tuh udah berusaha sekuat tenaga mencari lokasi liburan yang ngepas dengan budget dan yang cocok buat sekeluarga (berlima), tapi nyerah. Tiket pesawat melambung tinggi dan beberapa destinasi urung karena bawa baby. Gak mungkin juga traveling sendirian secara ini waktunya buat keluarga kan. Beberapa destinasi yang menarik minat antara lain:

  1. Turki

Ada last minute deal tiket  Kualalumpur-Istanbul by Turkish Airline hanya 6.5juta pp. Masih bulan puasa. Membayangkan traveling ringan, bangun tidur agak siangan, trus ngabuburit sampai waktu buka puasa. Yang bikin batal karena pak suami gak mau kalo lebarannya di airport. Saat lebaran, kita posisi otw pulang ke Makassar.

2. Maldives

KL-Maldives bisa dapat di harga 2juta an pp, tapi tiket Makassar-KL pp mehonggg sekitar 3 jutaan. Gak rela banget merogoh kocek segitu.

3. Raja Ampat

Destinasi ini dari tahun lalu ngincernya. Tapi karena lagi hamil waktu itu, saya skip. Tahun ini batal lagi, karena jika ditotal lumayan juga 6jutaan perorang. Harga tiket sih masuk budget tapi disananya itu yang costnya lumayan. Jadi mikir juga, karena bawa baby. Kayaknya rempong ke pianemonya.

4. Tour Flores

Tanggal 19Juni itu saya cek pas ada kapal Pelni dari Makasar  ke Maumere, berangkat jam 14.00 tiba jam 08pagi keesokan harinya. Hanya 18jam di kapal, namun ternyata sudah tidak pilihan kamar, semuanya ekonomi. Rupanya Pelni menerapkan kebijakan hanya menjual tiket ekonomi. Kamar kelas 1 dan 2 semuanya di copot pintunya dan dijual dengan istilah Ekonomi eks kelas 1 atau kelas 2. Sekalinya pengen nyoba naik kelas 1, eh malah gak ada. Sekalian mengenang masa lalu naik kapal. Dan ini iritnya lumayan bisa menutupi sewa mobil selama di Flores. Harga tiket kapal untuk berlima cuma 900ribu, masih murah dibanding harga 1 tiket pesawat Makassar-Maumere. Pulangnya baru naik pesawat. Namun batal, karena lagi-lagi dipatahkan semangat sama Pak Suami. Dia sih cuman ngomong, duh masak liburan naik kapal sih.

5. Bali

Cek tiket ke Bali pp gak sampai sejuta/orang. Anak-anak sih semangat ke sana, sayanya yang gak semangat. Bosen, udah berkali-kali kesini meski saya masih belum ke Singaraja dan Nusa Penida. Apalagi ada rencana dinas ke Bali dalam bulan ini.

6. Labengki

Akibat hasil searching, saya malah nemu destinasi baru yang disebut raja ampatnya Sulawesi. Tiket murah, harga opentripnya cukup murah, tapi sayang gak buka opentrip di libur lebaran.

Jadi begitulah, hanya sampai sebatas cek tiket dan envy melihat teman-teman pada liburan. Namun saya masih belum berhenti nyari tiket. Gagal libur saat lebaran bukan berarti gak ada kesempatan libur di tanggal lainnya. Bisa memanfaatkan libur agustus dari hari kemerdekaan sampai Idul Adha. Atau di september pas ada tanggal merah tahun baru hijriah. Pokoknya pantang berhenti sebelum tiket issued. Hehehe. Pada akhirnya saya mengissued tiket Royal Jordanians buat berlima KL-Paris pp dapat di harga IDR 6.6juta/ orang.