OUR EUROTRIP REVIEW MAY 2012

Trip kami berakhir sudah. 16hari di eropa, semakin memperkaya pengalaman travelling kami. Kami berhasil menchallenge diri kami pergi ke sana dengan cara backpacking untuk pertama kali ke Eropa.

Total 7 negara dan 11 kota yang kami kunjungi. Amsterdam (Netherland), Prague (Czech), Budapest (Hungary), Warsaw (Poland), Rome, Venice, Florence, Pisa, Milan (Italy), Lucerne (Switzerland), Paris (France). ini sedikit review kami. Continue reading

Advertisements

MENIKMATI PRAGUE DENGAN BERJALAN KAKI.

Day 5

Angin dingin segera menerpa kami, saat berjalan keluar hostel. Kaget juga kami karena kami hanya mengenakan pakaian selapis tanpa jaket, kirain suhunya sama hangatnya dengan tadi malam. Memang masih pagi banget sekitar jam 6.30 pagi. Continue reading

REVIEW ST CHRISTOPHER MOSAIC HOUSE HOSTEL, PRAGUE

Day 4

Tiba di bandara ruzyne, prague jam 21.30 malam. Suhu udara sekitar 18 derajat, jadi lebih hangat dari amsterdam. Bandara sudah sangat sepi, hanya pesawat kami yang tiba di saat itu. Sambil menunggu bagasi, saya mencari peta gratis dan menukar uang. Gak banyak, hanya 50 euro, untuk biaya transport sekedarnya ke hostel. Kena biaya komisi 5%, 1 euro dihargai 22 CZK, czech koruna. Mencoba mencari informasi bus atau metro namun information desknya sudah tutup. Jadi bingung mau naik apa:-)ke hostel, jadi sedikit menyesal kenapa tidak memesan penjemputan dari hostel. Harga yang cukup mahal 550 czk untuk max 4 orang, bikin kami tidak memanfaatkannya. Harga segitu cukup untuk membayar penginapan kami yang hari kedua. Saya gak menyangka bandara ruzyne jam segitu udah sepi. Karena gak banyak pilihan transportasi, saya ikut arus orang yang naik bus tujuan devicka. Hampir semua orang naik bus itu. Bus itu menuju station metro devicka. Sebenarnya petunjuk arah yang diberikan di voucher hostel adalah kami harus ke stasiun central prague, stasiun hvlani kemudian naik metro red line, turun di stasiun muzeum lanjut naik tram. Namun apa boleh buat, kami mencoba membuat jalur sendiri berdasarkan feeling. Di bus, kami bertanya pada serombongan gadis, mengenai bagaimana menuju karlovo namesti, station metro yang juga dekat hostel. Salah satu dari mereka bilang, dari stasiun devicka turun di stasiun mustek, bertukar ke jalur kuning menuju stasiun karlovo namesti. Semakin mendekati stasiun devicka, bus itu makin ramai. Campur baur bau yang ada di bus itu, bau bir czech yang terkenal murahnya itu yang mendominasi. Di stasiun devicka, saya meminta tolong pada seorang gadis yang saya tau sepesawat dengan kami tadi untuk membelikan tiket. Jam 10malam, loket sudah tutup yang ada hanya pembelian tiket melalui mesin. Bahasanya kagak ngerti, dan pembeliannya bukan berdasarkan point to point seperti mrt pada umumnya namun berdasarkan distrik. Harga tiket bus 40czk per orang dan harga tiket metro 24czk per orang. Satu hal yang saya perhatikan, bahwa tidak semua orang peduli membeli tiket bus dan metro, juga gak ada yang menggunakan kartu langganan. Supir bis juga cuek aja tuh dan di stasiun metro gak ada kontrol karcis seperti stasiun mrt yang ada di negara lain seperti hongkong, shenzhen, singapore, bangkok dll. Karcis yang saya beli gak berguna karena tidak diperiksa, tapi bagaimanapun kondisinya, sebagai pendatang, saya akan tetap beli karcis. Cari aman aja. Kondisi stasiun metro pun kurang terawat, disana sini banyak pilox. Sampai di karlovo namesti stasiun, sy bertanya lagi pada seorang ibu, dimana jalan keluar dengan menunjukkan lokasi di peta. Kemudian memastikan dengan melihat peta sekitar statiun yang ada di dalam stasiun. Stasiun mrt/metro memiliki banyak pintu keluar, salah memilih pintu keluar akan makin bingung dan bisa jadi tersesat. Malu bertanya sesat dijalan, apalagi waktu sudah hampir pukul 11 malam, jika terlambat tiba di hostel lebih dari jam kedatangan yang kita tentukan sendiri, bisa membuat mereka punya hak menjual kamar kita dan tetap mencharge biaya kamar full ke dalam kartu kredit kita. Berhasil keluar di exit yang benar, tetap membuat kami harus bertanya lagi kepada sepasang kekasih dan mereka dengan baiknya berbalik arah untuk mengantarkan kami ke jalan yang kami maksud. Gak jauh sih, tapi sangat berarti bagi kami. Dari situ, kami sudah bisa melihat hostel kami.

Finally, kami sampai di St Christopher, hostel yang kami booking lewat http://www.hostelworld.com. Sesuai dengan reviewnya, hostel ini memang sudah bisa dikatakan hotel. Besar, ada bar, ada restaurant, lift disisi kanan dan kiri, lobbynya gak seperti ukuran biasa hostel pada umumnya. Pada saat kami tiba, di bar lagi ada nonton bareng final liga champion. Kami segera masuk kamar, udah capek banget. Kamarnya juga melampaui harapan kami, suasananya seperti kamar hotel bintang 4. Tempat tidurnya besar dan empuk dengan bantal yang super jumbo. Kamar mandinya bagus lengkap dengan handuk dan toiletries dikemas bagus serta hair dryer, tvnya sudah type lcd. Tapi hanya 1 malam kami di kamar ini, besok kami akan pindah di kamar dorm khusus cewek 26 tempat tidur. Maklum sebagai backpacker, bukan kemewahan kamar yang kami cari namun tempat untuk sekedar tidur dan mandi. Mencari hostel di prague untuk malam minggu susah sekali, full book, kalaupun ada harganya berbeda dibanding hari biasa. Mencoba mencari hotel, harga yang murah hanyalah di hotel hotel yang berlokasi agak jauh dari kota. Jadilah saya membooking 2 kali, malam pertama jenisnya kamar twin private dengan harga 600ribuan perorang permalam, malam kedua jenisnya 26 female dorms dengan harga 160ribuan perorang permalam. Dalam benak saya, kamar 26 female dorms merupakan kamar yang luas yang terdiri dari 13 bunk beds/tempat tidur susun tanpa sekat, sehingga pastinya crowded banget. Namun ternyata modelnya disekat sekat, tetap:-)model bunk bed tapi setiap 2bunk bed disekat full, jadi bunk bed saya hanya berhadapan dengan 1 bunk bed lainnya. Kemudian juga tersedia 4kamar mandi dan 4 wc, sehingga:-)gak perlu berlama-lama ngantri dan terpisah dengan area tempat tidur. Tiap tempat tidur dilengkapi dengan bantal super jumbo, kasur yang enak, lampu baca, selimutnya:-)juga enak dan 1colokan listrik.

Sebaiknya jauh jauh hari membooking, agar banyak pilihan hostel, jenis kamar, dan harga yang tepat.

Hostel ini sangat strategis tempatnya, di depannya ada chinese restaurant. Gak ngerti halal atau tidak. Sekitar seratus meteran ada restoran halal namanya halal meat. Jalan sedikit di pinggir sungai ada libanese restoran. Di depan hotel juga ada warnet dan minimarket. Air mineralnya termasuk murah 15czk perbotol 1,5liter setara 8 ribu. Di dekat charles bridge, harga air mineralnya 40czk. Kemudian menyediakan beras, kebetulan beras seliter yang kami bawa dari indonesia sudah habis. Harganya 59czk seliter. Dekat pula dengan masjid yang ada di pinggir sungai. Untuk menuju tempat wisata juga mudah. Dancing house ada di belakang hotel, charles bridge sekitar 1 km jalan kaki, old town juga sekitar 1km. Kekurangannya adalah disini tidak termasuk sarapan, kalau pengen sarapan tersedia di restaurantnya dengan harga sekitar 5-6euro.

Alternatif hostel yang lain di prague adalah Prague SQuare Hostel. Hostel ini pernah saya booking untuk keperluan pengurusan visa schengen. Lokasinya sangat strategis, di tengah old town dan sangat dekat sekali dengan astronomical clock. Harganya cukup

murah sekitar 100ribuan permalam perorang termasuk sarapan.