Bencana Palu

Lagi ngecek-ngecek draft tulisan yang jumlahnya 30 draft, ceritanya pengen bersih-bersih. Menghapus draft yang sudah gak update ataupun cerita nanggung. Eh nemu tulisan ini. Kenapa gak terposting ya waktu itu? Saya posting aja sebagai kenang-kenangan di masa itu. Posting apa adanya, gak ada yang ditambah ataupun di kurangi.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Tiada yang tau rahasia Allah. Jumat, 28September terjadi bencana gempa, tsunami dan liquifaksi di Kota palu dan sekitarnya (sigi dan donggala).

Continue reading

Ke Ambon di masa Covid

20200724_085046

Penerbangan perdana di masa Covid adalah dinas ke Ambon. Ada technical meeting yang harus dihadiri soal renovasi gedung kantor. Di kantor, baru saya yang memulai untuk terbang melakukan perjalanan dinas. Udah pada disuruh dinas, tapi semuanya menghindar hehehe. Padahal 4 bulan sudah masa covid, saat itu sudah mulai diminta untuk adaptasi new normal. Masih deg degan sih untuk melakukan perjalanan, tapi bismillah saja.  Soalnya ini penting juga, gak bisa ditunda-tunda. Continue reading

Masih sempat ke Ora Beach

20200214_06570920200214_10372120200214_12021720200214_12534920200214_15191420200214_16135020200214_16383620200214_16424420200214_19380820200214_19503420200215_10380920200215_10413220200215_104151
Bersyukur tahun ini masih sempat jalan-jalan tenang sebelum covid-19 melanda. Januari ke Ora Beach dan Turki, Februari ke Mamuju dan ke Hanoi. Jalan-jalan domestik sebenarnya sekalian dinas. Bidang saya dan bidang lain kolabs mengadakan pertemuan teknis di Ambon dan setelahnya saya dan beberapa orang extend untuk ke Ora Beach. Di awal sebenarnya agak ragu, cukupkah waktunya berangkat Jumat pulang Minggu pagi ke Makassar. Namun bro Alias, kakacab di Ambon meyakinkan itu memungkinkan dan kami disupport kendaraan plus drivernya. Thank you bro. Continue reading

Rujak Cingur di Bandung

Ini adalah salah satu makanan favorit saya dari dulu. Cuman di Makassar gak banyak tempat yang jual. Begitu pindah Bandung sejak sebulan lalu, yang saya hunting pertama kali adalah rujak cingur. Minimal sekali seminggu, wajib makan ini. Sering tuh, kalo saya bilang saya suka rujak cingur, ditanya balik tau gak cingur itu apa. Ya taulah congornya sapi alias mulut sapi. Emang kenapa? hehe. Cingur yang bagus itu adalah yang bersih dan putih. Rujak cingur merupakan makanan khas traditional Jawa Timur. Rujak cingur merupakan gabungan rujak buah (nanas, timun, mangga, bengkuang), sayur (kangkung, toge, tahu, tempe) dan irisan cingur kemudian dicampur dengan saus kacang plus petis.

Continue reading

Pengalaman ikut Lomba Marathon Stand Up Paddle

kayak-marathon-tirto-mico-7_ratio-16x9

Sumber foto: dari sini

Tetiba ada email konfirmasi keikutsertaan Belitong Geopark International Stand Up Paddle & Kayak Marathon 2019 (BGISKM) yang masuk di email. Rupanya PIC Stand Up Paddle (SUP) di Kantor Pusat yang mendaftarkan. Dalam lomba tersebut ada tiga kategori yang dilombakan, Stand Up Paddle (terbagi lagi subkategori Marathon dan Race), Kayak Marathon, Traditional Canoe. Saya di daftar di 2 subkategori Stand Up Paddl: Marathon dan Race. Pengalaman main paddle baru seiprit udah didaftarin lomba. Hehehe. Anggap saja ini kehormatan ditugaskan sebagai peserta lomba. Lomba ini sudah memasuki tahun kedua dan masih dipusatkan di Tanjung Kelayang Belitong.

Lomba SUP Marathon hari minggu, kami datang sejak hari Kamis sore. Hari Jumat pagi, latihan sekalian mengecek rute marathon. Rute Kayak Marathon start dermaga tanjung Kelayang, Pos 1 Batu Haji, Pos 2 Pulau Babi Kecil, Pos 3 Batu Berlayar dan kembali ke dermaga Tanjung Kelayang dengan jarak 8km. Medannya cukup berat, di pagi itu angin cukup kencang dan di beberapa area ada yang dangkal tapi penuh dengan terumbu karang. Lumayan capeknya dan kita selesai latihan sekitar tengah hari. Sorenya kita ikut pembukaan BGISKM secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Babel. Continue reading

Menjadi Host Airbnb

host (2)

Host Teladan

Saya udah lama jadi member airbnb. Airbnb adalah semacam situs booking akomodasi tapi yang ditawarkan lebih beragam seperti rumah pribadi/apartment/hostel/rumah kebun dan sebagainya. Setiap kali traveling, saya juga tetap melihat-lihat akomodasi yang ada di airbnb. Sekalian bandingin harga dengan penyedia situs online lainnya. Sudah pernah booking juga apartment di London tapi beberapa saat kemudian hostnya minta reservasi dibatalkan dengan alasannya salah memberi harga. Memang sih murah, apartmentnya mewah dan di pusat kota. Makanya tanpa berfikir panjang langsung saya booking. Akibat pembatalan tersebut, saya mengalami kerugian selisih kurs sekitar 200ribu. Refundnya 100%, tapi kurs dollar pada saat pengembalian lebih rendah dibanding pada saat saya booking. Saya sempat komplain ke airbnb namun tidak ada tanggapan. Continue reading

Out of COT (MBM 2019)

Tadinya mau kasih judul ‘Finish tapi bukan Finisher’. Namun setelah ngecek Race Result MBM (Maybank Bali Marathon) ternyata Finish tapi gak dapat COT (Cut Off Time) itu statusnya adalah DNF (Do Not Finish). Hiks sedih. Cut Off Time untuk Half Marathon 3jam 30menit, sementara saya finishnya 3jam 45menit. Beda 15menit saja.

Ini kali pertama saya mengikuti event run dan sekali daftar buat ikut Half Marathon. Road to MBM 2019 baca disini. Saya dibilangin COT nya 4 jam untuk Half Marathon. Pas ngambil race pack baru tau ternyata COTnya 3jam 30 menit. Duh padahal rutenya tanjakan. Ya udahlah the show must go on. Continue reading

Menyusuri Pantai Losari dengan Stand Up Paddle Board

705c3b81-16b4-4a73-ad42-3f28429a6e5c

Bos besar datang ke Makassar. Disela-sela kegiatan yang sangat padat, beliau request untuk menjajal Stand Up Paddle Board di Makassar. Beliau memang penggiat olahraga yang bisa dibilang olahraga yang masih baru di Indonesia. Olahraga ini juga digemari oleh Susi Pujiastuti Menteri Kelautan. Belakangan semakin banyak selebritis dunia seperti Mark Zuckerberg, Rihanna dan lain sebagainya. Namun di Makassar belum banyak yang tau, di toko perlengkapan olahraga air  juga waktu itu belum punya bayangan mengenai olahraga ini. Stand Up Paddle (SUP) adalah olahraga mendayung sambil berdiri diatas papan surfing. Aktivitas ini melatih kekuatan, cardio, keseimbangan, dan fleksibilitas di seluruh bagian tubuh.

Kami memutuskan untuk main di Pantai Losari di sore hari. Temanya urban paddling. Pastinya keren dengan latar belakang kota Makassar.

Di awal latihan, saya jatuh bangun saat mencoba SUP. Dan gak enaknya itu, jatuhnya ke air butek. Hehehe. Tidak mudah menjaga keseimbangan diatas Paddle Board. Kemudian diajarin langsung sama  Pak Agus, bos besar. Mungkin karena diajarin langsung sama suhunya, jadi malu kalo gak bisa. Saya diajak paddling start dari Pantai Pasir Putih dekat masjid 99 kubah ke arah dekat Hotel MGH. Alhamdulillah lancar-lancar saja, diajarin beberapa teknik mendayung, berdiri dan menjaga keseimbangan. Tapi begitu sampai rumah, badan rasanya mau remuk gak karuan dan susah tidur. Saya meringis karena otot lengan dan punggung  terasa panas. Padahal besok paginya, pak Agus mau ngajak paddling ke arah Pulau Lae-lae. Saya udah mau menyerah untuk tidak ikut paddling pagi itu, tapi sayang juga kalau kesempatan belajar paddling saya lewatkan lagi. Sebelum berangkat ke pantai, saya minum mefinal biar mengurangi nyeri yang masih terasa dan alhamdulilah jadi sedikit setrong lagi. Continue reading

Danau Tiga Warna Kelimutu: Jelajah Flores (3)

QGNE6235

Sunrise at Kelimutu

Perjalanan ke Moni, desa di kaki Gunung Kelimutu rasanya panjang dan lama soalnya bisnya banyak mampir ngambil penumpang dan mampir jika ada penumpang yang mau beli beraneka macam sayur, buah dan lain sebagainya. Saya pikir bisa nyampe jam 1siang ternyata nyampe di Moni jam 4 sore. Sempat singgah makan juga di kota Ende. Murah, seporsi 4T (Tahu, Tempe, Telur dan Terong) +plus lalapan hanya 17ribu.

Di Moni, saya booking Antoneri Lodge seharga 225ribu/malam. Sempat maju mundur juga booking soalnya reviewnya gak terlalu bagus. Katanya ada bule kecurian disini dan kurang bersih. Tapi penginapan yang lain juga reviewnya biasa-biasa saja. Saya di sambut pak Oscar, dia lalu menunjukkan kamar dan meminta saya memilih. Saya memilih kamar pertama yang ditunjukkan. Itu sudah memenuhi harapan saya. Kamar yang lain lebih luas, tapi ini pun sudah cukup. Yang terpenting kamar tidak bau lembab, Tempat tidur bersih, kelambu bersih, lantai bersih, dinding tidak lembab, kamar mandi bersih dan ada air panasnya. Ada warung makan muslim di sebelah lodge, cuman gak sempat nyoba karena udah sempat bungkus nasi buat bekal makan makan malam sewaktu makan di Ende tadi. Saya juga minta dicarikan ojek sama Pak Oscar yang bisa antar ke Danau Kelimutu ntar subuh. Pak Oscar minta dibayar langsung dimuka 100ribu ongkos ojek pulang pergi karena katanya kalo gak dibayar dimuka biasanya ojek suka gak datang. Saya jadinya saya kasih uang tanda jadi saja dulu 50ribu, biar ada ikatan.

Jam 4 subuh, ojek datang menjemput. Jalanan menuju Kelimutu National Park sudah sangat bagus. Sekitar 20menit dari Moni. Motor parkir dan saya pun mulai berjalan menapaki anak tangga. Sudah ada beberapa turis dari luar yang juga berjalan menuju Danau Kelimutu. Panorama Kelimutu paling apik pada saat sunrise. Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang ada di Flores, memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya yang dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki 3 warna berbeda, merah putih dan biru. Danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan/tenung. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Serem ya, untung saya baca setelah melakukan perjalanan ini hehehe.

Saya berjalan ditemani lampu senter dari smartphone. Tampak kejauhan pendar-pendar cahaya dari orang yang sedang berjalan menuju puncak. Tidak sulit menapaki anak tangga, karena cukup landai dan jaraknya pun tidak jauh hanya sekitar 1.3km. Berjalan 20-30 menit sudah akan sampai ke puncak.

IMG_8943

Matahari terbit dengan indahnya. Awalnya saya hanya melihat 1 danau saja yaitu danau Ata Mbupu , namun ketika semakin terang, tampak dibelakang danau ini adalah danau Ata Polo. Keren banget. Continue reading

Bajawa: Edisi Jelajah Flores (2)

IMG_8332

Kampung Bena

IMG_8243

Kampung Luba

Kegiatan kantor  di Labuan Bajo selesai hari Jumat. Namun saya minta tiket pulang dibookingkan sampai Minggu. Kemudian saya beli tiket sendiri Ende-Labuan Bajo seharga 500ribu. Niatnya sih Jumat pagi saya melakukan perjalanan ke Waerebo dan nginap disana. Waerebo adalah perkampungan adat unik yang ada di Flores. Untuk kesana panjang prosesnya kalo naik transport umum. Dari Labuan Bajo naik bus trus nyambung ojek trus nyambung jalan kaki kurang lebih 2.5jam. Selesai dari Waerebo saya mau naik bis ke Moni, desa di kaki Gunung Kelimutu. Menikmati sunrise di Kelimutu abis itu ke Ende untuk naik pesawat ke Labuan Bajo. Sayang rencana sebagian tidak terealisasi. Jumat pagi masih ada acara rekreasi bersama dengan para pejabat tinggi. Gak bisa kabur hehehe. Wajib Main paddling di sekitar private beach Ayana Resort. Continue reading