TRANSIT DI KL

Ada perubahan jadwal penerbangan Jeddah-KL yang mundur 45menit dari seharusnya, menyebabkan saya harus mereschedule connecting flightnya. Daripada mengambil risiko, aman kalo pesawatnya terbang tepat waktu tapi kalo pakai delay 30 menit saja sudah gak bisa kekejar pesawatnya. Gak mungkin juga terburu-buru secara pulang dari Jeddah pada membagasikan kopernya. Jadi harus nungguin koper dan sebagainya. Jadi saya reschedule  KL-Makassar untuk keesokan harinya. Harus nginap dulu di KL. Sempat galau juga mau menginap dimana. Paling enak sih di Tune Hotel KLIA2 tapi tarifnya lumayan mahal 750rb/malam. Jadi saya putuskan nginap mengambil 2 kamar di Tune Hotel Downtown KL, 290ribu/malam. Udah lama pengen mencoba menginap disini. Biasanya setiap kali harus nginap di KL, saya pindah-pindah hotel/hostel, biar dapat nuansa yang berbeda lagi. Next time, mau nyoba nginap di daerah KL Sentral lagi.

 

Continue reading

KE BAITULLAH KU KAN KEMBALI

20160119_092530

Umroh Backpacker goes to Jabal Rahmah, tempat pertemuan Adam dan Hawa. Dari ki-ka: P Adnan, mbak Nazlah, mbak Liyush dan ibunya, Mbak Afi, Ibu dan Bapak Madiri, Uwaknya mbak Afi, Ustadz Imam, Kajol dan ibunya, saya, Bu Nadrah dan mertua. Nulis nama biar ingat terus. Hehehe

Dari Madinah, kami niat berumrah mulai dari Miqat Bir Ali. Tak henti-hentinya kami mengucap talbiyah, karena kesempatannya hanya pada saat di bus dan pada saat meninggalkan hotel di Makkah menuju mesjid. Prosesi umrah  dilakukan ba’da Isya. Alhamdulillah berjalan lancar dan selesai sekitar jam 12malam. Istirahat dan jam 4subuh bersiap-siap lagi ke masjid. Sebenarnya berat banget badan untuk bangun menjelang shalat shubuh. Masih kecapaian. Cuman sayang juga kalo harus shalat Shubuhnya di hotel secara pahalanya beda jauh. Shalat di Masjidil haram pahalanya 100ribu kali shalat di tempat lain. Demikian halnya juga di Masjid Nabawi, meski pahalanya lebih sedikit dibanding Masjidil Haram, kami tetap berupaya untuk bisa shalat di Masjid. Sayang kan, jauh-jauh dari Indonesia. Continue reading

MANASIK DAN JABAL MAGNET

20160116_090412

Berempat di masjid Quba

Umrah Backpacker ada manasiknya gak? Ada. Paling tidak H-1 sebelum umrah, kita bisa minta muthawwif untuk melakukan manasik. Tapi kebetulan travel yang kami pakai barusan juga menyelenggarakan umrah reguler. Jadi bisa nebeng ikut manasiknya. Manasik sempat diselenggarakan di Jakarta, Medan dan Makassar. Beberapa teman yang satu rombongan sempat mengikuti manasik yang di Jakarta. Adik saya saja yang sempat hadir manasik di Makassar. Yang lain gak bisa termasuk saya, domisilinya terpencar-pencar dan gak punya kesempatan untuk hadir. Meski demikian kami gak terlalu kuatir, belajar bisa dari mana saja. Di Madinah selama 4 hari masih ada kesempatan untuk mematangkan persiapan umrah. Continue reading

DITEMANI MUTHAWWIFAH KE RAUDHAH

Setengah mengantuk, kami menunggu  waktu buka pintu untuk menuju raudhah. Lamaa banget. Pengalaman umrah yang lalu biasanya habis Isya sudah mulai ada rombongan ke Raudhah secara bergiliran. Ini sudah jam 9 malam, pintu belum dibuka. Saya mencoba untuk berdiri ngantri di depan pintu sambil menutupi wajah dengan jilbab. Maksudnya agar askar yang menjaga tidak mengetahui kalo kami perempuan Indonesia. Tapi tetap juga ketahuan, karena saya tidak sendiri. Ada teman-teman lain yang pake mukena. Yang pake mukena disana hanya orang Melayu. Susah emang kalo mau menyamarkan diri bergabung dengan orang Arab secara beramai-ramai. Hihihi. Umrah yang lalu lolos-lolos aja karena saya hanya bersama 1 teman dan gak pake mukena.

Continue reading

JAJAN SAAT UMRAH

10176237_10204480716412718_7828084815155829346_n

Gerai-gerai makanan di dekat pelataran Masjidil Haram

Enaknya umrah backpacker, kita diberikan pilihan apakah Land Arrangement (LA) dengan makan atau tanpa makan. Kalau di umrah regular, sudah pasti biaya yang kita bayar sudah termasuk makan. Kebanyakan grup umrah backpacker memilih LA tanpa makan, konsumsi menjadi tanggung jawab masing-masing. Saya pribadi lebih memilih LA tanpa makan, ibadah jadinya tidak tergantung dengan jadwal makan dan bebas memilih jajan sesuai selera.  Saya dari dulu gak terlalu doyan makanan catering atau makan di hotel. Cepat bosan. Apalagi ini 9 hari. Dan saya bawa anak-anak, yang belum tentu cocok dengan menu catering.  Lagian, misalnya nih pake catering, keinginan jajan atau mencoba kuliner pasti tetap ada. Ya gak? Potensi kemubaziran bisa terjadi. Continue reading

INI KANG EMIL ATAU BUKAN?

Saat perjalanan turun dari puncak Jabal Nur, kami bertemu dengan seseorang yang mirip Kang Emil. Sontak kami langsung berfoto-foto sama si dia. Kapan lagi, pikir saya. Siapa tau besok-besok jadi Presiden, udah ada punya koleksi foto bersama.

Padahal sebenarnya saya gak terlalu minat foto sama seleb kecuali kalo ketemu sama Nicholas Saputra. Hehehe. Khusus Nico, gak apa-apa deh ngantri buat foto sama dia atau berebutan foto. Kalo yang lain lewat aja deh atau tergantung sikonnya aja deh.

Beberapa hari sebelumnya, ipar saya yang tinggal di Bandung ngasih info bahwa kali-kali aja ketemu sama Kang Emil yang sedang berumrah. Nah begitu saya posting foto di grup WA keluarga, dia bilang bukan Kang Emil. Hihihi, jadi bingung. Kalo ngecek di internet, Kang Emil berumrah sampai tanggal 21 Januari, nah pas ketemu itu di tanggal 20 Januari. Gak habis pikir, kok bisa banget kebetulan ketemu sama yang mirip Kang Emil disaat Kang Emil memang lagi pergi berumrah.Hahaha. Wallaahu alam.

Ngecek berita lagi, ternyata Kang Emil itu sudah ada di Indonesia pada tanggal 21 Januari, menghadiri acara ground breaking kereta cepat Jakarta Bandung di Walini. Jadi beliau mempercepat umrahnya supaya bisa hadir di acara itu. Jadi tambah bingung.

12722576_10206318783550957_832364555_o

hasil chit chat ama ipar

Kalo bener bukan beliau, ih lebay banget tuh orang. Hehehe.

Just intermezzo.

 

 

 

 

 

ZIARAH KE GUA HIRA

20160120_094626

nyantai di Jabal Nur

Saya paling bersemangat ketika Ustad Imam, muthawwif kita ngajaki ke Jabal Nur, tempat Gua Hira berada. Biar umrah kali ini ada nuansanya. Karena ini tidak termasuk dalam city tur travel. Yang berminat ada 7orang dari rombongan kami termasuk suami dan Aya. Tidak banyak yang ikut sudah keder duluan melihat Jabal Nur saat city tur sehari sebelumnya. Ke Jabal Nur, kami sewa taxi, ngambilnya di dekat hotel kami di daerah Misfalah. Aman, ada Ustad Imam yang nawar taxinya. Hanya 5real per orang sekali jalan, taxinya Innova pas lah buat kami bertujuh.

20160120_092442

di Jabal Nur dengan pemandangan Kota Makkah

Continue reading

PILIHAN HOTEL UMRAH BACKPACKER

foto hotel al shourfah

Di depan Al Shourfah New Hotel, Madinah

Hotel kami di Madinah adalah  Al Shourfah New Hotel, sekitar 150meter dari Gate 16 Masjid Nabawi. Merupakan hotel besar berlantai 14. Liftnya ada 5, tapi tetap saja di waktu-waktu menjelang shalat dan pulang shalat, menunggu lift bisa bikin stress. Untungnya semua dapat kamar di lantai 5, kalau kepepet masih bisa pakai tangga.  Continue reading

U-Be-Pe 2016

20160114_014322

di ruang tunggu bandara KLIA2

Salah satu permohonan doa saat berumrah di tahun 2014 adalah keinginan untuk kembali dan diberikan kesempatan mengunjungi Baitullah bersama suami dan anak-anak. Waktu itu janjian sama Mbak Afi, panjang umur bisa berumrah bersama 2 tahun kemudian dan bawa anak-anak. Alhamdulillah, diberi kesempatan itu, dapat tiket promo Airasia Makassar-KL-Jeddah pp di bulan Januari 2015 untuk keberangkatan Januari 2016 dengan harga 6,5juta. Teman yang saya sempat tawari agak ragu-ragu dan sempat berujar, “Gak takut naik Airasia? Waktu itu, lagi marak pemberitaan kecelakaan pesawat Airasia yang terjadi sebulan sebelumnya. Yaelah, Bismillaahi tawakkaltu sajalah. Ajal gak tergantung sama merek pesawat, tapi terjadi dengan ketentuan dan ketetapan Allah, baik kapan maupun dimananya. Ke Perth, ke Yangon dan ke Osaka/Tokyo tahun lalu semuanya menggunakan pesawat Airasia. Total rombongan umrah backpacker (U-Be-Pe) kali ini sampai last minute mau berangkat berjumlah 27orang dengan Mbak Afi sebagai tour leadernya.

Continue reading

YUK UMRAH BACKPACKER

 

20160114_014629Barusan baca headline berita koran lokal di Makassar, sekitar 70 calon jamaah umrah terlantar di Kualalumpur gegara maskapai yang mau dipakai untuk memberangkatkan mereka sudah tidak beroperasi sejak 3 bulan lalu. Lho?  Sebelumnya sempat baca berita 800 calon jamaah umrah gagal berangkat gara-garanya travelnya bangkrut. Dana uang muka yang di kumpulkan rupanya diinvestasikan ke bisnis batubara dan industri batu bara mengalami krisis. Gak kebayang, niat indah melihat Baitullah buyar seketika. Umrah seperti ini biasanya menawarkan paket hemat umrah 14-18juta, cukup DP 5 juta dan dijanjikan berangkat satu tahun kemudian. Sistem seperti ini cukup riskan karena rentang waktu yang lama dan sepenuhnya menggantungkan harapan berangkat pada travel tersebut. Lebih baik, jika punya dana, lakukanlah segera meski harga sedikit mahal namun langsung berangkat.

Alternatif lain, ada cara hemat untuk berumrah yang sekarang semakin hits yang dikenal umrah backpacker. Baca postingan sebelumnya: Umrah Backpacker Hemat dan Mudah.

Continue reading