TRANSIT DI KL

Ada perubahan jadwal penerbangan Jeddah-KL yang mundur 45menit dari seharusnya, menyebabkan saya harus mereschedule connecting flightnya. Daripada mengambil risiko, aman kalo pesawatnya terbang tepat waktu tapi kalo pakai delay 30 menit saja sudah gak bisa kekejar pesawatnya. Gak mungkin juga terburu-buru secara pulang dari Jeddah pada membagasikan kopernya. Jadi harus nungguin koper dan sebagainya. Jadi saya reschedule  KL-Makassar untuk keesokan harinya. Harus nginap dulu di KL. Sempat galau juga mau menginap dimana. Paling enak sih di Tune Hotel KLIA2 tapi tarifnya lumayan mahal 750rb/malam. Jadi saya putuskan nginap mengambil 2 kamar di Tune Hotel Downtown KL, 290ribu/malam. Udah lama pengen mencoba menginap disini. Biasanya setiap kali harus nginap di KL, saya pindah-pindah hotel/hostel, biar dapat nuansa yang berbeda lagi. Next time, mau nyoba nginap di daerah KL Sentral lagi.

 

Ujung-ujungnya saya buka 1 kamar di Tune Hotel KLIA2. Gak menyangka barang-barang kami ternyata banyak sekali plus zamzam. Gak sanggup untuk bawa ke kota. 1 taxi gak bakal muat untuk semua barang-barang. Jadinya saya booking 1 kamar buat taruh barang. Kajol dan ibunya yang nempati, sementara saya dan keluarga tetap nginap di kota. Hehehe. Udah terlanjur janjian ketemuan di hotel sama istrinya ustadz, muthawwif jamaah umrah reguler dari travel yang sama dan bawain 5 galon zamzam. Maksud nginap di kota sebenarnya pengen jalan-jalan juga, tapi apa daya sampai di hotel, malas banget mau kemana-mana. Cuma makan malam di kedai di pinggir jalan.

Ke KL naik bus, ini pertama kalinya nyoba naik bus dari KLIA2. Dulu biasa naik bus tapi dari bandara lama (LCCT). Sekarang harus beli tiket busnya di loket. Tiket Skybus (busnya Airasia) dan Aero bus dibandrol harga yang sama 11RM. Turunnya tetap di KL Sentral. Dari KL Sentral menuju monorail, bangunannya sudah terkoneksi. Jadi gak perlu memutar dan melewati jalan raya. Cukup naik eskalator mengarah ke Nu Mall dan ikuti petunjuk menuju monorail. Gampang kok. Naik monorail sampai ke Tuanku Abdul rahman station. Hotel kami sekitar 200m dari situ.

Pas balik menuju bandara, gak disangka ketemu sama tetangga di Palopo di dalam monorail. Padahal kami gak janjian, meski tau mereka juga sedang ada di KL. Sama-sama mau ke bandara tapi mereka masih lanjut ke Singapore. Hahaha. What a small world.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s