NAIK MEGABUS AMSTERDAM-BRUSSEL-PARIS

Salah satu cara termurah keliling Eropa adalah dengan naik bus. Jika rajin memantau tiket promo, bisa dapat bus antar kota hanya seharga 1 Euro. Lebih murah dari ongkos pipis di toilet umum di Venice, hehehe.

IMG_7723

Megabus

Saya sih gak berhasil dapat tiket bus harga segitu. Amsterdam-Brussel 4.5Euro dengan lama perjalanan 3 jam, Brussel-Paris 6Euro dengan lama perjalanan 5jam. Belinya bukan pas saat tiket untuk tanggal yang saya inginkan sudah available dibeli. Mungkin pas buka pertama harganya bisa 1Euro, namun saya belinya 10hari sesudah tiket sudah available dibeli. Atau bisa jadi tergantung hari, tiket weekend cenderung lebih mahal di banding tiket weekdays. Tiket dapat dibeli 45 hari sebelum keberangkatan. Tapi harga segitu juga tetap terasa murah. Harga kebab saja 4.5Euro. Amsterdam-Brussel naik kereta paling murah 26Euro, lama perjalanan 2jam. Brussel-Paris naik kereta paling murah 52Euro, lama perjalanan 1jam 22 menit. Hematnya berasa, terlebih kami sudah tidak perlu mengeluarkan biaya nginap, karena nginap di bus Brussel-Paris. Continue reading

Advertisements

ZAANSE SCHAANS

IMG_7574

Tujuan berikutnya di Amsterdam adalah melihat kincir angin (windmill) orisinil di Zaanse Schaans. Gak sah ke Holland kalo gak foto di depan kincir angin. Saya pun belum pernah kesini sebelumnya. Dulu sempat berfoto dengan kincir angin di Taman Tulip Keukenhof tapi gak orisinil dalam artian tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Kami keluar jam 6 pagi. Udah berhitung waktu, harus balik ke hotel dan check out jam 10 pagi. Telat check out kena extra charge. Kalo check out pada saat keluar pagi itu dan nitip barang di hotel kena biaya 3Euro per pieces. Ogah. Sementara bus kami ke Brussel berangkat jam 11 pagi.

 

IMG_7668

Jump..jump…

Dari hotel naik tram ke Amsterdam Central. Ke Zaanse Schaans pilihannya bisa naik bis dan naik kereta. Semuanya dari Amsterdam Central. Naik kereta Sprinter harga tiket lebih murah 7 Euro pp, perjalanan sekitar 17menit turun di stasiun Koog Zandijg, kemudian jalan kaki sekitar 30menit (diwebsite resminya disebutkan 10 menit, ukuran jalan orang Eropa kali). Kalo naik bus Connexxion no 391 10 euro pp, perjalanan sekitar 40 menit, jalan kaki 10 menit. Kami memilih naik kereta saja, karena katanya pemandangan selama jalan kaki menuju Zaanse Schaans sangat menawan. Emang bener sih. Indah. Continue reading

HADEUH, SALAH BOOKING

20160505_223759

I am (in front of Rijks Museum)

 

20160505_220726

In front of  Hotel Leidsplein

Dengan santainya saya menyodorkan selembar email bookingan hostel StayOkay Stadsdoelen ke resepsionisnya dan ternyata dia bilang gini, “I think we have a problem with your booking, this booking was for yesterday”. Alamak. Saya balik meneliti bookingan itu. Dodol, itu check in nya tanggal 4 Mei. Tanggal itu sih saya masih otw ke Kuala Lumpur. Lemes deh. Lalu saya minta solusi. Sayangnya hari itu mereka full, 2 hostel Stayokay lainnya juga nyaris full. Hanya Stayokay Vondelpark available 3orang. Gak bisa juga karena kami berdelapan. Sama petugasnya dibantu telponin hostel lain, tapi full juga. Saya juga minta ijin pakai wifi disitu, nyari penginapan lain di booking.com. Pilihannya terbatas sekali untuk hotel disekitar situ. Saya gak pengen nyari hotel yang jauh dari pusat kota. Menurut info si resepsionis, Amsterdam emang lagi ramai terus. Tanggal 4-5 Mei adalah hari libur disana. Untungnya si resepsionis sangat membantu. Ketika saya minta referensi tentang hostel yang menurut saya murah dan strategis di booking.com, dia menawarkan hotel yang berdekatan dengan hostel itu dan menunjukkan letak hotel itu di peta. Saya lalu minta di telponin hotel itu, untuk konfirmasi harga. Mau bandingin harga online dengan harga per telpon. Beda tipis saja, beli online masih bayar lagi city tax saat check in sementara harga per telpon sudah all in 550Euro untuk berdelapan. Omg, mahalnya, hostel Stayokay  yang salah booking ini hanya 220Euro. Apa boleh buat. Si resepsionis juga menawarkan untuk memesankan 1 taxi jumbo untuk kami semua biar gak usah susah-susah nyari hotel itu. Cuma pada akhirnya juga taxi itu tetap gak bisa turunin kita persis di depan hotel karena daerah itu terlarang untuk mobil. Kita diturunkan di jalan tempat hotel ini berlokasi tapi masih sekitar 200m dari hotel itu. Continue reading

MENGURUS VISA SCHENGEN DI KEDUTAAN BESAR BELANDA

Proses bikin janji untuk datang ke kedutaan besar Belanda.

Karena kami berdelapan, awalnya di bulan Februari saya mencoba membuat appointment untuk grup. Tapi habis register, tak lama kemudian masuk notifikasi di email bahwa pendaftarannya tidak valid, appointment dibatalkan. Beberapa kali mencoba, saya nyerah dan kemudian mendaftar individual. Appointment untuk individual mulai dari jam 08.00-10.30, sedangkan appointment untuk grup mulai dari jam 14.00-16.00. Daftar individual lancar-lancar saja. Namun per 1 Ip address hanya dibatasi 4 orang, jadi yang 4 orang lain saya daftar via laptop yang ada di rumah.  Saya memilih slot jam 10.30 ( 1 slot kuotanya 20 orang). Pertimbangannya, saya berencana terbang  dari Makassar ke Jakarta pada hari yang sama jam 06.30 dan dari bandara langsung ke kedutaan. Maklum saya cuman minta cuti 1 hari saja. Berencana pengen di tanggal 28 Maret tapi rupanya kedutaan masih libur tanggal segitu, Jadi milih tanggal 24 Maret 2015 biar selesai pengajuan aplikasi visa, langsung cuss ke Bandung buat reuni ama teman-teman angkatan di long weekend. Sambil menyelam minum air, gak perlu buang duit tiket pesawat khusus buat ngurus visa. Continue reading

OUR EUROTRIP REVIEW MAY 2012

Trip kami berakhir sudah. 16hari di eropa, semakin memperkaya pengalaman travelling kami. Kami berhasil menchallenge diri kami pergi ke sana dengan cara backpacking untuk pertama kali ke Eropa.

Total 7 negara dan 11 kota yang kami kunjungi. Amsterdam (Netherland), Prague (Czech), Budapest (Hungary), Warsaw (Poland), Rome, Venice, Florence, Pisa, Milan (Italy), Lucerne (Switzerland), Paris (France). ini sedikit review kami. Continue reading

BANYAK SEPEDA ONTEL DI AMSTERDAM

IMG_3843

Sarana transportasi yang paling umum di belanda adalah dengan menggunakan sepeda. Gak ada batasan usia, batasan status, batasan jabatan dan sebagainya. Sudah pemandangan biasa, pria berdasi, wanita berjas dan menggunakan sepatu high heels bersepeda kemanapun. Anak bayi atau balita dibonceng bersepeda, sepeda diberikan kursi khusus untuk anak-anak tersebut. Pesepeda dibuatkan jalanan khusus dan parkiran khusus. Jenis sepeda pun biasa saja, kebanyakan sepeda ontel. Mereka gak jaga gengsi, dengan bersepeda menjadikan amsterdam kota yang ramah dengan lingkungan. Gak ada kemacetan dan polusi udara akibat tidak terkontrolnya jumlah kendaraan bermotor.

Ada cerita menarik yang disampaikan angel, guide sandemans free walking tour. Setiap tahunnya kurang lebih 15000 bangkai sepeda ditemukan di kanal amsterdam. Bangkai sepeda tersebut harus diangkat dan dibersihkan dari kanal agar tidak mengganggu transportasi kanal. Sebagai pendatang, angel bertanya kepada orang yang membuang sepedanya, bukan hanya 1-2 orang yang ditanya sampai kurang lebih 24 orang. Dan jawaban mereka hanya satu, sebab mereka mabuk. Yailah, kurang kerjaan banget, mabuk buat mereka jadi membuang sepeda.
Kami semula berencana untuk menyewa sepeda berkeliling amsterdam. Di hostel, tersedia penyewaan sepeda dengan 15euro per 24 jam. Namun amel gak sanggup bersepeda takut kehabisan nafas atau poso. Jiahh, padahal amel punya sepeda lho di ternate. Jadinya kami menikmati amsterdam dengan berjalan kaki.

IMG_3706

Yang mendominasi ferry di depan Amsterdam Central adalah para pesepeda

IMG_3678

Cewek cantik ber high heels dan bersepeda

SANDEMAN FREE WALKING TOUR IN AMSTERDAM

Day 3

IMG_3826

senja di royal palace

Hari ini kami ingin mencoba free walking tour. Kebetulan di hostel tempat kami menginap, stayokay vondelpark bekerjasama dengan sandemans ini. Gak perlu daftar, cukup menyiapkan diri berada disekitar lobby hostel sekitar 10.40 pagi. Petugas sandemans akan mampir dan mengantar kami sampai di meeting point. Dari websitenya, saya dapat informasi walking tour ini gratis, tapi jika anda puas dengan tour ini harus siap memberikan tip diakhir tour yang besarnya terserah anda. Sandemans tidak hanya menyediakan tour gratis, ada juga tour berbayar seperti tour bersepeda, tour coffe shop (mencoba coffe shop yang enak kopinya dan enak marijuananya) atau tour khusus red light district. Juga dapat memesan penginapan pada mereka.

IMG_3757

Angel, our tour guide

Ada sekitar 10 orang yang ikut tour dari hostel, sampai di meeting point yaitu monument nasional total ada sekitar 150 orang. Perjalanan dari hostel ke meeting point dengan berjalan kaki cepat, beberapa kali kami ketinggalan terlebih Melia.

150 orang itu lalu dibagi menjadi 5 group. Group kami dipandu oleh Angel, pria berumur sekitar 50 tahun yang menjadi independent contractor guide yang berasal dari colorado. Sebelum berangkat, dia memperkenalkan diri, menjelaskan aturan main walking tour ini, dan ingin tau tentang asal negara semua peserta yang ada di group ini. Kemudian menjelaskan sejarah the netherlands. Kalau menyimak dengan serius, saya bisa mengerti apa yang disampaikan, namun saya gak terlalu serius menyimak karena disambi dengan berfoto-foto. Apalagi yang menyangkut sejarah, tentang perang dunia, nazi, saya anggap informasi itu banyak tersedia dengan hanya googling.

Jadi saya hanya menyimak yang ringan ringan aja.

Angel mengatakan bahwa prinsip yang dianut oleh negara belanda adalah individual right and personal freedom. Itu sebabnya kenapa prostitusi dilegalkan, marijuana ditoleransi, dan perkawinan gay dibolehkan dinegara ini. Prostitusi hanyalah sebuah bisnis, para pelacur merupakan pekerja sama seperti pekerja formal lainnya yang gak boleh dipandang rendah. Para pelacur di red light district tidak akan membiarkan dirinya dinikmati hanya melalui foto foto atau video. Mereka ataupun security akan keluar merampas kamera yang dipake memotret atau merekam. Anda harus bertransaksi dengan resmi.

IMG_3751

Royal Palace

Menurut angel, orang belanda tidak tau memberi nama pada sebuah tempat. Penamaan hanya simpel berdasarkan kondisi pada saat itu. Contoh old church, new church, royal palace, damstreet (jalan di pinggir kanal), national monument dan sebagainya. Kalau dinegara lain, pasti ada tambahan nama mengacu kepada penguasa atau honorary people atau istilah populer seperti buckingham palace, big ben dan sebagainya.

IMG_3766

Kanal di Red Light District

Tour dimulai dengan sejarah national monument, sy gak terlalu menyimak. Yang saya tangkap adalah rakyat belanda menganggap bahwa canadian people sangat berjasa dalam kemerdekaan belanda. Kemudian dilanjutkan dengan old church yang berada hanya sekitar 50 meter dari red light district. Ada joke yang disampaikan angel sehubungan dengan dekatnya lokasi gereja dan tempat prostitusi. Tapi saya tidak ingin menuliskannya disini.

Di perjalanan, angel menunjukkan tentang adanya beberapa karya seni yang terpasang di jalanan begitu saja tanpa tahu siapa yang membuat dan meletakkannya. Jam 11.30 belum banyak prostitute yang bekerja. Pelacurnya dari yang cantik sexy sampai pelacur gendut keriput. Dari yang mulus sampai yang hitam dekil banyak dakinya.

Angel mengatakan bahwa sebentar lagi kita akan melewati big mama alley, dan benar, melia melihat perempuan tua berukuran jumbo juga jualan diri. Hehehe. Transaksi sex mulai dari 50 euro dengan lama 15 menit. Tapi harus deal benar benar tentang gaya yang diinginkan. Jangan sampai kena tipu. Semakin banyak gaya tentu harus merogoh kocek lebih dalam lagi.

Para prostitute ini berada didalam pintu kaca dengan hanya menggunakan hot underwear dan sibuk bergaya untuk menarik perhatian. Jika deal, pintu itu akan ditutupi gorden tanda sedang ada transaksi di dalam. Saya sempat melihat seorang pria berjas berdasi sedang menggoda mungkin sedang proses tawar menawar.

Tour berlangsung kurang lebih sekitar 3 jam mengelilingi amsterdam dan mengunjungi point of interest yang sandemans anggap menarik. Seperti restoran yang dibangun abad 16 yang masih exist sampai sekarang, tentang area perumahan yang terbakar dan setelah direnovasi, bentuk pintu dan jendela miring miring menyesuaikan dengan konsttuksi bangunan yang agak miring setelah terbakar. Tentang new church, tentang royal palace, tentang kanal yang membelah amsterdam, tentang Narrow house, apartemen yang hanya berukuran lebar 1,5m dan berlantai 3, tentang Hindia belanda trading centre, pusat kontrol hasil bumi dari negara koloni belanda termasuk indonesia, tentang sepeda. Tentang homomonument, masih banyak karangan bunga yang sudah layu, 2minggu sebelumnya ada homo day, memperingati kekejaman nazi terhadap gay. Tentang informasi mengenai cannabis seed, benih pohon ganja. Setiap coffeeshop hanya diperbolehkan menjual max 5 gram kepada 1 pembeli. Jadi kalau butuh 30 gram, datanglah ke 6 coffeeshop yang berbeda. Kami melewati area coffeshop yang terbuka, tampak banyak pelanggan sedang melinting ganja.

Angel juga mampir di toko keju dan mengambil tester untuk dicobakan kepada kami semua.

Apa yang saya harapkan sebenarnya adalah tur gratis yang mengantarkan ke the most touristic places, meski cuman di depan bangunannya. Kemudian memberikan kesempatan bagi kami untuk berfoto-foto. Tur ini bukan tidak menarik, banyak informasi menarik yang disampaikan, namun sayangnya karena ditargetkan harus selesai dalam 3 jam sehingga gak diberi waktu untuk foto foto. Nyambi foto foto agak sulit juga, karena guidenya minta didengarkan terlebih pada kisah yang mengharu biru. Beberapa kali angel berhenti berbicara dan sedikit menatap tajam kepada peserta yang sibuk foto-foto termasuk kami. Walking tour ini sifatnya hanya pengenalan. Meski disebutkan mengunjungi anne frank house, namun kami ditunjukkan lokasi anne frank house dari jauh, duduk melingkar di homo monument dan mendengarkan sejarah kenapa sampai ada homo monument dan tentang cerita perjuangan anne frank melalui buku hariannya. Selebihnya, jika tertarik silahkan datang kembali ke tempat tempat yang diinginkan untuk lebih mendalami. Belum lagi kami orang asia yang harus menyesuaikan dengan langkah kaki orang eropa yang kelihatan nyantai tapi cepat.

Tadinya kami tertarik untuk mengikuti sandemans free tour yang ada di kota yang kami lewati seperti prague dan paris, tapi sepertinya kami akan jalan sendiri. Lebih nyaman, lebih santai dan lebih menikmati perjalanan kami. Tentang history kota kan bisa googling saja.

Tour berakhir, kami memberikan tips 5 euro buat berdua. Ada beberapa orang memberikan tips yang sama seperti kami. Tadinya ingin balik ke hostel, istirahat dulu. Tapi kuatir malas untuk keluar, kami memilih bersantai di depan royal palace, duduk dan membuka bekal makan siang kami. Royal palace terletak di depan national monument tempat meeting point sandemans free tour. Sudah bukan merupakan royal palace yang resmi, royal palace sekarang berkedudukan di denhaag. Di dekat situ, tampak orang yang sedang mengantri masuk di madame tussaud. Kami sudah pernah ke madame tussaud yang ada di hongkong, sehingga sudah punya bayangan seperti apa isinya dan kurang lebih sama isinya, paling ditambah dengan tokoh nasional dan populer versi belanda.

Setelah cukup berenergi, kami kembali ke red light district. Masih penasaran, setelah cukup puas melihat lihat, kami berjalan kaki pulang kurang lebih sekitar 2,0 km. Kami masih mampir di rockshop hard rock cafe yang terletak sekitar 100 meter dari hostel membeli baju kaos cap amsterdam.