ZAANSE SCHAANS

IMG_7574

Tujuan berikutnya di Amsterdam adalah melihat kincir angin (windmill) orisinil di Zaanse Schaans. Gak sah ke Holland kalo gak foto di depan kincir angin. Saya pun belum pernah kesini sebelumnya. Dulu sempat berfoto dengan kincir angin di Taman Tulip Keukenhof tapi gak orisinil dalam artian tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

Kami keluar jam 6 pagi. Udah berhitung waktu, harus balik ke hotel dan check out jam 10 pagi. Telat check out kena extra charge. Kalo check out pada saat keluar pagi itu dan nitip barang di hotel kena biaya 3Euro per pieces. Ogah. Sementara bus kami ke Brussel berangkat jam 11 pagi.

 

IMG_7668

Jump..jump…

Dari hotel naik tram ke Amsterdam Central. Ke Zaanse Schaans pilihannya bisa naik bis dan naik kereta. Semuanya dari Amsterdam Central. Naik kereta Sprinter harga tiket lebih murah 7 Euro pp, perjalanan sekitar 17menit turun di stasiun Koog Zandijg, kemudian jalan kaki sekitar 30menit (diwebsite resminya disebutkan 10 menit, ukuran jalan orang Eropa kali). Kalo naik bus Connexxion no 391 10 euro pp, perjalanan sekitar 40 menit, jalan kaki 10 menit. Kami memilih naik kereta saja, karena katanya pemandangan selama jalan kaki menuju Zaanse Schaans sangat menawan. Emang bener sih. Indah.

Zaan Region, merupakan kawasan industri tertua di Eropa Barat di abad ke 17th. Kurang lebi ada 600 windmill yang beroperasi di kawasan ini, juga merupakan tempat pembuatan kapal. Pabrik kayu, kertas, bumbu, minyak, cat, coklat dan lainnya sebagainya berkembang dengan baik di kawasan ini. Di Zaanse Schaans, terdapat 10 windmill yang masing-masing mempunyai proses produksi yang berbeda. De Huisman, a mustardmill; De Gekroonde Poelenburg, Het Klaverblad dan Het Jonge Schaap , sawmills (penggergajian kayu); De Kat, a dye mill (cat dan warna);  De Os, De Bonte Hen dan De Zoeker, oil mills (minyak).

Meski dibatasi waktu, tapi kami tidak merasa terburu-buru. Cuman memang waktunya gak cukup untuk sampai di windmill. Hari Minggu itu tidak semua windmill buka. Hanya ada 1 windmill yang buka setiap hari dan gratis (catat ya) yaitu Windmill de Huisman, bukanya mulai jam 10 pagi. Yang lain bayar biaya masuk, rata-rata 4Euro. Tapi pemandangan sampai di titik dimana kami harus mutar balik udah juara banget. Selain windmill, banyak yang bisa dilihat. Museum, tempat kerajinan khas Belanda, tempat pembuatan keju dengan jam buka yang berbeda-beda. Untuk info jam buka dan tempat apa saja yang ada di Zaanse Schaans bisa kesini.

Kami tiba kembali di hotel jam 09.30, masih sempat sarapan dengan menu ala kadarnya kopi susu dan roti selai.

20160506_07344720160506_07225420160506_071548

Advertisements

4 thoughts on “ZAANSE SCHAANS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s