Mudahnya mengurus Visa Taiwan

IMG_9871Mungkin ini visa yang paling cepat saya urus hanya dalam hitungan detik. Kaget juga saya tau-tau sudah approved dan siap untuk dicetak. Tapi jangan salah, kemudahan ini berlaku bagi yang udah punya visa USA, Schengen, UK, Canada, Australia, New Zealand dan Jepang. Per 1 Agustus 2019, pemegang Visa Australia, New Zealand dan Jepang yang mau mengajukan ROC Travel Authorization Certificate, visanya harus masih berlaku. Khusus pemegang visa Jepang, wajib melampirkan histori travel ke Jepang. Jika gak punya visa yang disebutkan diatas, maka harus mengajukan visa manual dan berbayar ke Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta. Untuk informasi lebih lengkapnya cek disini.

Sebagai persiapan mengajukan permohonan Travel Authorization Certificate ini dan biar isi formnya lancar adalah kamu sudah punya data paspor dan masa berlakunya, kamu punya data nomor fllight ke Taipei, kamu sudah punya alamat tujuan di Taipei dan kamu harus siapkan nomor visa (salah satu visa diatas). Masuk disini kemudian, pilih bahasa dan mulai mengajukan. Cuman isi formulir selembar, pilih next dan approved. 

Yes semudah itu.

Pilihan Akomodasi di LA, SF, dan Las Vegas

Untuk pilihan akomodasi di trip ini, yang booking adalah travelmate saya. Biasanya sih saya yang milih-milih, cuman berhubung saya waktu itu sibuk banget dan waktu keberangkatan makin dekat, jadinya saya sudah gak sempat mengobservasi pilihan tempat menginap. Pertimbangan untuk memilih penginapan kali ini adalah budget dan lokasi.

Berikut reviewnya:

  1. American Hotel, Los Angeles

Hotel ini dipilih karena dekat tempat kita naik bus Flixbus untuk ke San Francisco. Berada di Art District/LA Downtown. Kata driver Uber yang ngantar kita dari bandara ke hotel ini, jika mau nyari barang-barang nyeni tempatnya di sekitar hotel ini.  Dapat kamar dengan 1 tempat tidur queen dan 1 bunk bed, bisa untuk berempat. Kamar mandi berada di luar kamar. Kebersihan kamar dan kamar mandi bisa diacungi jempol. Di kamar, tersedia 4 air mineral sebagai compliment. Kami cuma semalam disini. Keesokan harinya pagi-pagi check out tapi masih nitip koper (gratis), jam 10 malam kami balik ambil koper dan jalan kaki menuju halte Flixbus yang letaknya di seberang Union Station. Lumayan juga jalan kaki sekitar 20menit. Harga per malam/orang 60.42USD Continue reading

Lima Spot Menarik Di Los Angeles

Los Angeles merupakan salah satu destinasi wisata yang dapat memanjakan mata dan pikiran karena sarat dengan berbagai tempat dan kegiatan yang dapat menghibur. Selama hampir 3 hari ini ada beberapa yang kami kunjungi antara lain.

  1. Griffith Observatory
img_6331

Berat badan saya di Planet Jupiter

Observatorium ini merupakan wisata sains yang populer dengan view Hollywood Sign yang luar biasa yang dibuka tahun 1935. Sayang saat kita datang, hujan gerimis yang menyebabkan kabut tebal menyelimuti area ini. Di Observatorium ini ada pendulum Foucault, yang dirancang untuk menunjukkan rotasi Bumi. Kemudian ada teleskop pembiasan Zeiss 12 inci (305mm) dan ada teleskop surya. Observatorium terbagi 6 area: The Wilder Hall of the Eye, the Ahmanson Hall of the Sky, the W.M. Keck Foundation Central Rotunda, the Cosmic Connection, the Gunther Depths of Space Hall, and the Edge of Space Mezzanine.

Disini juga bisa kita menimbang berat badan ketika berada di planet lain selain bumi. Kayak di Jupiter berat badan kita 2x lebih berat dibanding di bumi. Hal itu disebabkan planet lain punya gravitasi yang berbeda dengan Bumi.

2. Santa Monica

Santa Monica adalah sebuah area di pesisir Los Angeles yang menjadi magnet wisatawan. Katanya sih National Geographic menobatkan Santa Monica sebagai salah satu dari 10 kota dengan pantai terbaik di dunia. Beragam aktivitas juga dapat dilakukan di sini, seperti bermain ditaman hiburan Pacific Park, nongkrong menikmati sunset, berenang, berselancar atau sekedar bermain voli pantai. Kami sengaja datang untuk menikmati sunset disini. Continue reading

Nyantai di Golden Gate Bridge

This slideshow requires JavaScript.

Dari Los Angeles, kami naik bus jam 10 malam dan tiba sekitar jam 5 pagi di San Francisco. Tetiba di hostel, kami numpang mandi, nitip koper kemudian ke Golden Gate Bridge yang menjadi icon kota San Francisco. Sama bapak Uber, kami diturunkan di spot maintstream untuk berfoto dengan latar belakang Golden Gate Bridge. Semua turis baik yang naik bus maupun naik mobil pribadi turunnya juga disini. Pagi itu belum terlalu ramai, masih sekitar jam 8 pagi. Jadi cukup banyak waktu untuk explore di area Golden Gate Bridge ini. Sebenarnya kami sangat pengen ke Alcatraz, sebuah pulau yang terletak di tengah Teluk San Francisco. Sayang saat mau beli online tiketnya sudah sold out padahal masih seminggu sebelum keberangkatan. Padahal udah membayangkan dapat view sempurna Golden Gate Bridge dari kapal yang mengantar ke pulau Alcatraz. Alcatraz ini  dahulu merupakan benteng pertahanan militer sejak 1850 dan kemudian dijadikan penjara keamanan-ketat pada tahun 1934, namun di tahun 1963 penjara itu ditutup selamanya dan dijadikan tempat wisata. Continue reading

Tour 1 Dollar ke Hollywood Sign

img_3656

Pas kita nginap di Walk of Fame Hostel di Los Angeles ada tawaran untuk ikut tour ke Hollywood Sign yang sayang  untuk dilewatkan. Kami langsung menuliskan nama pada form yang ada di papan pengumuman dekat resepsionis.  Tour tersebut gratis, tapi kita wajib menyiapkan 1 dollar buat ongkos bus pulang pergi ke halte terakhir dekat Hollywood Sign.   Tiap hari hostel tersebut menyiapkan berbagai kegiatan menarik yang berbeda-beda untuk para penghuninya. Kami cuman semalam disana, besoknya sudah check out dan proses kembali ke tanah air. Di hari checkout kami memang sudah tidak ada rencana kemana-mana. Paling explore sekitar Hollywood sambil menunggu tiba waktu ke bandara. Continue reading

Wara-wiri di LA, San Francisco dan Las Vegas

Tiba di bandara LA , kami memesan Uber. Awalnya cukup lama juga chat-chatan, kita masih gak ngerti spot untuk pickup Uber. Rupanya mas ubernya dengan Toyota Prius nunggu di keberangkatan. Jadilah kami naik ke area keberangkatan. Begitu tau kita dari Indonesia, si mas ubernya langsung nanya soal gempa palu. Apakah kami tinggal dekat palu, apa ada sanak saudara yang menjadi korban gempa. Ternyata beritanya sampai sana, saat kami datang memang kejadiannya baru berlalu 2 minggu.
Kebanyakan kami naik Uber selama di America. Mobilnya rata-rata Camry. Mumpung kami cuma bertiga jadi asik-asik aja naik Uber. Alternatif transportasi online selain Uber, bisa pake Lyft. Naik uber/Lyft harus tau spot pick up nya. Di beberapa tempat sudah jelas penanda arah/sign dimana harus menunggu.
Di LA kami juga sempat naik Metro, istilah untuk subway atau MRT. Kami beli kartu metro one day trip. Jadi dengan beli tiket 7usd, kita dapat berkeliling seharian dengan moda bus, trem dan metro. Tapi jujur aja, saya merasa gak nyaman naik metro. Stasiunnya agak suram dan sepi. Penumpangnya gak terlalu banyak, metro cenderung sepi. kalo diliat dari tampilan penumpangnya dari golongan middle to low. Tapi ini penilaian selama 2 hari naik metro ya, mungkin tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Saya pake metro one day trip di hari Sabtu dan hari Kamis. Jadi sempat merasakan naik metro seharian pada saat hari kerja dan akhir pekan. Dan pertama kalinya naik subway di luar negeri yang didalamnya ada orang yang jualan. Busett. Yang dijual 1 macam aja seperti earphone seharga 5usd/buah. Pernah juga dapat yang nawarin permen 1usd untuk 5biji.

Continue reading

Lower Antelope Canyon & Horse shoe Bend

This slideshow requires JavaScript.

Gak sah kalo ke sekitar California dan Las Vegas tapi gak ke Canyon, meski waktu tempuhnya sekitar 5jam satu kali jalan. Kami memilih ke Lower Antelope Canyon. Ada juga pilihan Upper Antelope Canyon. Perbedaannya antara lain:
  • Biaya masuk Upper lebih mahal dibanding Lower.
  • Harus turun dan naik menggunakan tangga besi untuk ke Lower dan , sementara Upper tidak. Sehingga bagi yang bermasalah dengan turun tangga seperti orang tua disarankan di Upper.
  • Upper lebih crowded dibanding Lower.
Kami memilih ke Lower lebih karena pertimbangan harga.
Antelope Canyon ini merupakan tempat videoklip I’m not A girt not yet a woman nya si Britney Spears dan Said I Love but I lied nya Michael Bolton. Teman kantor yang liat postingan foto saya di Antelope Canyon, komentar: Ah ibu, baru juga mupeng liat foto cakepnya Titi kamal di situ, ibu sudah pergi saja. Sayanya nyengir.

Continue reading