JAJAN SAAT UMRAH

10176237_10204480716412718_7828084815155829346_n

Gerai-gerai makanan di dekat pelataran Masjidil Haram

Enaknya umrah backpacker, kita diberikan pilihan apakah Land Arrangement (LA) dengan makan atau tanpa makan. Kalau di umrah regular, sudah pasti biaya yang kita bayar sudah termasuk makan. Kebanyakan grup umrah backpacker memilih LA tanpa makan, konsumsi menjadi tanggung jawab masing-masing. Saya pribadi lebih memilih LA tanpa makan, ibadah jadinya tidak tergantung dengan jadwal makan dan bebas memilih jajan sesuai selera.  Saya dari dulu gak terlalu doyan makanan catering atau makan di hotel. Cepat bosan. Apalagi ini 9 hari. Dan saya bawa anak-anak, yang belum tentu cocok dengan menu catering.  Lagian, misalnya nih pake catering, keinginan jajan atau mencoba kuliner pasti tetap ada. Ya gak? Potensi kemubaziran bisa terjadi.

Kalo pas lapar, sisa nyari makanan di sekitar masjid gak perlu repot-repot bolak balik ke hotel. Soal mahal dan murahnya biaya makan tergantung cara kita mengendalikannya. Dapat informasi, jika memilih paket LA dengan makan, harus menambah sekitar 1,5juta.

Supaya menunya bervariasi, saya kombinasi antara bawa makanan praktis dari Indonesia, jajan di luar dan masak sendiri. Gak banyak bawa bekal makanan, coz space koper kan terbatas. Yang dibawa abon, sambal ikan roa, sachet teh/kopi, mie instant 4 biji, snack untuk anak-anak. Gak usah bawa banyak mie instant, karena disana Indomie juga dijual. Gak bawa ikan kaleng atau kornet, bakal disita di imigrasi Malaysia secara kami yang berangkat dari Makassar, gak beli bagasi. Teman yang lain ada yang bawa rendang, sambal teri dan lainnya. Saya juga bawa nutrijel, bumbu instan kokita, bumbu nasi kuning, santan instan 70ml, dan bumbu ayam goreng. Untuk peralatan masak, saya bawa travel cooker dan pan untuk bikin telur dadar/mata sapi kesukaan anak-anak. Ribet? Saya mah udah biasa kayak gini, hehehe. Meski begitu, tetap aja packingnya harus ringkas. Untuk berempat, saya hanya bawa 3 koper ukuran 20inch dan 1 ransel, udah ditakar berat gak boleh lebih dari 7 kg sesuai dengan aturan pesawat Airasia supaya bisa masuk kabin pesawat. Pulang dari sono saja baru beli bagasi.

Sempat ada trouble sedikit, travel cookernya pas dicolok langsung rusak. Hiks. Rupanya saya lupa untuk merubah voltasenya ke 220 volt. 3 bulan sebelumnya travel cooker itu saya bawa ke Jepang dan disana voltasenya 110volt. Terpaksa beli kompor listrik baru yang kecil seharga 25reyal biar program masak-masaknya tetap jalan. Di sana banyak sekali minimarket yang menjual berbagai keperluan masak memasak. Trus ada juga Bin Dawood, toko serba ada seperti Hypermart yang super lengkap. Belanja di Bin Dawood lebih murah dibanding di mini market. Surganya buah, coklat, dan snack. Yang paling penting Bin Dawood ada dimana-mana, di Madinah dekat hotel dan di Makkah ada di dekat pelataran Masjidil Haram. Kelihatannya yang di Makkah buka 24 jam, karena habis shalat subuh sering belanja disitu. Selama di sana, saya sempat 2x masak ayam dan sosis panggang, belinya di Bin Dawood. Ayamnya dipotong-potong, trus diungkep dengan bumbu ayam goreng instan. Sosisnya dipanggang aja pake butter. Telur juga selalu tersedia, entah direbus, didadar atau dimata sapi. Simple dan anak-anak senang.

Nasi disana dimasak dengan minyak dan sedikit rempah ala-ala nasi uduk, gak terlalu cocok buat kami. So, kami beli beras disana lalu masak sendiri. Masak nasi ini bukan hanya untuk keperluan makan berempat, tapi untuk bersebelas hihihi. Yang ikut dalam rombongan diantaranya adalah adik-adik, ipar, sahabat dan sepupu. Apakah mengganggu ibadah?  Gak juga sih, karena ini dilakukan disela-sela kegiatan ibadah. Sebelum shalat subuh, masak 1x. Sesudah shalat subuh, masak 2-3x sambil beres-beres kamar ataupun mandi. Yang gini-gini asal mau menyempatkan diri saja. Ke masjid, selalu nyiapin bekal  nasi buat anak-anak. Jaga-jaga kalo mereka lapar. Di Madinah, kami mudah bolak balik ke masjid karena hotel dekat. Sedangkan di Makkah, abis shalat subuh pulang ke hotel, menjelang shalat dhuhur ke masjid dan tinggal sampai Isya. Masjidil Haram ramai sekali dan menjelang adzan, sudah sangat ketat penjagaannya. Untuk bisa masuk dalam masjid minimal setengah jam sebelum azan sudah disana.

20160122_084140

stock di kamar hotel

Untuk sarapan, roti selalu tersedia dengan selai coklat, keju cheddar dan keju oles. Ada jus juga. Karena disana susah sayur, maka diganti dengan memperbanyak makan buah segar seperti anggur, apel, peach, tomat dan lain-lain. Hotel yang kami tempati baik di Madinah dan Makkah ada kulkasnya.

20160118_171034

Di Commercial Food court Makkah Hilton Hotel, selalu bawa kotak nasi kemana-mana.

Berikut jajanan yang ada disana:

Albaik, ini restoran fast food asli Arab, KFC-nya arab. Enak dan lebih murah dari KFC. 8 potong ayam goreng plus kentang dan roti hanya seharga 23reyal. Di Madinah, Albaik ada di arah Pemakaman Baqi, dari pagar Masjid Nabawi yang disekitar situ sekitar 500m. Kalo bingung dipandu google maps saja plus nanya-nanya dikit. Di Makkah, Albaik ada di food court Makkah Hilton Hotel. Dari pelataran masjid sisa menyeberang jalan ke hotel Hilton naik ke lantai 3. Cuman disini gak ada ayam goreng, cuman jual chicken fillet nugget (10pcs 12 reyal), fish fillet (6pcs 12reyal), dan udang goreng tepung (10 pcs 18 reyal).  Tapi lumayan bikin kenyang dan maknyus. Paling sering makan Albaik, anak-anak gak pernah bosan makan Albaik ini. Ada yang bilang, ada 3 paling yang dikangeni di Arab, masjid Nabawi, Masjid Haram dan Albaik. Hehehe. Emang sih restorannya rame terus. Kalau mau leluasa makannya datangnya sebelum shalat Dhuhur, gak antri. Tapi jangan dibilang kalau sesudah waktu shalat, antrinya minta ampun. Nyari meja untuk makan juga susah sekali. Enaknya antrian wanita dan pria dipisah jadi gak perlu berdesak-desakan.

20160116_143833

Albaik di Madinah, tempat makannya tertutup

Di Food Court Hilton Hotel itu juga banyak gerai makanan sisa memilih sesuai selera, ayam panggang khas turki (Retaj), Burger king, KFC dan lain sebagainya.

 

 

 

 

Broast, sebutan untuk ayam goreng tepung. 8 potong ayam goreng tepung plus kentang yang dibandrol 15reyal. Gerainya ada dimana-mana sih. Soal rasa, masih enakan ayam Albaik.

 

KFC, 4 potong ayam goreng tepung plus roti harganya 23reyal. KFC di sana juga menyediakan udang goreng tepung. Di Madinah, KFC ada di daerah sekitar Bin Dawood (dekat gate 16). Gak sempat nyoba yang disana. Di Makkah, persis di depan Masjidil Haram dekat Zamzam bukanya 24 jam kayaknya. Soalnya habis Subuh, sering beli disitu.

Zamzam restaurant, jual broast, kari ayam dan ayam panggang. Kari ayamnya (10 reyal) cocok sama lidah saya yang gak terlalu suka yang berempah khas arab. Ayam panggangnya juga enak. Seperempat ayam 8 reyal, setengah ekor 15reyal. Masih banyak sih menunya seperti bubur kacang-kacangan dan lain-lainnya tapi yang cocok sama kami cuman yang saya sebutkan diatas. Zamzam restaurant ada di deretan gerai-gerai yang ada dekat pelataran masjidil haram. Abis shalat subuh sampai sesudah shalat isya biasanya beli makanan disini.

Es krim 3 rasa, harganya 3 reyal. Saya menjatah anakku cuman boleh makan es krim 1x sehari kuatir mudah kena flu kalau kebanyakan.

Kalau pengen masakan Indonesia, banyak juga restaurant Indonesia baik di MAdinah maupun Makkah.

Perkiraan biaya makan kami berempat sekitar 4juta atau sejuta/orang. Masih lebih murah ketimbang bayar LA dengan makan.

12742740_10204480716052709_8218691143505955461_n

Piknik ala arab. Beli lauk trus kongkow-kongkow di pelataran

 

 

Advertisements

9 thoughts on “JAJAN SAAT UMRAH

  1. Wah lumayan bisa hemat hampir setengah juta, terus bisa icip-icip kuliner lokal juga, iya saya setuju kalau katering itu biasanya cepat bosan *pengalaman katering saat kos dulu :haha* :)). Saya juga dengar cerita teman yang baru pulang umroh, memang di sana banyak pedagang dari Indonesia ya, bahkan pedagang lokal pun bisa berbahasa Indonesia…

  2. Al baik the best banget bu. Boleh kapan2 share disini cara backpack nya bu.
    Anw, di jakarta udah banyak seller yg bisa PO Al-baik bu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s