Daytrip di Athens

13247722_10207034315158800_1408230424663902203_o

Udah kayak kutu loncat saja saya ini. Loncat sana loncat sini. Nyaris tiap hari berganti negara. Greece merupakan negara ke enam yang dikunjungi pada hari ketujuh di Eropa. Emang sih gak efektif cuman sehari aja di 1 negara, praktis hanya bisa mengunjungi tempat yang paling utama dan wajib bagi traveler. Ngefek juga ke biaya perjalanan. Tapi seperti yang saya bilang di beberapa postingan sebelumnya, sebagai kuli kantor saya hanya mengandalkan cuti tahunan. Itu pun sangat susah jika mau diambil sekaligus. Trus jalannya selalu rame-rame, yang harus memadukan berbagai keinginan. Sekalian pula ngetes endurance untuk jalan maraton kayak gini.

Greece nyaris diskip, kalkulasi biaya cukup mahal apalagi gak ada pesawat low cost dari Barcelona ke Athens, dari Athens ke Venice tempat tujuan terakhir juga mahal gak ada yang langsung. Itinerary yang saya susun sempat mandeg beberapa hari. Akhirnya ketemu rute terbaik dan lebih murah, ada banyak LCC dari Barcelona ke Roma dan juga dari Roma ke Athens, baliknya dari Athens ke Bologna trus lanjut naik kereta ke Venice. Sempat galau lagi, apa langsung ke Santorini ngabisin 2 hari disini atau dibagi sehari di Athens sehari di Santorini. Di Athens ada Acropolis yang sayang banget untuk dilewatkan. Akhirnya dari Roma terbang pagi banget ke Athens, tengah malam lanjut terbang ke Santorini. Continue reading

SEHARIAN DI ROMA

13244205_10207034241436957_447210483649492777_oBelajar dari pengalaman di Paris, saya gak lagi mentargetkan buat ngunjungin banyak tempat di Roma. Cukup 3-4 tempat saja, yang penting-penting saja biar teman-teman gak terlalu capek. Toh saya sama Amel dulu udah cukup puas 2 hari jalan disini sampai gempor. Tujuan kita adalah Colloseo, St. Peter Vatican, Hard Rock Café dan Trevi Fountain. Kami beli tiket one day pass seharga 7Euro buat berkeliling dengan metro dan bus. Metro di Rome baru terdiri dari 2 jalur, Line A dan Line B. Sangat simple.

metro roma

Untuk ke Colloseo Line B hanya 2 station dari Rome Termini ke arah Laurentina. Dari Colloseo balik lagi ke Rome Termini, naik Line A ke arah Battistini turun di Ottaviano ‘San Pietro’ untuk menuju ke Vatican City. Dari Vatican, naik line A ke arah Anagnina turun di station Barberini untuk ke Trevi Fountain maupun Hard Rock Café. Continue reading

Review Two Duck Hostel, Rome

Tadinya gak ada niatan ke Rome. Namun ternyata banyak pilihan penerbangan ke Athens dari sini. Jadi dari Barcelona mampir dulu semalam di Rome. Rejekinya Lanie, 1 teman yang ikut dalam trip ini yang pengen ke Vatican untuk memenuhi keinginan rohaninya. Untung juga milih ke Rome/Vatican. Saat mendekati hari H, tiba-tiba si Lanie ada panggilan kegiatan Rakernas Wasrik di Jakarta. Jadi dengan alasan sudah terlanjur berencana berwisata rohani ke Vatican, dia dapat ijin untuk tidak ikut kegiatan tersebut.

Untuk akomodasi di Rome, pengen milih yang murah saja. Cukup untuk bisa sekedar meluruskan badan sekitar 6 jam dan gak repot harus titip barang dimana. Dari Barcelona kami terbang jam 6 pagi, tiba di Rome langsung ke hostel titip barang, berkeliling Roma dan Vatican sampai malam, trus istirahat sebentar, jam 3 subuh harus ke bandara. Teman di grup Backpackerdunia ada yang merekomendasikan Octaviano Hostel yang jaraknya 50m dari Vatican dengan harga 5Euro/malam/orang untuk sekamar berempat. Murah banget, harga segitu sama dengan biaya penitipan 1 pcs koper di tempat penitipan barang. Memang sih fasilitasnya seadanya tapi kalo dilihat dari fotonya, not bad. Sayangnya, hostelnya sudah penuh saat kami mau booking. Continue reading

Kue Perahu Nangka

20160717_115218

Saat di pasar lihat nangka, tetiba kepikiran pengen makan kue perahu nangka. Kebetulan pengen bikin barongko juga. Jadi tidaknya bikin kedua kue itu tergantung ketersediaan daun pisang di pasar, kadang suka gak ada stock.. Alhamdulillah ada, mungkin karena masih pagi. Sebenarnya bisa tanpa daun pisang, dibuat di pyrex saja tapi rasanya beda dong gak ada aroma daun pisang. Lebih bagus lagi kalo pake daun pandan, lebih harum, lebih cakep bentuk kotak perahunya dan lebih seragam ukuran kotaknya.

Kue ini biasanya hanya ada saat acara pernikahan, sangat jarang dijual. Yang biasa dijual di toko kue tradisional adalah kue perahu polos tanpa nangka. Ini enak juga sih.  Continue reading

JHT 30% untuk Perumahan

Udah pada tau belum, bahwa JHT bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang masih aktif bisa diambil sebelum usia pensiun tiba?

Gak perlu menunggu sampai tua dulu untuk bisa mengambil. Meskipun hanya sebagian yaitu 10% atau 30% tapi lumayan jika punya keperluan penting dan bisa merasakan manfaatnya program BPJS Ketenagakerjaan di kala masih aktif bekerja. Pengambilan 10%JHT bisa digunakan untuk keperluan apa saja dan pengambilan 30% JHT dikhususkan untuk pembiayaan perumahan. Aturan ini berlaku sejak 1 Juli 2015 setelah BPJS Ketenagakerjaan resmi beroperasional penuh.

Yang bisa ngambil 30% JHT adalah peserta yang memenuhi kriteria sebagai berikut: Continue reading

Wara-wiri dengan budget airlines di Eropa

Itinerary yang jauh-jauh memaksa saya harus menggunakan budget airlines dalam perjalanan ke Eropa beberapa waktu lalu. 6xterbang dalam wilayah Eropa dalam 11 hari. Hemat dan cepat. Contoh Paris-Barcelona 20jam jika naik bis harga 14 Euro (harga promo), 6jam naik TGV (kereta) tapi harganya diatas 100Euro, naik pesawat 2 jam harga sekitar45Euro.

Pilihan maskapai pun sangat beragam. Hanya saja semakin murah harga tiket, jam terbangnya pun kebanyakan di jam-jam ajaib seperti pagi-pagi sekali atau berangkat tengah malam. Pusing juga mengatur itinerary seperti ini, harus banyak-banyak melakukan riset berkaitan pemilihan transportasi dari bandara ke penginapan, pemilihan penginapan atau mengambil keputusan nginap di bandara. Gak lucu kan tengah malam tiba, tapi setengah mati kesana kemari nyari penginapan yang dituju. Atau kalo berangkat pagi-pagi, yang dicari adalah adalah kemudahan akses transportasi dari penginapan ke bandara. Atau informasi apakah bandaranya termasuk sleeping friendly airport. Seperti waktu terbang dari Barcelona ke Rome,  pada jam 3 malam kami cuma 2 menit jalan kaki dari hostel ke halte bus ke airport (pesawat jam 6pagi). Begitu juga sewaktu terbang dari Rome ke Athens, pesawat jam 6 pagi juga, satu-satunya cara adalah naik taxi karena bus ke bandara adanya mulai jam 4pagi, belum lagi harus ngantri naik bus dan ke airport lamanya 45 menit. Jadi saya memilih hostel yang dekat dengan stasiun kereta, banyak alternatif dan pastinya banyak taxi mangkal. Athens-Santorini terbangnya tengah malam, sudah gak ada bus ke kota, jadi begitu tiba di airport Santorini langsung keluar menuju ke tempat mangkal taxi untuk menghindari rebutan taxi dengan penumpang lain. Santorini-Athens juga tengah malam, trus pesawat lanjutan kita ke Bologna jam 9pagi, jadilah kami tidur-tidur ayam saja di bandara. Continue reading

Cookies buat Lebaran

 wp-image-419714351jpg.jpgBulan puasa dan ramadan telah berlalu. Salah satu kegiatan wajib menjelang lebaran adalah bikin kue kering. Satu-satunya alasan kenapa saya masih bikin kue kering sendiri sampai sekarang adalah biar anak-anak saya yang dua-duanya perempuan tetap familiar dan semakin memahami proses bikin kue. Biar mereka bisa punya semangat untuk memasak. Bagi saya, anak perempuan itu harus bisa masak dan luwes beraktivitas di dapur. Yang penting bisa basicnya. Jago masak adalah bonus. Tujuan utamanya agar mereka bisa mandiri dan mamanya gak melulu direpoti dengan permintaan di masakin ini itu padahal sebenarnya gampang seperti masak nasi, bikin telur dadar, bikin nasi goreng dan lain sebagainya.  Bisa masak adalah nilai plus untuk hidup lebih nyaman. Jangan kayak teman saya di kantor, ke pasar bingung lihat udang kok hitam semua gak ada yang merah. Hehehe, parah kan. Dia baru tau udang akan berubah warna jadi merah saat dimasak. Bisa masak adalah salah satu modal untuk hidup mandiri.  Kelak kalo suatu saat mereka hidup merantau, gak melulu ngandalin makan di luar apalagi saat harus berhemat. Untuk rencana jangka panjang, pengennya kolaborasi bertiga untuk punya bisnis berkaitan dengan makanan suatu saat nanti.

Bikinnya gak lama cuman sekitar 14 jam. Jenis kuenya yang mudah-mudah saja, nastar, kastengel, putri salju mente (gulanya pake gula ungu), lidah kucing rainbow, kue kacang, kue cornflake chocochip. Dikerjakan bertiga saja, saya sama anak-anak. Sudah lama gak punya ART. Aya sudah mahir menimbang, mengadon sampai mencetak kue putri salju dan cornflake chocochip. Dede baru belajar menimbang, untuk urusan ngebuletin nastar dan kue kacang dia juga sudah telaten sampai selesai. Kastengel dan lidah kucing rainbow jadi bagian saya. Lidah kucing wajib ada karena memanfaatkan putih telur yang gak terpakai di pembuatan kue yang lain. Ada juga kue gagal. Hihihi. Sampai saat ini belum berhasil bikin kue sagu keju. Mau disemprot gak keluar, padahal sudah gonta ganti tip. Mau dicetak, pas dioven meleber. Jadinya gak bisa dipajang. Buat konsumsi sendiri saja padahal rasanya enak banget. Ada yang bisa berbagi tips anti gagal bikin kue sagu keju?