Rumah Pohon Urongo

 

wp-1487297224049.jpg

View of Tondano Lake from Urongo treehouse

Yogya punya Kalibiru, Sulawesi Utara punya Urongo. View berlatar Danau Tondano ini tidak kalah spektakuler. Emang sih, belum apple to apple. Kalibiru sudah well organized, Rumah Pohon Urongo masih self organized sama penduduk sana. Belum ada tiket masuk, hanya donasi seikhlasnya kecuali titian flying fox 20ribu perorang. Material rumah pohon/view pointnya juga seadanya, dari kayu yang berasal dari pohon sekitar. Meski begitu, tetap cakep dan bolehlah jadi wisata kekinian yang ada di Manado dan sekitarnya.

Continue reading

Advertisements

Belajar dekor kue pake Russian spuit

Dede: Ma, pengen makan kue.

Saya: Iya nak. Ayaaa, tolong sekarang buat kuenya.

Sebenarnya sejak pagi saya sudah minta Aya bikin kuenya, tapi hari libur membuat semuanya malas bergerak. Saya juga gak memaksa, nanti setelah Dede minta dibuatin kue baru pada bergerak. Bikin cupcake coklat dengan memanfaatkan tepung kue muffin.  Itu loh kemasan praktis siap olah sisa ditambah 3 butir telur dan minyak (lupa berapa ml). Ada kok petunjuk dan cara buatnya di kemasan. Harga berkisar 17ribu per kemasan. Aya mencampur semuanya lalu siap me-mixer.  Saya yang kurang yakin dengan cara itu, baca ulang petunjuk yang ada di kemasan. Memang begitu petunjuknya. Mudah banget. Mixernya juga gak lama cukup 10menitan. Sambil nunggu selesai di mixer, otang dipanasin. Adonan lalu dituang ke wadah cupcake lalu dioven 20menit. Satu kemasan jadinya 11 buah cupcake coklat.

Udah lama pengen belajar dekor kue dengan spuit rusia (russian tip). Spuit itu saya beli online sekitar 4 bulan lalu. Melihat youtubenya jadi tertarik beli. Satu set isi 22 spuit ditambah 1 cetakan ikan koi dan cetakan bebek totalnya Rp.   . Belajarnya tertunda terus, selalu saja ada hambatan. Bahan-bahannya tersebar, ada yang di makassar dan ada yang di palopo. Pertama, rencana mau belajar dekor di rumah di makassar.Sudah beli buttercream yang jadi, plastik segitiga untuk mendekor ketinggalan di Palopo. Begitu sudah ada plastik segitiga, cupcake yang jadi kendala. Mau bikin gak ada otang di Makassar, ada sih oven listrik udah lama gak dipake jadi malas. Mau beli cupcake yang jadi, harus pesan sehari sebelumnya. Harganya pun lumayan 12ribu perbuah. Jadi diputuskan bikin di Palopo saja. Tertunda lagi karena semua bahan pewarna makanan lupa dibawa dari Makassar.

Sebenarnya saat mau bikin kue, baru teringat masih ada alat yang tertinggal di Makassar yaitu 1 set spuit wilton. Buat bikin daunnya. Saya lanjut saja, bikin daun seadanya tanpa pakai spuit. Namanya juga praktek.

Buttercream yang saya beli jadi rupanya gak cocok dipake untuk mendekor. Kurang kokoh. Terhambat lagi. Saya pantang menyerah, mumpung ada cupcake. Saya keluar ke toko bahan kue buat mentega putih dan susu bubuk. Yang dibeli bukan itu saja, banyak temannya. Hehehe. Jarang ke toko itu, jadinya banyak yang dibeli. 

Mentega putih saya mixer lebih dahulu sampai lembut, dicampur susu bubuk dan symple sirup (air gula yang dimasak sampai kental). Lalu saya campur dengan buttercream yang sudah ada sebelumnya. Gak terlalu kokoh setelah dicampur tapi sudah bisa dipakai dekor.

Mendekor itu susah-susah gampang. Practice makes perfect. Youtube juga sangat membantu. Hasil dekor sangat tergantung dari cara kita menekan buttercream keluar dari spuit dan menghentikan spuitnya. Hihihi susah dijelaskan. 

Dari 11 cupcake yang jadi, 7 saja yang di dekor. Sisanya sudah duluan dimakan sama anak-anak. Pake spuitnya cuman 4 dari 22 spuit yang ada. Masih banyak yang belum dicoba. Entah kapan lagi mencobanya. 

Puding Ikan Koi

Libur pilkada kemarin diisi dengan praktek bikin kue lagi. Cetakan ikan koi dan bebek dibeli bersamaan dengan spuit rusia. Bulan lalu, mau dipraktekkan untuk desert arisan yang ketempatan di rumahku. Gak jadi, too many things to do in so little time. Cuman sendirian masak-masak buat arisan. Masak sop ubi dan bakso. Sengaja bikin 2 menu masakan kuatir kalo sop ubinya kurang greget ada bakso sebagai penghiburnya hehehe. Sukses keduanya. Bakso beli jadi, buras bikin sendiri, bikin jalangkote andalan plus es buah milky fruity. Malah burasnya gak cukup, ditambah dengan ketupat beli di warung coto.  Continue reading

Gudeg

Gudeg merupakan salah satu makanan favorit saya sekaligus makanan yang paling saya cari jika bepergian. Paling dicari karena merupakan salah satu makanan yang tidak mampu saya bikin. Ribeut bikinnya, gudeg harus dari nangka pilihan, dimasak berjam-jam dengan api kecil, pake daun jati supaya berwarna coklat gelap, bikinnya harus sekalian banyak. Itu baru satu lauk, belum lagi proses pembuatan sambal krecek, telur, ayam. Lauk pelengkap Gudeg yang paling saya suka adalah sambal goreng krecek dan ati amplela. Di Palopo, gak ada yang jualan. Di Makassar, ada 1 tapi semakin kesini semakin kurang pakem dan kurang maknyus. Ada tempat makan gudeg yang baru di Makassar, belum kesempatan mengunjungi atau order online secara Sabtu Minggu malah tempatnya tutup. Belum berjodoh.  Continue reading

Welcoming 2017

15741213_10206462172507882_8104966500689692119_n

Welcoming 2017. New start, recharge energy & fresh again

Ada yang berbeda dengan tahun baru kali ini. Biasanya momen tahun baru dilewatkan di kantor atau di perjalanan. Seingat saya gak pernah dengan sengaja merencanakan pergi bertahun baru di tempat lain. Jika flashback 6 tahun ke belakang; 2011 tahun baru di perjalanan Makassar-Palu sewaktu tugas di Palu, 2012-2013 tahun baru di kantor Manado tanpa ditemani anak-anak karena mereka sekolah di Makassar), 2014 tahun baru di rujab Gubernur Sulut launching perubahan nama kantor setelah itu ke bandara meninggalkan Manado untuk pindah tugas ke Pare-pare, 2015 tahun baru di kantor Palopo, 2016 tahun baru di perjalanan Palopo-Makassar. Pokoknya gak jauh-jauh dari urusan tutup buku kantor. Risiko pekerjaan. Tutup buku dulu, baru pulang dengan pikiran tenang. Pikiran jauh dari rencana cuti atau old&new di hotel. Bahkan saya sudah menset bahwa kalo mau ambil cuti maksimal sampai bulan September. Setelahnya harus fokus menyelesaikan target-target kantor. Continue reading