-
Continue reading →: Budget Traveler
Banyak orang mengira menjadi budget traveler itu karena uangnya pas pasan. Padahal buat saya, alasannya justru karena terlalu sering traveling. Kalau frekuensi jalan-jalannya hanya sekali dalam satu atau dua tahun, mungkin saya juga akan lebih santai soal budget. Mau menginap di hotel yang lebih nyaman, membeli tiket pesawat yang lebih…
-
Continue reading →: Gagal ke Temple of Poseidon, Berakhir di Lycabettus Hill
Athens menjadi kota terakhir dalam rangkaian perjalanan saya kali ini. Salah satu alasan memilih pulang dari sini cukup sederhana: tiket maskapai full service menuju Indonesia ternyata paling murah dibandingkan jika berangkat dari Milan, Barcelona, atau kota-kota besar Eropa lainnya. Saya mendapatkan tiket Etihad Airways one way tanpa bagasi seharga sekitar…
-
Continue reading →: Ternyata Saya Lebih Teliti Saat Traveling Rame-rame
Belajar dari pengalaman solo traveling kemarin, saya jadi menyadari satu hal yang cukup mengejutkan. Ternyata saya justru lebih presisi dan lebih minim melakukan kesalahan saat traveling ramai-ramai dibanding saat bepergian sendirian. Padahal logikanya harusnya kebalik, ya. Kalau jalan sendiri kan semua keputusan ada di tangan sendiri. Mau berangkat jam berapa,…
-
Continue reading →: Umrah Satset, Transit 15 Jam di Jeddah
Sudah beberapa tahun terakhir ini, hampir setiap kali traveling ke Eropa saya selalu berusaha mengombinasikan perjalanan dengan umrah. Kebetulan sebagian besar tiket promo yang saya beli menggunakan maskapai Saudia. Maskapai ini sering menawarkan jadwal transit di Jeddah yang cukup panjang sehingga bisa dimanfaatkan untuk beribadah di Mekkah sebelum melanjutkan penerbangan…
-
Continue reading →: Di Ujung Perjalanan, Ada Malta
Akhirnya saya tiba di Malta. Rasanya seperti memasuki babak terakhir perjalanan dengan perasaan jauh lebih tenang. Kali ini saya memilih menginap di kawasan St. Julian’s, salah satu area paling populer di Malta. Hostel pilihan saya adalah Follow The Sun Hostel. Kebetulan saya datang saat musim panas. Wisatawan sedang membludak sehingga…
-
Continue reading →: 30 Jam Amazing Race Lintas 5 Negara
Cuti terbatas, sementara rasa penasarannya terlalu banyak. Sejak awal merencanakan perjalanan ini, saya sudah menetapkan satu target: menambah lima negara baru di Eropa. Bukan sekadar mengejar angka, tetapi memanfaatkan kesempatan selagi visa Schengen saya masih berlaku dan saya sedang traveling solo. Traveling sendirian memang memberikan kebebasan yang luar biasa. Mau…
-
Continue reading →: Berpacu dengan Waktu di Andorra
Setelah beberapa drama di awal perjalanan—mulai dari visa Moldova yang ditolak hingga ditolak masuk Siprus Utara—jujur saja saya jadi agak trauma setiap kali harus melewati imigrasi negara berikutnya. Kali ini giliran Bandara El Prat, Barcelona. Sepanjang antrean imigrasi saya hanya bisa berdoa dalam hati, “Ya Allah, semoga kali ini lancar.…
-
Continue reading →: Transit seru di Ankara
Jujur saja, Ankara sejak awal bukan tujuan utama dalam perjalanan saya. Kota ini hanya menjadi tempat transit semalam sebelum melanjutkan penerbangan ke Barcelona. Bahkan setelah drama ditolak masuk Siprus Utara dan dipulangkan ke Istanbul,…
-
Continue reading →: Ditolak masuk Siprus Utara
Kalau ada yang bertanya, apa pengalaman paling menyebalkan selama saya traveling ke luar negeri? Mungkin cerita ini akan masuk tiga besar. Trip kali ini benar-benar menguras energi, bukan karena trekking yang berat atau berpindah kota setiap hari, tetapi karena sejak sebelum berangkat semuanya terasa tidak berjalan mulus. Awalnya saya harus…
-
Continue reading →: Visa Moldova ditolak
Hampir tengah malam, tiba-tiba muncul notifikasi email. Jantung langsung berdegup sedikit lebih cepat. “Jangan-jangan ini email persetujuan e-Visa Moldova.” Dengan penuh harap saya membuka email tersebut. Beberapa detik kemudian… Pupus sudah harapan mampir ke Moldova. Pengajuan e-Visa saya ditolak. Padahal sejak beberapa hari sebelumnya saya sudah rutin mengecek email berkali-kali setiap…
