Tour 1 Dollar ke Hollywood Sign

img_3656

Pas kita nginap di Walk of Fame Hostel di Los Angeles ada tawaran untuk ikut tour ke Hollywood Sign yang sayang  untuk dilewatkan. Kami langsung menuliskan nama pada form yang ada di papan pengumuman dekat resepsionis.  Tour tersebut gratis, tapi kita wajib menyiapkan 1 dollar buat ongkos bus pulang pergi ke halte terakhir dekat Hollywood Sign.   Tiap hari hostel tersebut menyiapkan berbagai kegiatan menarik yang berbeda-beda untuk para penghuninya. Kami cuman semalam disana, besoknya sudah check out dan proses kembali ke tanah air. Di hari checkout kami memang sudah tidak ada rencana kemana-mana. Paling explore sekitar Hollywood sambil menunggu tiba waktu ke bandara.

img_7267

Pengarahan sebelum berangkat

Pagi hari kami langsung checkout dan titip barang di hostel itu. Kemudian bergabung dengan para peserta tour. Bagi yang gak punya uang kecil, mereka bantu menukarkan. Setelah siap semua, barulah kami berjalan menuju halte bus. Tour di pandu 1 orang, orangnya cukup sabar. Dia memastikan gak ada yang ketinggalan dan jalannya cukup moderat, gak terlalu cepat tapi juga gak slow. Kita naik bus sekitar 20 menit, dan turun di perumahan di kawasan Hollywood Hills. Dan mulailah kita jalan menanjak kurang lebih sekitar 30 menit.

 

img_7289

Jalan menanjak menuju Hollywood Sign

 

 

Tulisan Hollywood yang berwarna putih mempunyai tinggi 14 meter dan lebar 110 meter. Tulisan Hollywood itu ada sejak tahun 1923, awalnya bertuliskan HOLLYWOODLAND untuk mempromosikan perumahan disekitar situ. Namun di tahun 1949, Tulisan LAND dilepas oleh pemerintah untuk mencerminkan Distrik Hollywood dan bukan lagi perumahan.

 

mail (1)

Hollywood sign dari Hollywood Mall

Kami sampai di tanah lapang dekat taman, dimana tulisan Hollywood ini sangat jelas keliatan. Kalo mau hiking sampai persis di tulisan juga bisa, saya cek di google ada 3 hiking trail untuk ke Hollywood sign. Di hari pertama di Los Angeles, kami ke Griffith Observatory untuk melihat Hollywood sign. Sayangnya cuaca lagi gak mendukung. Gerimis dan berkabut sehingga menutupi Mount Lee tempat Hollywood sign berada. Setelah itu kami langsung ke mall Hollywood & Highland, tempat termudah untuk melihat tulisan Hollywood. Tapi cuman keliatan dari jauh.

img_7319

Foto rame-rame dengan peserta tur

Advertisements

Wara-wiri di LA, San Francisco dan Las Vegas

Tiba di bandara LA , kami memesan Uber. Awalnya cukup lama juga chat-chatan, kita masih gak ngerti spot untuk pickup Uber. Rupanya mas ubernya dengan Toyota Prius nunggu di keberangkatan. Jadilah kami naik ke area keberangkatan. Begitu tau kita dari Indonesia, si mas ubernya langsung nanya soal gempa palu. Apakah kami tinggal dekat palu, apa ada sanak saudara yang menjadi korban gempa. Ternyata beritanya sampai sana, saat kami datang memang kejadiannya baru berlalu 2 minggu.
Kebanyakan kami naik Uber selama di America. Mobilnya rata-rata Camry. Mumpung kami cuma bertiga jadi asik-asik aja naik Uber. Alternatif transportasi online selain Uber, bisa pake Lyft. Naik uber/Lyft harus tau spot pick up nya. Di beberapa tempat sudah jelas penanda arah/sign dimana harus menunggu.
Di LA kami juga sempat naik Metro, istilah untuk subway atau MRT. Kami beli kartu metro one day trip. Jadi dengan beli tiket 7usd, kita dapat berkeliling seharian dengan moda bus, trem dan metro. Tapi jujur aja, saya merasa gak nyaman naik metro. Stasiunnya agak suram dan sepi. Penumpangnya gak terlalu banyak, metro cenderung sepi. kalo diliat dari tampilan penumpangnya dari golongan middle to low. Tapi ini penilaian selama 2 hari naik metro ya, mungkin tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Saya pake metro one day trip di hari Sabtu dan hari Kamis. Jadi sempat merasakan naik metro seharian pada saat hari kerja dan akhir pekan. Dan pertama kalinya naik subway di luar negeri yang didalamnya ada orang yang jualan. Busett. Yang dijual 1 macam aja seperti earphone seharga 5usd/buah. Pernah juga dapat yang nawarin permen 1usd untuk 5biji.

Continue reading

Lower Antelope Canyon & Horse shoe Bend

This slideshow requires JavaScript.

Gak sah kalo ke sekitar California dan Las Vegas tapi gak ke Canyon, meski waktu tempuhnya sekitar 5jam satu kali jalan. Kami memilih ke Lower Antelope Canyon. Ada juga pilihan Upper Antelope Canyon. Perbedaannya antara lain:
  • Biaya masuk Upper lebih mahal dibanding Lower.
  • Harus turun dan naik menggunakan tangga besi untuk ke Lower dan , sementara Upper tidak. Sehingga bagi yang bermasalah dengan turun tangga seperti orang tua disarankan di Upper.
  • Upper lebih crowded dibanding Lower.
Kami memilih ke Lower lebih karena pertimbangan harga.
Antelope Canyon ini merupakan tempat videoklip I’m not A girt not yet a woman nya si Britney Spears dan Said I Love but I lied nya Michael Bolton. Teman kantor yang liat postingan foto saya di Antelope Canyon, komentar: Ah ibu, baru juga mupeng liat foto cakepnya Titi kamal di situ, ibu sudah pergi saja. Sayanya nyengir.

Continue reading

Perjalanan gak selalu mulus (LA Trip)

img_6820 (1)

Suasana saat menunggu kejelasan terbang Frontier airlines. Posisi kita udah naik pesawat trus diminta turun kembali dan menunggu.

Karena waktu cuma seminggu, saya merancang trip LA hanya ke 3kota, LA, San Francisco dan Las Vegas. Sebenarnya pengen juga ke Mexico meski cuma ke perbatasan. Tapi setelah cari referensi, gak cukup waktunya dan tidak terlalu aman di daerah perbatasan. Sempat juga memikirkan untuk road trip dari LA ke Las Vegas lanjut Grand Canyon. Amel sudah punya Sim International dan udah pengalaman nyetir di Iceland, Perth n New Zealand. Saya sih udah niat mau bikin Sim Internasional tapi kok ya pasporku gak ketemu padahal pas ada kesempatan ke Jakarta untuk mengurus sim itu. Amel juga kayaknya gak semangat kalo cuman dia yang nyetir.
Untuk perjalanan antar kota, biar gak bolak balik saya memilih rute sebagai berikut:
  • LA-San Francisco naik bus
  • San Francisco-Las Vegas naik pesawat dan
  • Las Vegas-LA kami memilih naik bus.

Continue reading

Nyaris Gagal Liburan

img_1730
Setelah 2 tahun punya stiker visa Amerika di paspor, akhirnya terpakai juga. Yeay. Tahun lalu, gagal ke Hawai karena sudah gak diijinin sama dokter kandungan untuk bepergian kesana padahal tiket sudah ready. Kali ini dapat promo tiket Jakarta-Los Angeles pp by Southern chinese airline hanya 6,9juta. Harga sebenarnya 7,9juta tapi dapat potongan sejuta dari tiket dotcom Pas ada promo itu, gak langsung bisa issued tiket, karena saat searching rute Jakarta-Los Angeles, hasil searchingnya no flight available. Saya coba nanya ke cs-nya kenapa gak bisa nyari rute tersebut. Seminggu kemudian setelah coba lagi, sudah bisa booking. Untung masih promo. Lumayan, dapat potongan. Pesawatnya juga satu alliance sama Garuda, jadi Garuda milesnya bisa nambah. Belinya 2 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Ada satu hal lagi sebelum mutusin beli, saya minta ijin buat bisa cuti sama pak bos.  Alhamdulillah dapat ijin.
Saya juga sekalian melaksanakan coaching tatap muka yang pertama di Jakarta sebelum terbang ke LA. Oleh kantor, saya diberikan kesempatan 4x coaching dengan coach professional. Coachingnya bisa tatap muka dan bisa juga online. Saya sih lebih sreg jika coachingnya tatap muka, cuma biaya transportnya harus ditanggung pribadi. Makanya ambil pesawat pagi-pagi banget, udah janjian sama coach di Starbucks Stasiun Sudirman. Sengaja disitu, biar saya bisa langsung balik ke bandara dengan naik kereta. Saya naik kereta dari bandara, coaching lalu balik lagi bandara dan terbang. Rupanya saya bablas coaching. Saya kurang memperhitungkan waktu, di kereta saya baru nyadar bahwa counter check in penerbangan internasional cepat tutupnya. Travelmate saya info bahwa jam 12.15 counter check in tutup dan 12.35 waktu boarding. Travelmate saya gak bisa bantu untuk check in karena harus check in pake paspor. Sementara kereta baru tiba di bandara jam 12.07. Masih harus naik kalayang ke terminal 3 dan belum tentu langsung berangkat. Gak lucu kan kalo gagal berangkat lagi. Pasrah, tapi saya terus berdoa diberi kemudahan dan bisa berangkat. Begitu tiba di bandara, saya bertanya pada security, moda apa yang paling cepat untuk ke terminal 3. Dia pun mengarahkan ke shuttle bus dan meminta supirnya segera berangkat. Alhamdulillah dalam 5 menit, busnya nyampe di terminal 3. Meski gratis, saya tetap ngasih tanda terimakasih. It’s a big favor for me. Dan sampai juga tepat waktu di counter check in, alhamdulillah.

Continue reading

Solotrip to Manila (2)

img_2751

Hari kedua, saya kemana mana naik grab. Harga berkisar 80-130php.

Dalam area Intramuros ada Fort Santiago entrance fee 75php, Manila cathedral, St Agustin church, Casa Manila (rumah tinggal orang kaya jaman dulu) entrance fee 75php, President Mural art. Masih banyak lagi tempat bersejarah di dalam area ini, namun yang saya kunjungi adalah yang saya sebutkan diatas. Saya mulai dari tempat yang berada paling dalam yaitu Fort Santiago setelah itu jalan kaki berkeliling sampai ke gerbang intramuros. Continue reading

Solotrip ke Manila (1)

img_2207

Jeepney di Ninoy Aquino International Airport

Selesai dinas di Jakarta, mau langsung pulang ke Makassar kok pengen banget jalan pake paspor. Mumpung ada waktu lowong, Jumat masih terhitung dinas karena hari kepulangan ke Makassar.  Ada waktu Jumat sampai Minggu. Hasil browsing harga tiket ke tempat yang belum pernah saya kunjungi , pilihan mengerucut ke Hanoi, Brunei dan Manila, Saya mutusin ke Manila, pertimbangannya karena ada pesawat direct dan milih ke negara yang belum pernah saya kunjungi buat memenuhi target 3 negara baru setiap tahunnya. Brunei juga belum sih, tapi harus transit yang berarti akan lama di jalan. Tiket pesawat baru beli di hari itu juga. Ada penerbangan direct Jakarta-Manila yang berangkat tengah malam nanti pake Cebu Airlines. Pulangnya Minggu pagi pake Airasia, penerbangan langsung juga. Nyari penginapan dan info-info terkait Manila dilakukan hari itu juga.

Di bandara Soekarno-hatta Terminal 2D saya ke penitipan barang Fesindo. Perintilan yang gak penting selama ngetrip saya satukan ke dalam 1 kantung plastik. Biaya titip barang ukuran small max 11kg adalah 35ribu/24jam.  Saya paling bayar total 105ribu untuk 3 hari. Koper yang saya bawa jadi ringan dan gak kuatir soal berat bagasi kabin sehingga gak perlu beli bagasi check-in.

Continue reading