MITRAA INN HOSTEL SINGAPORE

DSC_1010

si staf hostel minta kita foto bersama

 

Outing ke Singapore yang lalu, kami milih nginap di Mitraa Inn karena hostel ini harganya terjangkau dan pertimbangan utamanya dekat dengan Mustafa Centre toko serba ada yang buka 24jam. Kami gak punya banyak waktu, jadinya waktu belanja kita laksanakan menjelang tengah malam sampai dini hari.

Berikut review saya.

  • Hostelnya kecil dan bersih.
  • Kamarnya sempit tapi juga bersih. Tempat tidurnya empuk. Kami pesan 1 kamar untuk 8 orang cewek, 3 kamar triple untuk cowok dan 1 kamar untuk couple. Kamar yang triple kamar mandinya diluar sementara yang lain ada kamar mandi didalam. Harga sekitar 280rb/perorang/permalam. Untuk ukuran Singapore harga ini termasuk murah. Di KL, nginap di hotel YY38 semalam hanya sekitar 375rb/kamar.
  • Dari Airport mau ke Mitraa Inn, naik MRT dari Terminal 2 Changi Airport ke Farrer Park Station keluarnya di Exit G (Serangoon road), beli aja tiket single di mesin sekitar 2,5$. Mitraa INN sekitar 300m dari situ (ke arah sebelah kiri). Penandanya kalo jalannya benar adalah melewati temple, shell petrol station dan ada halte bis di depan Mitraa Inn. Bisa naik taxi harga normalnya sekitar 20$, tapi saya bayar 35$ sementara teman yang lain sempat bayar 45$ karena supir taxinya gak ngerti tempatnya.
  • Dapat Sarapan sepuasnya berupa teh/kopi/krimer, telur rebus, pisang, roti plus selai 2macam. Ada microwave yang bisa dipakai panasin nasi goreng semalam.
  • Di sekitar 200 m arah ke Mustafa dari hostel ini, ada kedai makan yang kayaknya buka sampai lewat tengah malam. Kami makan disitu sebelum menuju Mustafa dan sampai kami balik kedai itu masih buka. Rasanya sih lumayan tapi tetep lidah kita berbeda dengan orang sana. Kalau mau aman, pesan nasi goreng saja. Antara kedai ini dengan Mustafa, di pengkolan ada City square Mall. Mall biasa saja tapi banyak makanan disini.
DSC_1028

the nearest MRT station from Mitraa Inn, it’s infront of City Square Mall & if you go toward you will find Mustafa across the street

Hostel ini bisa direkomendasikan sebagai tempat menginap jika datang ke Singapore berikutnya. Pilihan menginap lainnya yang sudah saya coba antara lain:

  • Hotel Supreme, daerah Orchard, harga 2009 sekitar 750rb dengan kurs masih 1SGD=7500IDR. Hotelnya standar n sedikit outdated. Gak tau kondisinya sekarang.
  • Hotel YWCA Fort Canning, dekat juga Orchard. Di depannya ada mall Plaza Singapore, terkoneksi dengan MRT Dhoby Gaut. Hotel ini lumayan ada kolam renangnya harga sekitar 1jutaan. Sarapannya enak, banyak pilihan. Terus terletak di samping taman Fort Canning, kalo berjalan melintasi taman itu akan sampai di sisi Clarke Quay.
  • Hostel Footprints, lihat disini reviewnya.
  • Hotel Tai Hoe, dekat banget dengan Mustafa Center sekitar 50m saja. Depannya ada mall City Square yang terkoneksi dengan MRT Farrer Park. Harga sekitar 110SGD. Kamar-kamar hotelnya baru saja direnovasi jadi asik. Kalau punya budget lebih, ini boleh jadi pilihan ketimbang hostel. Reviewnya disini
  • Hotel Amrise di Geylang, hotel termurah di Singapore. Penasaran sama daerah Geylang maka tertarik untuk mencoba nginap disitu. Kamarnya sempit double bed queen type, diisi ber5 (2 dewasa n 3 anak 7 tahunan). Ampunnnn. MRT terdekat Aljunied sekitar 600m jaraknya dari hotel.

Rata-rata nginapnya cuman semalam kecuali di hotel Supreme sampai 2 malam.  Malah pernah nginap di Johor Bahru, waktu pertama kali ke Singapore. Saya memang meniatkan agar setiap kali ke Singapore milih tempat nginap yang berbeda. Jadi biar dapat point of viewnya banyak dan lebih cepat hafal Singapore. Yang masih penasaran adalah next time  saya pengen nginap di Apartment di Lucky Plaza. Oh ya satu lagi, saya pengen berenang di Marina Bay Sands. Hehehe tarif hotelnya semalam 5juta. Namanya saja keinginan, entah kapan terwujud.

Milih Orchard atau Little India? Saya pasti lebih milih di Little India. Bukan shopping minded soalnye. Rugi ngehabisin waktu buat belanja di Singapore, mall di Indonesia kan gak kalah banyaknya. Mending ngehabisin waktu ngelihat sisi lain Singapore yang viewnya keren-keren. Trus waktu belanja di tengah malam di Mustafa, Little India. Yang suka saya borong di Mustafa adalah coklat yang beraneka ragam. Banyak juga di Indonesia, tapi harga lebih murah. Supermarketnya superlengkap, kalo mau masak-masak di Singapore enak belanja disini. Kadang-kadang beli parfum disini.

Mitraa Inn - Friendly Backpackers Hostel In Singapore

Advertisements

OUTING TO SINGAPORE

Baru seminggu bertugas di Palopo, saya ditodong buat bikin outing karyawan. Mereka ingin pecah telor ke luar negeri. Udah lama direncanakan tapi selalu gagal. Memang agak sulit untuk merencanakan outing dalam waktu terbatas. Jarak Palopo ke bandara terdekat saja sudah makan waktu sekitar 7 jam. Tutup kantor di hari kerja juga gak mungkin, bisa kena complain dari customer/peserta. Bulan Oktober-Desember tahun ini sudah tidak ada yang long weekend. Mau direncanakan tahun depan, selain kelamaan, harus memilih waktu yang bukan diawal bulan dan bukan akhir bulan. Selain itu  jadwal long weekend saya tahun depan sudah penuh (hehe gayanya.. padahal tiket yang fix baru ke 2 tempat). Tantangan berikutnya, bagaimana bisa outing dengan budget yang sangat terbatas. Perkiraan budget sekitar 4juta/orang  termasuk tiket pesawat untuk trip Singapore-Kualalumpur. Paling banter 20-25% dapat menggunakan anggaran personil kantor, sisanya kontribusi dari karyawan masing-masing. Tantangan berikutnya lagi, bagaimana bisa jalan-jalan rame-rame tanpa menggunakan travel. Selama ini, di cabang tempat saya bekerja terdahulu selalu menggunakan EO(jasa tour) untuk outing. Tipikal orang kantoran tuh biasanya gak pengen repot, ribet, ingin selalu nyaman dan banyak maunya. Jadinya harus ada orang lain yang jadi penengah dan mengakomodir sekian banyak keinginan pesertanya. Sudah beberapa tahun  ini saya ngatur trip  dan jalan rame-rame, tapi itu untuk teman-teman kantor yang setipe dalam artian light traveler, tough walker & not shopping minded.  Makanya agak kuatir juga ngatur trip dengan tipical pesertanya beraneka ragam.

Saya pun mencari perbandingan harga dengan travel baik yang ada di internet maupun EO langganan. EO langganan ngasih penawaran 2 opsi (diluar harga tiket) a. Rp 2,9juta (1 malam di hotel KL, 1 malam hotel di Sg) b. 2,5juta (1malam hotel di KL, 1malam hotel di Johor). Menurutku, ini tawaran yang menarik, namun tetap belum masuk budget kami.

Akhirnya, kami putuskan untuk jalan-jalan mandiri. Kami melakukan pembagian tugas demi kelancaran acara ini. Saya kebagian bikin itinerary, booking hotel/hostel, booking mobil dan jadi penunjuk jalan. Yang lain ada yang kebagian urusan pembelian tiket, keuangan, urusan check in di bandara, urusan bagasi, urusan dokumentasi, urusan pembelian oleh-oleh kantor dan sebagainya.  Semua proses dijelaskan dengan detail dan transparan termasuk persiapan fisik biar kaki gak kaget diajak jalan jauh.

Praktis kami hanya punya waktu sehari di KL dan ½ hari di Singapore. Minggu  sore udah di Jakarta, lalu terbang ke Makassar dan lanjut bermobil ke Palopo tiba Senin pagi. Jam 8 pagi siap ngantor lagi.

Selama di KL, kami sewa van mulai dari penjemputan di bandara, city tour 8 jam dan diantar kembali ke bandara seharga RM1200. Tadinya sewa itu untuk 2 van dengan kapasitas masing-masing 10orang (asal bagasi gak terlalu banyak). Namun menjelang keberangkatan dapat info bahwa salah satu van itu tidak available. Jadinya dikasih 1 minibus yang cukup untk 17 orang plus bagasi. Ketentuan di KL, mobil minibus wajib dipandu oleh tour guide. Kami tidak dikenakan tambahan biaya apapun karena hal tersebut merupakan konsekuensi dari bu Herna si pemilik mobil. Jadinya berasa pake travel di KL. Ibu Yuli, tour guide kami sangat gesit dan perhatian terhadap kami. Kadang-kadang meski udah dipatok waktu oleh ibu Yuli, tetap saja ada yang masih sibuk dengan urusan belanja dan foto sehingga lupa  waktu. Ibu Yuli dengan sabarnya mencari teman-teman yang masih berkeliaran. Mengenai itinerary, bisa flexible. Request tambahan kami adalah berfoto di KLCC persis di depan Petronas, sekalian ke gerai sepatu merk Vincci. Ibu Yuli nawari kue tradisional khas Malaysia yang gerainya ada di KLCC. Saya bilang duit ringgit saya sudah habis, ibu Yuli tetap mengajak saya ke gerai itu dan membelikanbeberapa kue. Sebenarnya kue-kue itu tidak berbeda  dengan kue tradisional di Indonesia. Tapi lumayan dapat gratisan. Saking perhatiannya dan pelayanan yang excellent, Ibu Yuli juga sampai sempat ngantarin kita ke area check in terminal. Mungkin takut kita nyasar sementara waktunya mepet. Padahal gak diantar juga gak apa-apa sih, kan ada saya hehehe. Dalam tahun ini saja saya sudah 3x ke KL (umrah via KL, ke Sidney via KL).

DSC_0778

DSC_0839SONY DSC

Komunikasi dengan ibu Herna (orang Indonesia lho) cukup melalui whatsapp +60 163221869. Website: http://sewamobilmalaysia.com/. Email: hwatis@gmail.com  . Tidak perlu DP, nanti bayar ditempat.Sebelumnya saya pernah sewa mobilnya bu Herna ini, hanya saja melalui pihak ketiga.  Waktu itu minta diantar jemput bandara-hotel pp, dan city tour 4 jam. Dan overall, pelayanannya sesuai harapan.

DSC_0765

Di Singapore, saya juga sewa van untuk penjemputan di bandara menuju hostel. Sayang saya kurang sreg dengan pelayanannya. Van itu kapasitasnya 14 orang, dan karena kami ber-17orang makanya saya sudah deal 13 orang naik van dan sisanya naik taxi. Pas dijemput, sopir vannya hanya mau bawa 12 orang saja, alasannya kebanyakan bagasi sehingga  2kursi direlakan untuk space bagasi dan di Singapore sangat strict dengan jumlah penumpang. 1 kursi 1 penumpang, gak boleh empet-empetan maksudnya. Padahal sebenarnya bisa diatur kok supaya bisa muat 13 orang tanpa melanggar aturan, tapi supir dan si orang tempat saya sewa van gak mau repot. Alhasil saya harus mengeluarkan duit lebih untuk  tambahan  1 taxilagi karena kami berlima harus displit ke dalam 2 taxi. Kami tidak naik MRT karena pengen cepat sampai hostel, drop barang, lalu jalan lagi. Sayang 1 taxi yang ditumpangi teman saya sempat kesasar dan gak bisa dihubungi lagi. Untungnya kedua teman saya itu memutuskan untuk turun di Mustafa lalu jalan kaki menuju hostel. Pada saat briefing untuk persiapan outing, saya sudah menyampaikan informasi secara detail hostel ini dekat dengan Mustafa.

Tadinya setelah check in di hostel kami mau jalan ke Marina Bay Sands, namun karena kejadian diatas gak jadi kesana. Cari makan dulu disekitar hostel lalu belanja di Mustafa. Jarak dari hostel ke Mustafa sekitar 500m. Sengaja kami ambil hostel sekitar Mustafa biar bisa belanja tengah malam sampai pagi, hehe. Kami pulang ke hostel kembali sekitar jam 1 malam. Teman-teman lain ada yang pulang jam 3 malam. Jam segitu di Singapore, masih aman-aman saja. Tips untuk beli souvenir khas Singapore jangan beli di Mustafa, belinya di seberang jalan ada toko dengan fixed price (3 pieces for S10). Lebih murah dibanding Mustafa. Di Mustafa saya suka beli coklat beraneka ragam dan parfum.

Untuk jalan-jalan di Singapore, kami naik MRT. Sasarannya cuman 3 tempat sesuai perkiraan waktu. Merlion Park, Gardens by the bay, dan Sentosa. Kami gak sempat ke Sentosa, udah sampai di MRT Vivo City sebenarnya tapi kami putuskan untuk balik arah menuju hostel. Waktunya gak cukup dan sudah janjian sama van yang akan mengantar sebagian teman kami ke Bandara. Saya dan 4 temanlainnya langsung ke bandara naik MRT. Naik MRT ke bandara sekarang murah hanya sekitar $2.5/perorang. Tiket Single MRT sudah berbeda mekanismenya, kalo dulu beli tiket single ada deposit 1$ dan kalo gak salah hanya dipakai 1x. Sekarang kartunya ada deposit $0.1 yang bisa diredeem otomatis kalo kartu tersebut sudah dipakai 3x.

SONY DSC

Saya juga sekalian mencoba ke Merlion Park yang turun dari station MRT RAfless City. Biasanya saya turun di station City Hall lalu jalan melewati taman. Ternyata emang bener jalan dari MRT RAfless City ke Merlion lebih dekat, gak kena panas, dan viewnya lebih keren. Kita berjalan menyisiri sungai.

Ada sedikit masalah mengenai nama di tiket. Semua tiket dibeli sebelum teman-teman pada punya paspor. Jadi pada saat paspornya ready ternyata terdapat banyak perubahan nama. Yang tadinya namanya 1 suku kata menjadi 2 atau 3 suku kata. Contoh Zainuddin jadi Zainuddin Pagga. Agak ribet juga proses perubahan nama di tiket. Untuk penerbangan AirAsia, Saya sampai gunakan semua media komunikasi ke Airasia, pengajuan e-form, live chat, via fanpage Facebook, via Twitter, via telpon. Semuanya menanggapi dengan baik, namun belum sampai di penyelesaian masalahnya. Pengajuan lewat e-form sebenarnya sudah cukup, namun entah mengapa automatic email response gak pernah sampai ke e-mail sehingga e-form yang diajukan dianggap tak tercatat. Lewat live chat, twitter, mereka menyarankan untuk buat e-form. Sampai coba berulang-ulang, tetap juga gak berhasil. Jadinya diurus di bandara menjelang keberangkatan, solusinya tiket tidak diubah. Untuk proses check in dari Indonesia bisa menggunakan KTP. Untuk penerbangan Lion Air dan Malindo, perubahan nama ditiket hanya bisa di kantor pusat Lion di Jakarta. Di luar Jakarta, nama di tiket tidak berubah tapi bisa diremarks (diberikan catatan bahwa ada proses koreksi nama). Pengajuan remarks bisa kantor lion setempat atau counter Lion di bandara. Alhamdulillah, tidak ada masalah terkait nama  pada saat check in di KL maupun di Singapore.

Overall, trip singkat kami berlangsung sukses. Teman-teman juga pada senang sudah berhasil melihat dunia luar hehe, dan semuanya berkontribusi untuk membuat acara ini fun &  fine.

REVIEW HOTEL YY38 KUALA LUMPUR N HOTEL TAI HOE SINGAPORE

Sudah cukup banyak hotel n hostel yang saya inapi. Di Kualalumpur, Hotel Grand Continental, Hotel Nova, Hotel Radius, Hostel Paradiso, Hostel SunShine dan yang terakhir ini Hotel YY38. Saya selalu mencoba hotel yang lain setiap kali ke KL. Biar lebih banyak referensi hotel. Kalo hostel, sy gak akan bergeser dari hostel Paradiso atau hostel Sunshine. Kedua hostel itu sangat strategis sih. Lihat reviewnya Paradiso BB disini dan Sunshine BB disini

Hotel YY38 letaknya 1 blok dari hotel Radius. Saya memilih hotel YY38, karena dekat dengan resto dan ada mini market yang terintegrasi dengan hotel ini. Hotel inipun sangat colorful. Setiap kamar memberikan nuansa warna yang berbeda. Harganya lebih murah dibanding hotel-hotel yang pernah saya inapi. Kamar double 375rb, kamar triple 460rb. Free Wifi di kamar, ada dispenser hot n cold disetiap lantai . Review berdasarkan agoda rata-rata baik. Sayang carrefour express yang nempel di hotel itu sudah tidak beroperasi pada saat kami nginap, namun tetap sih akan ada mini market tapi ruangannya sedang di renovasi. Ada 1 hotel lagi yang saya pertimbangkan sebelum memilih hotel yy38 yaitu hotel Apple di Alor Street. Harga kurang lebih sama, tapi berdasarkan review bagusan hotel YY38. Hotel Apple itu ternyata persis di dekat warung tempat kami makan di malam pertama di KL. Lingkungannya crowded, kalau malam hotel itu ditutupi warung-warung tenda makan. Kiri kanan hotel itu juga kurang nyaman.

Di Singapore, pernah nginap di Hotel Supreme, Hotel WYCA Canning Park, Footprints hostel. Belum ada yang ok sih menurutku dari sisi harga dan lokasi. Makanya mencari hotel lain. Tapi hotel di Singapore susah cari yang murah dan strategis. Iseng-iseng browsing ketemu sama Tai hoe hotel. Hotel ini populer di kalangan milis, tapi kalau mau dicari di penyedia jasa booking hotel/hostel seperti agoda, asiarooms dsb gak bakal ada. Reviewnya juga pro kontra. Letaknya yang strategis dan informasi bahwa hotel itu baru saja selesai renovasi, membuat saya tetap kesana meski bookingannya belum status ok. Untung saja ada kamar kosong, saya meminta 2 kamar triple saja namun gak boleh. Harus 3 kamar untuk 6 dewasa n 5 anak-anak. Harga kamar 110SGD untuk kamar double, 130SGD untuk kamar triple.Manajemennya masih tradisional. Tidak ada bellboy, resepsionis tidak begitu ramah, tidak ada wifi, hanya ada kran air panas di setiap lantai. Kamarnya lumayan nyaman. Kamar triple ada yang fully renovated, ukuran ruangannya besar dan tempat tidurnya juga lebar. Sebagian lagi hanya sebagian direnovasi seperti kamar yang saya dapat, yang direnovasi hanya bagian kamar mandi dan cat yang diperbaharui. Lokasi hotel persis menghadap City Square Mall. Keluar dari hotel dan berjalan ke arah sebelah kiri 50m akan ketemu Mustafa Centre. Tak jauh dari hotel ini ada Hotel Park Royal. City Square Mall juga merupakan entry/exit MRT Farrer Park (Jalur Ungu).  Jalur Ungu antara lain kalo mau ke Sentosa Island (Harbour Front station), Clarke Quay, dan China Town. Disini juga banyak gerai makanan tersedia. Kalo akan ke Singapore lagi, bolehlah hotel ini dipertimbangkan lagi.

Update: Tai Hoe Hotel bisa dibeli lewat agoda sekarang,, dulu cuma bisa dibook lewat websitenya.

FOOT PRINTS HOSTEL REVIEW

25A Perak Road, Singapore 208136
http://www.footprintshostel.sg
Tel: +65 62955134 Fax +65 6296 3617

Berdasarkan review di http://www.hostelworld.com , hostel ini tergolong hostel favorite yang ratingnya baik (85%) dan saya memutuskan untuk membook hostel ini karena rekomendasi dan hasil review seorang teman di milis http://www.indobackpacker.com yang baru aja nginap di hostel tersebut.

Ini penilaian saya:

Lokasi, jarak hostel dari MRT terdekat (Little India) menurut voucher bookingan hostel hanya 5 sampai 8 menit. Kenyataannya sekitar 15 menit atau sekitar 500m. Gak praktis untuk bolak balik hostel apalagi membawa ransel berat, kecuali naik taxi. MRT Liitle India terletak di jalur ungu, bagi yang tujuannya belanja di Sg, jangan nginap disini karena harus selalu bertukar kereta ke jalur hijau atau merah, dimana di jalur merah dan hijau inilah pusat perbelanjaan banyak berada. Perpindahan dari jalur ungu ke jalur merah (interchange) harus jalan sedikit sekitar 5 menit walaupun MRT stasiun full AC tapi ya gempor juga. Belum lagi untuk urusan tentengan barang belanjaan. Tapi bagi yang ke Sg untuk nyantai, gak mikirin belanja, no problem nginap disini.

Sarapan, sejak jam 6 pagi sudah tersedia, pilihannya roti selai atau sereal susu, the dan kopi, semuanya sepuasnya.

Ke Mustafa dekat, 10 menit jalan kaki. 2 malam berturut-turut kami ke Mustafa setelah jam 12 malam baliknya jam 3 pagi. Jam segitu jalanan masih rame dan aman karena banyak polisi patroli di sekitar dan kebetulan jalan yang dilalui ada kantor polisi.

Keamanan, cukup terjaga, karena kunci kamar dilengkapi kartu yang harus di tap di pintu luar dan pintu dalam, juga dilengkapi dengan CCTV. Ada loker di kamar, tapi gak kami pake sih. Ada yang berkunci dan ada yang gak.

Suasana, di lobby ada ruang tamu untuk nongkrong dan ngobrol, nonton tv (LCD 40″ kali), atau free wifi 24 jam untuk access internet (gak nyoba jadi gak tau secepat apa accessnya). Ada 2 pc yang disediakan bagi yg gak bawa laptop, batasannya 20 menit sehari.
Receptionnya juga terbuka 24 jam, jadi bagi yang late check in gak masalah.

Kamar tidur, banyak pilihan sih, mau yang private atau dormitory. Harga kamar hitungannya per orang/malam.
Private ada yang sekamar berdua atau sekamar berlima. Kalo pesan jenis kamar ini, harus bayar untuk keseluruhan. Misal, pesan kamar yang sekamar berlima untuk 2 orang, harus siap bayar untuk 5 orang.
Kalo jenis dormitory, ada yang sekamar ber-3,4,5,8,10,12. Ada yang campur cowok cewek (jenis mixed), ada khusus cowok aja dan ada juga khusus cewek saja. Yang termurah tentu saja dorm 12 mixed Rp 82rb/orang/malam.
Kami sih memesan dorm 10 khusus cewek seharga 145rb/orang/malam.

Cara bayar, karena bookingnya melalui http://www.hostelworld.com, dp 10% pada saat booking dan sisanya dibayar tunai dengan SGD.

Kalo booking langsung di websitenya, tidak ada booking fee, di http:reservations.bookhostels.com/footprintshostel.com.sg/ , kayaknya lebih murah disini, tapi pembatalan selambat-lambatnya 72 jam sebelum kedatangan.

Ruangan kamar bersih. Kasurnya not bad, tersedia selimut, full AC. Pada saat tiba kita diberi seprei untuk dipasang sendiri.

Kamar mandi cukup bersih, meskipun harus sediakan perlengkapan mandi sendiri. Semua jenis kamar, baik private maupun dormitory harus menggunakan kamar mandi umum.

Rating dari saya: 70%