Good to be back again (Singapore)

WhatsApp Image 2022-08-01 at 12.07.29 PM

Berulang-ulang kali saya mengecek persyaratan masuk Singapore, kuatir ada yang terlewat. Kuatir ada hal-hal yang bikin gagal masuk Singapore secara ini perjalanan pertama saya dan anak-anak keluar negeri di masa pandemi dan kuatir rugi banyak kalo gagal. Rasanya seperti baru pertama kali ke luar negeri, hehehe. Dan anak-anak sangat menunggu moment ini.  Setelah memastikan berulang-ulang, baru berani beli tiket online Universal Studio Singapore (USS) dan Singapore Flyer yang harus dibooking H-1. Terakhir kali ke luar negeri bersama anak-anak adalah ke Hanoi bulan Feb 2020 saat awal-awal wabah Covid merebak.

Waktu beli tiket bulan Mei, masih berlaku wajib PCR di Sg sebelum kembali ke Indonesia yang biayanya sekitar 90SGD atau sekitar 990rb. Beruntung tak lama kemudian aturan tersebut di hapus, dan bikin harga tiket  ke Sg jadi meroket jadi minimal 3,5juta pp/orang. Alhamdulillah saya masih dapat tiket 1,3juta pp/orang.

Syarat masuk Sg per Juli 2022:

  1. Masa berlaku paspor valid minimal 6 bulan
  2. Full vaksinasi (vaksin 1 dan 2) untuk usia diatas 12 tahun, dibawah 12 tahun walau belum vaksin lengkap tetap bisa masuk. Sertifikat vaksin di download di aplikasi Peduli Lindungi.
  3. Mengisi Sg Arrival Card dan Health Declaration di  https://eservices.ica.gov.sg/sgarrivalcard/ 3 hari sebelum berangkat. Misal berangkat tanggal 21Juli, isi formnya di tanggal 19 Juli. Sertifikat vaksin yang sudah di download di upload kembali di form ini.

Alhamdulillah proses check in pagi itu berjalan lancar tanpa kendala. Petugas check in hanya sempat menanyakan terkait dengan submit SG Arrival Card, saya jawab sudah submit dan petugasnya tidak meminta berkasnya. Aih senangnya.

WhatsApp Image 2022-08-01 at 12.07.32 PM (1)

Terakhir ke Changi Airport, Jewel belum buka. So, mampir liat-liat Jewel utamanya ke Rain Vortex, air terjun buatan setinggi 40 m yang emang cakep banget sih. Di sekelilingnya ada Shiseido Forest Valley yang bikin mata seger dan betah berlama-lama duduk disitu sambil memandangi rain vortex. Saya dan anak-anak harus segera beranjak untuk ke hotel dan  hari itu jadwalnya ke Singapore Flyer. Sudah beli tiket fixed date soalnya.

Saya membeli 3 Kartu Ez link di counter di stasiun MRT. Kartu Ezlink adalah kartu alat pembayaran transportasi umum di Sg seperti MRT dan bus. Anak umur 4 tahun gak perlu kartu sendiri. No need,”kata petugas. Kirain bisa bayar cashless ternyata belinya hanya boleh dengan uang cash, jadi saya mencari atm terlebih dahulu. Saya emang gak siap duit Singapura Dolar, karena udah beberapa tahun ini kalo berkunjung ke luar negeri lebih suka narik atm di negara tersebut, udah jarang nukar ke money changer di Indonesia. Harga kartu Ezlink 10SGD dengan rincian biaya pengganti kartu 5SGD dan deposit 5 SGD. Saya juga langsung ngisi tambahan 10SGD untuk masing-masing kartu di mesin top up. Ternyata cukup untuk transport dengan MRT selama 4 hari sampai balik kembali ke Changi Airport lagi.

Pengennya nginap di hotel yang berbeda setiap kali ke Singapore biar ada variasi dan semakin kenal daerahnya. Saya menetapkan pemilihan hotel under budget 900ribu/malam. Hanya saja harga hotel dan juga hostel lagi tinggi-tingginya. Padahal bookingnya juga jauh-jauh hari sekitar 2 bulan sebelum keberangkatan. Yang sesuai budget hanya hotel melati paling tinggi bintang 2 dan beberapa hotel dari pilihan tersebut sudah pernah diinapi. Jadinya saya booking di Hotel Tai Hoe dengan harga 2,1juta untuk 3 malam. Inipun supaya dapat harga segitu, milihnya yang no cancellation, no refund. Jadi banyak-banyak berdoa supaya tidak ada kendala pada saat berangkat.

11 tahun yang lalu, saya pernah nginap di hotel ini sebelumnya, baca disini. Hotelnya kecil saja tapi lokasinya persis diseberang mall City Square, mall terhubung dengan MRT Farrer Park dan 50 m dari Mustafa centre. Hotelnya pun masih terawat, sudah gak ada jaminan kunci 10 SGD pada saat check in. Kamarnya kecil saja, tapi terawat. Tempat tidurnya yang twin bed, ukurannya 120cm. Kadang ada hotel melati tempat tidur twinbednya ukuran 100cm, jadi sempit. Gak ada teko listrik tapi ada teko air panas yang disediakan, dan tempat pengambilan air panasnya ada di luar kamar. Dulu disediakan dispenser di setiap lantai, sekarang jatahnya 2 botol air mineral. Jadi masih bisa untuk seduh pop mie. Dan karena dekat mall, gak susah nyari makan. KFC, Wing Stop, MCD, Chikaboo adalah fast food yang ada di mall tersebut dan masih banyak lainnya. Terus di dalam mall juga ada supermarket Fair Price yang harganya murah meriah untuk ukuran standar Singapore,  beda tipis sama harga barang makanan minuman di Mustafa. Bukanya jam 7pagi sampai jam 10 malam. Jadi bisa belanja coklat untuk oleh-oleh disini, termasuk beli buah segar dan air mineral. Air mineral 1,5 L seharga 0.99SGD, kalo beli di jalan air mineral 600ml bisa sampai 2SGD. Kurs sekarang 1 SGD: 11ribu rupiah.

Di dekat situ juga ada nasi Kandar, makanan khas Melayu India. Enak dan lengkap, ada masakan india, masakan melayu, masakan western, chinese food. Yang saya suka adalah teh tarik, nasi goreng,mie goreng maggi. Kalo cuman sebut mie goreng ntar dikasih mie goreng pake saus merah, which is rasanya aneh. Saya juga nyoba paratha pakai saus kari india, enak. Sepertinya standar sekali makan minum di Sg kurang lebih 9-10SGD, lumayan yah biaya hidup disana.

Agenda hari itu adalah ke Singapore Flyer dan nonton Spectra di Marina Bay Sands. Harga untuk berempat (3 dewasa + 1 anak) 1,15juta. Singapore Flyer adalah bianglala raksasa berdiri menjulang di antara deretan gedung tinggi, satu putarannya membawa kita ke ketinggian 165 meter di atas tanah atau setinggi 42 lantai. Saat ini Singapore Flyer merupakan bianglala raksasa terbesar ketiga di dunia setelah Dubai dan Las Vegas.  Ada 28 kapsul kaca dengan kapasitas maksimal 28 orang. Gak terlalu lama mengantri, kami naik kapsul dan dibatasi hanya 50% dari kapasitas saja. Perjalanan berputarnya kurang lebih 30 menit untuk menikmati pemandangan spektakuler dari atas sana. Waktu paling bagus untuk menikmati adalah di kala senja, saat matahari menjelang tenggelam. Seperti saat kami disana, jadi dapat terangnya, dapat juga gelapnya. Dari atas, saya bisa memperkirakan sepertinya tidak jauh untuk berjalan kaki menuju Marina Bay Sands. Jadilah kami berjalan kami sambil menikmati perjalanan melewati Helix Bridge.

Tujuan selanjutnya menonton Spectra, pertunjukan water dan laser show dengan proyeksi visual super indah. Gratis, rugi kalo gak nonton dan  bisa nonton sambil istirahat meluruskan kaki sejenak setelah seharian jalan. Terakhir kesana seingat saya duduknya di barisan tempat duduk kayu seperti tempat duduk di bioskop, sekarang sepertinya lantainya sudah dimake over jadi rata saja. Lokasi tepatnya adalah di event space Marina Bay Mall selurusan dengan Art Museum. Pertunjukan spektakuler ini berlangsung hanya 15 menit saja. Weekdays 2x pertunjukan jam 8 dan 9malam, weekend 3x jam 8, jam 9 dan jam 10malam. Saya suka banget pertunjukannya. Saya suka suasana malam hari di area ini. Bisa menikmati gedung pencakar langit yang diterangi dengan lampu warna warni yang berada di Sungai Singapore, didekatnya ada Garden by the bay dan tampak kejauhan Singapore Flyer.

Ghazy sudah kecapaian, beberapa kali saya dengek dia (istilah Makassar untuk gendong belakang). Biar dia istirahat dan abis itu menyemangati dia untuk bisa jalan. Alhamdulillah, dia masih kuat nyampe hotel tanpa tertidur.

WhatsApp Image 2022-08-01 at 12.07.31 PM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s