RockBar dan WooBar

Jalan-jalan ke Bali, rasanya gak kekinian kalo gak nyamperin beberapa Beach Club yang semakin menjamur. 4 tahun yang lalu Rock Bar udah masuk itinerary jalan di Bali, tapi waktu itu urung udah nanggung mau kesana, udah sore banget. Jadi sekarang mau dibela-belain kesana. Pokoknya nyampe dulu di Ayana Resort tempat Rockbar berada. Ntar liat sikon, jadi masuk atau tidak. Dari Pucuk Selfie di daerah Bedugul lumayan banget jaraknya, ujung pukul ujung. Sampai di Ayana Resort udah jam 17.00. Rockbar baru available untuk kami jam 18.30. Jika ingin menunggu diberi nomor antrian dan dipersilakan di waiting area sambil menikmati sunset. Banyak juga yang memilih menunggu. Padahal kita datangnya bukan pas weekend. Saat menuju ke tempat antrian Rockbar, viewnya udah keren-keren. Melewati kolam renang Ayana Resort, melewati area shopping dan bar yang ada di area terbuka berumput hijau. Jadi bisa aja, puas-puasin foto disini lalu ngacir pulang. Saya masih penasaran dengan inclinator atau lift terbuka menuju Rockbar, jadi tetap sabar menanti. Tidak banyak tersedia kursi di waiting area tersebut, kebanyakan nyebar ada yang berdiri sambil foto-foto, ada yang duduk di rumput, ada yang nyari tumpuan buat duduk. Kita tadinya berdiri aja, cuman lama kelamaan pegal juga. Jadi pas ada tempat duduk kosong, kita langsung ngisi. Pesan minum cuman 1 aja buat berempat, sambil ngasih alasan sama waitressnya ntar pesan yang banyak pas di bawah saja. Hihihi. 1 gelas minuman Cacktus Citrus yaitu kombinasi jus kiwi, jus nenas, jeruk nipis plus syrup kaktus dibandrol 99ribu trus dikasih compliment kripik kentang. Continue reading

Advertisements

Selebrasi

20170907_130622

Sarang tawon di Pucuk Selfie Danau Buyan

Setelah wisuda selesai, kami buru-buru ke sekolahnya Aya menjemput sekalian minta ijin gak masuk sekolah 3hari sama gurunya. Kalo si adek sudah aman ijin dari sekolahnya sejak kemarin. Mampir rumah cuman ambil koper, jemput si adek langsung cuss bandara. Sore itu kami akan ke Bali. Trip dadakan sih, wisudanya kena hari Rabu. Mau ambil cuti 1 hari trus balik lagi Palopo, rasanya rempong banget. Akhirnya ambil cuti 3 hari yang rasanya sayang untuk dihabiskan di Makassar.  Sekalian selebrasi, hehehe. Anak-anak juga dari kemarin minta liburan. Tahun ini emang belum jalan-jalan sama anak-anak. Memilih ke Bali karena secara hitung-hitungan budget paling murah kesini dibanding destinasi lokal lainnya. Ngecek Derawan, Belitung, Karimun Jawa, Semarang. Tiket pesawat lebih mahal dan rata-rata transit. Makan waktu. Kepikiran juga destinasi luar yang gak bervisa seperti Turki, Hanoi, New Delhi, Chiang Mai, Male. Yang paling murah cuman ke Hanoi, lagi ada promo tiket pesawat. Tapi tetap jatuhnya mahal ongkosnya buat berempat, 2x lipat dari biaya liburan ke Bali. Jadi akhirnya mutusin ke Bali saja. Continue reading

Sharing trip Siem Reap

20170423_070623

Sunrise at Angkor Wat

Sebulan setelah trip UK, saya ke Siem Reap memanfaatkan libur long weekend. Tiketnya lumayan murah KL-Siem Reap hanya 750ribu tapi belinya persis 1 tahun yang lalu. Jauh sebelum pemerintah mengeluarkan edaran libur nasional dan cuti bersama, saya udah hunting tiket di tanggal yang memungkinkan saya bisa liburan atau ambil cuti. Rencananya hanya bertiga, tetapi semakin mendekati hari H bertambah lagi 4orang. Jadinya reuni SD kecil-kecilan karena semuanya berasal dari SD Mangkura angkatan yang sama, plus ada 1 teman yang bawa ibunya.  Meeting point di KLIA2, ada yang start dari Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Penerbangan KL-Siem Reap jam 06.30 pagi. Kita udah tiba malam sebelumnya. Sebagian besar dari kami hanya nongkrong di KLIA2 sampai tiba waktu terbang. Ada yang di kursi di depan pintu kedatangan, kalo saya memilih begadang ngerjain tugas kantor (internet lancar jaya). Habis trip ini saya harus ikut program upgrading kantor di Bogor dan ada tugas yang harus diupload sebelum masuk program itu. Saya kira tugasnya kayak tahun lalu cuman diminta baca materi pre-reading, eh ternyata tugasnya banyak. Bikin summary 4 artikel berbahasa Inggris plus bikin paper. Baca emailnya baru pada sudah di KLIA2 sih, padahal udah 2 hari ada di email, hehehe. Untung bawa laptop. Saat otak tak bisa lagi diajak berfikir, saya ke mushalla meluruskan badan di area keberangkatan. Gak bisa lama-lama di mushalla karena gak tahan dinginnya. Ketemu sama teman-teman menjelang check in saja. Continue reading

Ketinggalan Paspor

Image result for gambar paspor indonesia

Pernah ketinggalan paspor saat akan berangkat ke luar negeri? Duh, saya mengalami sudah 2kali. Pertama, di Osaka baru sadar kalo ketinggalan di 7 jam sebelum terbang ke Tokyo. Dan ternyata ketinggalannya di Kyoto 60km dari Osaka, sementara saat nyadar ketinggalan paspor udah tengah malam. Cerita lengkapnya disini.

Kedua, di Makassar baru nyadarnya 4jam sebelum terbang ke KL. Ketinggalannya di Palopo, 400km dari Makassar. Padahal tiba di Makassar hari Kamis sore masih anteng sampai Jumat pagi. Baru ketahuan ketinggalan saat ngatur bawaan di ransel. Di Palopo memang gak sempat atur barang, buru-buru ke Makassar tanpa cek and ricek lagi. Continue reading

Kepulangan yang tertunda

20170327_095700

antrian untuk pengalihan maskapai

Waktunya pulang ke tanah air. Ada keanehan saat web check in. Check in London-KL gak ada masalah, jadwal berangkat jam 09.25 dan tiba H+1 jam 06.45, tapi pesawat lanjutan ke Jakarta dirubah jadi sore yang bikin tidak connect dengan pesawat lanjutan dari Jakarta ke Makassar. Jadi kita mutusin untuk lebih pagi ke bandara untuk konfirmasi. Saat di tube, nyari info di twitter MH, sudah ada informasi pesawat kita LHR-CGK dibatalkan. Katanya sih ada penggantian mesin pesawat Airbus A380. Duh. Trus cek di website MH, infonya delay sampai jam 16.40. Duh mana yang benar. Tiba di bandara, kami sekalian merefund kartu Oyster. Lumayan kan dapat refund sisa deposit sekitar 9GBP. Tiba di counter MH, kita langsung diberikan selebaran dan diminta mengantri untuk pengalihan ke maskapai lain. Antrian udah panjang banget. Jam 12 siang, kita dikasih voucher makan 10GBP masing-masing orang. Sayang gak banyak tempat makan di terminal 4 bandara Heathrow. Vouchernya pun hanya cukup untuk beli roti tuna dan minum. Sampai jam 15.00 akhirnya diberitahu bahwa tiket ke Jakarta untuk hari itu sudah tidak available lagi. Padahal cek di web, Garuda masih available tapi harganya lumayan selangit. Mungkin susahnya karena  kita bersepuluh. Kita tetap berupaya menunggu dan berharap dicarikan tiket hari itu juga. Pagi tadi sempat mereka nyari penumpang tujuan Singapore untuk didahulukan. Seandainya ambil tiket itu saja dan sisa nyari tiket sendiri dari Singapore ke Jakarta mungkin udah duduk manis di pesawat. Sayang gak manfaatin kesempatan itu. Kita disaranin untuk menunggu di hotel yang mereka sediakan sambil menunggu kepastian. Kita mengalah ikut saran itu, namun ada 2 orang dari kami tetap menunggu di counter sampai mereka dapat tiket berangkat hari itu. Aries dan suaminya keberatan kalo harus tinggal 1 hari lagi. Mereka akhirnya dapat tiket Emirates transit Dubai jam 20.40 hari itu juga. Saya kirim email ke email-email yang ada diselebaran pemberitahuan pembatalan, menyarankan agar kita diusahakan tiket Garuda keberangkatan tanggal 28Maret. Sampai selesai makan malam di hotel, kami belum juga dapat kepastian. Masih ada petugas Liason Officer MH yang menunggu. Sama dia, kita minta dicarikan info tentang tiket kita. Dan dapat info bahwa untuk tiket Garuda atas nama saya sudah confirm. Yang lainnya belum, katanya sedang diissuedkan. Duh. Kita diminta untuk ngecek besok pagi. Continue reading

Jalan-jalan ke Warner Bros Studio Tour, lokasi pembuatan film Harry Potter

Perkenalan saya dengan Harry Potter termasuk telat. Bukan kudet, tapi dulu gak suka sama film tentang magic, dunia kegelapan, horor, film perang tempo dulu, komedi slapstic dan science fiction. Sukanya sama film yang menggambarkan kehidupan dunia nyata, apalagi film romantis cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Tapi makin kesini, selera film juga berubah yang tadinya tidak suka menjadi suka. Sisa 1 jenis film yang sampai sekarang gak suka yaitu film horor. Nanti di film ke-3 Harry Potter, baru saya mulai menikmati jenis film ini. Berawal dari pinjam buku Harry Potter berbahasa Inggris punya tetangga. Meski bahasa Ingggris saya pas-pasan, tapi bisalah saya menyelesaikannya. Udah pernah punya pengalaman baca buku Faceoff  berbahasa Inggris dan ternyata ngerti kok, padahal belum pernah nonton filmnya yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicholas Cage. Sejak selesai baca buku Harry Potter, saya jadi penasaran untuk nonton filmnya.

Mumpung jalan-jalan ke negaranya Harry Potter, kita sempatkan untuk ke tempat pembuatan film ini. Agak telat tau kalo harus beli online ticketnya. Pas ngecek di H-22, banyak tanggal yang sudah sold out termasuk tanggal yang kita inginkan. Saya ngecek terus nyaris setiap hari, sampai akhirnya bisa terbeli 10tiket seharga 37GBP/orang untuk masuk jam 15.30. Jadi jika ingin kesini sebaiknya beli sekitar 45hari sebelum hari H, biar enak milih jamnya. Continue reading