SLEEPING @ INCHEON AIRPORT

Waktu kepulangan saya dan anak-anak sehari lebih lama dari yang lain. Sebenarnya bisa pulang bersamaan sih, waktu itu Airasia membatalkan tiket Incheon-KL yang saya beli dan memberikan pilihan refund, terbang dengan penerbangan sebelumnya atau penerbangan berikutnya. Saya memilih penerbangan berikutnya, saya pengen tinggal lebih lama dengan suami n anak-anak. Eh gak taunya suamiku gak dapat visa Korea. Menyebalkan.

Saya memutuskan nginap di Incheon Airport saja. Pengen tau suasana ‘sleeping in the airport’, airport yang  mendapatkan penghargaan sebagai airport terbaik 8 tahun berturut-turut. Sekalian berhemat, ahayy….

Anak-anakku sih ok-ok saja. Sebagai kompensasinya, saya mengajak mereka ke Everland Theme Park, theme park terbesar di Korea.

IMG_5671

masih sibuk nonton via youtube di tengah malam

IMG_5675

Terlebih dahulu saya mengecek kemungkinan untuk nginap di Incheon airport via internet. Ternyata airport ini ‘sleeper friendly’. Kami check out jam 11.00 dari Ann Guesthouse, tapi masih nitip barang-barang kami karena kami masih jalan-jalan dulu sebelum ke airport. Barang-barang tersebut kami ambil sekitar jam 10 malam. Kereta subway ke airport terakhir sekitar jam 23.00. Jam segitu airport sudah lengang, sudah tidak tampak aktivitas check in, boarding dan sebagainya. Hanya ada segelintir orang yang sengaja menginap di airport dengan berbagai alasan termasuk kami. Buku panduan airport tersedia di mana-mana, kami segera mencari tempat untuk beristirahat. Cukup mudah untuk memahami Incheon airport, terdiri dari 4 lantai. Lantai 1 subway, jimjilbang (tempat sauna), lantai 2 area kedatangan, lantai 3 area keberangkatan, lantai 4 restoran. Banyak sekali kursi tersedia dimana-mana. Di lantai 2, kursinya model bench alias tidak ada sandarannya namun tersedia tv yang ukurannya sekitar 50’. Dan tersebar di berbagai penjuru di lantai 2, sisa memilih lokasi yang sepi. Di lantai 3, juga banyak sekali kursi yang ada sandarannya, ada kursi kayu yang panjang dan ada juga yang kursi yang sedikit empuk. Kami memilih kursi empuk tersebut, kebetulan ada 3 kursi panjang yang kosong, sehingga lumayan kami bisa selonjoran dan dekat dengan rest room. Kursi empuk itu hanya ada disekitar void di lantai 3 atau berada persis di tengah-tengah lantai 3.

Saya berkeliling airport melihat-lihat suasana sambil membawa buku panduan airport. Sekalian mencari air minum, mini market, air panas, shower room dan info penerbangan.

Kran air minum ada di depan setiap rest room, jarak antara rest room dengan rest room lainnya kurang lebih sekitar 25-50m.

Ada ruang nursery untuk ibu dan anak, ruangannya nyaman betul. Sayangnya, ada batasan usia anak yang bisa memanfaatkan ruang nursery ini yaitu maksimal 3 tahun. Mau cuek nongkrong disini, gak gue banget. Gak mau saya dibilang buta huruf, apalagi sampai ditanyain asalnya dari negara mana. Secara mau tidak mau begitu berada di luar negeri, kita ini mewakili negara kita sendiri. Jadi saya hanya numpang mengambil air panas dari dispenser yang disediakan di ruang tersebut buat pop mie dan kopi. Ruang nursery hanya ada 2, disayap kiri dan disayap kanan.

Mini market GS25, bukanya 24 jam. KFC dan McDonalds juga buka 24 jam, restoran lainnya tutup.

Colokan banyak sekali tersedia. Colokan terbanyak yang pernah saya liat di airport kayaknya.

Penitipan barang gratis menurut buku panduan, terletak di bagian paling ujung kiri dan kanan. Sebenarnya bisa titip barang lalu keluar dari airport menghabiskan waktu sampai tiba waktunya pulang. Tapi saya memutuskan tetap tinggal aja di  airport, malas keluar, toh belum bosan berada di airport.

Gadget yang saya bawa lumayan untuk membunuh waktu, 1 notebook (saya selalu bawa laptop kalo jalan keluarga), 1 tablet dan 2 bb. Anak-anakku termasuk youtube addict, so mereka juga anteng-anteng saja di airport.

Saya penasaran dengan info penerbangan Air Asia yang gak muncul di papan informasi. Setelah cek tiket, oalah ternyata tiketku ternyata sore hari jam 15.30 bukan pagi hari jam 08.40. Saya pikir sama jadwalnya dengan rombongan yang berangkat sehari sebelumnya. Jadi kurang lebih kami berada 15 jam di airport. Counter check in Air Asia baru buka jam 13.00.

IMG_5692

Shower room @ incheon airport

IMG_5684

Shower room hanya di rest area setelah melalui pemeriksaan imigrasi. Segera setelah check in kami mencari shower room dan mandi. Disediakan handuk, shampoo dan shower gel.

IMG_5686

movies room @ rest area incheon airport

IMG_5688

rest area yang sangat luas Incheon airport

IMG_5687IMG_5689IMG_5691

Fasilitas di rest area selain shower room, nonton film dengan kursi super empuk, kursi pijat, internet dan tur gratis bagi penumpang transit untuk mengenal kebudayaan korea.

NGINAP DI AIRPORT LAGI

Tiba di LCCT Airport, Kuala Lumpur hampir tengah malam, membuat saya berniat buat nongkrong aja lagi di food court. Tapi kesian juga anak-anak, meski mereka tidak memaksa untuk menginap di tune hotel. Tukar duit sedikit ke ringgit untuk sekedar makan-makan, makan di KFC lalu ke Tune Hotel. Ternyata Tune Hotel penuhhhhhh…jadi balik lagi ke Food Garden, nongkrong disana sampai pagi. Si Sulung berhasil begadang sampai pagi tanpa tidur, Si Bungsu mulai tidur sekitar jam 3pagi. Jam 5.30 kami mulai merapikan diri, shalat, mandi, make up. Sengaja agak pagi mandinya, mumpung petugas toiletnya belum datang, soalnya kita mandi di toilet jongkok…hehehe. Shower room katanya ada di LCCT dekat dengan mushalla di area kedatangan, tapi saya nyari yang dekat ajalah.

Mungkin ada yang berfikir, anak-anak kok diperlakukan seperti itu. Menurut pikiran saya, ini merupakan proses pembelajaran buat mereka bahwa hidup itu tidak selalu dalam berada kondisi nyaman. Bahwa kita harus siap dan survive dalam kondisi apapun. Dan saya ingin mengajarkan bahwa hidup itu petualangan (hehe..kayak iklan aja) dengan tetap memperhatikan batas kemampuan fisik mereka. Harapannya jika mereka beranjak dewasa nanti, mereka akan jadi travelmate saya kemana-mana. Mumpung masih kuat jalan dengan gaya seperti ini. ini bukan yang pertama kalinya buat mereka. Sejak si bungsu umur 3 tahun, sewaktu ke hongkong, nongkrong juga di LCCT nunggu penerbangan pagi ke Hongkong. Sewaktu ke Phuket, kami juga melakukan hal yang sama. Karena hampir semua penerbangan kami  menggunakan Airasia dan startnya dari Makassar, sehingga pilihan penerbangan terbatas. Kemudian kami juga pernah nongkrong di KL Sentral nunggu pagi lanjut ke LCCT Airport, waktu itu kami dari Singapore tiba di stasiun bus jam 2 pagi lalu naik taxi ke KL Sentral.

And finally, sampai di Makassar, menginap semalam lalu lanjut lagi ke Manado bersama anak-anak. Sungguh suatu perjalanan panjang tapi Alhamdulillah sehat dan selamat tiba di tujuan.

Advertisements

6 thoughts on “SLEEPING @ INCHEON AIRPORT

  1. Mau tanya dong bu kalau dari seoul naik subway ke incheon susah ga ya?lalu rest area yg ad shower room nya itu lantai brapa?gratis kan?kebetulan ad rencana nginep di airport jg januari ini.hee.mohon bantuannya ya bu.trimakasih

  2. Halo bu 🙂
    Mau Tanya, kalo saya Baru sampai di incheon airport, apa bisa menggunakan free shower juga?
    Mengingat penerbangan saya di hari jumat dan dari airport mau langsung ke masjid di itaewon, karena adik saya yg laki laki harus sholat jumat.
    Terima kasih sebelumnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s