Let’s Go Under (Buniayu Cave)

WhatsApp Image 2022-07-25 at 5.27.35 PM

Setelah manjat di Gunung Parang, dapat ajakan lagi ke untuk menjelajah Gua Buniayu di Sukabumi.
To be honest, saya sebenarnya gak terlalu demen masuk ke dalam permukaan bumi. Gelap, lembab, basah. Tapi pengen juga tau rasanya menyusuri gua secara vertikal. Gua Buniayu termasuk jenis gua bisa disusur secara vertikal dan secara horisontal. Selama ini beberapa kali masuk gua horisontal yang emang sudah didesain untuk dikunjungi dengan mudah tanpa perlu harus berbasah-basah dan sudah terang dengan cahaya alami maupun buatan. Diluar negeri pernah explore Gua Manjang di Jeju, sekitar 1 km berjalan didalam gua kurang lebih sekitar 1jam. Masuk dan keluar dari pintu gua yang berbeda. Pernah juga ke Gua Thien Cung di Halong Bay Vietnam yang stalaktit dan stalakmitnya berbentuk unik ada yang menyerupai naga, burung phoenix dan lain sebagainya. Kalo di Indonesia, pernah ke gua Allo dan gua Berlian di Sombori, Morowali, Sulawesi Tengah. Goa Berlian, goa yang cukup luas didalamnya terdapat stalaktif yang kalo pencahayaannya pas akan keliatan berkilau seperti berlian. Continue reading

Nepal van Java

WhatsApp Image 2022-07-18 at 11.19.38 AM

Saya mendarat ke Surabaya lagi. Kali ini untuk menghadiri acara nikahan rekan sekantor. Udah janji sama Sofar untuk datang kesana. Waktu itu lagi tinggi-tingginya kasus Omicron yang bikin rekan kantor dan keluarganya banyak yang harus isoman. Padahal niatnya pengen ke Surabaya rame-rame. Saya baru  selesai isoman di Makassar kurang lebih 2 minggu waktu itu. Ya udahlah daripada gak ada dari kantor yang datang, biar saya mewakili asalkan ke Surabaya lewat jalan darat bawa driver. Saya ngajak anak-anak dan kakak saya. Saya baru 4 hari ketemu mereka masa saya tinggal lagi, biar mereka juga kebagian jalan-jalan. Kita berangkat hari Jumat, tiba tengah malam di Surabaya. Sabtu pagi acara nikahan, jam 10an Sofar dengan gagah dan senyum yang paling sumringah menggandeng istrinya ke panggung. Abis itu mengarah pulang ke Bandung. Masih spare waktu sehari yang bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Belum ada tujuan yang pasti. Pilihannya ke Solo, Dusun Semilir Semarang atau Nepal van Java Magelang. Pengen ke Nepal van Java tapi bingung lagi nginap dimana. Tidak banyak penginapan yang kontaknya ada di mbah google. Sekalinya ada, pas ditelpon katanya full. Saya nanya apakah ada penginapan lain yang direkomendasikan, katanya gak ada.  Ada lagi yang lain tapi lama responnya. Rupanya disana sinyal hp kurang bagus, jadi slow respon. Sekitar jam 5 sore ada yang balas wa saya, menginformasikan homestay ada available. Fix, kami menuju kesana. Pengen merasakan nuansa pedesaan yang sejuk dan segar saat bangun pagi besok. Sekitar jam 10 malam kami tiba di Nepal van Java.

5 Fakta Nepal Van Java Magelang dengan Pemandangan Epik dan Majestik -  Celebrities.Id

Continue reading

Roadtrip to Ijen & Bali (2)

WhatsApp Image 2022-07-17 at 9.56.48 PM

Perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Ketapang. Sebelum ke Pelabuhan Ketapang, kami mampir ke RM Srengenge Wetan, rumah makan yang persis terletak di 0 km Banyuwangi. Biar tau makanan khas Banyuwangi seperti rujak soto, nasi tempong dan lain sebagainya. Nasi tempong asli Banyuwangi, tapi terkenalnya malah di Bali. Nasi tempongnya enak, tapi rujak soto kurang sesuai dengan selera saya. 

Abis itu, lanjut nyari tempat swab antigen. Waktu itu persyaratan nyebrang ferry wajib melampirkan surat keterangan hasil swab. Di dekat pelabuhan banyak tempat swab antigen. Dan harganya lebih murah dibanding di kota. Di kota rata-rata 99ribu, di dekat pelabuhan hanya 60ribu. Lumayan selisihnya jika dikali 5 orang. Cuma harus hati-hati juga memilih tempat tes karena saat itu lagi beredar kabar ditemukannya tes covid bodong di daerah pelabuhan. 

Boarding ke ferry berjalan lancar. Tiket booking di aplikasi ferizy.com. Total harga tiket untuk berlima plus mobil adalah 220ribu rupiah. Lama menyeberang Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk kurang lebih 45 jam. Saya memanfaatkan waktu untuk booking sisa hotel lainnya di Bali. Done, booking day 2 di hotel Pullman Bali Legian Beach seharga 580ribu termasuk sarapan, day 3 di Merusaka Nusa Dua (dulu namanya Inaya Putri Bali) seharga 673ribu termasuk sarapan, day 4 di Le Meridien Jimbaran seharga 478ribu. Jadi total harga sewa penginapan kami di Bali selama 4 malam sekitar 2,2juta. Bintang 5 loh, kalo ngecek harga sekarang di Merusaka Nusa Dua untuk kamar deluxe di hari biasa 2,8juta/malam. What a nice bargain. Continue reading

Jalan-jalan ke Sumba

WhatsApp Image 2022-03-10 at 11.33.30 AM

Yeah kesampaian ke Sumba. Udah beberapa bulan kepikiran kesini. Ngajuin cuti 2minggu di bulan Januari, bos bilang tinggalin pekerjaan dulu buat tim supaya enak cuti. Baiklah, gak jadi cuti nanti di awal bulan Februari kemarin baru ngajuin cuti lagi dan di approve. Ngabisin cuti besar 2021 yang ternyata hanya tersisa 11 hari kalender. Harusnya masih ada sisa 26 hari kalender tapi ternyata ada aturan baru yang bikin cuti harus terpotong 15hari. Tapi gak apa-apalah. Toh masih dapat jatah cuti tahun ini sebanyak 18hari kerja.

Alternatif lain, kepikiran juga mau ke Derawan tapi tiketnya mahal 2x lipat harga tiket ke Sumba, jadi derawan di pending dulu. Saya ngajak Amel, adik saya paling mudah dicolek kalo soal jalan.  Untuk ke Sumba ada 2 bandara yang melayani yaitu Bandara Tambolaka di Tambolaka kab. Sumba Barat Daya dan Bandara Ummu Mehang Kunda di Waingapu kab Sumba Timur. Mau masuk dari bandara manapun, tempat wisatanya tersebar di 3 kabupaten, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur. Paling efektif sih masuk dari Bandara Tambolaka keluar dari Bandara Waingapu atau sebaliknya. Bisa lebih maksimal explore tempat wisatanya.
Namun dengan pertimbangan harga tiket lebih murah masuk dan keluar di bandara Tambolaka, maka jadilah kami beli tiket Lion/wings rute Jakarta-Tambolaka-Jakarta transit di Denpasar. Harga tiket 2juta/pp.

Ternyata ada perubahan jadwal penerbangan yang bikin tidak connect. Setelah mencoba berkali2 nelpon ke call centre akhirnya terhubung dan tiket Lion Jakarta-Denpasar direschedule ke Batik.
Sehari kemudian dapat info lagi kalo penerbangan Batik direchedule dan jadinya tidak connect. Nelpon lagi call centre, setelah percobaan yang kesekian kalinya berhasil terhubung. Direschedule lagi ke Super Airjet. Dan butuh waktu sejam untuk proses perubahan tiket u 2 orang. Pantesan aja call centrenya Lion sibuk terus, lah 1 customer saja dilayani sampai sejam. Continue reading

Bajawa: Edisi Jelajah Flores (2)

IMG_8332

Kampung Bena

IMG_8243

Kampung Luba

Kegiatan kantor  di Labuan Bajo selesai hari Jumat. Namun saya minta tiket pulang dibookingkan sampai Minggu. Kemudian saya beli tiket sendiri Ende-Labuan Bajo seharga 500ribu. Niatnya sih Jumat pagi saya melakukan perjalanan ke Waerebo dan nginap disana. Waerebo adalah perkampungan adat unik yang ada di Flores. Untuk kesana panjang prosesnya kalo naik transport umum. Dari Labuan Bajo naik bus trus nyambung ojek trus nyambung jalan kaki kurang lebih 2.5jam. Selesai dari Waerebo saya mau naik bis ke Moni, desa di kaki Gunung Kelimutu. Menikmati sunrise di Kelimutu abis itu ke Ende untuk naik pesawat ke Labuan Bajo. Sayang rencana sebagian tidak terealisasi. Jumat pagi masih ada acara rekreasi bersama dengan para pejabat tinggi. Gak bisa kabur hehehe. Wajib Main paddling di sekitar private beach Ayana Resort. Continue reading

Harmony

IMG_6054

It is always a pleasure to see the joy of children playing, make harmony and united with the beautiful nature. They are so free, and I don’t want to disturb them. Even though their new outfit turns to dirty.

Taken on Ied Al-Fitr day few years ago at Manipi, my husband home village.

Weekly Photo Challenge: Harmony
 

OUTING TO BIRA & TG. APPARALANG

Peta dari Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan ke Bira, B I. R A, Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

“Bu, ada usul dari teman-teman untuk refreshing ke Bira”, kata teman di kantor.

What, serius kalian mau pergi semua?  Secara Palopo dan Bira ujung pukul ujung. Hihihi. Setelah dicek di google maps, ada jalan pintas via Bone. Jaraknya kurang lebih 390km, beda tipis dengan jarak Palopo ke Makassar. Okelah kalo begitu, rata-rata personil di kantor juga udah terbiasa bermobil ke Makassar.

Continue reading

AIR TERJUN PARANGLOE

“There is a waterfall in every dream. Cool and crystal clear, it falls gently on the sleeper, cleansing the mind and soothing the soul.”

20160207_124410

Kali ini saya bertekad harus berhasil sampai ke air terjun yang satu ini. Pernah satu kali mencari air terjun ini, tapi gak ketemu dan kami memutuskan untuk pulang saja, takut kesasar lebih jauh. Kami ikut petunjuk yang ada di internet saja (google maps), meski berbeda dengan jalur yang dulu. Kayaknya sih petunjuk yang kami ikuti adalah jalur yang sudah lama di tinggalkan (lewat Belapunrana). Yang sudah benar adalah jalur yang dulu, dimana penandanya adalah Kantor Dinas Kehutanan Parangloe KM41, cuman kesasar pada saat jalan kakinya. Hihihi, malu bertanya jalan terus. Lalu sampailah kami ke jalan rusak yang hanya bisa dilewati oleh mobil/motor offroad. Tapi feeling saya sudah benar karena di dekat situ ada tempat parkir motor/mobil. Sama Bapak yang punya area parkir tersebut, diinformasikan air terjun sekitar 0,5km jalan kaki. Alhamdulillah, untung bener jalannya. Malu juga ama suami kalo kesasar, apalagi dianya saat itu setengah hati untuk jalan. Kalo untuk urusan jalan kaki, dia gak doyan dan dia jadi sedikit menyebalkan. Kalo anak-anak sih anteng-anteng saja di ajak jalan.  Continue reading

7 TEMPAT YANG WAJIB DIKUNJUNGI DI TORAJA

toraja

Senja di Kete’ Kesu

Seakan gak puas dengan Japan Trip, beberapa teman yang ikut pada trip tersebut datang ngunjungin saya di Palopo sekalian jalan-jalan ke Toraja. Padahal baru jalan 2minggu sesudah perjalanan kami ke Jepang. Hihihi. Dikunjungin, saya tentu saja senang. Tidak mudah mengajak orang berkunjung ke Palopo. Mikirnya panjang, sepanjang 400km perjalanan dari Makassar ke Palopo lewat darat. Alternatif lain bisa juga naik pesawat dari Makassar yang hanya ada 2x seminggu, pesawat jenis twin otter kapasitas 10 orang. Kalau saya lebih memilih naik darat, sesekali nyetir sendiri.

IMG_5476

Di Tongkonan, rumah adat Toraja. Lokasinya dekat baby grave Kambira. Ini semacam rumah keluarga besar. Rumah ini dijadikan sebagai pusat kegiatan keluarga besar tersebut, rapat/pertemuan ataupun upacara. Membangunnya pun patungan antar keluarga, dibangun tahun 2008 menghabiskan dana sekitar 800juta.  What amazing toraja carving.

Continue reading