Bahagia itu sederhana

Suatu malam sepulang kantor, saya mampir ke pasar yang belum pernah saya datangi. Pasar itu searah dengan arah pulang saya. Saat itu saya baru beberapa hari berkantor di makassar. Pasarnya kecil saja, keliling sebentar udah selesai. Saya lagi nyari daun pisang buat bikin lemper pesanan kakak saya. Dapatlah daun pisang itu di penjual sayur. Saya pun sekalian belanja sayuran. Saat saya disitu, masih sepi dengan pembeli. Namun tetiba ramai dengan pembeli. Hehe anggaplah sebagai suatu kebetulan.

Kemudian tetiba tertarik buat beli daun pakis. Daun pakisnya sisa 1 dan ada orang lain yang mau beli. Saya pun mengalah. Tapi ternyata pakisnya masih ada di tempat, berarti orang itu batal beli. Saya ambil pakis tersebut. Tak berapa lama datang si mbak nyari pakisnya. Saya pun mengalah lagi. Ternyata dia minta disimpankan sama si ibu penjual sayur tapi gak didengar sama si ibu. Okelah gak apa apa masih banyak jenis sayur yang lain. Saat saya nyari dompet di tas, sempat panik karena gak langsung ketemu. Eh si ibu penjual sayur bilang, gak apa apa bu nanti saja datang lagi baru dibayar. Saya jawab, ih bisanya ibu langsung percaya saya, saya kan baru pertama kali belanja disini. Untunglah setelah dicari secara seksama, ketemu dompetnya. Belanjaan saya 64ribu, saya ngasih duit 100ribu. Si ibu penjual sayur malah ngembaliin 64ribu padahal harusnya kan kembalian 36ribu. Si ibu kebanyakan pembeli dan melayani sendirian jadinya kurang fokus. Saya pun meluruskan hitungan si ibu. Si ibu ngasih diskon dan gratisan daun bawang. Alhamdulillah.
Saya pun keluar pasar menuju parkiran motor. Saat udah mau jalan, si ibu nyamperin bawain daun pakis. Katanya nemu saat beres-beres. Saya mau bayar, si ibu bilang gak usah.
Alhamdulillah, senang banget. Sepanjang perjalanan jadi senyum senyum sendiri. Bener ya Bahagia itu sederhana.

 

Duit Pertama dari Wordads

Lama vakum nulis, nyaris 5 bulan bo. Padahal banyak momen-momen penting yang terjadi. Momen hamil, melahirkan, cuti, batal ke Hawai, nge trip ke India, mutasi dan masih banyak lagi. Mungkin bawaan orok kali ya, saat hamil mudah sekali lelah dan harus fokus kerjaan biar cutinya enak. Setelah melahirkan waktu tercurahkan untuk ngurus baby dan jadi ibu rumah tangga yang merdeka dari urusan kerjaan. Ngecek dan membalas respons yang masuk juga malasss banget. Maafkan saya yang abai terhadap blog ini. Padahal dapat cuti melahirkan 3 bulan. Saya nulisnya susah santai sih, kelamaan mikir, kebanyakan konsep,  hehe. Sekarang mau nyoba aktif lagi. Mudah-mudahan  bisa konsisten.

Bulan lalu baru ngecek Wordads Earning ada status paid sampai bulan 10-2017. Saya bengong, lho terbayarnya kemana? Cek per cek,  sudah terkoneksi otomatis dengan Paypal ternyata, ada saldo 101.25USD di Paypal saya. Asik, dapat duit hasil beriklan di Wordads sejak 11-2015. Tiap Akumulasi 100USD baru bisa terbayar.  2 tahun beriklan baru dapat segitu. Saya juga belum serius buat nyari duit sih. Rata-rata sebulan hanya menghasilkan 4usd, ada beberapa bulan yang sama sekali 0 USD. Gak tau juga cara ngitungnya gimana. Kadang banyak nulis iklannya sedikit, di bulan-bulan gak nulis seperti di bulan-bulan terakhir ini malah bisa dapat 11usd. Tapi ini lumayan buat nutupin biaya langganan akun wordpress. Langganan wordpress terdiri dari 4 skema: Free, Personal dengan fee 4usd/bulan, Premium dengan fee 8usd/bulan dan Business 17usd/bulan. Saya mulai dari free tahun 2012, pindah ke personal biar bisa  dot com tanpa embel-embel wordpress di tahun 2014, terpaksa pindah ke premium karena kapasitas foto sudah penuh. Dulu sering upload foto tanpa di resize jadi cepat penuh.

Momennya pas dengan saya yang mau apply online e-visa India, bisa buat bayar visa untuk 2 orang. Untuk biaya subscribe itu urusan belakangan deh.

Yang sudah gede hasil wordadsnya, bagi tips and tricknya dong.

 

 

Asisten Rumah Tangga

Kadang saya merasa saya salah apa sampai Asisten Rumah Tangga jarang ada yang betah lama-lama tinggal di rumah. Jika dihitung-hitung selama 15 tahun berumah tangga sudah ada sekitar 10 ART yang pernah kerja di rumah. Yang bertahan lebih dari setahun hanya ada 1 ART, selebihnya hanya hitungan hari dan bulan. Saya lebih banyak fight sendiri, keluarga gak ada yang bisa diandalkan sepanjang waktu. Ibu bapak saya sudah gak ada begitu juga ibu bapak mertua.

Kelakuan mereka juga macam-macam. Ada ART yang pembersih banget, tapi kok gak berasa nyaman sama ART yang satu ini. Jadi takut ngotorin, jadi gak bisa selebor. Si ART ini agak sewot kalo kita gak ikut stylenya dia.  Sewotnya gak ditunjukkan melalui kata-kata tapi nyapunya agak kenceng, beres-beres pake bak-buk bak-buk alias bunyi sana bunyi sini. Begitu dia minta berhenti, alhamdulillah. Continue reading

Berburu Sekolah di Makassar

Tahun ajaran baru tahun ini, anak-anak pindah sekolah di Makassar. Aya sudah kelas 3 SMP sekarang, sementara saya pun udah cukup lama di Palopo. Antisipasi jika saya tiba-tiba mutasi entah kemana, Aya sudah aman sekolahnya. Katanya anak kelas 3 yang mau ujian akan amat sulit urus pindahnya kalo sudah memasuki akhir semester 1. Adiknya, Dede juga akan kelas 1 SMP. Pengennya mereka bisa sekolah di sekolah yang sama. Dan pengen sekolah negeri saja. Selain biaya murah, antisipasi kalo sewaktu-waktu saya mutasi dan mengajak mereka tinggal bersama lagi. Juga saya pengennya mereka lebih berbaur tanpa status sosial, gak usah terlalu eksklusif. Biar mereka itu nolehnya bisa 360derajat, bisa melihat kebawah, keatas atau kesamping.  Continue reading

Belajar gak manja

20161119_120023Bisa kan, kita beda pesawat ke Denpasar?,” tanya saya ke anak-anak, Aya dan Dede.

Mereka jawab iya, yang penting ke Labuan Bajonya bareng. Jadilah saya naik Garuda dan mereka naik Lion. Kebetulan jam berangkatnya sama. Bisa aja sih bareng, tapi mumpung mereka ok-ok saja dan kesempatan mereka belajar naik pesawat sendiri serta mereka belajar mengendalikan emosi (rasa takut dan kuatir) sendiri.

Saya ada acara presentasi di Bali mewakili kantor yang jadi finalis salah satu lomba internal yang diadakan kantor pusat. Wah kesempatan nih explore Bali secara acaranya hari Selasa malam. Ada waktu luang mulai Sabtu sampai Senin sebelum acara itu. Lalu saya berfikir ngapain habisin waktu di Bali, rasanya masih banyak kesempatan yang lain. Dan lagi, saya ngeces mau ke Labuan Bajo. Mumpung bisa ke Labuan Bajo tanpa perlu cuti dan setengah perjalanan ditanggung dinas. Hehehe. Teman ngajak pergi pas libur maulid desember nanti, tapi kayaknya ada kegiatan kantor tanggal segitu. Nyari teman untuk mendadak ngetrip gak mudah kan. Saya gak pengen juga jalan sendirian ke sana. Saya lalu nawarin ke anak anak, kalo mau ikut dengan beberapa syarat. Continue reading

Pindahan Tengah Malam

20160611_225415

klepon buatanku, penerangan di rumah cuman bisa pake lampu ini sementara

Akhirnya saya pindah rumah juga. Kenapa tengah malam pindahannya? Ya karena waktunya sempit. Rumah ini di Makassar, masih satu kompleks dengan rumah lama. Sementara saya tinggal dan kerja di Palopo. Kebetulan ada dinas ke Makassar, sekalian saja saya pindahan. Biar dipakai berbuka puasa dan lebaran nantinya. Hari Rabu kemarin berangkat ke Makassar, niat mau langsung nginap di rumah baru tertunda karena tibanya tengah malam. Hari Kamis langsung nyiapin barang-barang printilan yang mau diangkut (sebagian besar sudah ada disana) dan belanja-belanja buat keperluan rumah seperti beli seprei, pesan gorden, alat pembersih. Misua hari itu masih sibuk ngurusin kerjaannya, tengah malam baru tiba di rumah.  Daripada ketunda lagi, yah mari kita pindah tidur. Biar saya masih sempat tidur di rumah yang ini 3 malam karena hari Minggu balik ke Palopo.

Bagi saya semua hari baik. Juga gak ada ritual khusus. Gak harus nanya sama para tetua untuk menentukan hari baik berdasarkan hitung-hitungan tertentu. Waktu pas nikah, tanggalnya ditentukan oleh ketersediaan gedung pada hari Minggu. Begitu juga dulu pas beli mobil dan keluarin mobil dari showroom, gak mikir hari itu hari apa. Ada teman kantor yang sengaja memilih hari untuk mengambil mobilnya di showroom, begitu keluar dari showroom malah nyenggol angkot.  Jadi bukan salah harinya, tapi emang takdirnya sudah begitu. Continue reading

KREDIT APARTMENT

Hasil gambar untuk kpr

Di Makassar, sebagaimana layaknya kota yang sedang bertumbuh dan menuju kota metropolitan, apartment udah mulai berjamuran. Saya termasuk salah satu yang kepincut pengen punya apartment ini. Gara-garanya tiap lewat pameran apartment pasti mampir, dan kayaknya hampir di setiap tempat mereka berpameran. Di mall, di supermarket bahan bangunan, atau diselipin dibawah pintu rumah. Gimana iman gak goyah, hihihi. Apalagi ditawarin uang mukanya 20% yang tadinya dicicil 6x, sama marketingnya dijanjikan kelonggaran untuk bisa cicil uang muka 12x. Saling pandang-pandangan sama suami, bismillah lalu deal di tanggal 11-11-2014. Continue reading

REALISTIC RESOLUTION

1913311_10205978078673548_8240607781002860353_o

stock buku-buku yang belum dibaca. Udah lama dibeli, tapi belum sempat dibaca

Memasuki tahun 2016, kali ini saya punya resolusi yang tertulis. Pengen coba untuk mewujudkannya dan pengen coba melakukan evaluasi di akhir tahun.  Dulu-dulu gak serius memikirkannya, jadi gak jelas juga apa hasil dan evaluasinya. Nah ini, saya coba bikin resolusi pake prinsip SMART, terinci (Spesific), dapat diukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), Realistis (Realistic), berbatas waktu (Time Frame).

Tesis selesai sebelum bulan Maret. Ini jadi top priority. Udah kelamaan gak kelar-kelar. Dulu narget selesai di bulan Juni tahun lalu, kemudian tertunda terus. Saya masih lebih fokus ke urusan berkaitan dengan orang banyak seperti kinerja kantor dan travelling. Gak bisa lagi ngatur fokus untuk hal yang berkaitan kepentingan pribadi. Travelling mengalahkan keinginan penyelesaian tesis ini karena saya jalan berombongan dan saya trip leadernya. Padahal sadar bahwa argonya jalan terus. Entah berapa kali SPP yang harus saya bayar nih. Saya udah selesai kuliah tatap muka sejak setahun lalu, cuman tesisnya gak dikerja. Semangatttt.

Sukses travelling. Travelling tetap jalan terus dong. Saya gak bisa kalo gak punya stock tiket. Januari ini, mau umrah mandiri (umrah backpacker), beli tiketnya persis setahun lalu. Mei, juga udah punya tiket, belinya juga di tahun lalu. Dan saya masih pengen hunting tiket buat berangkat di bulan Oktober, tujuannya tergantung tiket promo apa yang didapat. Bisa jadi ke Beijing, New Delhi, Maldives ataupun tempat lainnya. Dan berharap bisa dikasih cuti dengan mulus dangak ada kendala kerjaan dan diklat di tanggal-tanggal bertepatan dengan tiket yang sudah terbeli. Trus mudah-mudahan terwujud juga pergi ke Gunung Kelimutu, Labuan Bajo, Derawan atau Karimun Jawa. Minimal 2 tempat diatas dalam tahun ini.

Continue reading

BERKAH 2015

Happy New Year everyone. New hope, new spirit.

Pada bikin flashback 2015 dan resolusi 2016 ya? Saya juga mau coba bikin versi saya. Alhamdulillah, sejauh ini banyak berkah yang saya rasakan.

Sukses travelling dari sisi quantity dan quality. Yeay. Tiket-tiket yang saya beli terpakai dengan sukses. Cuti untuk pertamakalinya di tahun 2015 ini masih ada sisanya, biasanya habis. Banyaknya long weekend tahun ini sangat membantu. Maret, ke Perth hanya cuti sehari. April, ke Gunung Rinjani cuti 2 hari. Mei, ke Myanmar cuti 2 hari. Juli, kumpul keluarga besar di Bandung saat libur lebaran (gak cuti soalnya udah komitmen sama bos untuk tidak cuti saat mengajukan cuti ke Myanmar). September, ke Jepang bersama suami n anak-anak, cuti 5 hari. Masih tersisa 2 hari cuti, udah terpakai 1 hari buat keperluan akad kredit di Makassar.  Meski ijin cutinya gak gampang. Padahal salah satu persiapan travelling adalah mencari kelakuan baik sama bos hihi. Jangan salah ya mencari kelakuan baik berbeda dengan cari muka. Kelakuan baik itu  adalah minimal kerjaan beres dan kinerja gak malu-maluin. Selesai travelling juga gitu, kerjaan harus tetap beres dan kinerja tetap tidak boleh memalukan. Saya harus tetap menjaga bahwa banyak travelling itu tidak akan mempengaruhi cara saya bekerja. Dengan cara begini saya tetap produktif.

Continue reading