Hadiah Ulang Tahun

Dua minggu sebelum Aya berulang tahun, saya bertanya sama dia:

Me: Mau hadiah apa untuk ulang tahun nanti? (Minta masukan ketimbang memberikan hadiah yang  gak terlalu dia suka)

Aya: I-phone 5 (dengan nada suara yang mantap)

sumber foto dari website resminya

Me: Whattttt? (seperti gaya Ibas di Tetangga Gitu Sih, Net TV). Punya prestasi apa sampai berani minta kayak gitu? (Parts of this sentence contain bullying which means not good at all)

Tapi terlontar begitu saja. Salah juga sih lahirnya bulan Juni saat baru saja penerimaan raport dan kenaikan kelas. Jadi dikait-kaitkan deh. Maafkan nak. Lagian Hp yang sekarang adalah hadiah ulang tahun di tahun lalu. Masa tiap tahun mudah banget ganti Hp. Dia bilang temannya malah ada yang pake I-phone 6. Waduh.  Maknya aja pake Hp yang mid end, bukan karena gak sanggup beli. Tapi kalo ada duit mending beli tiket buat next travelling. Hehehe. Saya pengennya dia bisa belajar memahami mana yang kebutuhan dan mana keinginan. Jaman dulu, kalo saya ingin sesuatu, saya harus nabung. Contoh dulu kelas 2 SMP lagi ngetrend nulis pakai Rotring. Maka uang jajan saya sisihkan sampai bisa beli Rotring.

Kalo bicara soal prestasi, sebenarnya Aya dalam posisi stabil. Sekolahnya setiap kenaikan kelas mereview siswa apakah akan pindah kelas yang lebih tinggi atau lebih rendah. Aya naik kelas 8 dan tetap di kelas 8-C. Beberapa temannya ada yang pindah ke 8A dan 8 B tapi ada juga yang turun sampai ke 8J. Peringkat dalam kelas tidak diumumkan. Saya pun ekspektasinya gak terlalu tinggi, yang penting nilai matematikanya dan bahasa inggrisnya tetap bagus. Pelajaran yang lain sesuai dengan minat si anak saja. Bagi saya setiap anak unik, gak bisa digeneralisasi bisa bagus semuanya dalam segala hal. Apalagi sampai harus dituntut bagus terus.  Ada yang menonjol di mata pelajaran A tapi lemah di pelajaran B. Tapi di hati yang paling dalam, pengen juga sih berbangga punya anak yang jelas berada di top 3. Positif thinkingnya kesuksesan di masa depan tidak hanya tergantung dari faktor akademik semata tapi faktor non akademik juga berperan. Kata orang bijak, kesuksesan itu adalah 99% kerja keras dan 1% kecerdasan. Ketangguhan, kemandirian, ketahanan, kesabaran dan ke-an lainnya (in positive way) yang harus terus menerus dikembangkan.

Awalnya saya bilang, bisa dikasih sekarang tapi syarat dan ketentuan berlaku. Syarat no 1, dia harus menjual Hp nya sekarang minimal 1 juta. Syarat no 2, THR yang didapat disimpan untuk nambahin beli Hp. Syarat no 3, kurangi uang jajan. Syarat no 4, kurangi uang buku dan jatah nonton film. Dia mau-mau saja saking ngebetnya. Tapi saya yang gak tega untuk syarat no 3 dan 4, secara uang jajannya udah sedikit masa dipotong lagi. Ngurangi uang buku juga sebenarnya gak pas. Buku itu pelita hati, kata orang bijak. Soal nonton film, susah juga dikurangi secara emang jarang nonton. Nontonnya hanya kalo pas lagi ke Makassar atau kota besar lainnya.

Jadi, saya kasih satu pilihan lagi, menunggu sampai ulang tahun berikutnya tapi tanpa syarat. Dan dia memilih yang ini. Yah setidaknya upayanya dia adalah bersabar menunggu.

Advertisements

2 thoughts on “Hadiah Ulang Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s