KREDIT APARTMENT

Hasil gambar untuk kpr

Di Makassar, sebagaimana layaknya kota yang sedang bertumbuh dan menuju kota metropolitan, apartment udah mulai berjamuran. Saya termasuk salah satu yang kepincut pengen punya apartment ini. Gara-garanya tiap lewat pameran apartment pasti mampir, dan kayaknya hampir di setiap tempat mereka berpameran. Di mall, di supermarket bahan bangunan, atau diselipin dibawah pintu rumah. Gimana iman gak goyah, hihihi. Apalagi ditawarin uang mukanya 20% yang tadinya dicicil 6x, sama marketingnya dijanjikan kelonggaran untuk bisa cicil uang muka 12x. Saling pandang-pandangan sama suami, bismillah lalu deal di tanggal 11-11-2014. Continue reading

Advertisements

REALISTIC RESOLUTION

1913311_10205978078673548_8240607781002860353_o

stock buku-buku yang belum dibaca. Udah lama dibeli, tapi belum sempat dibaca

Memasuki tahun 2016, kali ini saya punya resolusi yang tertulis. Pengen coba untuk mewujudkannya dan pengen coba melakukan evaluasi di akhir tahun.  Dulu-dulu gak serius memikirkannya, jadi gak jelas juga apa hasil dan evaluasinya. Nah ini, saya coba bikin resolusi pake prinsip SMART, terinci (Spesific), dapat diukur (Measurable), dapat dicapai (Achievable), Realistis (Realistic), berbatas waktu (Time Frame).

Tesis selesai sebelum bulan Maret. Ini jadi top priority. Udah kelamaan gak kelar-kelar. Dulu narget selesai di bulan Juni tahun lalu, kemudian tertunda terus. Saya masih lebih fokus ke urusan berkaitan dengan orang banyak seperti kinerja kantor dan travelling. Gak bisa lagi ngatur fokus untuk hal yang berkaitan kepentingan pribadi. Travelling mengalahkan keinginan penyelesaian tesis ini karena saya jalan berombongan dan saya trip leadernya. Padahal sadar bahwa argonya jalan terus. Entah berapa kali SPP yang harus saya bayar nih. Saya udah selesai kuliah tatap muka sejak setahun lalu, cuman tesisnya gak dikerja. Semangatttt.

Sukses travelling. Travelling tetap jalan terus dong. Saya gak bisa kalo gak punya stock tiket. Januari ini, mau umrah mandiri (umrah backpacker), beli tiketnya persis setahun lalu. Mei, juga udah punya tiket, belinya juga di tahun lalu. Dan saya masih pengen hunting tiket buat berangkat di bulan Oktober, tujuannya tergantung tiket promo apa yang didapat. Bisa jadi ke Beijing, New Delhi, Maldives ataupun tempat lainnya. Dan berharap bisa dikasih cuti dengan mulus dangak ada kendala kerjaan dan diklat di tanggal-tanggal bertepatan dengan tiket yang sudah terbeli. Trus mudah-mudahan terwujud juga pergi ke Gunung Kelimutu, Labuan Bajo, Derawan atau Karimun Jawa. Minimal 2 tempat diatas dalam tahun ini.

Continue reading

BERKAH 2015

Happy New Year everyone. New hope, new spirit.

Pada bikin flashback 2015 dan resolusi 2016 ya? Saya juga mau coba bikin versi saya. Alhamdulillah, sejauh ini banyak berkah yang saya rasakan.

Sukses travelling dari sisi quantity dan quality. Yeay. Tiket-tiket yang saya beli terpakai dengan sukses. Cuti untuk pertamakalinya di tahun 2015 ini masih ada sisanya, biasanya habis. Banyaknya long weekend tahun ini sangat membantu. Maret, ke Perth hanya cuti sehari. April, ke Gunung Rinjani cuti 2 hari. Mei, ke Myanmar cuti 2 hari. Juli, kumpul keluarga besar di Bandung saat libur lebaran (gak cuti soalnya udah komitmen sama bos untuk tidak cuti saat mengajukan cuti ke Myanmar). September, ke Jepang bersama suami n anak-anak, cuti 5 hari. Masih tersisa 2 hari cuti, udah terpakai 1 hari buat keperluan akad kredit di Makassar.  Meski ijin cutinya gak gampang. Padahal salah satu persiapan travelling adalah mencari kelakuan baik sama bos hihi. Jangan salah ya mencari kelakuan baik berbeda dengan cari muka. Kelakuan baik itu  adalah minimal kerjaan beres dan kinerja gak malu-maluin. Selesai travelling juga gitu, kerjaan harus tetap beres dan kinerja tetap tidak boleh memalukan. Saya harus tetap menjaga bahwa banyak travelling itu tidak akan mempengaruhi cara saya bekerja. Dengan cara begini saya tetap produktif.

Continue reading

NO A-R-T, IT’S NOT A NIGHTMARE

Pulang dari mudik, Asisten Rumah Tangga saya (ART) ngirim pesan untuk minta ijin gak masuk mau ngantar anaknya yang baru masuk SD hari pertama. Hari berikutnya, ngirim pesan lagi bahwa dia lagi sakit dan sekarang sudah hampir seminggu gak ngabarin lagi. Sigh. Padahal kepengennya pulang mudik, rumah bersih, cucian pakaian langsung tertangani. Ya udahlah, saatnya nyonya rumah beraksi. Hehehe. Emang tidak mudah, karena saya kan kerja juga. Tiba di Palopo jam 4 subuh, anak-anak saya bujuk untuk langsung mandi. Kuatir kalau tidur ntar kebablasan. Hari itu hari pertama mereka masuk sekolah. Saya pengen mereka datang lebih pagi biar dapat tempat duduk di depan atau setidaknya mereka duduk dengan temannya yang pintar. Posisi menentukan prestasi. Hihihi. Saya tau, itu salah satu factor pendukung saja.  Dede dapat tempat duduk di barisan kedua dan sebangku ama temannya yang cukup pintar. Athaya dapat tempat duduk di belakang, katanya sebelum masuk kelas ada pembagian sesuatu dan dia dapatnya belakangan. Karena baru kelas 1 SMP, dia belum tau kualitas teman duduknya.

Saya  memang tidak membiasakan diri untuk tergantung sama orang lain. Kalo pas ada yang bantu alhamdulillah, tapi kalo gak ada juga bukanlah suatu mimpi buruk. Saya hanya harus bangun lebih pagi dan mengatur waktu sedemikian rupa. Saat ini ritme pagi belum stabil, terjaga jam 4 tapi baru bener-bener bangun hampir jam 6 pagi. Hehehe. Praktis saya hanya punya waktu sejam untuk nyiapin sarapan, beres-beres rumah, mandi dan berpakaian. Ngantar anak-anak ke sekolah lalu trus ke kantor. Berasa seperti dalam whirlwind dan tensi meningkat. Solusinya cuman satu, harus bangun lebih pagi. Continue reading

GAMBAR KEBERUNTUNGAN

Yang sering ikut psikotes pasti pernah liat gambar ini. Ini merupakan salah satu bagian dari psikotes dimana kita diminta untuk menggambar dalam 8 kotak. Dalam kotak itu sudah terdapat elemen seperti titik, kotak, lengkungan, bulatan. Elemen tersebut harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan gambar yang kita buat. Selama 15 tahun belakangan ini,  6 kali saya harus mengikuti tes ini. 2 kali sebelum kerja di kantor yang sekarang, sisanya di kantor yang sekarang. Jaman sudah mengalami perkembangan, tapi test ini tetap exist. Cuman psikolog yang tau jawabannya. Continue reading

SURAT CINTA

Sadarilah,
Anda tidak mungkin berhasil
menyenangkan semua orang.

Akan selalu ada orang yang tidak puas,
tidak setuju, dan bahkan tidak menyukai Anda.

Maka,
janganlah ijinkan kritik dan komentar miring
dari orang lain mengkhawatirkan Anda.

Berfokuslah menjadi pribadi yang baik,
bukan pribadi yang jadinya tidak seimbang
karena berusaha menyenangkan orang tidak baik.

Berbahagialah dengan diri baik Anda.

Sesungguhnya, kebaikan yang Anda lakukan
adalah untuk kebaikan Anda sendiri.

Mario Teguh

Pernah dapat surat cinta? Saya barusan dapat, bukan dari suami, tapi dari teman-teman kantor.

Surat cinta yang berisi rangkuman tentang penilaian teman-teman kantor terhadap saya,  apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan saya. Beberapa waktu lalu, dapat pelatihan CCSDP (Customer Centric Service Development Program) dimana salah satu materinya mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri, lalu selanjutnya teman satu kantor yang menilai plus minusnya kita. Si narasumber kemudian merangkumnya dalam 1 kertas dan menyampaikan kepada saya dalam amplop tertutup. Yang dinilai selain saya adalah 5 orang lainnya level tinggi dan menengah. Disclaimernya, ini bukan survey, jadi tidak ada analisanya. Ini adalah apa yang dipikirkan 29 teman kantor baik itu karyawan tetap maupun outsourcing (OB,Driver n Security)  terhadap saya yang jumlahnya  tidak dibatasi. Mereka bisa menulis sebanyak-banyaknya. Tapi ini merupakan masukan yang berarti yang bikin saya jadi tau kelebihan dan kekurangan dimata orang lain. Dulu kalau diminta untuk menyebutkan kelebihan dan kekurangan, suka kebingungan, sekarang sisa nyontek dari catatan ini saja. Continue reading

NYARIS GAK DAPAT CUTI KALI INI (MYANMAR #1)

images (1)

Untuk sementara cuti ditangguhkan, kata bosku via bbm. Aih lemas banget padahal Myanmar sudah didepan mata. Tiketnya pun sudah terbeli setahun yang lalu saat saya belum mutasi ke tempat yang sekarang ini. Setengah pasrah untuk gak berangkat, udah risiko pekerjaanku. Tapi saya masih mencoba meminta kebijakan. Kesian teman-teman seperjalananku kalo saya gak jadi berangkat secara saya person in charge-nya n sayang juga tiketnya gak kepake. Awalnya mau berangkat berdua saja sama adekku si Amel, karena ini trip yang gak terlalu nyaman untuk ngajak-ngajak teman. Rencananya hari pertama, terbang dari KL,  tiba di Yangon keliling-keliling kota, malamnya naik bus ke bagan tiba pagi; hari kedua, keliling-keliling Bagan, malamnya naik bus balik ke yangon tiba pagi; hari ketiga keliling Yangon, malamnya terbang ke KL. Di KL pun rencananya cuman pengen nongkrong di bandara saja sampai tiba saatnya terbang. Jadi gak nginap di hostel/hotel. Untuk keliling-kelilingnya pun mau nyoba transportasi umum saja atau rental e-bike di Bagan. Pokoknya pengen trip yang adventurous gitu. Lalu ada teman minta ikut, setelah dijelaskan kondisinya dan tetap mau ikut, ya udahlah diikutkan saja. Total kami berlima. Continue reading