Bursa Teleferik

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (7)
 
Di pesawat Jakarta-Istanbul kami bertemu dengan rombongan travel dari Indonesia, mereka bilang rencananya begitu tiba mereka akan langsung diajak main salju di tempat yang gak jauh dari Istanbul. Saya sendiri gak tau tempatnya apa, yah maklum riset mengenai tempat apa saja di Istanbul gak terlalu mendalam. Pokoknya cuman kasih jatah nginap Istanbul 3 malam namun belum bikin itinerary sama sekali. Yang dimaksud oleh mereka adalah Uludag Teleferik yang berada di dekat Bursa. 

Jadi kami juga menetapkan hati bahwa tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah tempat tersebut. Ferry paling pagi adanya di jam 8 pagi. Kami terbangun jam 4 pagi untuk mandi dan bersiap-siap. Kami mau shalat subuh di Blue Mosque yang ada di depan hotel terlebih dahulu lalu sarapan dan berangkat ke terminal ferry. Waktu subuh di Istanbul sekitar jam 6.10. Waktu sarapan di hotel di mulai jam 7. Agak-agak mepet waktu sebenarnya, tapi sayang juga kalo sarapan dilewatkan secara kami ingin tau juga seperti apa model sarapan di Turki. Kami sarapan sekitar 20menit trus berjalan menuju station trem terdekat.

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (4)

Sampai di terminal Eminonu BUDO sekitar jam 7.50, ferry belum loading penumpang tapi loket sudah close jual tiket jam 8pagi. Jadinya kami membeli tiket ferry berikutnya di jam 10 pagi. Tiket baliknya juga sekalian beli antisipasi takut kehabisan kalo pas pulang baru beli. Di Musim dingin, ferry terakhir dari Mudanya Bursa jam 5 sore. Di Musim panas, katanya ferry terakhir ada jam 11 malam. Spare waktu 2 jam kami gunakan untuk explore sekitar terminal. Kami berjalan menyusuri pinggir pelabuhan sampai ujung biar tau apa yang ada di sekitar situ trus balik arah dan jalan lagi sampai ke ujung. Kami banyak menjumpai pemancing ikan sedang asyik memancing di pinggir pelabuhan. Di ujung kami sampai ke Spice Bazaar (Misir Carsisi) , pasar rempah-rempah Istanbul. Disini banyak menjual aneka rempah-rempah khas Turki, kacang-kacangan, manisan turki, coklat dan lain sebagainya. Kami menghabiskan waktu dengan cuci mata dan nyicil oleh-oleh yang kecil-kecil disini. Sedapatnya saja, karena kami juga gak mau bawa banyak tentengan ke Uludag. 

Ferry dari Eminonu berangkat tepat waktu jam 10 dengan tujuan pelabuhan Mudanya, Bursa. Lama perjalanan 2 jam. Tiba di pelabuhan, kami mencari bus F3 yang menuju ke Bursa Teleferik. Busnya gampang ditemui persis di depan pintu keluar pelabuhan, karena memang menyesuaikan dengan jadwal kedatangan ferry. Untuk naik ini kita harus membeli kartu di loket atau mesin yang ada disekitar disitu untuk di tap sebelum naik ke bis. Saya cuma beli 1 kartu karena kartu itu bisa ditap berkali-kali sesuai jumlah orang. Isi sesuai dengan rencana pemakaian. Karena buru-buru takut ditinggal sama busnya, saya beli cuma untuk oneway saja, ntar pulangnya bisa isi lagi.

Sesampai di Teleferik, antrian panjang mengular. Kami sedikit resah, karena waktu bisa jadi mepet banget dengan jadwal ferry. Tapi sudah sampai sini, masa iya batal. Beruntung ada percepatan jalur antrian, ada beberapa petugas yang mendatangi antrian dengan membawa mesin edc, jadilah kami beli disitu dan segera ngantri naik cable car.

Continue reading

Negara multipesona

IMG_0537

Satu lagi draft tulisan yang belum diposting karena masih nyari foto yang mau diupload di postingan ini. Pengennya posting foto diarea sultan ahmet disekitar blue mosque tapi belum ketemu. Jadi supaya cepat diposting, kasih foto saat explore Goreme. Here the story goes…

Turki bisa dibilang negara multi pesona. Betapa tidak, Turki merupakan satu-satunya negara yang berada di dua benua yaitu benua Asia dan benua Eropa. Turki memiliki letak dominan di Asia dan hanya Kota Istanbul yang berada di daratan Eropa namun Istanbul merupakan kota terpenting bagi Turki walaupun bukan ibukota. 

Saya akhirnya dapat tiket murah ke Turki. Niatnya emang kalo belum dapat tiket dibawah 6juta pp saya ogah ke Turki. Tiket Etihad Airlines Jakarta-Istanbul seharga 5,5juta saya beli saat ada promo di H-3bulan. Nyaris pergi berlima, ada beberapa teman yang pengen ikut tapi gak sempat dapat tiket seharga segitu. Dan sampai mau berangkat, ya harga tiket udah gak pernah turun lagi.

Gak banyak persiapan ke Turki. Toh cuma berdua sama Amel. Kalo perginya rame-rame tentu harus jauh-jauh hari meriset dan mempersiapkan segalanya. Saya baru serius meriset mengenai Turki itu seminggu sebelum keberangkatan. Dimulai dari apply E-visa online. Ternyata ini e-visa yang paling mudah diproses. Isi form online 1 halaman, bayar 25Usd pakai kartu kredit dan e-visa langsung terkirim ke email. E-visa wajib di print untuk diperlihatkan saat check in di bandara dan saat proses imigrasi di Turki. Continue reading

Birthday trip: Turkiye Edition

IMG_0245

Travertines dari ketinggian, kita start dari kolam yang ada dibawah sana

Prolog: Satu lagi tulisan yang udah lama banget di draft (Jan 2020) tapi belum diposting. Alasannya ya gitu deh, pengen diedit dulu sampai puas baru posting. Padahal gak sempat diedit juga sekarang, hehehe. Jadi saya posting aja apa adanya.

Here the story goes….

Today is my birthday and I’m in Turkey. Jauh banget dari rumah. Perbedaan waktu sekitar 6 jam dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah alias WITA. Suhu disini lagi berkisar 4 derajat celcius. Saat nulis ini, saya lagi di lobby hotel Milat Cave, Goreme/Cappadocia nongkrong jam 4 subuh. Menunggu pagi, lalu menghabiskan waktu explore Goreme/Cappadocia sampai tiba waktu check in di hotel ini jam 12.

IMG_0513

Ini udah hari keenam di Turki. Kami sudah menghabiskan waktu di Istanbul 3 hari, di Selcuk 1 hari, di Pamukkale 1 hari abis itu lanjut ke Cappadocia. Perjalanan mulus saja sampai kemarin. Hal yang gak enak terjadi kemarin, kami kena scam. Jadi ceritanya di Selcuk setelah pulang jalan-jalan dari Ephesus tur, dolmush menurunkan kami di terminal bus. Karena kami mau ke Pamukkale saya iseng ke agen bus Kamil Koc. Kamil Koc itu provider bus ternama di Turki. Ada jadwal keberangkatan jam 09.30 pagi ke Denizli kota terdekat dengan Pamukkale dan katanya dia akan menelpon temannya disana dan memberikan free bus lanjutan ke Pamukkale. Tertarik karena orangnya sopan banget dan terminal bus persis di depan hotel sisa menyeberang saja serta Kamil Koc emang agent besar, jadilah kami memesan tiket bus Selcuk-Pamukkale sama dia. Harga tiket busnya murah 35TL (IDR75ribu) untuk perjalanan 3 jam. Pilihan lainnya ke Denizli adalah naik kereta berangkat jam 08.30.

Continue reading

Eurotrip 2019

Pilih ke Paris atau Turki? Saya melempar pilihan ke Pak Suami, Aya n Dede. Mereka mbulet milih Paris. Saya sendiri pengennya ke Turki. Saya belum pernah ke Turki, tiketnya lebih murah, visanya pun cuma apply online dan murah. Tapi demi menyenangkan mereka semua, jadilah saya mengissued tiket buat 5 orang ke Paris buat bulan Februari 2019. Maskapai Royal Jordanian lagi promo tiket 6.6juta KL-Paris pp. Saya beli tiketnya sekitar 6bulan sebelum berangkat. 

Sementara tiket Jakarta-KL saya beli dengan menukarkan Garuda Miles, kebetulan lagi ada promo akhir tahun diskon 70% tukar Garuda Miles. Yang biasanya tiket Jakarta-KL bisa ditukar dengan 21000Miles+tax, karena promo itu saya hanya menukarkan 3750Miles+tax untuk 1 tiket Jakarta-KL. Miles saya cuma cukup untuk beli 8 tiket. 2 tiket lagi bayar penuh. Jadi untuk 10 tiket termasuk infant Jakarta-KL pulang pergi saya hanya bayar total 3.5juta.  

Ini Euro trip yang ketigakalinya buat saya, sementara mereka baru pertama kali. Eurotrip pertama dan kedua menggunakan transport umum (bus/train/flight) untuk antar negaranya. Saya harus mempertimbangkan kenyamanan baby Ghazy yang baru berumur 15 bulan. Eropa di bulan Februari masih dingin banget. Pernah ke UK di bulan Maret dinginnya masih tidak tertahankan padahal baju sudah dobel dobel. Mau naik bus antar negara seperti Flixbus harus bawa carseat. Naik Uber harus request car seat dan kena charge 10Euro/1xjalan. Kalo naik kereta atau pesawat antar negara di sana, harus naik transport umum ke stasiun kereta atau bandara. Belum lagi transport di dalam Kota dengan metro/trem. Baby Ghazy akan banyak terpapar udara dingin saat menuju stasiun, dari stasiun ke tempat-tempat sightseeing ataupun dari stasiun ke hotel. Jadi untuk kali ini rasanya nyewa mobil pilihan yang paling pas.

Untuk rute negara tujuan, saya pengen ke Hallstatt, Austria. Selain itu targetnya juga ke beberapa negara yang belum saya kunjungi seperti Jerman, Slovakia, Slovenia, Croatia dan Luxembourg. Rugi dong kalo harus mengulang negara yang sama. Setelah ngecek google map, rutenya memungkinkan tapi harus tiap hari pindah negara. Jadilah saya memilih rute Paris-Brussel-Amsterdam-Berlin-Prague, Bratislava-Wina-Zagreb-Lljubljana-Halsstatt-Luxembourg-Paris. Nyewa mobil dari Bandara Charles de Gaulle, baliknya juga di bandara tersebut. 

Jalan-jalan di Edinburgh

17855511_1686628114681486_7502814366985532029_o

Landscape kota Edinburgh. Pengen ke danau ituhhh. Photo credit: Irish ern

Setelah di London selama 3 malam, kami terbang ke Edinburgh. Edinburgh adalah ibukota negara Scotland. Dengan visa UK, kita bisa berkunjung ke 4 negara yang tergabung dalam Great Britain. UK, Scotland, Wales dan North Ireland. Karena keterbatasan waktu, saya hanya memilih ke Edinburgh saja. Kebetulan dapat tiket promo Ryan Air hanya seharga 11GBP atau IDR 180ribu rupiah. Ditambah beli bagasi 15kg, totalnya hanya seharga 350ribu rupiah. Lebih murah dibanding naik kereta 7jam . Naik bus malam 8jam murah, hanya jam tibanya jam 4 pagi. Naik pesawat gak sampai 1jam. Karena ngambil pesawat sore, kami masih bisa jalan-jalan setengah hari di London. Kami manfaatkan dengan kembali berfoto di depan Big Ben dengan berpakaian baju batik. Nantinya foto itu akan dikirim ke lomba Liburan Internal  Positif di institusi kami. Dari Big Ben kami jalan ke Westminter Abbey, berfoto-foto di taman yang penuh patung-patung tokoh dunia yang salah satunya Mahatma Gandhi. Lanjut jalan kaki ke Trafalgar Square melewati Downing Street 10 tempat Perdana Mentri Inggris berkantor. Dari Trafalgar Square sempat kebingungan mau kemana. Ada restoran Malaysia dekat situ, tapi jam bukanya masih 1,5jam lagi. Jadinya kami ke Platform ¾ di stasiun King Cross. Tidak sulit menemukan platform ini, karena akan tampak kerumunan orang yang sedang mengantri. Ada tukang fotonya dan ada petugas yang membantu memasangkan syal dan memegang syal sampai melambaikan syal agar syal tampak bagus saat difoto. Bisa juga foto sendiri. Setelah itu diarahkan masuk ke toko Harry Potter untuk mengambil foto dan membeli cinderamata sesuai kebutuhan. Tips: Jika datang bersama teman dan semuanya berfoto-foto, tunggu semuanya selesai baru bersama-sama bayar fotonya. Beli 2 atau 3 foto lebih hemat ketimbang beli sendiri-sendiri. Setelah itu kami bergegas kembali ke hostel dan berangkat ke airport. Continue reading

Stonehenge,  Batu Legenda dan penuh misteri di UK

IMG-20170320-WA0143

Katanya gak berasa ke UK kalo belum mengunjungi Stonehenge. Stonehenge merupakan tempat wisata popular yang berjarak sekitar 150km dari kota London. Saya sempat memikirkan opsi untuk berkendara sendiri ke sini. Harus sewa 3 mobil kecil untuk ber-12. Dari yang saya baca, SIM A Indonesia bisa dipakai untuk mobil kecil disana. Gak praktis, belum risiko nyasar, belum lagi memahami aturan lalu lintas serta cara isi bahan bakarnya. Udah pernah punya pengalaman rental mobil di Perth, cuma waktu itu kita cuman bertujuh, sewanya cukup murah untuk mobil MPV kapasitas tujuh orang dan bisa pakai SIM A juga.

Beli tiket masuk Stonehenge ada jam tertentu untuk masuk. Bisa jadi beli pada saat tiba masih harus menunggu beberapa jam untuk bisa masuk sesuai jam yang ditentukan. Mau beli online, kuatir kita gak bisa tiba di Stonehenge tepat waktu. Apalagi ke Stonehenge biasanya sekaligus juga kunjungan ke Bath City. Daripada waktu tidak bisa dimanage dengan baik, mending ikut tour. Continue reading

Kecopetan di London Eye

IMG-20170322-WA0013

berbatik ria di depan Big Ben

Satu hal yang wajib dikunjungi di UK adalah London Eye. Gak hanya sekedar berfoto dengan latar belakang London Eye. Pengen berada di dalam bianglala terbesar di dunia dan melihat panorama 360. Udah banyak banget film yang menggunakan London Eye sebagai latar belakang syuting seperti London has Fallen dimana London Eye terbakar, Smurfs dimana London Eye disihir menjadi bergerak menggelinding ke jalan raya dan masih banyak yang lainnya. Jadi tujuan hari pertama kami ke Big Ben dan London Eye yang berada tak jauh dari situ. Big Ben juga menjadi pemicu saya memilih destinasi ke UK. Baca kabar Big Ben akan direnovasi mulai awal tahun ini sampai 3 tahun mendatang. Katanya Big Ben akan ditutup full selama renovasi. Alhamdulillah masih sempat melihat sendiri Big Ben. Continue reading

Ada Sakura di UK

20170319_191825

Cherry blossom at St James Park

Salah satu hal menyenangkan di UK adalah melihat pohon sakura bermekaran dimana-mana. Saat menuju Buckingham Palace untuk melihat seremoni pergantian penjaga, kita melewati St. James Park dimana banyak pohon sakuranya. Seremoni ini tidak tiap hari. Info yang didapat, sejak 16 Januari 2017 serremoni dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Tidak seperti sebelumnya, seremoni dimajukan jamnya menjadi jam 11.00. Buckingham Palace, St. James Palace dan Wellington Barrack adalah 3 lokasi dimana seremoni pergantian penjaga berlangsung. Kebetulan kita melewati Wellington Barracks, kita bisa melihat Penjaga yang baru berbaris membentuk formasi segiempat untuk pemeriksaan barisan. sambil Pasukan Band yang mendampingi mereka memainkan music. Sekitar 27 menit kemudian, Penjaga yang baru bergerak menuju Buckingham Palace untuk proses pergantian penjaga. Saat tiba di depan Buckingham Palace, sudah penuh dengan kerumunan turis yang ingin menonton prosesi pergantian penjaga. Crowded banget, gak bisa leluasa melihat secara kita hanya melihat dari luar pagar. Paling yang bisa jelas dilihat adalah iring-iringan penjaga yang baru berjalan menuju Buckingham Palace dan iring-iringan penjaga yang lama berjalan menuju Wellington Barracks. Kita gak nonton sampai selesai, mending menghabiskan waktu di St James Park menikmati keindahan taman khususnya bunga sakura. Senangnya. Sambil menyelam minum air, sambil jalan-jalan di UK menikmati bunga sakura. Gak perlu lagi ke Jepang khusus untuk melihat bunga sakura. Bunga Sakura mekar ceria hanya di bulan Maret dan  April. Dulu ke Jepang di bulan September, jadinya gak berkesempatan melihat cherry blossom. Namun saya tetap berkeinginan suatu saat bisa ke Jepang lagi, pengen mendaki gunung Fuji.

Di St. James Park kebanyakan sakura berwarna pink, di Hyde Park dekat Kensington Palace nemu sakura putih. Di kota-kota lain yang kita kunjungi seperti Edinburgh dan Liverpool juga banyak ditemukan. Pohon sakura ini menceriakan suasana taman dimana banyak pohon yang masih kedinginan alias belum tumbuh daun-daunnya.

IMG-20170319-WA0055

IMG-20170324-WA0064

sakura putih di Liverpool

Flash Light Trip UK

itin

Itinerary of UK Trip

Mumpung masih hangat, ini UK trip report, jalan ber-12 orang.

Tahun ini ngebet pengen ke UK gara-gara dapat berita Bigben mau ditutup untuk renovasi awal 2017 sampai 3 tahun kedepan. Sampai sana belum ada tanda-tanda persiapan renovasi. Dulu suka menunda ke UK, dengan alasan biaya hidup mahal, nilai tukar pound tinggi, harus urus visa tersendiri, dan gak terlalu suka sama aksen English British. Ternyata 10 hari gak cukup puas untuk jelajah GBR, masih banyak tempat yang belum di datangi seperti York, Cardiff, Glasgow dan lainnya. I love this trip.

Datang di bulan Maret, bisa duduk dibawah pohon sakura yang lagi mekar ceria. Sakura pink banyak di St. James Park taman dekat Buckingham Palace, sakura putih nemu di Hyde Park dekat Kensington Palace. Berasa kayak di Jepang.

Cuaca bulan Maret dingin banget. Dapat sekali hujan gerimis di Edinburgh, selebihnya cerah tapi kagak nahan dinginnya. Suhu berkisar -1 – 8C. Atas bawah sudah 3 lapis, masih menggigil juga. Padahal 2x ke Eropa (di bulan Mei) masih kuat pakaian 2 lapis saja. Saat perjalanan naik kereta Edinburgh-Manchester masih terlihat beberapa area diselimuti salju.

Tiket Pesawat 6,2juta Malaysia Airlines Jakarta-London pp. Pengeluaran selama trip 10hari/9malam  (akomodasi,transport,makan, entrance fee) 8,9juta diluar biaya pribadi. Visa 1.5juta Total 16.6juta start Jakarta. Untuk mengurus visa UK lihat disini.

Yang udah dibooking sebelum berangkat: Akomodasi, Tiket Pesawat London-Edinburgh Ryan Air 22GBP udah termasuk bagasi 15kg, Tour Stonehenge & Roman Bath beli di Groupon UK 39GBP, Harry Potter 39GBP, Tiket Kereta Edinburgh-Manchester 22GBP, Tiket Kereta Manchester-Liverpool pp 7GBP, Tiket bus Megabus Manchester-London 3GBP, Tiket Kereta London ke Stanted Airport 9.5GBP.  Yang lainnya beli di tempat. Booking transport via online jauh-jauh hari bisa dapat lebih murah. Tips: Ada juga system group save, beli berdua atau berempat lebih hemat tapi harus semuanya bareng berangkat.

Harry Potter The Warner Bros Studio harus beli online, milih mau datang jam berapa. Kami nyaris gak dapat di dalam tanggal yang kita bisa pergi, karena telat tau kalo harus beli online. Kita tiba disana telat sejam dari jam yang ditentukan, karena hari itu kami baru meninggalkan Manchester menuju London. Titip koper di hostel lalu langsung pergi ke sana dan cukup jauh dari London. Tapi aman, masih bisa masuk meski terlambat.

Selama di London, kemana-mana kita pake Oyster Pay As You Go.  Beli di airport. Bisa beli di toko yang ada di underground airport atau di ticket machine. Berlaku untuk naik tube (MRT), bus, train (pergi ke Windsor bisa pake Oyster, baliknya harus beli tiket khusus), DLR (ke Greenwich) dan ke Heathrow airport. Bagusnya ada batasan max pemakaian (daily cap), jadi jika mencapai amount tertentu kita sudah free kemana-mana. Contohnya kalo wara-wiri di zone 1& 2 setelah pemakaian sejumlah 6.6GBP sudah free pemakaian selanjutnya atau minimal 3x  naik tube. Selama 5 hari di London Oyster diisi sekitar 40GBP, setelah di refund saat di airport kembali 8pound (deposit+sisa pemakaian). Tips: Jangan langsung diisi banyak, setiap kali isi 10GBP, biar kalo nyelip atau hilang gak terlalu sakit hati beli yang baru.

Budget akomodasi kita patok max 25GBP/malam/orang. Realnya rata-rata 21GBP/malam/orang. 5 malam di hostel (termasuk sarapan+km dalam) dan 4 malam di apartemen. Smart Hyde Park Inn di London paling juara lokasinya. Diapit 2 tube station yang melayani 3 Line (Central, District, Circle), ada toko halal, ada beberapa restoran halal, ada 3 mini market, banyak toko souvenir, Pizzahut, subway, Burger King dekat situ. Dan dekat dengan Kensington Palace . Meski kamarnya ya gitu deh. Pertama kali nginap di hostel yang tempat tidurnya bersusun 3. Apartment di Edinburgh dan Manchester juga lokasinya juara. Semuanya booking di bo**ing.com saja.

1 GBP = 16,350 (nilai tukar di money changer), booking online kurs 1 GBP berkisar 16,600-17,050

Beli SIM Card di dispensing machine di Heathrow Airport. Pilihannya banyak, ada 3, Lebara, EE. Kebanyakan dari kita pilih paket data yang paling murah, EE 20GBP dengan paket data 10,5GB berlaku 30hari, bebas menelpon dan SMS sesama EE. Ada juga yang pilih 3 (three) 30GBP paket data 12GB. Sinyal bagus, internet lancar jaya. Saya gunakan untuk browsing info perjalanan dan WA hanya habis 5GB selama 11hari.

Untuk makan, kombinasi masak-masak plus makan di luar. Untuk ber-12 bawa 2 travel cooker, masing-masing bawa beras dan stok makanan praktis seperti mie instan, abon, sambal roa, teri, serundeng, gudeg kaleng dll. Disana sisa beli telur+daun bawang sebagai tambahan, ada bahan sup campur di minimarket seharga 1.5GBP. Disana kita juga banyak konsumsi buah segar. Murah. Makan di luar pake standar Nando’s. Rata-rata 60GBP semua sudah makan kenyang. Nando’s ada dimana-mana. Tapi belakangan baru tau via website Nando’s ternyata tidak semua gerainya menyediakan halal chicken. Hanya 70 dari 380 gerai yang menyediakan halal chicken only. Duh. Taunya saat udah mau pulang ke tanah air.

Dukanya jalan rame-rame adalah suka lupa waktu kalo ketemu market atau tempat belanja hehe. Masih ada teman yang wajib pulang bawa oleh-oleh seabreg. Kalo saya sih seadanya dan sekedarnya. Saya pribadi masih harus berhemat untuk trip-trip berikutnya supaya setahun bisa 3-4x jalan keluar negeri. Memaksakan diri hanya akan menyusahkan diri saja. Selain bikin bangkrut, waktu tersita untuk cari oleh-oleh, koper semakin berat sementara underground banyak tangganya, jarang lift. Tapi emang susah menahan godaan sale. Jauh-jauh tour ke Bath City, gak masuk ke Roman Bath tapi masuk ke toko-toko lagi sale. Pada dapat boot & jaket di Dorothy Perkins 15-35GBP. Primark ada di mana-mana. Belanja di Primark, harga pound terasa bayar rupiah. Pertama kali nemu Primark Edinburgh, trus belanja serius di Primark Manchester. Dapat sweater seharga 2GBP saja. Malam terakhir, mau abisin penny di Oxford Street ternyata sampai sana baru tau hari Minggu toko hanya buka sampai jam 6sore. Hehehe.

Yuk. Rencanakan trip UK-mu.

Daytrip di Athens

13247722_10207034315158800_1408230424663902203_o

Udah kayak kutu loncat saja saya ini. Loncat sana loncat sini. Nyaris tiap hari berganti negara. Greece merupakan negara ke enam yang dikunjungi pada hari ketujuh di Eropa. Emang sih gak efektif cuman sehari aja di 1 negara, praktis hanya bisa mengunjungi tempat yang paling utama dan wajib bagi traveler. Ngefek juga ke biaya perjalanan. Tapi seperti yang saya bilang di beberapa postingan sebelumnya, sebagai kuli kantor saya hanya mengandalkan cuti tahunan. Itu pun sangat susah jika mau diambil sekaligus. Trus jalannya selalu rame-rame, yang harus memadukan berbagai keinginan. Sekalian pula ngetes endurance untuk jalan maraton kayak gini.

Greece nyaris diskip, kalkulasi biaya cukup mahal apalagi gak ada pesawat low cost dari Barcelona ke Athens, dari Athens ke Venice tempat tujuan terakhir juga mahal gak ada yang langsung. Itinerary yang saya susun sempat mandeg beberapa hari. Akhirnya ketemu rute terbaik dan lebih murah, ada banyak LCC dari Barcelona ke Roma dan juga dari Roma ke Athens, baliknya dari Athens ke Bologna trus lanjut naik kereta ke Venice. Sempat galau lagi, apa langsung ke Santorini ngabisin 2 hari disini atau dibagi sehari di Athens sehari di Santorini. Di Athens ada Acropolis yang sayang banget untuk dilewatkan. Akhirnya dari Roma terbang pagi banget ke Athens, tengah malam lanjut terbang ke Santorini. Continue reading