A day in Oslo

Gerimis menyambut kita saat tiba di Oslo bus terminal jam 06.45 pagi. Hari ini kita gak perlu nitip koper-koper di penitipan barang, karena bisa nitip di Anker Hostel, penginapan yang kami booking hari ini. Letak Oslo bus terminal dalam satu area dengan stasiun kereta Oslo. Hujan gerimis membuat kami menahan diri untuk segera beranjak dari terminal. Setelah agak reda, kami berjalan kaki menuju Anker Hostel yang jaraknya sekitar 700meter dari stasiun.

Waktu check in baru nanti jam 3 sore, so kami menyegarkan diri kembali dan ganti baju di tollet yang ada di lobby Anker Hostel kemudian menitip barang-barang lalu explore kota Oslo. Meski di depan hostel ada halte trem, kami memutuskan untuk berkeliling saja dengan berjalan kaki. Kami menyusun rute yang ringan-ringan saja dengan jarak sekitar 7km pulang pergi. Rencananya kami hanya menghabiskan waktu sampai tiba waktu check in saja. Di rute tersebut kami melewati Oslo Domkirke, Karl Johan Gate, Royal Palace, Stadhuset, Nobel peace Centre, Akershus fortress.

Royal Palace Oslo masih digunakan sebagai kediaman resmi keluarga kerajaan. Istana ini terletak di ujung Karl Johan Gate di pusat Oslo dan dikelilingi oleh Taman Istana dengan Alun-Alun Istana di depan. Karl Johan Gate adalah area dimana menjadi pusat perbelanjaan barang-barang branded di Oslo.

Hujan gerimis terpaksa membuat kita berteduh sementara. Kita lalu memilih berteduh di dalam pusat pertokoan sekaligus mencari kehangatan. Padahal kita pun baru saja sarapan di McD di area Karl Johans Gate yang berada di dekat situ. Sekitar sejam berteduh, dan masih gerimis akhirnya kami memutuskan membeli payung saja di 7-11 di dekat situ daripada mati gaya menunggu.

Dari Royal Palace kita ke Akershus Fortress yang juga dikenal sebagai Akershus Castle ini merupakan sebuah benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1290. Dulu, bangunan ini juga sempat digunakan sebagai istana kerajaan dan penjara.

Baliknya kami mampir di Supermarket untuk membeli air mineral, roti, telur dan buah-buahan seperti anggur dan jeruk. Kami bertiga gak ada yang makan nasi sudah beberapa tahun. Jadi energi kita cukup dari roti, telur dan buah-buahan tadi.

Jam 14.30 kita sudah berada kembali di hostel, dan sudah dibolehkan check in. Alhamdulillah, agenda hari ini adalah bersantai di kamar, meluruskan punggung, masak-masak dan mandi sepuasnya. Sudah tidak kemana-mana lagi. Di kamar ada dapur mininya yang bisa kita gunakan untuk masak-masak. Tapi alat masaknya mesti naruh uang deposit 20Euro di resepsionis, jadi kita gunakan alat masak sendiri. Amel bawa travel cooker mini (panci +kompor listrik) dan saya bawa pan dadar, cukuplah buat masak air, indomie dan bikin telur dadar. Makan indomie di luar negeri sungguh suatu kenikmatan yang luar biasa utamanya bagi saya yang jarang makan indomie, hehe.

Kita mengambil sekamar bertiga di Anker Hostel, harganya 1,3juta/malam. Namun sebenarnya harga itu harga untuk sekamar berempat. Saya masih menghindari untuk memilih type dormitory. Masih covid soalnya. Meski yah di seluruh kota yang kami kunjungi di Eropa sudah gak wajib pake masker dan nyaris gak ada yang pake masker. Overall, saya suka di Anker Hostel. Walaupun ada beberapa review yang mengatakan seperti penjara karena tidak ada tempat bersosialisasi secara khusus. Karena kebanyakan hostel menyediakan tempat bersantai atau menyediakan aktivitas bersama seperti ngebir bareng, masak-masak, nonton bareng atau kegiatan outdoor.

Tampilan depannya menarik. Halte trem persis di depan hostel ini. Lobbynya banyak kursi dan bersih. Nyaman buat menunggu maupun kerja. Tersedia minuman dingan dan panas yang berbayar. Tersedia pula box berisi barang-barang peninggalan tamu lain yang dapat dimanfaatkan secara gratis seperti bahan makanan dan lainnya

Tersedia lift. Kamar yang saya pesan terdiri dari 1 bunk bed dan 2 tempat tidur dengan lebar 100cm, sudah termasuk kamar mandi dalam, dapur mini dan meja makan dengan 4 kursi. Pada saat check in, kita akan diberi seprei, handuk dan sepreibed cover untuk kita pasang sendiri dan saat checkout barang2 itu kita bawa kembali ke lobby untuk di taruh di keranjang seprei. Dengan begini dapat dipastikan seprei terjaga kebersihannya.

Beberapa informasi menarik tentang Oslo:

  • Norwegia dikenal dengan sebutan Land of Midnight Sun atau negeri dimana matahari bersinar saat tengah malam. Midnight sun adalah salah satu fenomena alam dimana matahari tidak terbenam selama periode tertentu. Di Norwegia sendiri fenomena ini biasanya berlangsung selama dua bulan dalam setiap tahunnya.
  • Norwegia merupakan tempat lahirnya bangsa Viking, yaitu prajurit dan pelaut terlatih menakutkan yang telah menaklukkan banyak wilayah selama berabad-abad. Bangsa Viking diilustrasikan sebagai pelaut dengan ciri khas topi viking yaitu helm yang mempunyai tanduk, ingat gak sama komik Asterix & the Vikings. Komik ini juga salah satu favorit saya.
  • Norwegia ditempatkan negara terbahagia no 6 di dunia menurut World Happiness Report karena memiliki indeks kebahagiaan no 6 tertinggi di dunia. Tapi emang sih negara-negara Skandinavia semuanya masuk dalam 10 besar, berturut-turut Finland peringkat pertama, Denmark nomor dua, Swedia nomor tujuh.
  • Dulu sempat Oslo dinobatkan juga sebagai salah satu kota dengan biaya hidup termahal namun saat ini sudah tidak masuk dalam 10 besar. Saat ini kota yang menjadi kota termahal: Hongkong, New York, Jenewa, London, Tokyo, Tel Aviv, Zurich, Shanghai, Guangzhou, Seoul. Menurut saya kalo cuma datang mengunjungi atau datang liburan rasanya biaya perjalanan beda-beda tipis antar negaranya. Harga air mineral di Oslo dengan di Singapore beda tipis saja. Harga akomodasi hostel juga beda dikit. Tapi memang ada yang berasa dari segi biaya akomodasi seperti London, Tokyo, New york.
  • Kota Oslo ditetapkan sebagai kota tersehat ke-4 di dunia. Karena tata kota yang sangat memperhatikan lingkungan, Oslo memiliki tingkat polusi yang sangat rendah. Selain itu, Oslo memiliki tingkat harapan hidup hingga usia 82 tahun. Kebijakan penggunaan kendaraan listrik itu sebagai bagian dari tujuan besar ibu kota Norwegia tersebut menjadi kota bebas emisi pertama di dunia pada 2030 mendatang. Yang saya liat di hampir semua negara Skandinavia, penggunaan sepeda dan otoped dominan di sana. Jadi cukup banyak alternatif untuk transportasi bebas polusi.
  • Sejak tahun 1903, khusus penghargaan Nobel Perdamaian diumumkan setiap tahunnya tanggal 10 Desember di kota Oslo. Pemenang Nobel ditentukan oleh Komite Nobel Norwegia. Sementara penghargaan Nobel di bidang lainnya seperti di bidang Kimia, Sastra, Fisika dan Fisiologi atau Kedokteran diberikan di Stockholm, Swedia.

Advertisement

A day in Copenhagen

Flixbus yang membawa kita ke Copenhagen berhenti sebentar sekitar jam 4 pagi di Hamburg menurunkan dan menaikkan penumpang. Saya terjaga dan juga ikut turun bus ke area bagasi, menunggu penumpang yang turun di Hamburg mengambil kopernya kemudian mencari hp diantara tumpukan barang yang tersisa. Berharap hpku hanya keselip diantara koper-koper penumpang. Hasilnya nihil. Hpnya juga sudah off karena habis batere kalo di cek di Find my device google. Tapi yang pasti hp itu ikut dalam bus, tapi entah diambil sama siapa. Ya sudahlah, sudah takdirnya hp itu harus hilang, yang penting hati dan secara fisik tidak kurang suatu apapun.

Bus masih berhenti beberapa kali, Diperbatasan Denmark, beberapa polisi naik ke bus memeriksa identitas dan mengecek dengan aplikasi dari hp mereka. Paspor dan visa kami dicek. Aman. Continue reading

Mengurus Visa Schengen

Waktu liburan sudah dekat, saatnya mengurus visa.

Jadi di bulan April kemarin  udah eksekusi tiket Jakarta-Amsterdam pp untuk keberangkatan di bulan November 2022. Waktu itu Singapore Airlines lagi promo besar-besaran ke hampir semua rute. Udah gitu ditambah dengan diskon aplikasi tempat beli tiket  dan diskon promo kartu kredit, dari harga 7,6juta yang dibayar 6juta saja. Lumayan kan. Mungkin karena bulan itu adalah bulan awal dimana hampir semua maskapai internasional mulai beroperasi secara penuh, banyak promo bertebaran. Tapi semakin kesini harga tiket semakin mahal. Udah gak terjangkau untuk beli mepet dengan waktu keberangkatan. Sebagai contoh saja untuk tanggal yang sama dengan maskapai yang sama ngecek di bulan Juli sudah 38jutaan, ngecek sekarang sudah 45jutaan. Kalo maskapai lain sih masih ada di harga sekitar 17jutaan. So, kalo ada tiket murah jangan nunggu lama untuk eksekusinya. Budget saya untuk tiket Eropa/UK/Turki pp adalah sekitar 6juta, untuk tiket US adalah sekitar 7juta, untuk tiket Japan/Korea sekitar 4juta. Kalo ada tiket yang masuk budget, biasanya langsung dieksekusi. Kalo saya sih ya, itu juga termasuk cara untuk mengatur cash flow, seluruh biaya untuk liburan jadinya tidak dikeluarkan secara bersamaan. Pengeluaran biaya tiket dulu, kemudian pengeluaran biaya transport antar negara dan penginapan yang dapat dipesan dari Indonesia dan berikutnya pengeluaran biaya selama disana.

Kapan mulai waktu pengurusan visa? Dari web vfs, aplikasi visa paling cepat 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan dan paling lambat 15 hari sebelum tanggal keberangkatan ke Schengen. Lebih cepat lebih baik karena dapat slot untuk temu janji itu tidak mudah. Saya ngecek di awal Agustus, slot paling dekat adalah di akhir bulan September. Continue reading

Mengurus Endorsement tanda tangan di paspor

Berita tentang penolakan Jerman terhadap paspor Indonesia yang tidak ada kolom tanda tangannya membuat saya sedikit kuatir karena paspor yang baru saya buat di April 2022 termasuk paspor yang tidak ada kolom tanda tangannya. Untungnya tak lama kemudian, Jerman sepakat menerima jenis paspor tersebut dengan syarat harus ditambahkan kolom tanda tangan pada halaman endorsement di paspor.

Saya berencana untuk pengajuan visa Schengen di kedutaan Belanda, udah dapat slot temu janji tanggal 5 Oktober jam 10 pagi. Niatnya sebelum tanggal tersebut, saya mau ke imigrasi untuk pengajuan endorsement tanda tangan. Sebenarnya sih belum ada ketentuan di kedutaan Belanda bahwa paspor harus sudah lengkap dengan endorsement tanda tangan kalo mau pengajuan visa. Tapi daripada masalah, ye kan. Dapat slot temu janji susahnya minta ampun trus udah dibela-belain datang dari Bandung ke Jakarta buat ngurus visa. Continue reading

Bursa Teleferik

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (7)
 
Di pesawat Jakarta-Istanbul kami bertemu dengan rombongan travel dari Indonesia, mereka bilang rencananya begitu tiba mereka akan langsung diajak main salju di tempat yang gak jauh dari Istanbul. Saya sendiri gak tau tempatnya apa, yah maklum riset mengenai tempat apa saja di Istanbul gak terlalu mendalam. Pokoknya cuman kasih jatah nginap Istanbul 3 malam namun belum bikin itinerary sama sekali. Yang dimaksud oleh mereka adalah Uludag Teleferik yang berada di dekat Bursa. 

Jadi kami juga menetapkan hati bahwa tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah tempat tersebut. Ferry paling pagi adanya di jam 8 pagi. Kami terbangun jam 4 pagi untuk mandi dan bersiap-siap. Kami mau shalat subuh di Blue Mosque yang ada di depan hotel terlebih dahulu lalu sarapan dan berangkat ke terminal ferry. Waktu subuh di Istanbul sekitar jam 6.10. Waktu sarapan di hotel di mulai jam 7. Agak-agak mepet waktu sebenarnya, tapi sayang juga kalo sarapan dilewatkan secara kami ingin tau juga seperti apa model sarapan di Turki. Kami sarapan sekitar 20menit trus berjalan menuju station trem terdekat.

WhatsApp Image 2022-08-04 at 4.08.55 PM (4)

Sampai di terminal Eminonu BUDO sekitar jam 7.50, ferry belum loading penumpang tapi loket sudah close jual tiket jam 8pagi. Jadinya kami membeli tiket ferry berikutnya di jam 10 pagi. Tiket baliknya juga sekalian beli antisipasi takut kehabisan kalo pas pulang baru beli. Di Musim dingin, ferry terakhir dari Mudanya Bursa jam 5 sore. Di Musim panas, katanya ferry terakhir ada jam 11 malam. Spare waktu 2 jam kami gunakan untuk explore sekitar terminal. Kami berjalan menyusuri pinggir pelabuhan sampai ujung biar tau apa yang ada di sekitar situ trus balik arah dan jalan lagi sampai ke ujung. Kami banyak menjumpai pemancing ikan sedang asyik memancing di pinggir pelabuhan. Di ujung kami sampai ke Spice Bazaar (Misir Carsisi) , pasar rempah-rempah Istanbul. Disini banyak menjual aneka rempah-rempah khas Turki, kacang-kacangan, manisan turki, coklat dan lain sebagainya. Kami menghabiskan waktu dengan cuci mata dan nyicil oleh-oleh yang kecil-kecil disini. Sedapatnya saja, karena kami juga gak mau bawa banyak tentengan ke Uludag. 

Ferry dari Eminonu berangkat tepat waktu jam 10 dengan tujuan pelabuhan Mudanya, Bursa. Lama perjalanan 2 jam. Tiba di pelabuhan, kami mencari bus F3 yang menuju ke Bursa Teleferik. Busnya gampang ditemui persis di depan pintu keluar pelabuhan, karena memang menyesuaikan dengan jadwal kedatangan ferry. Untuk naik ini kita harus membeli kartu di loket atau mesin yang ada disekitar disitu untuk di tap sebelum naik ke bis. Saya cuma beli 1 kartu karena kartu itu bisa ditap berkali-kali sesuai jumlah orang. Isi sesuai dengan rencana pemakaian. Karena buru-buru takut ditinggal sama busnya, saya beli cuma untuk oneway saja, ntar pulangnya bisa isi lagi.

Sesampai di Teleferik, antrian panjang mengular. Kami sedikit resah, karena waktu bisa jadi mepet banget dengan jadwal ferry. Tapi sudah sampai sini, masa iya batal. Beruntung ada percepatan jalur antrian, ada beberapa petugas yang mendatangi antrian dengan membawa mesin edc, jadilah kami beli disitu dan segera ngantri naik cable car.

Continue reading

Negara multipesona

IMG_0537

Satu lagi draft tulisan yang belum diposting karena masih nyari foto yang mau diupload di postingan ini. Pengennya posting foto diarea sultan ahmet disekitar blue mosque tapi belum ketemu. Jadi supaya cepat diposting, kasih foto saat explore Goreme. Here the story goes…

Turki bisa dibilang negara multi pesona. Betapa tidak, Turki merupakan satu-satunya negara yang berada di dua benua yaitu benua Asia dan benua Eropa. Turki memiliki letak dominan di Asia dan hanya Kota Istanbul yang berada di daratan Eropa namun Istanbul merupakan kota terpenting bagi Turki walaupun bukan ibukota. 

Saya akhirnya dapat tiket murah ke Turki. Niatnya emang kalo belum dapat tiket dibawah 6juta pp saya ogah ke Turki. Tiket Etihad Airlines Jakarta-Istanbul seharga 5,5juta saya beli saat ada promo di H-3bulan. Nyaris pergi berlima, ada beberapa teman yang pengen ikut tapi gak sempat dapat tiket seharga segitu. Dan sampai mau berangkat, ya harga tiket udah gak pernah turun lagi.

Gak banyak persiapan ke Turki. Toh cuma berdua sama Amel. Kalo perginya rame-rame tentu harus jauh-jauh hari meriset dan mempersiapkan segalanya. Saya baru serius meriset mengenai Turki itu seminggu sebelum keberangkatan. Dimulai dari apply E-visa online. Ternyata ini e-visa yang paling mudah diproses. Isi form online 1 halaman, bayar 25Usd pakai kartu kredit dan e-visa langsung terkirim ke email. E-visa wajib di print untuk diperlihatkan saat check in di bandara dan saat proses imigrasi di Turki. Continue reading

Birthday trip: Turkiye Edition

IMG_0245

Travertines dari ketinggian, kita start dari kolam yang ada dibawah sana

Prolog: Satu lagi tulisan yang udah lama banget di draft (Jan 2020) tapi belum diposting. Alasannya ya gitu deh, pengen diedit dulu sampai puas baru posting. Padahal gak sempat diedit juga sekarang, hehehe. Jadi saya posting aja apa adanya.

Here the story goes….

Today is my birthday and I’m in Turkey. Jauh banget dari rumah. Perbedaan waktu sekitar 6 jam dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah alias WITA. Suhu disini lagi berkisar 4 derajat celcius. Saat nulis ini, saya lagi di lobby hotel Milat Cave, Goreme/Cappadocia nongkrong jam 4 subuh. Menunggu pagi, lalu menghabiskan waktu explore Goreme/Cappadocia sampai tiba waktu check in di hotel ini jam 12.

IMG_0513

Ini udah hari keenam di Turki. Kami sudah menghabiskan waktu di Istanbul 3 hari, di Selcuk 1 hari, di Pamukkale 1 hari abis itu lanjut ke Cappadocia. Perjalanan mulus saja sampai kemarin. Hal yang gak enak terjadi kemarin, kami kena scam. Jadi ceritanya di Selcuk setelah pulang jalan-jalan dari Ephesus tur, dolmush menurunkan kami di terminal bus. Karena kami mau ke Pamukkale saya iseng ke agen bus Kamil Koc. Kamil Koc itu provider bus ternama di Turki. Ada jadwal keberangkatan jam 09.30 pagi ke Denizli kota terdekat dengan Pamukkale dan katanya dia akan menelpon temannya disana dan memberikan free bus lanjutan ke Pamukkale. Tertarik karena orangnya sopan banget dan terminal bus persis di depan hotel sisa menyeberang saja serta Kamil Koc emang agent besar, jadilah kami memesan tiket bus Selcuk-Pamukkale sama dia. Harga tiket busnya murah 35TL (IDR75ribu) untuk perjalanan 3 jam. Pilihan lainnya ke Denizli adalah naik kereta berangkat jam 08.30.

Continue reading

Eurotrip 2019

Pilih ke Paris atau Turki? Saya melempar pilihan ke Pak Suami, Aya n Dede. Mereka mbulet milih Paris. Saya sendiri pengennya ke Turki. Saya belum pernah ke Turki, tiketnya lebih murah, visanya pun cuma apply online dan murah. Tapi demi menyenangkan mereka semua, jadilah saya mengissued tiket buat 5 orang ke Paris buat bulan Februari 2019. Maskapai Royal Jordanian lagi promo tiket 6.6juta KL-Paris pp. Saya beli tiketnya sekitar 6bulan sebelum berangkat. 

Sementara tiket Jakarta-KL saya beli dengan menukarkan Garuda Miles, kebetulan lagi ada promo akhir tahun diskon 70% tukar Garuda Miles. Yang biasanya tiket Jakarta-KL bisa ditukar dengan 21000Miles+tax, karena promo itu saya hanya menukarkan 3750Miles+tax untuk 1 tiket Jakarta-KL. Miles saya cuma cukup untuk beli 8 tiket. 2 tiket lagi bayar penuh. Jadi untuk 10 tiket termasuk infant Jakarta-KL pulang pergi saya hanya bayar total 3.5juta.  

Ini Euro trip yang ketigakalinya buat saya, sementara mereka baru pertama kali. Eurotrip pertama dan kedua menggunakan transport umum (bus/train/flight) untuk antar negaranya. Saya harus mempertimbangkan kenyamanan baby Ghazy yang baru berumur 15 bulan. Eropa di bulan Februari masih dingin banget. Pernah ke UK di bulan Maret dinginnya masih tidak tertahankan padahal baju sudah dobel dobel. Mau naik bus antar negara seperti Flixbus harus bawa carseat. Naik Uber harus request car seat dan kena charge 10Euro/1xjalan. Kalo naik kereta atau pesawat antar negara di sana, harus naik transport umum ke stasiun kereta atau bandara. Belum lagi transport di dalam Kota dengan metro/trem. Baby Ghazy akan banyak terpapar udara dingin saat menuju stasiun, dari stasiun ke tempat-tempat sightseeing ataupun dari stasiun ke hotel. Jadi untuk kali ini rasanya nyewa mobil pilihan yang paling pas.

Untuk rute negara tujuan, saya pengen ke Hallstatt, Austria. Selain itu targetnya juga ke beberapa negara yang belum saya kunjungi seperti Jerman, Slovakia, Slovenia, Croatia dan Luxembourg. Rugi dong kalo harus mengulang negara yang sama. Setelah ngecek google map, rutenya memungkinkan tapi harus tiap hari pindah negara. Jadilah saya memilih rute Paris-Brussel-Amsterdam-Berlin-Prague, Bratislava-Wina-Zagreb-Lljubljana-Halsstatt-Luxembourg-Paris. Nyewa mobil dari Bandara Charles de Gaulle, baliknya juga di bandara tersebut. 

Jalan-jalan di Edinburgh

17855511_1686628114681486_7502814366985532029_o

Landscape kota Edinburgh. Pengen ke danau ituhhh. Photo credit: Irish ern

Setelah di London selama 3 malam, kami terbang ke Edinburgh. Edinburgh adalah ibukota negara Scotland. Dengan visa UK, kita bisa berkunjung ke 4 negara yang tergabung dalam Great Britain. UK, Scotland, Wales dan North Ireland. Karena keterbatasan waktu, saya hanya memilih ke Edinburgh saja. Kebetulan dapat tiket promo Ryan Air hanya seharga 11GBP atau IDR 180ribu rupiah. Ditambah beli bagasi 15kg, totalnya hanya seharga 350ribu rupiah. Lebih murah dibanding naik kereta 7jam . Naik bus malam 8jam murah, hanya jam tibanya jam 4 pagi. Naik pesawat gak sampai 1jam. Karena ngambil pesawat sore, kami masih bisa jalan-jalan setengah hari di London. Kami manfaatkan dengan kembali berfoto di depan Big Ben dengan berpakaian baju batik. Nantinya foto itu akan dikirim ke lomba Liburan Internal  Positif di institusi kami. Dari Big Ben kami jalan ke Westminter Abbey, berfoto-foto di taman yang penuh patung-patung tokoh dunia yang salah satunya Mahatma Gandhi. Lanjut jalan kaki ke Trafalgar Square melewati Downing Street 10 tempat Perdana Mentri Inggris berkantor. Dari Trafalgar Square sempat kebingungan mau kemana. Ada restoran Malaysia dekat situ, tapi jam bukanya masih 1,5jam lagi. Jadinya kami ke Platform ¾ di stasiun King Cross. Tidak sulit menemukan platform ini, karena akan tampak kerumunan orang yang sedang mengantri. Ada tukang fotonya dan ada petugas yang membantu memasangkan syal dan memegang syal sampai melambaikan syal agar syal tampak bagus saat difoto. Bisa juga foto sendiri. Setelah itu diarahkan masuk ke toko Harry Potter untuk mengambil foto dan membeli cinderamata sesuai kebutuhan. Tips: Jika datang bersama teman dan semuanya berfoto-foto, tunggu semuanya selesai baru bersama-sama bayar fotonya. Beli 2 atau 3 foto lebih hemat ketimbang beli sendiri-sendiri. Setelah itu kami bergegas kembali ke hostel dan berangkat ke airport. Continue reading

Stonehenge,  Batu Legenda dan penuh misteri di UK

IMG-20170320-WA0143

Katanya gak berasa ke UK kalo belum mengunjungi Stonehenge. Stonehenge merupakan tempat wisata popular yang berjarak sekitar 150km dari kota London. Saya sempat memikirkan opsi untuk berkendara sendiri ke sini. Harus sewa 3 mobil kecil untuk ber-12. Dari yang saya baca, SIM A Indonesia bisa dipakai untuk mobil kecil disana. Gak praktis, belum risiko nyasar, belum lagi memahami aturan lalu lintas serta cara isi bahan bakarnya. Udah pernah punya pengalaman rental mobil di Perth, cuma waktu itu kita cuman bertujuh, sewanya cukup murah untuk mobil MPV kapasitas tujuh orang dan bisa pakai SIM A juga.

Beli tiket masuk Stonehenge ada jam tertentu untuk masuk. Bisa jadi beli pada saat tiba masih harus menunggu beberapa jam untuk bisa masuk sesuai jam yang ditentukan. Mau beli online, kuatir kita gak bisa tiba di Stonehenge tepat waktu. Apalagi ke Stonehenge biasanya sekaligus juga kunjungan ke Bath City. Daripada waktu tidak bisa dimanage dengan baik, mending ikut tour. Continue reading