Rumah Pohon Urongo

 

wp-1487297224049.jpg

View of Tondano Lake from Urongo treehouse

Yogya punya Kalibiru, Sulawesi Utara punya Urongo. View berlatar Danau Tondano ini tidak kalah spektakuler. Emang sih, belum apple to apple. Kalibiru sudah well organized, Rumah Pohon Urongo masih self organized sama penduduk sana. Belum ada tiket masuk, hanya donasi seikhlasnya kecuali titian flying fox 20ribu perorang. Material rumah pohon/view pointnya juga seadanya, dari kayu yang berasal dari pohon sekitar. Meski begitu, tetap cakep dan bolehlah jadi wisata kekinian yang ada di Manado dan sekitarnya.

Continue reading

LOOKING FOR FRESH AIR: TALAWAAN WATERFALL

IMG_7243

awesome talawaan waterfall

Air terjun yang satu ini gak jauh dari Kota Manado. Letaknya dekat bandara Sam Ratulangi (masuk jalan disamping RS TNI AU daerah Mapanget), air terjun ini tepatnya berada di desa Talawaan sudah masuk wilayah Minahasa Utara. Medannya pun tak sulit, karena udah dibuatkan jalan setapak dari paving blok. Jika punya waktu 2 jam bisa mampir ke tempat ini. Dari tempat parkir kendaraan ke pusat air terjun jalan sekitar 1km.

Continue reading

BACK TO NATURE: AIR TERJUN KIAWA &

Sewaktu di Manado, pada saat weekend biasanya saya dan teman-teman kantor sesama perantau bikin kegiatan back to nature, nyari-nyari tempat yang belum pernah dikunjungi. Mulai dari jalan ke tempat yang tingkat kesulitannya rendah sampai ke tempat yang cukup sulit untuk di temukan. Pengen nyari tempat yang bisa menyegarkan fikiran sekaligus bakar kalori melemaskan otot-otot yang kaku akibat kebanyakan ngantor. Continue reading

JELAJAH 3 PULAU

Salah satu kenikmatan mutasi adalah bisa mengenal daerah-daerah baru. Sewaktu di Manado, saya berkesempatan untuk mengunjungi ibukota dari 3 kabupaten kepulauan yang ada di Sulawesi Utara. Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro), Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud. Pulau Miangas sebagai pulau terluar dari Indonesia yang berbatasan langsung dengan wilayah Philippines termasuk dalam gugusan Kepulauan Talaud. Jarak P Miangas sendiri dari Melonguane ibukota Kep. Talaud masih sangat jauh kira-kira 1 1/2 hari naik kapal laut perintis yang jadwalnya hanya ada 2x sebulan. Diawal kepindahan ke Manado, saya udah membayangkan bisa nyebrang ke Davao (Philippines) dari Manado, Continue reading

IMAM BONJOL DAN DUIT 5 RIBU

Tau gak Imam Bonjol itu siapa? Tanya saya sama anak-anakku. “Pahlawan di uang Rp 5ribu.”kata Aya. Saya tersenyum geli. Gak pernah terbayang akan jawaban itu. Kirain mereka sudah belajar di sekolah. Saya aja gak terlalu hafal dengan tokoh yang ada di uang kertas.

Tapi mumpung mereka di Manado, saya ajak ke makam Tuanku Imam Bonjol. Biar mereka bisa mengkoneksikan pelajaran sejarah yang mereka bakal pelajari dengan kunjungan ke makam. Sekaligus mengisi waktu di hari pertama di tahun baru. Lokasinya di Pineleng, gak jauh dari Manado, 9,2km arah ke Tomohon hitungan google map.

Bangunan khas Sumatera Barat menjadi rumah makam Imam Peto Syarif Ibnu Pandito Bayanuddin, gelar Tuanku Imam Bonjol Pahlawan Nasional. Lahir Tahun 1774 di Tanjung Bungo/ Bonjol, Sumatera Barat. Wafat tanggal 6 November 1854 di Lota, Minahasa.

Selain makam, juga terdapat batu besar dimana Imam Bonjol selalu melaksanakan ibadah shalat & zikir. Batu yang awalnya terletak di pinggir sungai itu sudah ditempatkan dalam mushalla kecil.

Tuanku Imam Bonjol adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838. Diasingkan ke Lotak dan meninggal 29 tahun kemudian.

Secara lengkap, baca disini yah, http://id.wikipedia.org/wiki/Tuanku_Imam_Bonjol

Ada satu lagi pahlawan yang diasingkan ke Tondano, yaitu Kyai Mojo, penasehat sekaligus panglima perang Pangeran Diponegoro. Pengikutnya beranak pinak dengan menikah dengan wanita Tondano, makanya sampai ada Kampung Jawa disana, dan warganya lebih dikenal dengan istilah Jaton alias Jawa Tondano.

Jadi kembali ke pahlawan di mata uang Indonesia, hafalkah kalian?

(pic taken from mr google)

1000: Kapitan Pattimura

5000: Tuanku Imam Bonjol

10000: Sultan Mahmud Badaruddin

20000: Oto Iskandar Dinata

50000: I Gusti Ngurah Rai

100000: Soekarno Hatta

KE PULAU PASIR PUTIH LIHAGA

29 Desember 2012

IMG_2699

Udah lama penasaran dengan pulau Lihaga akhirnya kesampaian juga kesana. Gak mudah kesana karena perjalanan cukup jauh dan berbiaya mahal. semakin sedikit orang semakin mahal biayanya. P’ Herry pengelola tour Lihaga mematok harga Rp 2,000,000 untuk 10 orang. Dibawah 10 orang harganya tetap segitu. Biaya itu untuk transportasi Manado-Likupang via darat, Likupang-Lihaga pake kapal, biaya parkir, biaya masuk pulau, makan siang.

Kami deal di harga Rp 1,500,000 tapi tanpa transportasi Manado ke Likupang, karena mau pake mobil kantor saja kesana. Alhamdulillah terkumpul 10 orang, jadi urunannya bisa lebih sedikit.

IMG_2714

Bagaimana kesana?

Manado-Likupang kurang lebih 40 km. Ada 2 alternatif jalan menuju likupang. Jalur yang dilewati transportasi umum dan dideteksi oleh google map adalah jalur Manado-Bitung, dipertigaan lampu merah Sukur belok kiri dan terus sampai Likupang.  Jalur yang lebih dekat adalah melalui Jl Manado Dimembe (dekat airport). Dari Likupang menuju pelabuhan Serai kurang lebih sekitar 15 menit.

Dari pelabuhan serai naik speed boat ke Pulau Lihaga dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

IMG_2593

Kegiatan di pulau Lihaga

Pulau lihaga itu pulau kecil berpasir putih yang tidak berpenghuni. Ada hanya penjaga pulau kurang lebih sekitar 3 orang. Menurut Pak Herry, status kepemilikan pulau tersebut masih dalam sengketa, pulau itu saat ini masih dalam penguasaan pihak ahli waris pemilik tanah selaku penggugat. Tapi terlepas dari masalah tersebut, pulau itu masih bisa dinikmati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pasir putih, air yang bening kehijauan itulah daya tarik pulau Lihaga. Di pulau ini kita bisa melakukan snorkling dan duduk bersantai. Banyak tempat duduk sederhana dari kayu di pulau ini dan rimbunnya pohon membuat berlama-lama di pulau ini tidak membosankan.

Tersedia hammock untuk leyeh-leyeh di pulau ini.

Ada penyewaan alat snorkling, masker+ fin Rp 50,000.

Pada saat kami datang, agak sulit bersnorkling karena laut sedang tidak tenang.

Jadilah kami bermain air saja, tidak berani berada jauh dari pantai.

Biaya bilas setelah bermain air, tidak masuk dalam paket tour. Harus beli air yang dihargai Rp 15,000 per galonnya. Kelihatannya tidak ada mata air disana. jadi agak mahal.

Makan siang yang masuk dalam paket ini juga rasanya lumayan. Menunya adalah beberapa macam ikan laut yang dibakar dan dibumbu rica-rica dan sayur.

IMG_2692