AIR TERJUN MADAKARIPURA

Day-2 Minggu, 11 Juli 2010

Kami segera beranjak meski yang lain pada masih berlama-lama. Jagung bakar dan sarapan pagi kami lewatkan juga. Alhasil kami turun dengan nyaman, gak kena macet bahkan masih bisa singgah foto-foto di pananjakan-2. Kami gak singgah lagi di kawah dan terus pulang. Buru-buru kami packing barang dan masih mencari tahu cara untuk ke air terjun Madakaripura. Pucuk dicinta ulam tiba. Ada bison tujuan probolinggo yang mau ke air terjun, tapi harus minimal 6 orang, per orang bayar 75rb sampai di terminal probolinggo. Akhirnya kami deal 75rb/org dan hanya 4 orang dari kami yang mau kesana. Dari cemoro lawang, di pertigaan sukapura arah tongas, bis berbelok menuju air terjun Mada. Kami diantar duluan, meski ada penumpang lain yang tahu dan memprotes bahwa bis itu berbelok arah, yang protes itu orang bule lagi. Bapak sopir itu baik, namanya P’Suharto. Beliau cerita, mobilnya bisa dicarter cukup dengan 400rb/pp dari term Probolinggo ke Cemoro Lawang plus singgah di air terjun Mada dan ditungguin sampai puas. Harga yang sangat murah, dengan kapasitas mobil 20 orang berarti seorang Cuma 20rb/pp. Prinsip beliau, yang penting jalan dan dapurnya ngebul. Nah yang mau ke bromo rame-rame hubungi saja P’suharto ini di no 0813 3460 6160. 

Waktu menunjukkan jam 9.30 dan setelah kami menempuh perjalanan 45 menit dari Desa Cemoro Lawang saat kami sampai ke pintu masuk air terjun Madakaripura, kami diturunkan disini dan akan dijemput lagi setelah p’suharto mengantar penumpang lainnya ke terminal probolinggo. Kami minta dijemput jam 11pg. Air terjun Madakaripura ini terletak Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Probolinggo itu berupa deretan air terjun yang sentralnya mencapai ketinggian 200 meter dari dasar jeram. Konon katanya disinilah Gajah Mada bersemedi dan menghilang. Ada patung Gajah Mada menyambut kami. Air terjun inilah yang muncul sekilas di iklan tv air mineral merek Aqua.

Bergegas menelusuri jalan setapak dan melewati sungai. Air terjun Mada ini rawan longsor dan sering banjir, banyak jalan setapak runtuh yang menyebabkan kami harus banyak menyusuri aliran sungai yang berbatu-batu besar. Harus hati-hati karena kalau salah menginjak batu yang licin, bisa terpeleset. Di pintu masuk, banyak guide yang menunggu, dan kami memilih satu untuk membantu kami memilih jalur untuk jalan. Ada juga jasa penyewaan sandal dan payung, bagi yang tidak mau basah karena untuk sampai ke titik akhir air terjun kita harus melewati tirai air terjun. Air turun sepanjang tebing membentuk seperti tirai tipis. Kami sih sudah siap berbasah-basahan kecuali adie yang sudah menyiapkan jas hujan sekali pakai yang katanya dibeli di indomaret seharga 3rb. Guide kami selain jadi penunjuk jalan yang baik, juga membantu membawakan ransel-ransel kami. Huh lega. Tadinya mau kita titip di bison, tapi gak jadi, takutnya ada kesalahan teknis secara sy harus sampai dibandara Juanda minimal jam 4 sore.

Perjalanan kedalam sekitar 1km sekitar 30 menit. Pemandangan indah banget dan menyejukkan mata. Sebelum memasuki tirai air terjun, tas-tas kami dititip di penjual makanan agar tidak basah.

Saat tiba di ujung, air terjunnya cantik dan sejuk membuat kami senang disini. Kata Belinda, kami seperti putri kayangan yang sedang mandi di kolam air terjun yang airnya berwarna kehijauan. Kata Ajeng, nilainya 90 dan jauh lebih cantik dibanding Coban Rondo, Malang. Kami dibantu foto oleh anaknya bapak guide itu. Bapak guide itu baik, meski diawal perjalanan sy udah bilangin bahwa kami gak sanggup bayar mahal-mahal. Kata bapak itu, gpp, seikhlasnya saja.

Kami tidak bisa berlama-lama, takutnya p’suharto menunggu. Sy menyempatkan diri minum teh di warung ibu tempat titip tas. Nitip gak bayar, tapi minimal kita beli sesuatu lah disitu. Cukup banyak pengunjung mulai dari anak-anak balita sampai nenek-nenek. Aduh kasian banget anak n nenek-nenek diajak trekking. Resikonya tinggi, tau. Kalo anak 8 tahun keatas bolehlah diajak.

Saya yang tadinya mau mandi dan ganti baju, mengurungkan niat. Adie memberi saran, lebih baik cari aman dengan langsung naik mobil dan berangkat menuju Surabaya, takut kena macet di Lapindo.

Begitu kami sampai, P’suharto pun juga barusan tiba. Good, semua menepati janji, kami dan P’suharto. Tiba di Terminal Probolinggo jam 12.00, Belinda n Ajeng memisahkan diri karena mereka sedang praktek lapangan di Probolinggo, dan kami langsung mencegat bis ke Surabaya. Dan Alhamdulillah, tidak kena macet di Porong (Lapindo) dan sampai di Terminal Bungurasih jam 15.00. Sy dan Adie berpisah disini. Thanks to all of you, thanks to Adie, thanks to Belinda n Ajeng, kalo kita gak nekad-nekatan pergi, mungkin semuanya sulit terwujud. Even, kalo sy memutuskan solo backpacking mungkin hasilnya juga tidak memuaskan seperti ini.

Kelelahan kami terbayar semua.

Dari terminal naik damri khusus bandara, begitu tiba langsung mandi. Di pintu ada tulisan dilarang mandi. Cuek deh, habis lengket. Apalagi pswt akan transit di Makassar dan sy mau ketemuan sama K’Idrus, Ayha n Dede. Masak belel. Selesai mandi, ngasih salam tempel aja sama petugas Cs-nya.

Jam 18.00 pesawat take off, transit di Makassar. Sayang delay, Sy hanya ada waktu 10 menit untuk bertemu mereka, setelah itu bergegas sambil lari-lari kembali ke pesawat untuk menuju Palu. Hu hu huh. Tapi gpp karena minggu depan kami akan berkumpul bersama lagi semuanya di Palu.

Pengeluaran wajib (starting dari Surabaya):

Kota ke terminal Bungurasih Rp 25rb

Bungurasih-Term Probolinggo 12rb

Term Probo-Cemorolawang 25rb

Penginapan 50rb (300rb/2kmr disharing ber-6)

Jeep 46rb (275rb disharing ber-6)

Tiket masuk Taman Nasional 5rb

Cemorolawang-Air terjun-Terminal Probo 75rb

Jasa guide+tiket masuk 15rb (60rb sharing ber-4)

Term Probo-Term Bungurasih 14rb

Bungurasih-Bandara Juanda 15rb

Total 282 rb

Optional:

Ojek 5rb

Foto dengan kuda 5rb

Makan-minum selama perjalanan 59rb

Beli kupluk n sarung tangan 19rb

Total 88 rb
Kalo ingin menggunakan jasa Operator tur, ada yang menawarkan paket bromo tidak menginap Rp 500rb (dijemput tengah malam di Surabaya), paket bromo menginap semalam 1jt.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s