NONGKRONG DI LCCT

25 April 2011

Selesai trip Lombok bersama teman-teman kantor 21-24 April, sy lanjut dengan liburan keluarga. Tiket pesawat yang saya beli 350 hari yang lalu akhirnya jatuh tempo juga. Tiket seharga 550rb/orang untuk 5x flight (Mks-KL, KL-Phuket, Phuket-Bangkok, Bangkok-KL, KL-Makassar). Murah banget kan. Belinya pada saat promo 0 rp Airasia, jadi yang saya bayar hanya airport tax bandara KL, Phuket n Bangkok. Plusnya lagi sy beli pakai credit shell Airasia. Credit shell itu sy dapatkan sebagai kompensasi pembatalan tiket trip Bangkok tahun lalu. Waktu itu sy minta pembatalan, karena situasi dalam negeri Bangkok yang tidak kondusif akibat demo kaos merah. Saya berenam, selain keluarga kecilku juga ada Amel n Kajol. Perjalanan kami ini selama 8hari 7 malam.

Boarding pass 4 dari 5 penerbangan kami sudah ditangan. Kami check in dengan fasilitas web check in yang memungkinkan untuk check in 7 hari sebelum hari keberangkatan. Enaknya dengan web check in, kursi yang diberikan berurutan, berbeda kalo self check in di bandara, kursi yang diberikan biasanya acak.

Setiba di bandara LCCT, kami langsung ke food court. Maksudnya untuk cari makan, karena disana bisa makan nasi campur, nasi padang dsb dengan harga murah. Tetapi ternyata enak juga buat ditempati nongkrong menunggu penerbangan kami ke Phuket sampai pagi. Nongkrongnya kurang lebih 6 jam. Sambil ngedengerin musik dan browsing dengan fasilitas wi-fi. Jangan khawatir, kehabisan charge hp/laptop/ipod, coz colokan listrik banyak. Kamar mandinya lebih luas ketimbang di bandara dan tipe kamar mandi basah, cocok buat numpang mandi. Saya mutusin nge-book kamar tune hotel LCCT disini untuk malam terakhir perjalanan kami, tadinya mau go show nginap di area KL Sentral atau Bukit Bintang, namu setelah rembukan diputuskan stay di LCCT, karena dari Bangkok akan tiba tengah malam. Harga sekitar 600rb-an/mlm padahal kalau beli jauh-jauh hari bisa dapat harga setengahnya.

Ini kedua kalinya kami nongkrong di bandara LCCT. 2 tahun sebelumnya, kami melakukan hal yang sama sewaktu menunggu penerbangan ke Hongkong. Hanya saja waktu itu kami nongkrong di dalam bandara, masih banyak kursi tunggu yang disediakan. Sekarang karena LCCT sudah lebih padat, area tempat kami tidur-tiduran udah menjadi counter-counter check in. Kursi tunggu sekarang adanya di dekat McD aja dan udaranya kurang dingin.

Tumben, sy gak ngantuk dan gak pernah terlelap sedikit pun. Mungkin pengaruh euforia travelling begitu besar. Jam 5 pagi, anak-anak dibangunin mandi, beli nasi bungkus seharga RM2 buat bekal. Jam 7 pagi kami pun terbang ke Phuket.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s