Waerebo, finally I did it.

adb3f3cd-6fb7-4bf8-b5a6-6d875acad57e

Di kali ketiga ke Labuan Bajo, akhirnya kesampaian juga ke Waerebo. Pertengahan tahun lalu, udah niat banget kesini tahun lalu, meski harus solo traveling. Waktu itu ada kegiatan kantor pusat di Labuan Bajo, begitu selesai dan udah pesen bus ke Ruteng, eh masih ada perintah bos yang tidak bisa dihindari. Jadi batal. Saya lalu merencanakan lagi kegiatan di Labuan Bajo di sekitar bulan November, bikin press gathering ngajak media lokal di wilayah kerja se Sulawesi Maluku. Dari Makassar sudah ada pesawat langsung ke Labuan Bajo, hanya sekitar 1 jam. Ada 2 orang dari tim saya yang pengen ikut bertualang ke Waerebo. Jadilah kami berangkat duluan hari Sabtu pagi memanfaatkan weekend. Tiba di bandara, udah langsung dijemput sama driver namanya pak Anton yang akan mengantar kita sampai di desa Denge, desa terdekat sebelum hiking ke Waerebo. Paket tur ke Waerebo ini kita beli di tra****ka. Harga 1,475,000IDR. Paket segitu sudah termasuk penjemputan dari dan ke airport/hotel, biaya nginap semalam, makan malam, sarapan pagi dan biaya sumbangan adat sukaerela di Waerebo, biaya guide dan beberapa tempat wisata sekitar seperti ke cancar. Belum termasuk biaya ojek dari Desa Denge sampai ke pos 1 tempat dimana mulai jalan kaki. Biaya ojek termasuk biaya tambahan (opsional) karena memungkinkan untuk jalan kaki sampai pos 1. Continue reading