HATI HATI PENIPUAN

Berawal dari iklan yang saya pasang di salah satu harian di Makassar mengenai rumah yang ingin sy kontrakkan, no telp yang di hubungi adalah nomornya misua. Ada sms masuk ke no misua katanya dari harian tersebut menyatakan ada yang berminat dengan rumah tersebut dan minta misuaku menghubungi sendiri peminat kontrakan tersebut yang bernama DR Sofyan Lubis. Setelah dihubungi, DR Sofyan Lubis minta harganya kurang karena mau dikontrak 2 tahun. Lalu Misua menghubungi sy menyampaikan hal tersebut.

Misua : “Dr Sofyan Lubis minta nego harganya karena mau dikontrak langsung 2 tahun”

Saya : “28 juta mo pale, tapi kapan kita janjian ketemu sama dia untuk liat rumah?”

Misua : “Katanya gak perlu, karena dia percaya sama rekomendasinya pak andi “(orang yang ngirimin sms suamiku).

Pembicaraan terputus.

Rasanya sedikit aneh, kok gak mau liat rumah dulu baru nego. Tapi Sy sedikit semangat, lumayan kan dapat pengontrak yang tidak neko2 dan intelek lagi.

Gak lama misua menelpon lagi

Misua : “Sudah mi sy telp lagi, dia minta angka ganjil bede 27jt”.

Sy : “Ih suruh ki pergi liat rumahnya dulu”

Misua : “Gak perlu beng. Tapi kayaknya saya sering dengar namanya…siapa ya dia?”

Sy : “Oh tunggu mi, sy cek dulu di internet.

Pembicaraan terputus.

Hasil cek internet ketemu sama berita ini:

Ditipu Lewat Telepon Puluhan Juta Amblas (Suara Merdeka Semarang 15 Agustus 2010)

Semarang, CyberNews. Dalam kurun waktu dua hari, modus penipuan melalui telepon terjadi di Kota Semarang. Dua orang korban dengan modus berbeda harus merelakan uang puluhan juta rupiah miliknya berpindah tangan dalam sekejap.

Kasus itu menimpa Ny Kwee Hera Sulistyarini (51) warga Jalan Kartini, Semarang Timur dan Drs Susanto MM (55) warga Jalan Persatuan B II/120 RT 02 RW 05 Jaka Setya Bekasi Selatan.

Ny Kwee menjadi korban penipuan bermodus memenangkan hadiah mobil Kijang Innova yang diselenggarakan salah satu operator seluler, sedangkan Susanto (55) korban penipuan setelah mengiklankan rumah yang dikontrakkan. Kepada polisi, Ny Kwee menceritakan, pada Jumat (13/8) mendapat pesan singkat melalui ponselnya, bahwa korban memenangkan hadiah undian berupa satu mobil Kijang Innova.

“Suara seorang laki-laki mengaku sebagai karyawan operator seluler dan meminta saya menghubungi Dr Muhamad Yasin di nomor (021) 53177711 yang disebutnya sebagai koordinator undian,” katanya kepada petugas SPK.

Ketika diminta mentransfer uang Rp 6.750.000 dengan alasan untuk mengurus BPKB dan STNK atas namanya, korban menyetujui. Dia mengirim uang ke nomor rekening 70901719297 atas nama Andi Firmansyah melalui salah satu bank di Jalan MT Haryono. Tidak berapa lama wanita itu menerima kabar jika ada kesulitan mengirim mobil melalui pesawat dengan alasan biaya pengiriman sangat mahal.

Korban kembali mengirim uang, kali ini ke nomor rekening berbeda yakni 6460247002 atas nama Farida Astri sebesar Rp 17,4 juta melalui bank yang sama. Dia lalu menghubungi M Yasin dan dijawab mobil datang sore itu juga.Namun ditunggu sejak sore hingga malam hari, mobil yang dijanjikan tidak datang, Ny Kwee mencoba menghubungi M Yasin, tetapi ponselnya sudah tidak aktif.

Sehari sebelumnya, Dr Susanto juga menjadi korban penipuan dan harus merelakan uangnya Rp 20,5 juta di pindah ke rekening orang lain. Korban menceritakan kejadian itu berawal ketika dia memasang iklan kontrak rumah di Jalan Gombel Permai melalui koran. Sekitar siang hari, korban menerima SMS dari seseorang yang mengaku bernama Aris.

Isi pesan singkat itu berbunyi rumah diiklankan ada yang berminat mengontrak dua tahun dengan harga Rp 28 juta atas nama Dr Sofyan Lubis. Susanto kemudian menghubungi Sofyan Lubis dan mereka setuju dengan harga Rp 28 juta. “Orang itu kemudian meminta nomor rekening korban dengan alasan akan transfer uang Rp 5 juta sebagai tanda jadi,” kata Susanto.

Dia lalu ke ATM Mandiri di Gelael samping Akpol dan memberikan nomor rekeningnya. Sore harinya, korban kembali menerima telepon dari pelaku dan meminta korban supaya ke ATM karena akan membayar kekurangannya. Di salam ATM, korban dipandu untuk menekan tombol-tombol sesuai permintaan pelaku.

“Namun, setelah saldo tabungan saya cek, ternyata uang tidak bertambah, tetapi justru berkurang Rp 19,9 juta. Uang itu masuk ke rekening atas nama Yudiansyah,” kata dia.

Sadar menjadi korban penipuan, dia melaporkan kasus itu ke pihak berwajib. Kedua kasus penipuan itu kini sedang diselidiki polisi.

( Rosyid Ridho /CN26 )

Nyaris aja ditipu. Misua masih penasaran sama itu orang, rencananya pengen pura-pura ikutin aja. Tapi saran sy sih jangan deh, biasanya penipuan lewat telp ditambah dengan hipnotis. Ntar malah masalah baru. Dan syukur Alhamdulillah, kami masih dilindungi Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s