KETINGGALAN PESAWAT! GRRRR

Day 1

Hadeuh..pake acara ketinggalan pesawat lagi… Eurotripku ternoda dengan kejadian ini. Betapa tidak, trip yang perencanaannya cukup panjang jadi kacau diawal perjalanan. Menjadi pelajaran yang sangat berharga, jangan gambling dengan jarak penerbangan yang begitu dekat dan perhatikan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Lebih baik sisihkan waktu 1 hari full untuk memulai trip terutama pada saat penerbangan yang memakan waktu lama (long haul flight).

Jadwal penerbangan Jakarta Amsterdam jam 18.40 membuatku berani mengambil Batavia Manado Jakarta yang jadwalnya terbangnya 13.25 dengan harapan jam 15.40 sudah tiba di bandara Soekarno Hatta. Kerja dulu setengah hari, kemudian bergegas ke bandara. Ternyata Batavia delay, jam 16.00 baru berangkat. Panik setengah mati, langsung complaint dengan petugas Batavia. Batavia hanya punya 2 pilihan mau refund full atau nunggu. Sempat adu argumentasi bahwa sesuai peraturan penerbangan seharusnya penumpang bisa dialihkan ke penerbangan lainnya jika menolak menunggu. Jawaban mereka bahwa maspakai mempunyai kebijakan sendiri dan tidak semua peraturan penerbangan itu diikuti. Gak logis banget sih pake alasan itu, mana ada peraturan internal mengalahkan peraturan perundangan yang berada diatasnya. Saking marahnya saya, saya menyuruh petugas tersebut mencatat statement itu di tiket. Karena dia tidak mau, saya catat namanya dan berniat akan mengirimkan keluhan ke surat pembaca online dan media cetak.

Tiket saya di refund, dan segera saya mencari alternatif lain. Ke counter Garuda, hanya tersisa tiket bisnis penerbangan langsung seharga 5,8jt. Waduh, saya lalu keluar mencari calo untuk tiket penerbangan lion jam 14.45 transit di Makassar. Dapat tiket seharga 2,25juta, nama yang tertera nama cowok lagi. Jadi saya minta ditemani oleh calonya sampai masuk ruang tunggu untuk menghindari masalah lanjutan. Saya pun nyaris kehilangan Samsung tablet 7 plus, duit hasil refund dan 1 amplop dokumen perjalanan. Barang-barang itu tertinggal di counter ticketing Garuda di bagian sebelah dalam ruang check in, sementara saya sibuk keluar ruang check in (terminal) mencari calo. Alhamdulillah barang-barang itu masih rejeki saya. Gak kebayang kalau itu hilang juga. Ada sekitar 10 menitan barang-barang itu tertinggal.

Film I’m Number Four di tablet yang saya nonton sedikit mengurangi rasa cemas dan tegang tapi jadi meningkat cemasnya karena transit di Makassar cukup lama. Kepingin rasanya menghentikan waktu. I can’t make it.

Itu sebabnya segera saya sms Amel bahwa kalo saya telat, dia tetap harus terbang ke Amsterdam. Saya akan segera menyusul bagaimanapun caranya. Saya sms seperti itu, agar Amel tidak ragu untuk tetap terbang. Amel sudah menunggu dari tadi di bandara Soekarno Hatta menanti kedatanganku. Bekalnya dia cuman tiket Jakarta Amsterdam, selebihnya seperti duit Euro, dokumen perjalanan (bookingan tiket transportasi, hostel) dan lain-lain ada sama saya.

Huh, seandainya tiket Emirates gak saya batalin demi untuk terbang bersama Amel di KLM, kejadiannya gak kayak gini masih bisa teratasi karena Emirates terbang jam 00.40. Toh akhirnya terbang berpisah juga. Nasi sudah jadi bubur, terima nasib aja deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s