KULINER SELAMA UMRAH (bagian 6)

Land Arrangement kami tidak termasuk makan selama umrah. Ini merupakan kesepakatan group. Jika pakai catering, yang disediakan adalah masakan indonesia sementara kami ingin punya kesempatan menikmati makanan khas disana. Juga jadinya tidak tergantung sama jam makan. Biasanya masih pengen tinggal di masjid, terpaksa harus pulang pas jam makan supaya gak kehabisan makanan.

Dalam perjalanan dari Jeddah ke Madinah, dari Madinah ke Makkah dan dari Makkah ke Jeddah, konsumsi  makan siang/makan malam ditanggung oleh travel termasuk penyediaan air mineral dan snack perjalanan.

20140307_200750

Fried Chicken ala Arab, Albaik. 4potong ayam, kentang, plus roti hanya 9Real. Saking ramenya, untuk masuk kesini ambil no antrian, setelah bayar dapat antrian baru untuk ambil pesanan kita. Lokasinya di pertokoan Al Jazeera di belakang pekuburan Baqi dekat masjid Nabawi.

Kami tetap membekali diri makanan kering-kering dari Indonesia. Maksudnya kalo lidah gak cocok dengan makanan khas sana, ada cadangannya. Ada yang bawa  beras, abon, dendeng, rendang, indomie, ikan kaleng, sambal terasi sachetan atau botolan seperti sambal bu susan. Juga minuman sachetan seperti teh, kopi instan, nutrisari dan sebagainya. Seperti biasa, saya bawa travel cooker.

Makanan khas sana lumayan rasanya, ternyata gak terlalu berempah seperti yang saya bayangkan. Cuman tetap gak berani memesan yang modelnya seperti kari.

Nasi disana dimasak dengan minyak, jadi warnanya gak persih putih, ada juga nasi kuning yang tetap dimasak dengan minyak. Ada juga nasi kehijauan yang sudah dicampur dengan ayam cabe ijo, nasi yang dicampur daging kambing. Lama-lama jadi eneg juga. Untung bawa travel cooker jadi masih bisa menikmati nasi putih.

DSC00244

Nasi kebuli plus ayam panggang disajikan dengan bawang mentah dan jeruk, harga seporsi 14 real

Harga makanan tidak mahal jika dilihat dari porsinya, bisa untuk makan 2x atau untuk 2 orang. Nasi kebuli dengan ½ ekor ayam panggang harganya 14real. Kebab atau shawarma harganya 5 real. Sandwich isi ayam/daging atau kentang goreng harganya 3 real. Nasi campur ayam harganya 10real.

Kalau kangen masakan Indonesia, Bakso mas gino, atau si doel anak medinah adalah beberapa kedai indonesia yang ada di dekat masjid nabawi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

warung indonesia di sekitar Masjid Nabawi

Di mini market yang banyak bertebaran sekitar hotel kami baik di Makkah maupun di Madinah, harganya juga gak terlalu mahal. Contoh indomie berlabel arab hanya 1 real, telur ayam mentah 2 biji harganya 1 real, roti tawar 1pack harganya 2 real, keju 5 real, yoghurt 1 real, jus seliter 5 real, air mineral 600ml 1 real. Yang susah adalah sayur, dari hasil survey kebanyakan hanya menjual timun dan kentang, namun sempat juga menemukan terong. Ini mau ibadah atau survei harga? Hahaha…….

20140313_142204

Tujuannya, biar ada gambaran gimana kuliner disana atau sebagai bahan pertimbangan jika ingin masak sendiri atau mengkalkulasi perkiraan biaya makan.

Kalo beli makanan jadi, suka dikasih cabe dan potongan bawang merah mentah yang besar. Bawangnya manis dan enak. Juga dikasih plastik yang besar dengan maksud pada saat makan dialasi plastik supaya tidak berceceran ataupun bisa dimanfaatkan untuk makan rame-rame.

Buah-buahan juga banyak dan beranekaragam. Di jalan menuju masjid Nabawi, pedagang kaki lima menjajakan buah-buahan seperti anggur, mangga, apel, jeruk, plum, delima, pisang dan sebagainya. Belinya bisa dicampur-campur. Di beberapa mini market, ada yang sudah dipack dalam 1 kemasan yang terdiri dari berbagai macam buah harganya 10 real. Anggur harganya 15 real/kg. Teman saya malah beli jeruk sunkist 1 dos, isinya sekitar 25 buah dengan harga 20 real saja.

P1010510

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s