SEMALAM DI PENANG

Kami terbangun ketika supir bus berteriak Nibong… Sungai Nibong, waktu menunjukkan baru pukul 4 subuh. Nengok kiri kanan, gak banyak yang turun disini. Saya pun ogah secara ini masih subuh banget dan saya belum punya banyak info tentang Penang.  Mau ngapain ntar di terminal bersama anak-anak yang belum on. Kami ikut turun bersama penumpang lainnya di terminal akhir yaitu Penang Sentral. Setelah dicek, sebenarnya harusnya turun di S. Nibong Terminal, stasiun itu sudah berada di daratan Pulau Penang. Tapi gak apa-apa,  malah jadi tau kalau Penang Sentral, Stasiun kereta api Butterworth dan Ferry ke Georgetown bersebelahan di dalam 1 kompleks.

Tiba di Penang Sentral, tujuan pertama adalah membeli tiket kereta api balik ke KL untuk jadwal besok hari. Stasiun kereta masih tampak lengang dan sedang direnovasi. Bingung lewat mana menuju ke kantor stasiun, kami duduk-duduk saja di tangga dekat stasiun menunggu pagi. Iseng-iseng jalan berkeliling sendirian akhirnya nemu kantor stasiun yang masih darurat karena sedang renovasi. Loket tiket kereta sudah buka, dan tiket Penang-KL sudah habis baik untuk hari ini maupun besok. Yahh, terpaksa naik bis ke KL deh.

Saya memesan tiket bus ke KL untuk besok siang terlebih dahulu, setelah beres barulah kami beranjak naik ferry menuju George Town. Kami lalu minta bantuan seorang remaja untuk menunjukkan bus yang ke Komtar. Komtar itu terminal bus mini di Georgetown, dari situ sisa jalan kaki ke Tune Hotel Penang sekitar 500m.

Jadwal check in seharusnya adalah jam 14.00, kami lalu membayar biaya Early Check in sebesar 20RM tapi baru bisa check in jam 11.00 sementara kami tiba disana jam 10.00. Jadinya tetap menunggu selama sejam sebelum masuk kamar. Saya juga ogah jalan tanpa mandi menyegarkan badan apalagi titip barang di lobby tetap harus bayar 5RM/barang.  Anak-anak sih nyantai saja sibuk dengan mainan Lego mereka yang baru dibeli di Legoland.

Tune hotelnya bagus, lobbynya luas. Ada cafe, ada kursi pijit berbayar, banyak kursi tunggu, dan ada dispenser. Mengenai kamar, standar Tune Hotel lah, harganya sekitar 260rb sudah termasuk sewa AC 12 jam.

Jam 2 siang  kami keluar menuju Komtar, di dekat hotel ada warung Nasi Kandar yang enak. Anak-anak sangat berselera makan disitu, saking semangatnya mereka minta untuk makan disitu besok. Warungnya sederhana saja dan harganya murah. Makan berlima dengan pesanan 1 nasi ikan, 2 nasi ayam, 1 nasi goreng dan 3 teh tarik cuma bayar 60ribu.

Kami naik bis 201 (pilihan lainnya 202, 204,206 dari Komtar) ke Kek Lok Si Temple. Dari situ kami balik lagi ke Komtar, naik bis ke Gurney Drive, pusat jajanan khas Penang. Gurney drive berdasarkan terbagi 2 area, 1 area untuk halal food dan area lainnya untukk non halal food. Makanannya enak-enak, yang kami coba antara pasembur sampai pesan 2x dan kweatiauw seafood.

Cuman 2 tempat itu yang kami kunjungi. Tempat lainnya kami lewatkan seperti Batu Feringhi, Penang Hill, Masjid Kapitan Keling, Museum2, Botanical Garden dan Fort Cornwall. Selain waktunya terbatas, saya juga lagi gak terlalu bersemangat apalagi bawa anak-anak. Anak-anak kan gak terlalu demen sama wisata gak ada tempat bermainnya. Namun minimal rasa penasaran saya mengenai Penang sudah terbayarkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s