LAST DAY IN SYDNEY: BONDI BEACH, THE ROCK, PADDY’S MARKET#01 JUNI 2014

picture taken from ferry to manly island

picture taken from ferry to manly island

Di hari terakhir ini, kami baru berkesempatan untuk melihat opera house dari jarak dekat. Bentuk gedung yang seperti cangkang dibuat dengan ubin putih Swedia, membuat Opera House nampak hidup. Sinar matahari dari fajar hingga senja memainkan kecemerlangan permukaan keramik putih dengan sempurna. Atap gedung opera menggambarkan layar kapal yang terkembang, sebuah penggabungan yang sangat baik dengan lingkungan sekitarnya. Adalah seorang arsitek dari  Denmark, Jorn Utzon Oberg yang memenangkan kompetisi design pada tahun 1955. Opera house dibangun pada tanah seluas 4,4 hektar dengan panjang 183 meter dan lebar 120 meter. Perkiraan biaya awal pembangunan adalah US$ 7 juta, namun biaya membengkak hingga sekitar US$ 102 juta. Ratu Elizabeth II meresmikan Sydney Opera House pada tahun 1973 dan padatahun 2007, gedung ini mendapatkan status sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

2014-06-01 08.26.48

between opera house & sydney harbour bridge

2014-06-01 08.30.11

restaurant @opera house

2014-06-01 08.36.13

menikmati pemandangan sydney harbour bridge dikelilingi burung camar

2014-06-01 08.54.51

opera house dalam jarak dekat

Meski saat ini sudah memasuki musim dingin namun tetap banyak surfer yang menuju Bondi Beach. Mereka santai saja membawa papan seluncur naik bis. Bis yang menuju Bondi beach dari Circular Quay adalah bus 333 dan 380, ngambilnya di halte yang di Alfred Street. Bondi Beach salah satu dari sekian banyak pantai yang berada gak jauh dari Sydney.  Kalau diliat dari peta gratisan dari hostel, masih banyak lagi pantai disekitar Sydney termasuk beberapa nudist beach.

2014-06-01 10.07.19

bondi beach

2014-06-01 10.39.25

bondi beach waterfront… tampak kejauhan adalah bangunan yang berada pada foto sebelah kiri

2014-06-01 10.42.09

bisa juga sekedar duduk-duduk di rumput sambil menikmati panorama pantai,

2014-06-01 10.40.36

disekitaran bondi beach

Dari Bondi, kami balik ke Circular Quay dan berjalan menuju The Rock. The Rock adalah kota tertua di Sydney yang berada di kaki Sydney Harbour Bridge. Pada proses pembangunan Sydney Harbour Bridge, beberapa bangunan sempat di ratakan dengan tanah. Sayang, kami gak bisa berlama-lama explore padahal daerahnya menarik, banyak bangunan tua yang tertata rapi berada di gang-gang sempit. Ada pasar kecil dekat situ, tapi gak mampir.

the rock

the rock

IMG_0621

Di daerah Circular Quay juga ada beberapa Museum gratis yang bukanya sampai malam hari seperti The Australian National Maritime Museum,  Museum of Contemporary  Art, The Rock Discovery Museum . Sayang juga yang gratisan ini juga dilewatkan, gak cukup waktunya untuk menikmati museum. Saya sempat mampir sebentar ke Museum of Contemporary  Art sementara yang lain pada berjalan menuju station kereta. Namun tidak mudah memahami museum ini dalam waktu yang sebentar.

2014-06-01 12.10.26

Can anybody explain to me about this contemporary art?

2014-06-01 12.08.51

Tempat terakhir yang gak boleh dilewatkan adalah Paddy’s Market. Dari Circular Quay naik kereta ke Central, apesnya pas tiba di Central kartu My Multi saya hilang. Mungkin keikut kebuang saat buang sampah. Tadi pagi juga nyaris hilang, udah jalan sekitar 500m dari hostel, baru nyadar kalo kartuku gak ada. Balik ke hostel, ketemunya di tempat sampah. Hehe…Masih mending saya ketimbang teman saya, Tari teman saya itu kartunya belum dipake malah hilang duluan. Alhasil harus beli lagi, 63 Aud!!!

Dari Central saya jalan kaki saja ke Paddy’s Market sementara yang lain naik kereta. Deket kok, paling 500meter. Saya malas berkeliling jadinya saya memilih kios yang keliatan paling lengkap dagangannya, yang melayani adalah cewek Indonesia yang katanya sedang kuliah disana. Harganya juga masuk akal, yang jelas lebih murah dari tempat kami belanja sebelumnya entah di Melbourne, ataupun di Manly Island. Nyaris semua yang dijual adalah Made in China plus embel-embel Design in Australia, hehe. Makanya harga oleh-oleh di Australia gak terlalu mahal, topi dihargai 3 for 10Aud, tas macem-macem paling mahal 10aud, 4 for 10aud seperti cermin hias, tempat kartu nama dan sebagainya. Dibandingin tahun lalu sewaktu ke Korea, harga oleh-oleh di Korea cukup mahal tapi made in Korea.

Barang belanjaan kami bawa pulang ke hostel, meski sudah resmi check out, kami masih bisa menyimpan koper kami tanpa tambahan biaya. Ngepack di lobby hostel, setelah beres kami pun order travel di hostel untuk mengantar kami ke bandara dengan biaya 12Aud. Lebih murah ketimbang naik kereta dari Central ke Airport.

6 hari rasanya masih kurang banyak untuk menikmati Melbourne & Sydney. Sepertinya waktu yang ideal untuk explore kedua kota ini 8-9 hari. Tahun ini jatah cuti tahunan 12 hari kerja saya bagi 2, sebagian buat berumrah dan sisanya buat trip ini. Saya memang sengaja dan terpaksa merencanakan trip singkat,  itu pun memanfaatkan hari libur nasional: tanggal 27 Isra Miraj dan tanggal 29 Kenaikan Isa almasih jadi praktis hanya menggunakan cuti 4 hari. Kami berdelapan satu perusahaan meski beda kota tetap sulit mengajukan cuti berlama-lama kuatir bentrokan dengan kegiatan kantor, kemudian kami rata-rata perantau jadi harus menyediakan waktu cuti yang bisa dipakai pulang kampung seperti pada saat hari raya ataupun pada hari yang dianggap penting.

Advertisements

2 thoughts on “LAST DAY IN SYDNEY: BONDI BEACH, THE ROCK, PADDY’S MARKET#01 JUNI 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s