Review Menginap di Nu Hotel KL Sentral

Jadwal penerbangan kami berubah lagi. Gak tanggung-tanggung sampai 2x untuk tiket yang sama. Airasia gitu loh. Kayaknya tiap kali ngetrip dengan Airasia selalu saja kena perubahan. Tapi sampai 2x berubah, ini baru pertama kali terjadi. Saya beli tiket Makassar-KL untuk tanggal 04 September terbang jam 17.00, nginap semalam di KL kemudian terbang lagi ke Beijing tanggal 05 September jam 19.00 . Perubahan pertama, ada pemberitahuan bahwa jam terbang Makassar-KL mengalami perubahan jadi jam 11.30. Saya udah senang saja, kesempatan merubah tiket menjadi tanggal 05September biar langsung connect ke penerbangan Beijing tanpa perlu nginap di KL. Sudah dirubah, eh ada lagi pemberitahuan kedua bahwa jamnya kembali ke semula. Menyebalkan banget, itu berarti saya harus rubah tiket kembali seperti semula dan harus nginap di KL.

Kemudian ada pemberitahuan perubahan lagi tapi untuk tiket pulang KL-Makassar tanggal 11 September, jamnya berubah jadinya tidak connect dengan penerbangan Beijing-KL serta membuat kita harus nginap lagi di KL dan bikin kita gak bisa shalat Ied Adha karena proses check in di bandara. Tanggal 12 September itu pas hari Idul Adha. Tahun lalu kami juga gagal shalat Ied di Tokyo karena sesuatu dan lain hal. Saya lalu minta refund saja dan pulang lewat Jakarta, jadi beli tiket KL-Jakarta lalu Jakarta- Makassar. Gak papa deh rute agak njelimet, bayar tiket lebih mahal, tiba tengah malam trus lanjut masak ketupat sampai pagi dan yang penting bisa shalat ied di kompleks rumah.

Kali ini saya memilih hotel yang berada dekat KL Sentral. Biasanya suka menginap di daerah Bukit Bintang, namun sejak pembangunan MRT, kawasan tersebut jadi gak terlalu menarik. Dulu kita suka duduk sambil dengerin live music yang kebanyakan menyanyikan lagu populer Indonesia di sekitar hotel Capitol, tempat nongkrong dengan harga gak terlalu mahal. Trus seputaran Bukit Bintang yang ramai karena banyak mall dan ada wisata kuliner Jalan Alor. Selain itu suka nyoba-nyoba hotel sih biar makin banyak referensi. Kalo sekitar KL Sentral, ada Aloft KL Sentral yang berada di dalam KL Sentral, ada Myhotel dan yang paling baru ada Nu Hotel KL Sentral.

14248108_120300000090551909_57792811_o

bersama pak suami, 7-11 berada disebelah kedai gunting rambut. stasiun monorail, jalan ke nu mall/KL Sentral, kedai makan 24jam ada di samping hotel sebelah kanan.

Saya memilih Nu Hotel KL Sentral, reviewnya nyaris bagus semua. Mungkin karena hotel ini terbilang baru. Bisa jadi karena mudah ditemukan. Kalo nyari budget hotel, secara umum ekspektasinya pasti nyari yang bersih dan berlokasi strategis. Dari tempat pemberhentian bus dari airport di KL Sentral, naik eskalator/lift ke arah Nu Mall dan cari jalan menuju Monorail KL Sentral. Hotel ini berada dekat sekali dengan stasiun monorail dan berada persis di depan Hotel Sentral.

20160904_174455

quad room yang kami pesan

Saya suka di hotel ini karena:

  • Bersih
  • Harga berkisar 350-500ribu/malam. Saya memilih sekamar berempat dengan 2 tempat tidur queen bed dengan harga 500ribu setelah diskon. Diisi 5orang, 3 dewasa dan 2 anak-anak.
  • Wifi gratis dan kencang
  • Banyak pilihan jenis kamar, berdua, bertiga dan berempat. Kamarnya memang gak terlalu luas tapi sepanjang gak bawa koper besar, saya rasa ini cukup banget. Tempat tidurnya nyaman. Kita dapat kamar yang jendelanya menghadap ke koridor hotel, tapi ini bukan masalah buat saya toh cuma semalam ini.
  • Ada 2 lift
  • TV layar datar
  • Dekat dengan Nu Mall. Banyak pilihan makanan disini dan outlet yang ada keren-keren, cocoklah buat belanja-belanja.
  • Dekat dengan kedai makan 24jam. Pilihannya banyak, masakan khas malaysia atau india.
  • Tersedia juga teko air, penting nih buat masak air, bikin kopi atau teh.
  • Suami suka dengan desain  pintu kamar mandinya. Desain interiornya minimalis tapi menarik. Handuk tersedia cukup buat berempat.
  • Kalo kehabisan air minum ada 7-11 di sebelah hotel dan beberapa lagi di deretan pertokoan dekat situ.

Advertisements

4 thoughts on “Review Menginap di Nu Hotel KL Sentral

  1. saya boleh tanya ? kira – kira lebih recomended mana ? menginap di area bukit bintang ? atau area KL Sentral ? kalau untuk wisata keluarga dengan 2 ABG, dan ga terlalu suka shopping.. terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s