Review: Hotel Rossi, Venice

20160515_074541

Di depan jalan masuk hotel Rossi. Jalan tempat  si Amel berdiri  adalah jalan utama

Gak banyak referensi tentang hotel ini. Gak banyak juga foto-fotonya di boo*ing.com . Penampakannya gak terlalu meyakinkan,  ratenya paling murah tapi menyentuh batas atas target kami untuk budget penginapan. Agak setengah hati bookingnya, niatnya sebagai lampiran dalam berkas pengajuan visa Schengen saja. Ntar jika visa Schengen sudah approved baru nyari serius penginapan di Venice. Sayangnya, saat hunting penginapan secara serius, penginapan di Venice banyak yang full booked. Ada event Vocalonga yaitu lomba dayung yang akan berlangsung sekitar minggu depannya. Hotel maupun hostel di Venice harganya gila-gilaan. Nyari di airbnb, dapat satu yang cocok dengan budget kami tapi urung kami booking. Untuk ke apartemen ini harus naik waterbus lagi dari Stasiun Kereta St Lucia di Venice dan saya perkirakan kami akan tiba sekitar tengah malam di Venice. Jadi mending nyari penginapan yang lokasinya tidak susah dan akhirnya kami memilih tetap di Hotel Rossi saja.

Benar saja, kami tiba di Venice dari Bologna pas tengah malam. Gak terlalu kuatir sih tentang keamanan secara kami ramean berdelapan dan malam lebih panjang karena pas malam minggu. Jalanan masih cukup rame dan beberapa cafe masih buka. Mungkin kalo cuma berdua, kami akan cari aman saja untuk berusaha tiba sebelum jam 10malam. Tidak sulit mencari hotel Rossi. Dari Stasiun St Lucia, susuri jalan utama (sebelah kiri, badan menghadap ke kanal) sekitar 500meter. Beberapa orang yang kita tanya juga tau kenal dengan hotel ini. Hotelnya terletak di dalam gang buntu. Sampai di depan hotel, ada petunjuk bahwa untuk check in silakan ke hotel San Geremia, hotel kecil di Campo San Geremia semacam Piazza/alun-alun yang berada di dekat situ. Agak aneh kan. Rupanya itu hotel self service, kita akan dikasih kunci pintu depan dan pintu kamar.  Ekspektasi kita emang gak macam-macam. Yang penting harga terjangkau bersih, kamar mandi dalam dan lokasi strategis. Hati-hati salah memilih lokasi penginapan, pilihlah yang dekat dengan stasiun kereta St Lucia atau dekat St Marco Square dan bisa berjalan kaki saja. Jangan lupa ngecek jarak di google maps.

Plus:

  • Harga terjangkau, total 9.8juta untuk 2 malam dan 2 kamar isi berempat.
  • Mudah ditemukan, lokasinya strategis
  • Hotel tua tapi bersih. Nginap 2 malam dan selalu dibersihkan
  • Tempat tidurnya cukup nyaman. Saya ngambil sekamar berempat dengan 1 king bed dan 2 single bed. Ukuran kamar tidak terlalu luas tidak ada space jika bawa koper gede, cukup nyaman kalo bawa koper 20 inch saja.
  • Kamar mandi dalam, tapi ada juga beberapa kamar yang harus sharing kamar mandi.

Minus:

  • Gak ada lift, jadi jika booking kamar requestlah kamar di lantai 1 dan 2.
  • Gak ada resepsionis yang bisa ditanya-tanya setiap waktu. Jadi saat check in, minta info sebanyak-banyaknya daripada bolak balik ke hotel San Geremia. Dekat sih tapi tidak praktis jika harus bolak balik.
  • Gak ada bell boy, jangan bawa koper terlalu gede jika nginap di hotel ini.
  • Harus bayar cash. Mereka akan menahan 1 paspor dan semua yang menginap juga harus memberikan paspor untuk dicopy.
  • Tidak disediakan sarapan

Yang udah pernah nginap di Venice, bagi info dong penginapan yang budgetnya terjangkau. Biar makin banyak referensinya.

 

Advertisements

5 thoughts on “Review: Hotel Rossi, Venice

  1. Lumayan besar kamarnya. Dan itu bener banget kalo mau booking kayaknya kudu intip kalender event di kota tujuan. Kalo bertepatan dengan event, risikonya itu, pada full booked 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s