Perkenalan saya dengan Harry Potter termasuk telat. Bukan kudet, tapi dulu gak suka sama film tentang magic, dunia kegelapan, horor, film perang tempo dulu, komedi slapstic dan science fiction. Sukanya sama film yang menggambarkan kehidupan dunia nyata, apalagi film romantis cowoknya ganteng dan ceweknya cantik. Tapi makin kesini, selera film juga berubah yang tadinya tidak suka menjadi suka. Sisa 1 jenis film yang sampai sekarang gak suka yaitu film horor. Nanti di film ke-3 Harry Potter, baru saya mulai menikmati jenis film ini. Berawal dari pinjam buku Harry Potter berbahasa Inggris punya tetangga. Meski bahasa Ingggris saya pas-pasan, tapi bisalah saya menyelesaikannya. Udah pernah punya pengalaman baca buku Faceoff berbahasa Inggris dan ternyata ngerti kok, padahal belum pernah nonton filmnya yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicholas Cage. Sejak selesai baca buku Harry Potter, saya jadi penasaran untuk nonton filmnya.
Mumpung jalan-jalan ke negaranya Harry Potter, kita sempatkan untuk ke tempat pembuatan film ini. Agak telat tau kalo harus beli online ticketnya. Pas ngecek di H-22, banyak tanggal yang sudah sold out termasuk tanggal yang kita inginkan. Saya ngecek terus nyaris setiap hari, sampai akhirnya bisa terbeli 10tiket seharga 37GBP/orang untuk masuk jam 15.30. Jadi jika ingin kesini sebaiknya beli sekitar 45hari sebelum hari H, biar enak milih jamnya.
Dari Manchester, jam 05 pagi kita udah geret koper ke terminal bus. Jarak dari hotel hanya sekitar 1km, jadwal bus berangkat jam 07.00. Maksudnya biar kita gak terburu-buru apalagi jalannya ber-12orang. Kami naik Megabus Manchester-London dengan harga 2.9GBP/orang. Murah kan. Busnya double decker dengan ada lori khusus barang di belakangnya.
Sudah hampir jam 12siang saat tiba di London. Terminal tempat turun bus sama dengan terminal bus saat ke Stonehenge, jadi sudah paham jalan menuju stasiun tube. Kami pisah sama Amel dan Ina disini, mereka mau ke bandara melanjutkan perjalanan ke Iceland dan Paris. Mereka masih banyak cuti besarnya, jadi lebih leluasa untuk memperpanjang libur. Kami ke hostel untuk taruh barang, abis itu ke Warner Bros Studio Tour, tempat pembuatan film Harry Potter. Kita nginap di tempat yang lain lagi, biar punya perbandingan tempat menginap. Untuk pilihan menginap di UK ala saya, bisa liat disini.
Warner Bros Studio Tour terletak sekitar 32km dari kota London. Untuk kesini harus nyambung 3x, naik tube sampai ke London Euston, naik kereta ke Watford Junction trus naik bus ke Warner Bros ini. Mencari hostel, naruh barang, pipis, beli air minum, beli tiket kereta, menunggu kereta, dan menunggu bus membuat kami sampai terlambat sampai disitu. Sekitar jam 17.00 baru nyampai. Itupun pakai salah bus. Dari Watford Junction, sebenarnya ada bus khusus untuk ke Warner Bross yang hanya bayar 2.5GBP. Tapi info yang didapat duluan adalah naik bus umum. Untung saja tempat turunnya gak jauh.
Sudah kuatir banget, jangan sampai kita sudah dibiarkan masuk karena telat banget. Ternyata petugasnya anteng saja. Gak sampai meriksa detil jam masuk. Konfirmasi melalui email harus kita tunjukkan untuk ditukar dengan tiket masuk. Alhamdulillah, segera kami berpencar untuk menikmati Harry Potter.
Gak berasa udah jam 19.00, beberapa teman terlalu menikmati sampai lupa waktu. Saya masuk nanyain, mau pulang bareng atau mau pulang sendiri. Pertanyaan yang jitu, segera mereka berhenti meski enggan karena belum melihat-lihat toko merchandise. Tapi udah sempat belanja kemarin di toko merchandise Harry Potter yang ada di King Cross station.
Kita coba bertanya ke bus khusus Harry Potter, apakah boleh ikut di bus itu saja. Gak apa-apa bayar. Kuatir bus umumnya sudah gak operasi dan belum tau haltenya dimana secara halte turun dan halte naik berbeda. Si bapak driver awalnya menolak, tapi saat mau berangkat dan bus gak terlalu penuh kita diijinkan naik dan gratis. Alhamdulillah.
Dibawah ini sebagian foto-foto dalam studio. Sebenarnya banyak banget set di film Harry Potter, ini hanya sebagian saja. Maafkan saya yang banyakan selfie. Hehehe.























Leave a reply to Idoe – Muhammad Idrus Cancel reply