Homemade Sushi

20170502_213040

Enter a caption

Aya dan Dede suka banget makan sushi. Kayaknya gak ada bosan-bosannya makan ini. Tiap ke Makassar selalu request makan di De Sushi. Udah gitu disana pakai sistem voucher. Tiap makan min 50ribu dapat voucher makan dan berlaku kelipatan dengan tanggal expire voucher sekitar sebulan. Satu voucher bisa dipakai sebagai potongan harga makanan 50% (khusus makanan dan sebelum pajak). Jadinya biasanya makan di hari Sabtu, kemudian memanfaatkan voucher di hari Minggu sebelum pulang ke Palopo. Duh, terkadang saya jadi penonton mereka makan. Eneg soalnya.

Berhubung baru bisa makan ini kalo jalan ke Makassar, maka merengeklah mereka untuk minta dibuatin sushi. Biar sering makan sushi, katanya. Saya sebenarnya gak pede bikin ini, kayaknya tingkat kesulitannya tinggi tapi tetap janjiin mereka. Suatu waktu makan sushi di Makassar, ART saya bilang bahwa dia bisa bikin sushi. Keren ya. Katanya dulu waktu dia kerja di horang kayanya Surabaya sering disuruh bikin sushi. Saya jadi bersemangat untuk membelikan bahan-bahan sushi. Nori, mat (alas dari bambu untuk menggulung sushi), dan kecap sedap beli online di toped. Ada paket-paketnya termasuk beras. Saya gak beli berasnya, ogah kena ongkir banyak. Beras cukup pake beras Maknyuss saja, bagus juga pulennya. (cerita sushi ini jauh sebelum kasus Maknyuss lho).

Mia, si ART yang menyiapkan bahan-bahan mentah. Potongan wortel, timun, alpukat, udang kupas, crab stick dan daging ikan salmon (beli di hypermart beli bagian kepala salmon yang murah meriah, dagingnya cukuplah buat bikin 3 sushi). Udang kupas di goreng tepung. Beras di masak, saat hangat dicampur cuka beras, gula dan garam. Saya yang menggulung sushi. Bikin 4 jenis sushi: Avocado roll sushi, Shrimp roll sushi, Salmon mozarella sushi & crab stick salmon sushi roll.  Sushi yang ada alpukat diatasnya dibikin sambil liat tutorial di youtube. Senangnya pas bisa berhasil menggulung dan hasilnya not bad lah.

Setelah pengalaman pertama ini, masih bikin lagi beberapa kali. Tapi semuanya dihandle sama Mia. Stock nori yang saya beli cukup banyak soalnya. Kami tinggal makan saja. Sayangnya ART handal ini hanya bertahan 2bulan saja dirumahku. Bulan puasa kemarin minta ijin untuk tidak kerja selama bulan puasa, karena pengen mengurus ibunya. Eh abis lebaran, gak balik. Duhh.

 

Advertisements

2 thoughts on “Homemade Sushi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s