Menjadi Host Airbnb

host (2)

Host Teladan

Saya udah lama jadi member airbnb. Airbnb adalah semacam situs booking akomodasi tapi yang ditawarkan lebih beragam seperti rumah pribadi/apartment/hostel/rumah kebun dan sebagainya. Setiap kali traveling, saya juga tetap melihat-lihat akomodasi yang ada di airbnb. Sekalian bandingin harga dengan penyedia situs online lainnya. Sudah pernah booking juga apartment di London tapi beberapa saat kemudian hostnya minta reservasi dibatalkan dengan alasannya salah memberi harga. Memang sih murah, apartmentnya mewah dan di pusat kota. Makanya tanpa berfikir panjang langsung saya booking. Akibat pembatalan tersebut, saya mengalami kerugian selisih kurs sekitar 200ribu. Refundnya 100%, tapi kurs dollar pada saat pengembalian lebih rendah dibanding pada saat saya booking. Saya sempat komplain ke airbnb namun tidak ada tanggapan.

Jadi saya belum berkesempatan mencoba akomodasi di airbnb dengan beberapa alasan:

  • Alamat pastinya baru akan diberikan jika sudah booking. Kadang iklan hanya menuliskan sebuah rumah/apartment di kawasan xxx, padahal kawasan itu lumayan luas. Sementara saya kalo nyari akomodasi sambil liat titiknya di google map.
  • Belum tentu bisa titip barang sebelum check in dan sesudah check out.
  • Belum tentu semuanya dapat tempat tidur. Ada beberapa airbnb juga memasukkan couch/sofa bed sebagai tempat tidur. Kalo family traveling itu gak masalah. Tapi kalo travel with friends dan bayarnya sharing, rasanya gak fair ada yang dapat tempat tidur beneran dan ada yang dapat sofa bed.

Mungkin belum ketemu momen yang pas buat booking airbnb. Beberapa kali nginap apartment di luar negeri tapi lebih sering dapatnya di book**g.com.

7 bulan terakhir ini saya mulai mengiklankan apartment di airbnb. Pengen dapat penghasilan tambahan. Daripada kadang ditinggali tapi lebih banyak tidaknya. Dulu ada home management yang nyantol di Building Management tapi bubar. Kemudian ada agen tidak resmi dimana bisa nitip kunci unit untuk disewakan. Tapi saya tidak berminat. Kemudian iseng saya nyoba aplikasi airbnb, proses daftarnya ternyata mudah banget. Dipandu mulai cara menentukan jenis properti, jumlah tamu, lokasi, fasilitas, foto, judul iklan, pengaturan pemesanan, ketersediaan sampai harga yang diinginkan. 3hari setelah resmi di listing airbnb, sudah ada bookingan. Penyewa pertama dari Malaysia yang datang ke Makassar untuk kawinan temannya.

Ngehost cukup seru dan jadi pengalaman tersendiri. Kebanyakan tamunya orang asing dan rata-rata sangat menghargai kebersihan. Tamu lokal ada satu dua yang menghargai kebersihan, biasanya yang berasal dari luar Makassar yang datang liburan atau kerja. Namun beberapa tamu lokal yang saya terima meninggalkan sampah yang berceceran dimana-mana. Pernah ada anak kuliahan yang keliatannya patungan buat nyewa biar bisa kumpul-kumpul dan rame-rame berenang. Apartment kotor sekali udah gitu pisau hilang dan pengharum ruangan hilang. Untuk yang kayak gini kita saat tulis ulasan bisa sekalian tidak merekomendasi mereka untuk menyewa kembali. Ini baru saya lakukan sekali. Yang lain yang ngeselin masih bisa ditolerir karena nyadar emang juga bukan kewajiban mereka untuk ninggalin dalam keadaan bersih. Pernah juga ada yang ninggalin bekas setrika di kasur. Mungkin karena setrikanya panas banget jadi menodai seprei dan kasur. Masih saya tolerir, karena saya ikut andil dalam kesalahan. Seharusnya nyediain setrika harus sediakan juga alasnya. Setrika akhirnya saya take out, hanya on request saja.

Permintaan mereka sebelum booking juga macam-macam. Ada yang minta data speed test internet, akhirnya dia jadi booking meski katanya internetnya masih standar. Ada yang minta kamar mandi dikeringin. Waktu itu memang belum saya pasangin shower curtain. Jadi saya pasang shower curtain, take out ember dan ngasih keset kaki fancy di lantai closet. Ada yang minta kursi kerja yang nyaman, saya jawab tidak ada space buat naruh kursi. Trus orang yang sama nanya lagi apakah menyediakan microwave, saya jawab bisa disediakan. Sedapat mungkin saya penuhi sepanjang masuk akal. Kursi dan meja kerja juga udah dalam pemikiran untuk diadakan tapi belum sekarang karena harus merubah layout ruangan.

Saya pernah diminta mengembalikan uang sewa. Jadi ceritanya ada tamu bule yang booking unit selama sebulan. Baru 2 minggu tinggal, tamu ini mengalami kecelakaan dan harus dirujuk ke Singapura. Tamunya sudah bilang gak akan balik lagi ke Makassar. Menjelang mau berakhir sewanya, ada request pengembalian uang dari tamu ke airbnb karena kejadian mendadak itu. Dan airbnb minta saya mengembalikan. Saya protes, gak bisa dong dibebankan ke host. Karena selama 2 minggu kosong itu, unit juga gak available dan gak bisa ditawarin ke orang lain karena tanggal diblokir. Saya mau saja mengembalikan uang asalkan begitu tamunya pergi, dia langsung request ke airbnb dan lakukan pembatalan sehingga tanggalnya bisa available untuk orang lain pesan. Akhirnya saya gak jadi diminta untuk mengembalikan.

Keunggulan ngehost di airbnb:

  • Pencatatan otomatis.  Notifikasi dari aplikasi dan dari email rajin banget. Kita akan direminder terus untuk mempertahankan tingkat respon terhadap pesan atau permintaan pemesanan.  Kita tau performa unit kita dilihat dari berapa jumlah pemasukan bulanan, berapa tingkat okupansi di setiap bulan dan berapa banyak yang melihat iklan apartment.
  • Bisa menentukan harga sewa sendiri. Airbnb juga menyarankan harga tapi harganya murah banget. Diawal saya masih pakai harga yang disarankan tapi berikutnya saya menetapkan harga sewa minimal. Diskon sewa lebih dari seminggu atau sebulan juga bisa kita tetapkan sendiri.
  • Bisa suka-suka memblokir tanggal. Sempat 2 bulan saya blokir untuk pemakaian sendiri. Rumah orangtua saya lagi direnovasi dan penghuninya ngungsi di apartment. Tanggal yang kejepit suka saya blokir daripada dibooking orang. Biar ada jeda dan gak perlu terburu-buru bersihin unit untuk penyewa berikutnya.
  • Suka soal cara pembayaran. sehari setelah penyewa masuk, secara otomatis ada notifikasi mengenai pembayaran. Dan dalam 2-3hari kerja uangnya masuk ke rekening kita.
  • Ada feedback dari penyewa dan penilaian keseluruhan terhadap unit seperti fasilitas luar biasa, kecepatan respon, kebersihan, seberapa fancy tempatnya, seberapa perhatian terhadap detail (bunga/dekor), seberapa ramah, dan tips lokal yang diberi. So far nilai unitku 4.9 dari skala 5. Pernah nilainya 5 dan karena itu saya diberi reward sebagai host teladan. HosTeladan adalah tuan rumah berpengalaman dan berperingkat tinggi yang berkomitmen dalam menyediakan penginapan luar biasa bagi tamu. Ada 1 tamu yang pernah ngasih bintang 3 katanya sih kurang bersih. Waktu itu saya lagi dinas luar kota jadi tidak sempat untuk mengecek sendiri hasil akhir proses bersih-bersih. Saya minta suamiku yang ngawasin. Mungkin tidak terlalu detil jadinya dianggap kurang bersih.

Kekurangan:

  • Hanya bisa dibayar pakai kartu kredit. Seandainya bisa dengan kartu debit atau channel pembayaran lainnya
  • Banyak penyewa khususnya penyewa domestik yang kebingungan mengenai harga sewa karena harga sewanya dalam USD. Saya sering dapat pertanyaan berapa harganya dalam rupiah. Mungkin pengaruh lokasi atau alamat saat register tidak akurat. Kebanyakan penyewa lokal beralamat di Amerika. Padahal kalo saya nyari untuk keperluan traveling saya harganya dalam rupiah yang ditampilkan. Jadi mungkin ada settingan yang harusnya lebih dipermudah buat mereka sehingga harga bisa tampil dalam rupiah.

Buat kamu yang pengen jadi tuan rumah atau host airbnb dan dapat credit Rp 150,000 setelah menyelesaikan reservasi pertama klik disini.

Atau buat kamu yang belum join airbnb langsung aja sign up dan bisa dapat credit Rp 478.000 dan tambahan Rp 174.000 dengan klik disini.

 

Advertisements

One thought on “Menjadi Host Airbnb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s