One day trip ke Yehliu Geopark, Keelung, Jiufen dan Shifen

IMG_0797Cuma 3 hari di Taiwan? Cepet amat. Begitu komentar seorang cowok asal Malaysia yang beberapa kali papasan di Yehliu, dalam perjalanan dari Keelung ke Jiufen dan di Jiufen. Dia sendiri menghabiskan 8 hari di Taiwan. Ya gitu deh, susah dapat cuti lama-lama. Hak cuti saya sekarang udah 15 hari kerja, tapi paling banyak bos ngasih cuti 5-6 hari saja. Selebihnya susah mau dapat cuti sebanyak itu lagi. Jadi meski cuma 3 hari, disyukuri saja. Sisa bagaimana memaksimalkan waktu yang ada.

Jam 8.30 kami baru start dari hostel. Kami mau ke sedikit melipir ke luar kota Taipei. Dari hasil browsing, dalam 1 hari kita bisa ke Yehliu Geopark, Jiufen, Shifen dan Keelung. Asal startnya bisa lebih pagi. Rencananya kami mengkondisikan saja, kalo cukup waktunya ke semua tempat itu. Karena malamnya masih mau ke night market dan nyari warung Indonesia di Taipei City Mall. Tujuannya segitu banyak apa gak capek? Ya capek tapi dinikmati saja mumpung cuma berdua dan kita dari dulu udah terbiasa jalan marathon kayak gini. Walk till you drop. Sekalian olahraga.

Dari hostel kami berjalan kaki menuju Taipei Bus Station, ternyata beli tiket dan naik bisnya bukan dari sini. Di stasiun sebelah yang berada di dekat situ. Tepatnya di tempat yang sama naik/turun bus bandara 1819. Bus ke Yehliu no 1815 dan Bayar busnya cukup tap easy card di bus. Perjalanan kurang lebih satu jam ke Yehliu Geo Park. Masih harus jalan kaki lagi sekitar 15 menit untuk sampai sana. Harga tiket masuk 80NT. Yehliu Geopark sangat ramai dengan turis. Jadi nyesel juga kenapa gak berangkat lebih pagi.

 Disini terdapat sebaran batu-batu berukuran besar dan bentuknya unik-unik, ada batu berbentuk seperti BBQ Drumstick, Kepala Naga, Gorilla, Sarang Madu, Kepala Ratu. Yang paling iconic adalah Kepala Ratu. Terbukti banyak yang ngantri untuk berfoto di depan Queen’s Head rock tersebut. Kami yang malas ngantri, cuman foto disisi sebelahnya yang gak terlalu menvisualisasikan model kepala. Banyak tukang semprit disana, gak diperbolehkan untuk menginjak, menduduki atau berdiri di atas batu. Jadi kalo ada yang bandel bakal kena semprit sama petugas. Cuaca sangat panasss, keringat mengalir diantara sela tubuh. Sekali lagi nyesal datangnya gak lebih pagi.

Saya sebenarnya sangat tertarik untuk ke Elephant Trunk Rock yang ada di Keelung. Ini merupakan batu besar berbentuk gajah. Namun saya mengurungkan niat ke Elephant Rock ini karena dari Keelung sendiri masih harus naik bus T99 ke Pelabuhan Shen’Ao sekitar 45 menit trus lanjut jalan kaki ke Elephant Rock. Belum nyasarnya. Karena dari referensi, tempatnya tidak mudah ditemukan. Jadi kami skip meski kamipun tetap ke Keelung namun hanya untuk berganti bus menuju Jiufen Old Street. Alasan lain yang membuat kami skip, sekarang sudah tidak diperbolehkan naik ke atas batu karena kencangnya angin. Jadi cuma bisa berfoto-foto dari kejauhan yang menurut saya gak worth it sih.

Jiufen dulunya merupakan desa tambang emas yang makmur sampai akhirnya penambangan dihentikan tahun 1950. Beruntung desa yang berada di perbukitan ini menampilkan pemandangan Samudera Pasifik yang keren. Yang asik juga adalah menyusuri lorong-lorong yang penuh dengan jualan snack dan souvenir. Disini kami jalan sesuka hati sambil beli cemilan yang menurut kami aman untuk dimakan seperti jamur goreng tepung, cumi goreng tepung dan Xing Fu Tang. Sebenarnya ada es krim yang menarik hati dan perlu dicoba, eskrim warna ungu (mungkin rasa taro) dibalut dadar dan didalamnya ada serutan gula kacang. Cuman kita lagi enggan membeli, agak eneg makan yang manis dan dingin.

IMG_8182

Dari halte bus Jiufen yang di depan kantor polisi kami naik bus menuju Ruifang Station. Kami lanjut naik kereta lokal ke Shifen Station. Ada dua aktivitas yang sering dilakukan oleh turis disini, yang pertama ke Shifen Waterfall dan yang kedua nerbangin lampion di rel kereta api. Shifen Waterfall saya skip, biasa saja sih penampakannya. Begitu keluar dari  kereta sudah tampak banyak yang menawarkan lampion. Lampion 1 warna 150NTD, lampion warna-warni 200NTD. Katanya sih beda warna beda arti. Biru melambangkan karir dan pekerjaan, merah melambangkan sehat dan sejahtera dan masih banyak warna lainnya. Amel memilih pink yang katanya melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Lampion ini kemudian bisa ditulisi di ke empat sisinya berupa keinginan dan harapan  Lampion digantung kemudian kita diberi kuas dengan cat hitam untuk menuliskan apa saja yang kita mau. Di dua sisi, saya dan amel nulis quote tentang travel, satu sisinya hanya penanda ‘Amel and Dewi was here’, satunya lagi yah sedikit harapan. Kata pepatah ‘gantungkan cita-cita, harapan, dan mimpimu setinggi langit. Mungkin ini yang mendasari tradisi lampion yang ada di Shifen. Tapi yang pasti dan yang saya yakini  cara untuk mencapai cita-cita, harapan dan mimpi yaitu ikhtiar dan berdoa ke Yang Maha Kuasa.

Yehliu Geopark

IMG_0889

Keelung

Jiufeng Old Street

Shifen Old Street

IMG_8237

Shifen bridge


		
Advertisements

2 thoughts on “One day trip ke Yehliu Geopark, Keelung, Jiufen dan Shifen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s