Menelusuri Kota Tua Luxembourg

Luxembourg City adalah kota transit terakhir dari perjalanan kami. Tadinya sempat galau di 2 malam tersisa apakah mau dihabiskan di Muenchen dan Luxembourg atau dihabiskan di Luxembourg dan Paris. Tertarik sih ke Muenchen tapi saya putuskan malam terakhir nginap di Paris saja. Lebih amannya gitu, karena kita bakal lebih awal berada di kota tempat kami akan terbang pulang ke Jakarta. Meminimalisir risiko yang mungkin terjadi seperti kendala di kendaraan, kendala di jalan dan sebagainya. Akomodasi tiba di Paris sampai Halstatt sudah saya booking saat di Indonesia sebelum berangkat. Yang 2 malam terakhir baru saya booking saat bermalam di Hallstatt setelah gak galau.

Continue reading

Hallstatt

Hallstatt dan Berlin yang menjadi highlight dalam perjalanan kami ke Eropa kali ini. Jadinya saya mengatur trip dengan rute memutar karena masuk dan keluarnya dari Paris. Dan jauh sebelum merencanakan trip ini, banyak postingan mengenai Hallstatt membuat saya berkata dalam hati, harus kesini untuk trip berikutnya.

Perjalanan ke Halsstatt tidaklah mulus. Kami nyasar sampai dua kali. GPS gak akurat membuat kami salah belok dan nyasar sampai ke jalan tanah yang kayaknya menuju hutan dan buntu. Malam-malam lagi. Duh, saya langsung berasa horror, membayangkan ada penjagal seperti di film Texas Chainsaw massacre. Kami mutar balik dan kembali ke jalan umum. Masih salah juga belokannya. Percobaan ketiga, kami memutuskan belok di belokan yang satunya. Jalannya bener tapi sepertinya jalan alternatif yang hanya muat satu mobil. Di sisi kanan dan kiri ada tumpukan salju setinggi mobil. Ini juga berasa serem, gimana kalo mobil kami ngadat di jalan dan gak ada rumah di sepanjang jalan itu. Sambil berdoa dan harap-harap cemas semoga jalan ini memang tembus ke Hallstatt. Sekitar 15menit melewati jalan tersebut, sampai kami di perumahan penduduk. Alhamdulillah, dari sini akhirnya kami bisa nyampe ke Hallstatt.

Continue reading

Pesona Ljubljana

IMG_2073

View of Ljubjana City from Ljubljana Castle

Dua jam berkendara dari Zagreb kami pun sampai di Ljubljana (baca: Liyubliana) ibukota negara Slovenia. Tujuan kami disini adalah old town Ljubljana. Sebagaimana negara yang lain, satu tujuan sudah bisa mencakup banyak place of interest yang ada di negara itu. Jarak dari tempat parkir paling cuma 50meter sudah sampai di pinggir sungai Ljubjanica. Old town Ljubljana terlihat tampak sangat menawan karena diapit Ljubljana Castle dan jalan pedestrian di tepi sungai Ljubljanica. Banyak pohon, banyak cafe outdoor di tepi sungai, dimana bisa duduk santai sambil memperhatikan orang yang lalu lalang.

Ljubljana sering disebut juga city of dragon. Naga merupakan binatang yang spesial yang menjadi simbol di negara ini sejak jaman dahulu kala.  Dari penggambaran awalnya sebagai monster, naga berubah menjadi pelindung simbolis kota, mewujudkan kekuatan, keberanian dan kebijaksanaan.

Di dalam kawasan old town terdapat banyak bangunan yang menjadi daya tarik antara lain Tromostovje atau The triple bridge, jembatan yang secara paralel yang melintas di atas sungai Ljubljanica. Kemudian ada Preseren Square, alun-alun di tengah kawasan old town yang juga sering dijadikan meeting point. Preseren Square dikelilingi beberapa bangunan bersejarah, antara lain gereja Fransiskan/Marijinega Franciskanska yang berwarna pink, juga berdekatan dengan Magistrat/Town Hall dan Ljubljana Cathedral. Continue reading

Toilet Training

Salah satu target Work From Home (WFH) saya adalah Ghazy sukses toilet training (TT). Kriteria sukses TT adalah udah lepas diaper sama sekali. Emang gak berhubungan dengan kerjaan sih, hehe. Tapi penting karena emang udah harus toilet training. Sekarang Ghazy udah 2 tahun 3 bulan. Katanya sih waktu yang tepat untuk mulai edukasi toilet training dimulai umur 18 bulan. Cuman saya menunda terus untuk mulai. Repotnya itu yang bikin malas memikirkan harus membersihkan pipis/pup yang berceceran dimana-mana. Ghazy begitu lahir langsung full diaper, gak sanggup saya pake popok kain. Soalnya gak ada yang khusus ngurusin Ghazy. Gak ada baby sitter ataupun ART.

Continue reading