Masih sempat ke Ora Beach

20200214_06570920200214_10372120200214_12021720200214_12534920200214_15191420200214_16135020200214_16383620200214_16424420200214_19380820200214_19503420200215_10380920200215_10413220200215_104151
Bersyukur tahun ini masih sempat jalan-jalan tenang sebelum covid-19 melanda. Januari ke Ora Beach dan Turki, Februari ke Mamuju dan ke Hanoi. Jalan-jalan domestik sebenarnya sekalian dinas. Bidang saya dan bidang lain kolabs mengadakan pertemuan teknis di Ambon dan setelahnya saya dan beberapa orang extend untuk ke Ora Beach. Di awal sebenarnya agak ragu, cukupkah waktunya berangkat Jumat pulang Minggu pagi ke Makassar. Namun bro Alias, kakacab di Ambon meyakinkan itu memungkinkan dan kami disupport kendaraan plus drivernya. Thank you bro.

Jumat dini hari sekitar jam 04subuh, kami mulai melakukan perjalanan ke pelabuhan Hurnala Tulehu sekitar 45menit. Jam 6 kapal ferry sudah berangkat menuju Pelabuhan Amahai dan tiba sekitar jam 8.30. Dari pelabuhan kami masih harus berkendara sampai desa Saleman selama 2.5 jam dan sampai disana sekitar jam 11 pagi. Menyeberang ke Ora Beach Resort hanya butuh sekitar 15menit.

Di desa Saleman juga tersedia beberapa penginapan jika ingin berhemat biaya penginapan. Kami memilih menginap di Ora Beach Resort biar bisa dapat feel dan pengalaman secara keseluruhan. Toh cuman semalam.

Bulan Januari sepertinya low season di Ora Beach Resort. Kami cuma booking lewat telpon dan baru menyelesaikan pembayarannya saat tiba di Ora. Termasuk sewa perahu berkeliling, sewa alat snorkeling, biaya nginap semalam untuk 2 kamar serta biaya makan malam kita. Pilihan kamarnya ada yang di cottage di darat dan ada cottage di laut. Kami memilih cottage yang di laut karena view terbaiknya ada di sekitar cottage tersebut. Air lautnya yang jernih banget dimana kita bisa melihat jelas dasar laut yang cantik dengan beraneka terumbu karang dan beraneka ragam ikan. 1 kamar plus 1 extra bed untuk kami cewek berempat dan 1 kamarnya lagi buat teman dan si driver kita.

Kami beristirahat sebentar di kamar sekalian makan siang dengan bekal KFC yang porsinya lumayan banyak dan pop mie. Air panas untuk nyiram Popmie bisa kita request sama pegawai disana. Duduk di teras sambil menikmati pemandangan laut di depan dan dibawah sungguh menenangkan.

Setelah itu berkeliling ke sekitar Ora Eco Resort yaitu ke Air Belanda dan Tebing batu Sawai. Kami ke tebing batu terlebih dahulu, tebing yang terbentuk karena erosi laut. Daya tarik selain gugusan tebing adalah kita bisa snorkling dan katanya ada gua yang bisa di jelajah. Sayang saat datang, angin sudah kencang dan lautpun berombak. Kami hanya menikmati gazebo sederhana sambil berfoto-foto. Setelah itu ke Air Belanda merupakan sebuah pantai pasir putih dimana terdapat sungai air tawar yang dingin yang mengalir dari dalam hutan. Disini juga ada resort yang biasanya jadi tempat limpahan jika Ora Eco Resort penuh. Dinamai Air Belanda. konon katanya jaman penjajahan Belanda para serdadu Belanda yang menemukan tempat ini dan menjadikan tempat mandi dan beristirahat. Kami hanya sebentar disini karena sepertinya akan turun hujan.

Makan malam disajikan prasmanan. Menunya ada ayam, ikan, sayur, nasi putih dan buah. Lumayan sih tapi gak sepadan dengan harga makan malam yang di bandrol 125ribu/orang. Ikannya bukan ikan bakar lagi.

Keesokan harinya, saya dan Fiar snorkling di spot snorkling yang ditunjuk yang berada dekat resto. Tapi lama kelamaan menantang diri sendiri untuk snorkling sampai depan cottage tempat menginap. Dan berhasil. Yeayy.

Jam 11-an kami mulai melakukan perjalanan kembali menuju Ambon. Alhamdulillah lancar sampai Ambon. Kami langsung menuju pasar yang berada di Pantai Losari buat beli durian. sudah punya rencana untuk mencari durian dibawa pulang ke Makassar. Ambon saat itu musim durian. Durian berlimpah banget. Selama di Ambon, tiap malam pasti makan durian. Ada yang unik dalam pemilihan durian, durian yang bagus adalah durian lokal kota Ambon. Kalo durian yang berasal dari pulau sebelah rasanya sudah kurang enak. Entah mengapa. Pasar itu jadi surga tempat makan durian. Disediakan berbagai ukuran kotak tempat durian seperti tupperware. Kami sebenarnya agak ragu untuk bawa durian isi ke pesawat, kuatir disita. Tapi teman di kantor sana meyakinkan karena mereka biasa bawa juga ke Makassar. Yang pasti packingnya harus bagus dan wajib bagasi check in.

Beruntung banget saya sempat jalan jalan ke Ora Beach karena ternyata bulan Agustus saya mutasi ke Bandung. Alhamdulillah ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s