Birthday trip: Turkiye Edition

IMG_0245

Travertines dari ketinggian, kita start dari kolam yang ada dibawah sana

Prolog: Satu lagi tulisan yang udah lama banget di draft (Jan 2020) tapi belum diposting. Alasannya ya gitu deh, pengen diedit dulu sampai puas baru posting. Padahal gak sempat diedit juga sekarang, hehehe. Jadi saya posting aja apa adanya.

Here the story goes….

Today is my birthday and I’m in Turkey. Jauh banget dari rumah. Perbedaan waktu sekitar 6 jam dengan Waktu Indonesia Bagian Tengah alias WITA. Suhu disini lagi berkisar 4 derajat celcius. Saat nulis ini, saya lagi di lobby hotel Milat Cave, Goreme/Cappadocia nongkrong jam 4 subuh. Menunggu pagi, lalu menghabiskan waktu explore Goreme/Cappadocia sampai tiba waktu check in di hotel ini jam 12.

IMG_0513

Ini udah hari keenam di Turki. Kami sudah menghabiskan waktu di Istanbul 3 hari, di Selcuk 1 hari, di Pamukkale 1 hari abis itu lanjut ke Cappadocia. Perjalanan mulus saja sampai kemarin. Hal yang gak enak terjadi kemarin, kami kena scam. Jadi ceritanya di Selcuk setelah pulang jalan-jalan dari Ephesus tur, dolmush menurunkan kami di terminal bus. Karena kami mau ke Pamukkale saya iseng ke agen bus Kamil Koc. Kamil Koc itu provider bus ternama di Turki. Ada jadwal keberangkatan jam 09.30 pagi ke Denizli kota terdekat dengan Pamukkale dan katanya dia akan menelpon temannya disana dan memberikan free bus lanjutan ke Pamukkale. Tertarik karena orangnya sopan banget dan terminal bus persis di depan hotel sisa menyeberang saja serta Kamil Koc emang agent besar, jadilah kami memesan tiket bus Selcuk-Pamukkale sama dia. Harga tiket busnya murah 35TL (IDR75ribu) untuk perjalanan 3 jam. Pilihan lainnya ke Denizli adalah naik kereta berangkat jam 08.30.

Busnya emang bagus banget. Kursinya cuma deret 2-1, jadi lega dan nyaman buat duduk. Ada In Bus Entertainmentnya di masing-masing kursi, bisa nonton TV, film ataupun musik tentunya dalam bahasa Turki dan bisa ngecharge. Udah gitu dikasih snack, teh/kopi dan air mineral. Begitu tiba di Denizli, kita udah ditunggu sama yang mau ngantar kita ke Pamukkale. Saya sebenarnya pengen beli tiket Denizli-Goreme di counter Kamil Koc sekaligus nyari penitipan barang tapi kata si Bapak itu nanti biar disana saja beli Kursitiketnya. Dan disinilah mulai scamnya. Bapak itu menunjukkan kita dolmush yang menuju Pamukkale. Dolmush itu semacam minibus dengan tarif resmi. Tarifnya cuma 4.5TL. Kenyataanya dolmush itu tetap kita yang bayar jadi tidak gratis. Begitu nyampe di Pamukkale, sudah ada Tony yang menunggu dan dengan ramahnya membawakan koper kita masuk ke kantornya. Kantornya Kamil Koc Turism. Disini dia coba menawarkan paket balon udara dan green tour di Cappadocia. Dia bilang dia banyak review bagus dari yang sudah pake jasanya dia. Di dinding di belakang mejanya banyak tulisan review. Ada dalam bahasa Indonesia, China dan lain sebagainya. Kita bilang kita udah booking lewat internet. Dia bilang banyak penawaran di internet itu hanya makelar bukan penyedia jasa yang sebenarnya. Saya iya-iya saja, padahal dalam hati tempat saya pesan hot air ballon itu yaitu Onecappadocia menyatakan dirinya penyedia balon udara Grade A dan saya udah baca beberapa reviewnya di tripadvisor. Ada promo winter hanya 170 Euro (balon udara 140Euro dan Green Tour 30Euro). Kalo harga normalnya nanti saat musim semi di bulan April sekitar 280Euro. Saya yang tadinya gak minat naik balon udara karena kemahalan jadi tertarik dengan promo tersebut. Dia masih nawarin red tour. Saya bilang kami cukup dengan green tour dan pengen nyantai saja di Goreme. Saya tidak tertarik dengan red tour karena tempat-tempat yang di kunjungi masih bisa didatangi dengan jalan kaki. Jadi tanpa tour pun kita masih bisa dapat spot yang ada di red tour tersebut. Tony keliatannya kesel. Dia kayaknya rada gak percaya kalo kita beneran udah booking tour di Cappadocia. Saya pun nanya bagaimana tiket kami Denizli-Goreme. Dia bilang cuma ada jam 18.30 dan 00.30 dan busnya bukan Kamil Koc. Kamil Koc bus is full, katanya. Saya tanya bagaimana kualitas busnya, dia bilang bus di Turki semuanya sudah standar. Harga tiket busnya 125TL. Dan dia hanya ngasih secarik receipt tulisan tangan. Saya tanya lagi kenapa tidak ada harga di receipt tadi. Dia bilang dia cukup tulis All paid. Dia udah semakin gusar ditanyain terus menerus. Jika gak mau beli tiket disini juga gak apa-apa katanya. Balik saja ke Denizli. Disini penitipan barang gratis, kalo ditempat lain bisa 10TL/barang.

Duh seandainya waktu masih cukup lega, mau rasanya kami balik dulu ke Terminal Denizli yang jaraknya 17km dari Pamukkale. Belum menikmati Pamukkale yang terkenal dengan Travertine (Cotton Castle) dan Hierapolis. Saya juga mikir belum tentu juga langsung dapat tiket bus malam ke Goreme. Jadilah kami pasrah saja.

Dia masih lanjut, kalo gak percaya dengan harga tiket yang saya kasih. Ayo sini liat harga di komputer, dia nunjukin harga tiket Kamil Koc Marmarais-Kayseri 121TL. Saya sebenarnya masih mau nanya lagi kok bukan tujuan Goreme disitu. Tapi urung, ntar tambah marah dia. Jadi saya cuman senyum saja.

“You happy, I’m happy. You angry, I’m angry. You think too much. I will take you to the bus terminal at 18.00 and help you to get the tickets. You should be here at the office by 18.00”, he said.

Duh, nyebelin banget si Tony botak ini. Ya iyalah wajar kalo kita pasang muka waspada. Amel sendiri sibuk memberikan penjelasan yang menenangkan si botak itu.

Kami punya waktu sekitar 4 jam untuk explore Pamukkale. Kami mampir shalat di masjid dekat situ, trus berjalan sekitar 200meter udah sampai di Pamukkale. Ada kolam yang cukup luas di kaki Pamukkale ini penuh dengan bebek-bebek yang montok. Duduk duduk disini saja sudah menyenagkan. Pamukkale artinya benteng kapas atau Cotton Castle. Di tempat ini ada 2 lokasi wisata utama yaitu Travertines dan Hierapolis. Ada 2 juga pintu gerbang dari bagian bawah dan bagian atas dekat Hierapolis. Pejalan mandiri seperti kami tentu saja start dari bagian bawah melewati Travertines.

IMG_0190

Tiket masuknya 60 TL. Kami diwajibkan melepaskan sepatu untuk melewati ‘white area’ yaitu Travertines. Sepatu dibawa sendiri sehingga jangan lupa bawa kantong plastik. Travertine itu adalah batu kapur yang diendapkan oleh air membentuk lantai dan kolam air yang berkilauan. Jadi seperti kolam yang bertingkat-tingkat jika dilihat dari atas. Lantainya dingin dan agak kasar. Saya yang gak tahan memilih menggunakan kaos kaki. Bagian yang berair sisa dihindari. Sebenarnya ada aliran air hangat di selokan yang terbentuk alami, jika kaki kedinginan bisa berendam disitu. Katanya sih air Pamukkale disebut dapat menyembuhkan kulit dan menyegarkan tubuh yang lelah. Saya gak coba kadung sudah pake kaos kaki.

IMG_0221

Dulunya banyak hotel bertebaran disekitar sini, motor dapat berkeliaran dengan bebas naik dan turun lereng. Hal ini semakin merusak Hierapolis dan Travertines. Ketika daerah ini dinyatakan Unesco sebagai situs warisan dunia di tahun 1980, pemerintah kemudian menghancurkan hotel-hotel yang telah dibangun di sekitar Hierapolis dan Travertines.

Tanpa terasa sudah 2 jam kami di travertines sembari foto foto. Kami pun segera bergegas area Hierapolis.

Hierapolis adalah kota Yunani kuno yang digunakan sebagai pusat penyembuhan karena kolam air panasnya. Di sini kita bisa menemukan sisa-sisa reruntuhan bangunan, katedral, kuil, tembok-tembok, pilar, amphiteather, dan kuburan-kuburan tua (necropolis). Hierapolis ini cukup luas, mengingat waktu kami bergegas menuju teaternya saja. Yang lain terpaksa kami skip.

IMG_0330

Amel salah pengertian dikiranya harus sampai jam 5. Jadilah kita terburu-buru. Begitu sampai di kantor Tony kembali, Tony bilang, kalian masih punya waktu 1 jam sebelum berangkat ke Denizli. Trus dia balik tidur.

Saya kembali ke kaki Pamukkale. Saya tertarik sama souvenir yang di tawarkan di toko souvenir disana. Ada kain yang nampaknya bagus buat pajangan dan harganya murah. Rupanya kainnya kain handuk. Saya tetap beli handuk kecil yang bergambarkan peta turki dan beberapa magnet kulkas lainnya. Sebenarnya pengen nyari makan. Banyak tempat makan tapi sepii sekali. Jadi mikir buat beli, mending nanti di terminal denizli saja.

Jam 6 lewat, Tony menutup kantornya dan mengantar kami ke terminal. Dia juga yang mengambilkan kami tiket. Loket Tony mengambil tiketnya terdiri dari berbagai macam provider bus, dilihat dari stiker yang hampir memenuhi seluruh kacanya. Jomplang banget dengan loket Kamil Koc yang 3-4 luasnya dari loket bus kami. Tony mengantarkan kami ke tempat menunggu bus.

Saya masih sempat membeli kebab ayam dan kentang. Cukup murah hanya 12TL semuanya. Mau beli yang lain kuatir rasanya gak cocok di lidah kami.

Jam19 bis kami datang. Lega rasanya. Meski bisnya gak semewah Kamil Koc, trus kami dapat tempat paling belakang, yang penting kami berangkat. Setidaknya meski kena scam, kami tetap berangkat. Pas saya ngecek di google harga tiket bis Denizli-Goreme cuma berkisar 65-80TL saja sementara tadi kita bayar 125TL per orang. Tempat paling belakang itu kapasitasnya 5 orang, ada sepasang suami istri dengan dengan 2 anak yang semuanya rewel, kami berdua dan 1 orang lagi diisi oleh orang yang perjalanannya dekat saja. Tapi full terus, ada yang turun gak lama terisi. Pasti gak nyaman banget tapi oklah gak usah dipermasalahkan. Secara saya juga mak-mak yang sering bawa anak traveling. I feel her.  Kesian sampai si ibu muda itu duduknya di lantai bus demi memberikan kenyamanan buat anaknya.

Jadi menurut saya untuk menghindari scam, sebaiknya naik kereta ke Denizli. Stasiun kereta gak jauh dari terminal bus. Pastikan dulu tiket bus tujuan Goreme di loket Kamil koc atau loket bus Pamukkale trus jalan dengan tenang dan nyaman ke Pamukkale. Tidak susah kok menemukan dolmush yang ke Pamukkale.

Alternatif lainnya, bisa bikin one day trip ke Pamukkale saja trus balik lagi ke Selcuk kemudian naik pesawat Izmir-Nevsehir atau Izmir-Kayseri. Nevsehir dan Kayseri adalah bandara di Provinsi Cappadocia yang mengapit Goreme.

Perjalanan Denizli-Goreme sejauh 550km ditempuh dalam 9.5jam. Kami tiba jam 03.30. Untung saja hotel kami dekat dengan terminal bus Goreme. Dengan melawan angin yanh dingin banget kami berjalan menuju hotel. Petugas resepsionisnya baik banget. Kami dipersilakan menunggu di sofa lobby trus dibikinkan kopi, dibawakan colokan buat ngecharge seluruh gadget kami. Pas saya ijin untuk shalat subuh di lobby, dia mengajak kami ke restoran lantai 3 dan membawakan kami sajadah. Sudah gitu dia mempersilakan kami sarapan gratis. Duh so sweetnya. Padahal jatah sarapan kami baru berlaku untuk besok paginya.

IMG_0519IMG_0515